
"apakah baik baik saja?" tanya Noran.
"ya tuan, mereka baik-baik saja." jawab Grim.
Noran hanya mengangguk dan terus mengikuti raja Mecius menuju ruang jamuan.
sikapnya yang berubah 180 derajat membuat Noran sedikit malas, namun ia tetap menampilkan senyum seperti biasa.
para bangsawan juga terus menyanjungnya sepanjang perjalanan menuju ruang jamuan. sementara itu pangeran Arexes terus membujuk Ruli agar setuju menjadi pelatihnya.
Noran tersenyum melihat Ruli yang kerepotan mengurusi pangeran naif itu. meski berulang kali di tolak, Arexes terus membujuknya.
"apakah memanah begitu menyenangkan?" tanya Toun.
"kebanggaan ras elf terletak di keahlian memanah dan sihir mereka. elf pria tidak akan di anggap keren sebelum mampu menguasai panah dengan baik." jawab Grim.
"begitukah? aku kira mereka hanya mengandalkan paras tampan. tapi terserah, kekuatan sejati berasal dari otot!" ucap Toun.
"ya ya, kau penggila otot." ucap Herton.
perdebatan kecil terus terjadi hingga mereka tiba di ruang jamuan. meja bundar dengan beberapa kursi mewah telah di tata melingkari meja jamuan.
satu persatu orang yang hadir di persilahkan duduk, begitu juga dsngan Herton dan Ruli.
dalam jamuan kemenangan, para petinggi militer dan pemimpin pasukan harus di perlakukan dengan hormat, sesuai dengan kontribusi mereka yang besar.
"silahkan, jamuan ini di adakan atas kerjasam tuan tuan sekalian yang begitu berharga dalam mempertahankan kerajaan ini. Bersulang!" ucap raja Mecius.
"Bersulang!" ucap semua orang.
seperti biasa, Noran memilih meminum jus dan menghindari meminum alkohol.
...
setelah jamuan dan pembicaraan yang membosankan, sang raja memanggil Noran menuju ruangan kerjanya.
"yang mulia memanggil saya?" tanya Noran.
"tuan Noran, ada sesuatu yang ingin saya bicarakan dengan anda." ucap raja Mecius.
"apa itu?" ucap Noran.
ia memandang raja Mecius yang nampak bersemangat, di belakangnya Grim juga berdiri mendampinginya.
__ADS_1
terlihat juga pria paruh baya yang nampak cerdas berdiri di sisi sang raja, Noran mengetahui pria itu adalah penasihat kerajaan dari status miliknya.
"kami sangat berterimakasih san menghargai bantuan tuan Noran dan kelompok tuan dalam perang ini.
saya memanggil tuan untuk secara pribadi memenuhi perjanjian debelumnya. dan juga, ada beberapa hal lain yang ingin saya bahas dengan tuan." ucap sang raja.
"beberapa hal lain? bisakah saya tahu apa itu, yang mulia?" tanya Noran.
sang raja tersenyum, ia menyuruh penasihat mengangkat sebuah peti ke atas meja. peti berisikan perhiasan. permata dan koin emas di tunjukkan pada Noran.
"ada hadiah kecil dari kami untuk tuan dan yang lainnya. mohon terima, ini adalah ucapan tulus kami." ucap sang raja.
"itu tidak perlu, yang mulia. perjanjian sebelumnya lebih dari cukup bagi kami." ucap Noran.
Noran tidak ingin gegabah menerima hadiah dari mereka dan berakhir dengan di manfaatkan para bangsawan ini.
juga, ia tidak berpikir kekurangan harta saat ini. satu-satunya alasan ia membuat perjanjian sebelumnya adalah untuk mempermudah rencananya.
sang raja tersenyum kecut, "sepertinya tuan Noran tidak menyukainya. baiklah, bagaimana dengan proposal kerjasama?
saya melihat pasukan tuan Noran begitu kuat. saya secara pribadi ingin dukungan dan perlindungan tuan, sebagai imbalan saya akan mengangkat tuan menjadi bangsawan dan beberapa hak istimewa." ucap sang raja.
'tidak, itu tidak perlu. tuan kami tidak cocok untuk posisi kecil seperti itu.' pikir Grim.
