
"tentu, saya akan membantu saudara." ucap sang penjaga.
setelah itu, mereka semua masuk dengan mudah. setiap ksatria yang menyamar ini mendapatkan sebuah kartu.
Noran kemudian pergi menuju ke distrik perdagangan. ibukota kekaisaran Zugen benar-benar besar, ia bisa melihat banyak ras di sini.
namun, ada sesuatu yang berbeda dengan ras-ras ini. banyak di antara mereka mengenakan sebuah kalung besi yang terantai. lalu, ada semacam gambar di bagian belakang kalung.
"apa itu?" ucap Noran.
"itu adalah budak tuan, kekaisaran Zugen sudah memberlakukan sistem perbudakan sejak 200 tahun yang lalu." ucap seorang ksatria bernama Rino.
ia mengatakan ini di mulai 200 tahun lalu, saat kaisar ke lima memberlakukan pembatasan pada ras selain manusia.
tak di sangka, gelombang protes terjadi di seluruh kekaisaran. ras selain manusia melakukan pemberontakan melawan kaisar.
karena murka, kaisar akhirnya membuat kebijakan bahwa selain ras manusia mereka adalah ras kedua. dan ras manusia di bebaskan memperbudak ras lainnya.
terdengar mengerikan memang. namun, Noran tidak bisa berbuat apapun mengenai hal itu.
bagaimanapun, ini urusan kekaisaran. selain itu, ia masih memiliki urusan lain yang harus di selesaikan.
setelah beberapa menit melintasi jalanan utama ibukota yang padat, akhirnya mereka tiba di distrik perdagangan. kereta kuda berlalu lalang memenuhi distrik ini.
selain itu, banyak terlihat tuan muda maupun nona muda dengan pakaian mahal berkeliling. tak sedikit dari mereka yang di dampingi oleh pelayan bahkan para penjaga.
mereka sungguh berbeda di bandingkan dengan tuan muda maupun nona muda di kerajaan Rosvelt. Noran memimpin jalan menuju ke toko yang di sebutkan Tares.
tak lama, mereka tiba di hadapan sebuah toko kecil. sepertinya ini toko barang antik sebelumnya.
"oldiest shop? siapa yang memberi nama ini?" pikir Noran.
dari papan nama saja, orang akan tahu jika toko ini adalah toko antik. Noran kemudian masuk, bel di atas pintu berbunyi.
ring..
seorang pria turun dari lantai dua, menyambut Noran dengan senyuman ramahnya.
"selamat datang tuan, apakah tuan yang ingin membeli toko saya?" ucap sang pria.
"ya, saya yang ingin membelinya." ucap Noran.
"kalau begitu, mari ikuti saya." ucap sang pria.
ia memandu Noran menuju ke lantai dua. setelah memasuki sebuah ruangan, keduanya duduk. pria paruh baya itu memandang Noran dengan ramah.
"jadi, apakah anda ingin melihat-lihat terlebih dahulu?" tanya sang pria.
__ADS_1
"tidak perlu, saya akan segera membayarnya." ucap Noran.
ia mengeluarkan 1.500 koin emas miliknya dan memberikannya pada sang pria. ia nampak tersenyum lebar, kebahagiaan terlihat jelas di wajahnya.
"baiklah, saya akan mengurus kepemilikannya." ucap sang pria.
"kepemilikan?" ucap Noran.
saat di kerajaan Rosvelt, ia belum pernah membeli satupun bangunan di sana. apakah sertifikat juga berlaku di dunia ini?
"ya, tanda kepemilikan. jika itu tidak ada, siapapun akan mengakui bangunan ini menjadi milik mereka." ucap sang pria.
Noran mengangguk, itu benar. sang pria kemudian keluar dan bergegas meninggalkan toko.
Noran lalu turun ke lantai satu, membersihkan semua benda yang ada di sana. kebanyakan hanya vas tua yang kotor dan lukisan tidak di kenal.
"mulailah membersihkan toko." ucap Noran.
"ya tuan." ucap mereka serempak.
