
Semalaman penuh Noran terus membuat 1.000 armor besi dengan 1.000 tombak dan 1.000 perisai tingkat Super Rare.
Setiap armor dan perisai di perkuat dengan Hp recovery dan defense boosting, sementara untuk tombak di tingkatkan dengan Hp recovery dan Attack boosting.
Total satu set perlengkapan ini mampu memulihkan 80 hp perdetik, dengan ini pasukan Noran akan menjadi pasukan dengan regenerasi yang menakutkan.
Meski begitu, jika titik vital terserang, pasukannya masih akan dapat mati.
Dengan ini, Noran mampu menekan kebutuhan potion untuk pasukannya.
"Aku harus menyimpan sisanya." pikir Noran.
Dari 50.000 ingot besi, tersisa 42.000 di sana. Karena hari yang sudah malam, Noran memutuskan untuk beristirahat sebentar.
...
Pagi harinya, sebuah pasukan besar akhirnya tiba di kota Wensol, bendera kerajaan berkibar-kibar dari barisan pasukan itu.
Noran terbangun setelah tidur beberapa jam, dirinya bangkit dan berjalan menuju kamar mandi, mencuci mukanya dan pergi keluar dari mansion.
350 prajurit miliknya telah berbaris rapi, Noran kemudian berdiri di hadapan mereka.
"Ganti perlengkapan kalian dengan perlengkapan ini." uap Noran.
Noran mengeluarkan 350 set perlengkapan yang ia buat semalam, mereka segera menganti perlengkapan mereka.
Tidak ada perbedaan signifikan dari perlengkapan yang mereka ganti, namun para pasukan mengerti jika apa yang di berikan Noran lebih baik dari yang sebelumnya.
Seorang jenderal masuk ke area mansion bersama sekitar 10 ksatria yang memiliki level tinggi.
"Jenderal Kuva telah tiba!" teriak seorang ksatria.
Noran mengerutkan keningnya, bisakah mereka lebih sedikit berkarisma? Berteriak di dalam area mansion seperti ini? seperti berada di hutan saja.
Sang jenderal berjalan menuju ke arah Noran, memakai zirah keemasan yang menunjukkan posisinya sebagai jenderal.
"Dimana pemimpin kalian?" teriak seorang ksatria.
"Bisakah kalian berhenti berteriak? Telingaku menjadi sakit." ucap Noran.
Seorang ksatria menjadi marah karena sikap Noran, mereka memandangnya hanya sebagi ksatria yang setara, bagaimana ia bisa bersikap demikian di depan jenderal Kuva.
"Perbaiki nada bicaramu! Bersikaplah hormat kepada jenderal Kuva!" teriak seorang ksatria.
Noran tidak memperdulikan mereka dan berjalan menuju ke mansion.
"Sialan! Dengarkan ucapanku!" teriak sang ksatria.
__ADS_1
Sepertinya ia ksatria muda, itu terlihat dari temperamennya begitu buruk. Ia menarik pedangnya dan mengacungkannya ke arah Noran.
Grum..
Sepuluh prajurit bertombak bersiaga dalam posisi tempur, dua diantaranya telah mengacungkan tombak ke leher sang ksatria.
Ksatria muda menjadi berkeringat dingin, menyaksikan lehernya kini di hadapkan pada dua tombak yang tajam.
Gulp..
9 ksatria lainnya menjadi siaga, pedang mereka telah di tarik dan di acungkan.
"Hentikan." ucap Noran.
Grum...
Pasukan kembali dalam posisi semula, membuat sang ksatria merasa kembali aman dan rileks, hampir saja ia terbunuh.
"Dimana pemimpin pasukan ini?" tanya Jenderal Kuva.
Ia menyaksikan pasukan Noran yang begitu kompak, membuatnya kagum. Sepertinya mereka telah di latih dengan baik.
"Itu adalah Duke Aaron, anda bisa menemuinya di sana." ucap Noran.
