
"Dimana orang itu tinggal?" gumam Noran.
Noran kemudian membuka map, perlahan ia memacu kudanya menuju ke tempat yang di tandai.
Setelah beberapa lama berjalan, dirinya sampai di sebuah tempat yang kotor dan kumuh. Semua bangunan berada dalam kondisi rusak parah.
"Ini hampir rubuh..." gumam Noran.
seperti yang dikatakan Noran, bangunan yang ada sudah rusak parah, bahkan ada yang telah rubuh sebagian.
Noran akhirnya sampai di tempat yang ia tuju, sebuah rumah tua dengan kursi goyang di terasnya.
Tok tok tok...
"Permisi." ucap Noran.
Noran mengetuk pintu, berharap ada seseorang di dalam rumah ini.
Creakk..
Pintu perlahan terbuka, menampilkan sosok tua dan berantakan. Janggut panjang, rambut yang kusam, dan pakaian yang compang-camping.
"Ada apa?" tanya pria itu.
Tatapannya begitu malas, terlihat jika ia baru saja bangun. Noran mengatakan maksudnya.
"Heden menyuruhku datang ke sini." ucap Noran.
"Heden yang menyuruhmu?" tanya pria itu.
Pria itu kemudian menarik Noran masuk, melihat ke kanan kiri sebelum mengunci pintu.
"Ada apa?" tanya Noran.
"Nak, apa kamu tahu siapa kami?" tanya si pria tua.
Noran menggelengkan kepala, yang ia tahu Heden adalah seorang pedagang tua. Namun karena levelnya yang tinggi, ia merasa ini sedikit aneh.
"Lupakan, mengapa Heden menyuruhmu kemari?" tanya si pria tua.
"Ia menyuruhku memberimu ini." Noran memberikan surat dari Heden ke pria tua di hadapannya.
Si pia tua mengambil surat dari tangan Noran, membuka surat itu dan mulai membacanya.
Setelah selesai membaca, ekspresinya menjadi berubah, senyum kecut dan mata tak berdaya terlihat di matanya.
"Hah, ini akan sulit..." gumamnya.
Noran duduk dan memandang pria tua itu, yang meletakkan surat di meja dan memandangnya.
"Siapa namamu?" tanya si pria tua.
__ADS_1
"Aku Noran." ucap Noran.
"Noran ya? Mulai hari ini, kamu akan berada di bawah pengawasanku, Heden memintaku untuk melatihmu untuk siap dalam pertempuran, kamu bisa memanggilku Tron." ucap Tron.
Keduanya berbincang, selama sebulan kedepan ia akan tinggal di sini dan mengikuti pertempuran melawan gelombang monster.
Setiap monster yang akan muncul memiliki bentuk seperti binatang buas dan memiliki level di atas 80 hingga yang tertinggi 120.
Tron mengatakan agar Noran selalu berhati-hati, sangat mudah baginya untuk terkepung oleh para monster dan terbunuh.
Noran mengangguk, dirinya kemudian pergi untuk menemui keempat orang itu.
Saat Noran menemui mereka, ia merasa terkejut. Keempatnya memiliki tampilan yang sangat berbeda.
Sin menggunakan armor ringan dengan sebuah pedang di pinggingnya, dia memiliki keahlian sebagai swordman.
Lalu Mike menggunakan armor ringan dan dua dagger di sisi tubuhnya, serta beberapa pisau lempar yang menggantung di depan dadanya. Ia sepertinya adalah seorang ranger.
Ruli mengenakan armor dan sebuah busur serta puluhan anak panah di punggungnya, dengan sebuah pedang pendek tergantung di pinggangnya. Dia adalah seorang archer.
Dan terakhir adalah Toun, ia mengenakan armor tebal dan berat, perisai besar dan pedang besar di punggungnya.
"Toun, apa kamu seorang shieldbearer?" tanya Noran.
Toun mengangguk, dirinya memang seorang shieldbearer. Shieldbearer termasuk ke dalam pasukan defence knight bersama guardian dan tanker.
