
pasukan telah bergerak menuju ibukota kerajaan Mecius, sementara Noran saat ini masih berdiri di kamarnya. ia tersenyum tipis melihat titik-titik merah di layarnya.
"baiklah, aku butuh latihan malam." gumam Noran.
dalam sekejap, ia melesat dan melompati jendela. dirinya menghilang di tengah gelapnya malam.
setelan hitam khas petualang yang telah lama ia tidak kenakan, kini ia kenakan kembali.
para assassin masih sibuk mencari keberadaan Noran dari atap-atap bangunan kota.
"kenapa tuan menyuruh kita mencarinya?" tanya salah seorang assassin.
"bukankah dia membunuh banyak rekan kita?" ucap assassin lainnya.
"ya, itu benar. mungkin orang itu telah membuat tuan marah." ucap sang assassin lagi.
"jangan banyak berbicara, kita harus melakukannya dengan baik." ucap assassin lainnya.
Noran berdiri tak jauh di belakang keduanya, ia juga mengenakan sebuah topeng miliknya. dengan ringan ia menepuk bahu keduanya, membuat keduanya menoleh.
"halo!" ucap Noran.
keduanya terkejut dan menoleh, bersiap untuk menyerang Noran dengan belati mereka.
"waktunya pertunjukan!" gumam Noran.
dua bola api muncul dari tangan Noran, bola api semakin membesar dengan campuran angin yanv kuat.
shua....
keduanya terdorong dengan kuat ke udara sebelum meledak, menciptakan adegan mirip kembang api namun memiliki cipratan darah.
boomm boommm!
semua assassin lainnya berhenti dan melihat apakah ada sesuatu yang terjadi. ledakan itu terlalu keras dan mencolok, membuat mereka lengah.
di saat itulah, sosok berpakaian pelayan pria khas eropa muncul dengan pedang hitam tipis di tangannya. dengan mudahnya ia menebas dan membunuh para assassin satu persatu.
malam yang sunyi berubah menjadi pertunjukan kembang api yang indah, bahkan banyak penduduk dan prajurit kerajaan melihat ledakan-ledakan itu dan terkagum-kagum.
semua orang berpikir, dari mana asal semua ledakan itu?
sementara itu di tempat lain, Ertios dan kelompoknya semakin cemas. ia merasa ledakan-ledakan itu tidak akan begitu baik untuk dirinya.
Noran dan Grim kemudian berdiri di sebuah bangunan, Grim hanya tersenyum melihat petualang di hadapannya.
"tuan, anda yang membuat semua keributan itu?" tanya Grim.
"hanya sedikit pertunjukan malam." ucap Noran sembari menggaruk pipinya.
"tuan membangunkan semua orang yang ada di kota." ucap grim dan tersenyum kecut.
__ADS_1
"benarkah? ah, aku mengantuk. ayo kembali ke istana." ucap Noran.
"ya, mari kembali tuan." ucap Noran.
keduanya kembali ke istana. ketika mereka tiba, mereka melihat burung merah kecil bertengger di atas kursi.
"kamu sudah kembali?" ucap Noran.
Kiakkk!!
Faltra segera terbang dan hinggap di bahu Noran. terlihat burung itu senang dengan kehadiran Noran.
"kamu melakukan tugas dengan baik." ucap Noran.
dirinya mengambil surat balasan dari Faltra dan memberinya sepotong paha monster.
Noran kemudian membacanya, ia tersenyum dan bersiap untuk tidur.
...
keesokan paginya, tuan Ertios dan kelompoknya bersiap untuk mengepung istana. raja Mecius tidak memiliki banyak pengaruh di bandingkan dengan Tuan Ertios.
hanya ada beberapa bangsawan lemah dan satu bangsawan kuat yang mendukungnya.
sekitar 10.000 prajurit telah di kumpulkan di halaman istana, dengan 6.000 diantaranya adalah prajurit kerajaan yang setia terhadap raja mereka.
"3 bangsawan dan jenderal telah berkumpul, lalu di mana anak muda itu?" tanya sang raja.
"ya, di mana dia?" tanya sang raja.