Noran menunjuk ke arah pria paruh baya yang tengah mengurus tawanan tak jauh dari tempat mereka saat ini.
Jenderal Kuva kemudian berjalan menuju ke arah Duke Aaron, tatapan para ksatria menjadi tajam ke arah Noran.
"Terserah." ucap Noran tidak memperdulikan mereka.
Noran kembali masuk dan meningkatkan perlengkapan kembali, meninggalkan dua pria itu untuk berbincang.
...
Jenderal Kuva mendatangi Duke Aaron yang tengah mengatur para tawanan, jumlah mereka ada 10.000 tawanan, membuat jenderal Kuva cukup terkejut.
"Duke Aaron." ucap Jenderal Kuva.
Duke Aaron menghentikan aktifitasnya, melihat siapa yang memanggil namanya.
Seorang pria dengan zirah Emas, itu adalah jenderal kerajaan. Duke Aaron segera mengenali siapa yang memanggilnya.
"Jenderal Kuva, anda sudah tiba disini."ucap Duke Aaron.
Jenderal Kuva mengangguk, dibandingkan dengan jenderal lainnya, mungkin jenderal Kuva adalah yang termuda.
Ia terlihat baru berusia 30an tahun, Jenderal Kuva menampilkan senyum pada Duke Aaron.
__ADS_1
"Apa mereka tawanan anda?" tanya Jenderal Kuva.
"Ya, mereka tawanan kami." ucap Duke Aaron.
Selama mereka berjalan menuju ke dalam kota, ribuan mayat bergelimpangan di sepanjang jalanan utama kota.
"Maafkan kami datang terlambat, ada sesuatu yang menghambat kami." ucap Jenderal Kuva.
Dalam perjalanan menuju kota Wensol, pasukan mereka terlibat pertempuran dengan sekawanan monster dan medan yang cukup berat.
"Ya, itu tidak masalah. Kami akan mempercayakan pertahanan kota pada anda." ucap Duke Aaron.
Jenderal Kuva mengangguk, "kerajaan juga akan mengurus tawanan perang." ucap Jenderal Kuva.
Duke Aaron mengangguk, mengurus 10.000 orang bukanlah hal yang mudah baginya, ia memilih menyerahkan mereka pada jenderal Kuva.
Keduanya berdiskusi beberapa jam untuk membahas langkah selanjutnya, dan keduanya sepakat untuk mengamankan kota saat ini.
Gerbang yang rusak di tutup kembali menggunakan kayu dan menyiagakan para pemanah di atas benteng.
Pasukan akan di bagi menjadi 4 dan mengamankan setiap gerbang yang ada.
Untuk para tawanan, dalam waktu dua hari akan ada pasukan yang menjemput mereka, kerajaan akan melakukan pertukaran pasukan dengan kekaisaran.
Ada cukup banyak pasukan kerajaan yang di tangkap dan menjadi tawanan, dalam perang seperti ini, pertukaran pasukan normal terjadi.
"Sepertinya persiapan sudah cukup." pikir Jenderal Kuva.
Duke Aaron dan Jenderal Kuva berjalan masuk ke dalam mansion dan beristirahat sembari berbincang.
Sementara itu Noran masih terus meningkatkan perlengkapan yang ada, kepalanya terus berdering oleh pemberitahuan.
[Ding! Enchanting telah naik! Level saat ini : 5!]
[Level up!]
Suara level up terus terdengar di kepalanya, hanya satu yang ada di pikirannya saat ini, Garuda.
Burung besar itu mungkin masih meningkatkan levelnya dengan rajin.
"Sepertinya kamu berjuang dengan keras." gumam Noran.
Noran memandang dua misi miliknya yang belum usai, satu misi penyembuhan penyakit Duchess Emma dan satu misi yang berkaitan peperangan dua kerajaan besar ini.
.............................................................
Mohon maaf jika kurang memuaskan, ini karya pertamaku, silahkan di vote dan komen ya? Makasih.
__ADS_1
.............................................................