7 KINGDOMS : conqueror

7 KINGDOMS : conqueror
65.telur misterius


__ADS_3

"Kami sedang bebas saat ini." ucap Esline.


Dirinya menarik Noran pergi meninggalkan mansion, kini keduanya berada di tepi danau, memandang danau yang sejernih Kristal.


"Bukankah ini indah?" ucap Esline.


"Ya, ini indah." ucap Noran.


Noran mengeluarkan sebuah cincin berwarna emas, ini adalah cincin ruang yang ia beli.


Selama perjalanan menuju ibukota, Noran menambahkan dua macam Enchanting, satu sihir pemulihan dan satu sihir perlindungan.


Dengan cincin ini, si pengguna akan mendapatkan pemulihan 10 hp perdetik dan sebuah barried yang akan aktif jika pengguna merasa terancam.


Barrier mampu menahan serangan dari pejuang level 200, itu batas dari barrier.


"Ada sesuatu yang ingin kuberikan padamu." ucap Noran.


Esline menoleh ke arahnya, melihat cincin keemasan yang berada di tangan Noran.


"Apa itu?" wajahnya memerah karena malu.


Esline berusaha untuk tetap tenang meskipun caranya berbicara kini menjadi lebih gugup.


"Ini sebuah cincin." ucap Noran.


Noran memberikannya pada Esline, dalam Acadia, memberikan cincin emas kepada seorang wanita adalah sebuah lamaran. Namun Noran tidak mengetahui ini dan hanya memberikannya.


"Cincin?" Esline merasa semakin gugup.


"Kamu tidak suka? Jika begitu ya sudah." ucap Noran.


Saat Noran hendak menyimpannya kembali, Esline menghentikan tangan Noran.


"bukan begitu... Aku hanya..." suara Esline begitu lirih, membuat Noran tidak bisa mendengarnya.


"Apa yang kamu ucapkan?" tanya Noran.


"Tidak ada." ucap Esline.


Ia menerima cincin itu dari Noran, ia merasa senang mendapatkan cincin dari Noran.


Hari perlahan menjadi malam, keduanya menikmati sunset di tepi danau dengan damai.


...


Keesokan harinya, Toun membawa 500 prajurit kota Turin kepada Noran, seperti sebelumnya, Noran membawa mereka semua untuk meningkatkan level mereka.


Untuk 50 orang yang telah mencapai level 100, Noran meminta mereka bergerak sendiri untuk berburu monster.


Sementara di dalam hutan Noran menjelajahi untuk mencari monster yang bisa ia jinakkan.


"Apakah ada monster lainnya?" pikir Noran.

__ADS_1


Dengan 20 slot miliknya, ia berpikir monster seperti apa yang bisa ia jinakkan. Menjinakkan divine beast mungkin membutuhkan lebih banyak slot.


Noran terus menjelajahi hutan, ia menemukan dua monster yang tengah bertarung. White tiger rush dan purple winged lion.


Monster berlevel 200 bertarung bersama, keduanya nampak seimbang, dengan darah yang hanya tersisa sedikit.


"Berapa banyak slot yang di pakai untuk menjinakkan mereka?" gumam Noran.


Kedua monster ini, setidaknya setara dengan monster tingkat Lord, mengapa mereka bertarung di tempat ini?


Pasti ada sesuatu yang menarik di tempat ini, begitulah pikiran Noran.


Noran memutuskan menggunakan Silent Step miliknya dan mengendap menyusuri area sekitar.


Setelah beberapa lama menjelajahi, akhirnya Noran menemukan sesuatu yang menarik.


Itu sebuah telur, ukurannya sebesar telur burung unta dengan kulit seperti lava, merah dan panas.


"Telur?" Noran memandang telur itu.


Di sekelilingnya, terdapat batuan sihir yang pekat, itu kristal sihir tingkat tinggi yang langka. Ada cukup banyak di sekitar telur itu.


Noran memandang kearah dua monster itu, mereka masih bertarung dengan intens.


"Kesempatanku." gumam Noran.


Noran melesat menuju ke arah telur misterius itu, sepertinya mereka bertarung untuk mendapatkan telur itu.


"Mengapa mereka memperebutkan telur ini?" pikir Noran.


