
hari berganti kembali, seluruh pasukan nampak bersemangat dan ceria. seperti biasa, pasukan masih berpatroli secara bergantian.
wilayah Artenia terlalu berbahaya bagi Noran dan pasukannya. di padang rumput yang luas, banyak bandit bertebaran.
bahkan beberapa memiliki kelompok dengan jumlah cukup besar. Noran mendapatkan informasi dari Grim dan Herton, ada banyak bandit besar di wilayah ini.
yang terkuat adalah bandit naga. mereka memiliki kelompok 20.000 orang, dengan sebagian pasukan kavaleri.
mereka juga memiliki pasukan infanteri yang terlatih dan pemanah yang kuat. lalu, ada bandit mata satu, sesuai namanya kelompok ini di pimpin oleh seorang pria bermata satu.
ia biasa si panggil devil eye, si mata iblis karena kejamnya mata satu ini. di katakan, mereka pernah menghancurkan sebuah kota kecil dan membantai seluruh penduduk kota.
kelompok ketiga yang terkuat adalah bandit 3 rubah. mereka memiliki 3 pemimpin dalam satu kelompok, dengan masing masing pemimpin memimpin 10.000 kelompok.
meski jumlah mereka adalah yang terbesar dari 2 kelompok sebelumnya, rumor mengatakan 3 pemimpin bandit e rubah bekerja dalam kelompok sendiri.
"begitu banyak bandit di daerah ini. lalu, bagaimana dengan pegunungan Andara?" gumam Noran.
ia berpikir mungkin akan ada beberapa bandit di sana. jika memang benar ada kelompok bandit di sana, situasinya akan terlalu buruk.
mereka akan terkepung oleh para bandit. Noran kemudian memerintahkan para bandit untuk membangun benteng dan bangunan lainnya.
dengan 600 orang lebih, pembangunan akan lebih cepat. Noran memerintahkan para goblin dan wind wolf mengawasi mereka.
setiap bandi merasa takut ketika melihat wind wolf yang besar bertindak seperti pengawas. mereka masih mengingat seberapa menakutkannya semua wind wolf ini.
dan mereka terkejut ketika melihat 20 troll raksasa yang membawa banyak balok kayu besar, mereka terlihat seperti bukit kecil yang menyeramkan.
setiap bandit sekarang menghapus seluruh keinginan mereka untuk melarikan diri. mereka akan mati jika melakukan itu.
sebagai para bandit yang telah melakukan berbagai kejahatan, Noran tidak sungkan untuk menjadikan mereka buruh. selain sebagai hukuman bagi para bandit, ini juga menguntungkan bagi pihaknya.
Noran menemui Sin dan yang lainnyauntuk membahas masa depan mereka.
sementara itu, di tempat lain...
...
markas bandit darah serigala..
__ADS_1
seorang pria dengan rambut urakan, jubah bintang buas dan wajah garang duduk di atas sebuah kursi yang berselimutkan bulu harimau.
"Ardon! bagaimana kamu bisa kalah begitu buruk?!" pemimpin bandit berteriak marah.
mereka hanya memiliki 5.000 anggota, meski mereka cukup kuat, ada banyak kelompok lain yang ingin melahap kelompok mereka.
"Burly, aku bisa menjelaskannya." ucap Ardon.
"apa yang bisa kamu jelaskan?!" Teriak Burly marah.
ia mencengkram pegangan pedang besar miliknya dengan erat, ia menatap Ardon dengan jengkel.
sekarang, mereka hanya memiliki 4000 anggota yang tersisa. Burly yakin tak akan lama bagi para bandit lain untuk menyerangnya.
Ardon merasa gugup meghadapi tatapan tajam Burly, ia tahu jika ia terkena masalah besar.
"Burly, kelompok kami menemukan ss
sebuah konvoi bangsawan yang cukup besar. mereka memilik ratusan prajurit..." ucap Ardon.
Ardon menjelaskan mengenai konvoi yanh ia temui. ia yakin jika konvoi tersebut adalah konvoi seorang bangsawan melihat bagaiimana bagusnya perlengkapan yang di kenakan para prajurit.
"Burly, jika kita mengalahkan mereka, kita akan bisa melahap kelompom bandit lainnya. kelompok rantai besi, bunga malam dan bangau hitam, mereka akan menjadi bawahan kita!" ucap Ardon.
Burly berpikir sejenak, dengan peralatan bagus seperti itu kekuatan mereka akan bertambah signifikan. namun, ia merasa ragu untuk melawan kelompok bangsawan itu.
"berapa jumlah mereka?" tanya Burly.
Ardon sedikit senang mendengar pertanyaan Burly, ini pertanda jika Burly tertarik dengan kelompok bangsawan ini.
"mereka hanya berjumlah 200 orang, seratus pemanah dan 100 pasukan kavaleri. mereka tidak menggunakan kuda, tapi menggunakan serigala angin." ucap Ardon.
"serigala angin?" Burly mengerutkan keningnya.
mengapa kavaleri menggunakan serigala angin bukannya kuda?
melihat Burly ragu-ragu, Ardon segera berbicara kembali, "Burly, serigala serigala itu hanya sedikit lebih kuat dari pasukan kita. aku percaya kita bisa mengalahkan mereka.
dan aku yakin, mereka membawa harta yang banyak bersama mereka. aku juga melihat mereka membawa 4 gadis cantik bersama mereka." ucap Ardon.
__ADS_1
Burly menjadi semakin tertarik ketika mendengar Ardon mengatakan gadis cantik. ia percaya, sebagai pemimpin bandit ia harus memiliki banyak gadis cantik bersamanya.
"ada 4 gadis yang sangat cantik bersama mereka, kita bisa berbagi masing masing dua gadis." ucap Ardon membujuk.
Burly mengangguk, ia setuju untuk menyerang konvoi Noran. namun, ia tidak setuju dengan ucapan Ardon yang terakhir.
sebagai pemimpin, ia akan mendapatkan semuanya, tidak perlu berbagi dengan siapapun.
Burly tersenyum dengan dingin, merencakan langkah untuk meaklukan konvoi yang di bicarakan Ardon.
...
di sisi lain...
pembangunan kamp sangat cepat dengan 670 bandit yang berkerja, seluruh bagian benteng telah di buat sempurna.
kini, mereka tengah membangun banyak rumah dan beberapa menara pengawas di atas benteng.
sebuah bangunan besar kini berdiri di pusat kamp, itu memiliki ukuran yang luas dan besar.
"tuan, kita harus berhati hati dengan bandit darah serigala, mereka paati akan datang kembali dan menyerang kita." ucap Herton.
Noran mengangguk, ia kemudian mengatur dan mempersiapkan para prajurit untuk pertempuran yang akan terjadi.
setelah persiapan, Noran dan pasukannya bersiap untuk makan malam. kali ini Noran kembali membakar daging banteng liar.
semua orang merasa sangat senang saat memakannya, daging panggang ini lebih nikmat dari yang terakhir kali.
level skill cooking Noran meningkat pesat karena memangang begitu banyak daging untuk semua orang.
saat malam hari,Noran memutuskan untuk pergi dengan Trevis, ia merasa ia harus meningkatkan kekuatan Trevis dengan cepat.
keduanya menghilang dalam kegelapan malam, menghilang ke pegunungan Andara yang di penuhi pepohonan lebat.
"Trevis, kita harus cepat." ucal Noran lirih.
"grr.."
Trevis menggeram pelan, menyatakan pesetujuannyam kedunya melesat semakin cepat dan mulai berburu monster untuk meningkatkan level mereka.
__ADS_1