"yang mulia sungguh muraj hati, tapi saya tidak bisa menerimanya." ucap Noran.
"bagaimana dengan aliansi? apakah tuan setuju membentuk aliansi dengan kerajaan kami?" tanya sang penasihat.
sebelumnya, ia terus diam dan mencatat setiap hal penting yang ia dengar.
ketika Noran hendak menjawabnya, suara lain telah menjawabnya lebih dahulu.
"itu tidak bisa terjadi." ucap Grim.
"atas alasan apa anda menolaknya?" ucap sang penasihat.
ia terlihat kesal melihat Grim yang menjawab pertanyaannya. di dalam hatinya, ia berpikir seberapa lancang pelayan itu hingga berani menjawab pertanyaannya.
"yang mulia, tuan penasihat. saya menolak rencana bekerja sebagai bawahan ataupun aliansi.
dan... bagaimana anda bisa merendahkan pelayan saya?" ucap Noran dengan mata menyipit.
ia bangkit dan memandang sang penasihat, "saya hanya akan setuju untuk hubungan persahabatan dalam bisnis dan status damai. jika bukan karena pangeran mahkota, saya tidak keberatan menyerang kerajaan ini."
__ADS_1
Noran keluar bersama Grim dari tempat kerja sang raja. Keduanya tanpa sadar gemetaran dan terbujur kaku dengan kata-kata Noran.
di sisi lain..
"tuan, apakaha anda yakin dengan ini?" tanya Grim.
"yah, aku tidak ingin terlibat apapun selain kegiatan bisnis. kita harus melanjutkan rencana dengan baik." ucap Noran.
Grim mengangguk, keduanya berjalan menuju tempat para gadis di amankan. setelah melihat mereka baik-baik saja, Noran merasa lebih tenang.
"persiapkan pasukan secepatnya, kita akan kembali ke kamp besok pagi." ucap Noran.
"ya tuan." jawab Grim.
Grim pergi untuk melaksanakan permintaan Noran. di sisi lain, Noran menyaksikan duel Toun dengan jenderal.
sekilas, keduanya terlihat bertarung dengan intens dan seimbang. Namun kenyataannya Toun berhasil menekannya dan terlihat bersemangat.
di sisi lain, Ruli mengawasi Arexes dalam latihan memanahnya dan beberapa kali membenarkan posisinya yang salah.
suasana malam yang tenang dan damai menghiasi hari setelah pertempuran berdarah yang sebelumnya terjadi.
ribuan mayat juga masih di angkat dan di tumpuk sebelum di bereskan dengan baik, aroma darah masih tercium dengan jelas.
Noran menyaksikan langit malam dengan bulan redup, terlihat siluet samar terbanv di langit.
"falcon rider? sepertinya Sin terlalu khawatir." ucap Noran sembari tersenyum kecil.
....
pagi hari tiba, Noran dan yang lain bersiap pergi meninggalkan ibukota. Dirinya meninggalkan pengurusan toko dan hal lainnya pada Herton.
kereta kuda mewah berwarna putih dengan di tarik 4 kuda putih bersih, kini berjalan dengan di iringi pasukan berkuda dan padukan berzirah yang gagah.
sang raja dan yang lain hanya bisa mengantar Noran dan kelompoknya hingga gerbang utama ibukota untuk menunjukkan niat baiknya.
"hahah, sepertinya kita telah menyinggung sosok kuat. aku ingin menyelidiki latar belakangnya, apakah anak itu berasal keluarga bangsawan kuat?" ucap sang raja.
"ya, kekuatannya mengejutkan. saya akan mengirim beberapa mata-mata untuk memeriksanya." ucap sang penasihat.
"sungguh pengguna pedang yang kuat, ia berhasil menekanku dengan mudah." ucap sang jenderal.
"master pemanah! sungguh master pemanah yang hebat!" ucap Arexes dengan kagum.
__ADS_1
"hahaha, orang-orang uang mendukungnya seluruhnya sosok hebat. kita akan mengunjungi mereka secara pribadi." ucap sang raja sambil tersenyum.
bangsawan muda yang manakah dirinya?