Battle Auranya kini aktif, membuat ia mampu terlindung dengan baik, mungkin saja ia akan hangus di tempat ini jika tanpa Battle Aura.


Noran mencoba menyentuh telur itu, namun sebuah api merah melesat dan menutupi telur.


"Haish! Panas." desah Noran.


Noran kembali mencoba mengambil telur itu, namun api terus muncul dan menghalanginya.


"Apakah tidak ada cara lain?" gumam Noran.


Noran memandang sekitar tempat ini, terlihat sebuah kristal berukuran cukup besar, bola kristal itu melayang di atas telur.


Bola kristal melayang dan menyerap semua kristal yang ada, mengubahnya menjadi energi untuk menghangatkan telur.


"Itu caranya!" pikir Noran.


Noran kemudian mengambil kristal itu dan menyimpannya di penyimpanan miliknya.


[Crystal of Blaze : langka


Kristal tingkat tinggi dengan elemen api didalamnya, bisa di gunakan untuk membuat magic item. ]


"Kristal elemen?" Noran terkejut.

__ADS_1


Untuk membuat senjata yang memiliki element, ia memerlukan kristal elemen. Untuk menemukannya sangat susah, karena kristal elemen itu sulit di dapat.


Belum lagi yang berbentuk bola, itu bahkan lebih langka karena hanya muncul di tempat dengan konsentrasi sihir yang tinggi dan elemen yang kuat.


Noran mengambil kristal itu, membuat ia mampu mengambil telur dengan mudah, Noran juga mengambil semua kristal sihir yang ada dan mencoba untuk membawanya kabur.


Namun, kedua monster itu menghadangnya, mereka memandang Noran dengan penuh permusuhan.


"Grrr!!!"


Purple winged lion mengeluarkan api, menyerangnya dengan sebuah api berwarna ungu.


Sementara white tiger rush melesat dengan cepat ke arahnya, cakarnya di tutupi semacam aura kekuningan yang padat.


"Ini bahaya!" gumam Noran.


Noran menghindari serangan white tiger rush dengan pedangnya dan melemparkan sihir api untuk menghalau serangan purple winged lion.


Buumm...


Api ungu terus melesat menuju ke arah Noran, Noran mundur dan menjadikan tubuh white tiger rush sebagai perisai daging.


"Grraooo!!"


White tiger rush meraung kesakitan, tubuhnya hangus dan hanya menyisakan tulang serta inti monster miliknya.


Purple winged lion mengaum keras, itu adalah skill miliknya, Lion Roars yang mampu menekan ras lain di level yang sama.


"Swordmanship! One handed Sword! Acceleration!" teriak Noran.


Kekuatannya meningkat, menyamai kekuatan di level 270, sepertinya setiap tahap dari swordmanship miliknya meningkatkan 5% status tambahan.


Purple winged lion terus melemparkan purple fire miliknya dan menyerang Noran. Noran menghindari setiap serangannya dan melaju menuju purple winged lion.


Noran kini berada di hadapan purple winged lion, ia menebas satu sayap purple winged lion, membuatnya mengeram keras karena kesakitan.


"Graoo!"


Noran segera menebasnya, membuat purple winged lion terbunuh. Meski Noran ingin menjinakkannya, itu akan sia-sia, purple winged lion akan mati dalam beberapa hari lagi.


Noran melesat pergi dengan telur aneh di tangannya, Noran merasa penasaran telur apa ini.


Noran kemudian membawanya ke hutan pinus dan menyimpannya di sana, kristal elemen telah ia tingkatkan dengan mana recovery tingkat dua, yang mampu memulihkan 25 mana perdetik.


...


4 hari telah berlalu, sudah waktunya bagi mereka untuk kembali ke kota kristal.


450 prajurit telah mecapai level 100, dan 50 prajurit lainnya kini berada di level 150, penampilan mereka cukup buruk.


Noran memberi mereka potion untuk memulihkan diri mereka, setelah itu Noran memimpin mereka kembali ke kota.


.............................................................

__ADS_1


Mohon maaf jika kurang memuaskan, ini karya pertamaku, silahkan di vote dan komen ya? Makasih.


.............................................................


__ADS_2