50 ksatria yang ada segera membersihkan seluruh sudut toko. Noran berencana untuk membuat lantai dua menjadi tempat yang lebih berkelas.
"menempatkan penjaga di tangga akan bagus." pikir Noran.
ia mulai membuat berbagai furnitur dengan skillnya, merubah banyak patung kayu yang tersisa menjadi meja dan kursi kayu yang indah.
setelah merasa cukup, Noran membiarkan mereka mengurus yang tersisa. di ibukota yang besar ini, informasi akan sangat ia butuhkan.
Noran keluar dan berkeliling di distik perdagangan. jalanan ini begitu ramai dengan berbagai jenis orang.
petualang...
merchant..
mercenary...
l
theives..
banyak orang kuat maupun penjahat yang berbaur. terlihat juga beberapa tuan muda yang berkeliling bersama prajurit yang menjaga mereka.
di saat Noran berjalan, ia melihat seorang gadis bertelinga lancip terduduk lemah di dalam teralis besi.
"seorang elf?" gumam Noran.
seorang pria gemuk berdiri di samping jeruji dengan tersenyum lebar. banyak saudagar maupun tuan muda yang tertarik dengan elf itu.
__ADS_1
Noran kemudian mendekat, melihat elf berambut perak. seperti yang ia dengar, elf memang memiliki penampilan cantik dan anggun.
meski wajah dan pakaiannya kasar, mereka bisa menebak seberapa cantik elf itu. saat melihatnya, Noran bertatapan dengan elf itu.
Noran termenung, tatapan ini... ini tatapan seseorang meminta tolong. Noran merasakan jika elf itu memasuki pikirannya.
"tolong..."
Noran mengalihkan pandangannya ke arah pedagang budak. ia terlihat begitu bersemangat kali ini.
"semuanya, akan di adakan pelelangan budak besok di pelelangan Ruen. dan pelelangan utama besok adalah elf ini." ucap sang pedagang budak.
"pelelangan?" gumam Noran.
pelelangan Ruen, itu adalah pelelangan yang melelang berbagai benda hingga budak. itu adalah tempat yang paling di sukai oleh para saudagar kaya dan para bangsawan.
"jika kalian berminat, datanglah ke pelelangan besok! saya yakin, kalian akan melihat berbagai hal menarik nanti! hahahaha!" ucap sang pedagang budak.
ia menyuruh beberapa anak buahnya mengangkat jeruji besi itu dan membawanya masuk ke dalam bangunan.
pelelangan Ruen?
Noran meninggalkan kerumunan dan berniat kembali ke tokonya. saat ia sampai, ia melihat toko itu begitu bersih.
di dalam toko, terlihat puluhan ksatria tengah mengenakan baju pelayan dan juru masak. hanya beberapa jam ia meninggalkan tempat ini dan kini toko begitu bersih. juga tergantung sebuah papan nama yang indah di depan pintu toko.
Anderson Restaurant...
"tuan!" ucap para ksatria serentak.
"hm." Noran mengangguk.
ia kemudian mengatur mereka untuk mengambil peran berbeda. ia menempatkan beberapa penjaga di pintu masuk, tangga ke lantai dua dan pintu ruangan miliknya.
ia juga menggantung sebuah papan di atas tangga, tertulis di sana golden floor. hanya ada beberapa meja di sana, dengan setiap meja memiliki empat kursi.
yang berbeda adalah suasana di lantai dua lebih mewah dan mempesona. ini lantai yang lebih tinggi, yang ia maksudkan untuk orang-orang kaya.
"besok kita akan mulai membuka toko, persiapkan diri kalian." ucap Noran.
"baik tuan." ucap para ksatria.
Noran berjalan masuk kedalam ruangannya. untuk mengikuti pelelangan, sepertinya itu akan membutuhkan banyak uang.
"baiklah, mari kita coba itu." gumam Noran sembari tersenyum.
dengan jari-jarinya, ia melemparkan beberapa ingot besi dan inti monster. bahkan, ia juga melemparkan sebuah mayat grey wolf tyran kali ini.
__ADS_1
ding! berhasil! senjata tingkat epic tercipta! penguasaan +100!