Shieldbearer juga memiliki dua jenis, satu menggunakan pedang besar dan satu menggunakan tombak panjang.
"Sepertinya ini sudah bagus, kita akan mencari penginapan." ucap Noran.
Dirinya lalu mencari penginapan di sekitaran desa, dan ia akhirnya menemukan sebuah penginapan yang sederhana.
Yang menjaga adalah pria kekar dengan wajah garang, serta pria ini memiliki level yang tinggi, level 103.
Noran tersenyum kecut, penjaga penginapan disini memiliki level tinggi. Mungkin, karena berada di wilayah yang berbahaya dan banyak yang menginap memiliki level tinggi.
Jika penjaga penginapan memiliki level rendah, besar kemungkinan penginapannya akan rusuh dan mungkin ia terbunuh.
"Apa anda ingin memesan kamar?" tanya si pria.
Meski wajahnya garang, namun ia cukup ramah. Noran kemudian memesan 5 kamar untuk sebulan.
Awalnya, Sin dan yang lainnya menolak Noran memesan lima kamar. Mereka mengatakan hanya perlu memesan 2 kamar saja.
"Tuan, kami berempat bisa tidur di satu kamar saja." ucap Sin.
"Kamar yang ada hanya memiliki satu kasur, dan kita akan tinggal disini selama satu bulan. Apa kalian berpikir ingin tidur gantian?" tanya Noran.
"Ya, itu cukup bagus." ucap Sin.
Mike, Ruli dan Toun mengangguk dengan pendapat Sin. Noran hanya bisa menggeleng pelan.
__ADS_1
"Kalian akan tidur di kamar masing-masing, kami pesan 5 kamar." ucap Noran.
Noran kemudian membayar biaya penginapan dan mengambil kunci yang ada. Dirinya kemudian memberikan kunci kepada Sin, Mike, Ruli dan Toun.
Hari yang mulai gelap, membuat Noran memutuskan untuk beristirahat di dalam penginapan.
"Bukankah aku membeli buku alchemy?" gumam Noran.
Noran kemudian mengeluarkan buku alchemy miliknya, membacanya dengan seksama satu persatu.
Ini memakan waktu cukup lama untuk menghabiskan seluruh halaman.
[Ding! Keterampilan baru terdeteksi! Alchemy lv 1!]
Noran kemudian memeriksa status miliknya, skill alchemy telah masuk di daftar skill miliknya.
Dirinya juga telah membeli beberapa herbal dan botol potion, ia kemudian mulai mencoba membuat potion.
[Ding! Gagal! Penguasaan +1!]
Memang tidak mudah untuk mempelajari alchemy, Noran memutuskan untuk terus mencobanya.
[Ding! Gagal! Penguasaan +1!]
[Ding! Gagal! Penguasaan +1!]
[Ding! Gagal! Penguasaan +1!]
...
[Ding! Gagal! Penguasaan +1!]
Lebih dari 50 kali Noran mencobanya, ia gagal. Hanya tersisa sedikit herbal di depannya.
Noran mencoba kembali, kali ini ia akhirnya berhasil. Hanya tersisa 9 herbal di depannya.
[Ding! Berhasil! Potion tingkat rendah! Penguasaan +10!]
Dengan kata lain, potion ini mampu memulihkan 500 hp milik Noran, Noran memutuskan untuk membuat lebih banyak potion.
Kini ada 10 potion tingkat rendah yang berhasil ia buat, semuanya merupakan potion tingkat rendah. Namun Noran yakin, suatu hari ia akan mampu membuat potion tingkat tinggi atau bahkan tingkat sempurna.
"Tunggu, adakah potion tingkat sempurna?" gumam Noran.
Noran kemudian memilih tidur, seluruh mana miliknya telah terkuras habis dalam membuat potion-potion ini, mengakibatkan ia lelah secara fisik dan mental.
.............................................................
Mohon maaf jika kurang memuaskan, ini karya pertamaku, silahkan di vote dan komen ya? Makasih.
.............................................................
__ADS_1