"sepertinya masih berada di kamarnya. saya melihat pelayannya berdiri di depan pintu." ucap Rater.
semua orang diam, mereka merasa tak percaya. seorang pemuda yang mengatakan akan membantu mereka, bahkan tidak bisa menghadiri rapat.
mereka bertanya-tanya bagaimana pemuda itu akan membantu mereka? meski terlihat ia adalah seorang bangsawan, namun bangsawan mana?
ada ratusan bangsawan di sepanjang perbatasan Artenia, dan ada puluhan bangsawan kuat. apakah dia akan menjadi salah satunya?
tok tok tok
langkah kaki yang tegas terdengar, memperlihatkan sosok pemuda berpakaian putih bersih.
"sepertinya semua orang sudah berkumpul." ucap Noran.
"ya, kami masih menunggumu." ucap sang raja.
"benarkah?" ucap Noran.
ia duduk dan memandang semua orang, "jadi, apa yang akan kita bahas?" tanya Noran.
"kita akan membahas perlawanan Ertios dan kelompoknya. kita akan merancang strategi dan bertahan dari 50.000 prajurit mereka." ucap salab seorang bangsawan.
__ADS_1
"jadi, kita hanya akan membahas strategi?" tanya Noran.
"hanya strategi? strategi itu sangat penting dalam perang." ucap seorang bangsawan.
ia terlihat kesal dengan sikap santai Noran, namun Noran tidak memperdulikannya. ia telah membaca informasi setiap bangsawan di kelompok Ertios.
"tentu, strategi penting ketika melawan musuh yang cerdik. namun, melawan sekelompok bangsawan tidak memerlukan strategi yang rumit." ucap Noran.
Grim maju, ia meletakkan setumpukan kertas ke tengah meja. semua orang mengambil satu kertas dan melihat apa yang tertulis di kertas.
"apa ini?" tanya sang raja.
"yang mulia, ini adalah informasi. strategi tidak hanya soal mengatur pasukan dalam peperangan, namun memanfaatkan setiap celah yang ada.
berapa banyak prajurit yang masih setia kepadamu?" tanya Noran.
"erm... hanya sekitar 7.000 prajurit. 6.000 berada di halaman istana, 1.000 sisanya sepertinya di tahan oleh musuh." ucap sang raja.
"hm.. berapa pasukan yang kalian miliki?" tanya Noran.
"10.000 pasukan." ucap sang raja.
"gunakan 5.000 untuk menembakkan anak panah, dan sisanya untuk melindungi para pemanah.
tutup gerbang namun jangan berikan satupun penjaga di balik gerbang." ucap Noran.
semua orang bingung dengan rencana Noran. Noran bangkit dan bersiap untuk meninggalkan ruangan.
dirinya berhenti ketika berada di pintu ruangan dan menoleh, "dan juga, berikan padaku kepemimpinan setengah dari pasukanmu."
Noran kemudian pergi meninggalkan ruangan. Grim mengikutinya di belakang dan bertanya mengapa Noran tidak meletakkan prajurit di belakang gerbang.
"apa yang kau harapkan dari para prajurit ini? mereka hanya akan terbunuh lebih cepat jika tidak fokus pada pertahanan benteng." ucap Noran.
Grim hanya diam, memang benar ap yang di katakan Noran. keduanya berjalan dan menyurusi komplek istana yang cukup megah.
Noran kembali membuka layarnya, melihat daftar misi yang ia miliki. Noran teringat masih memiliki beberapa misi yang belum ia selesaikan.
[misi mengobati Duchess Emma.]
[misi memulangkan putri elf.]
"ah, dua misi ini ya?" gumam Noran.
ia hanya membutuhkan sedikit waktu lagi agar mampu menciptakan ramuan tingkat penuh miliknya.
"beli herbal herbal ini dan bawa ke kamarku." ucap Noran.
Noran memberikan sebuah catatan kecil, beberapa herbal langka dan beberapa lagi memiliki racun yang kuat.
Noran berniat untuk segera meningkatkan Dark Alchemy miliknya. ia berpikir, akankah ada sesuatu yang menarik jika dua skill alchemynya mencapai tingkat mastery.
__ADS_1
Grim mengangguk dan pergi melaksanakan pesanan Noran.