7 KINGDOMS : conqueror

7 KINGDOMS : conqueror
36.menaikkan level pasukan


__ADS_3

Semalam penuh Noran terus membuat lebih banyak senjata untuk pasukan Duke Aaron.


Sudah 730 prajurit yang mendapatkan senjata mereka, masih ada sekitar 2.270 prajurit yang belum mendapatkan senjata mereka.


Kini di depannya ada 1.000 pedang tingkat Rare lainnya, Noran terus membuat lebih banyak senjata.


"Sudah tidak ada waktu lagi..." gumam Noran.


Noran terus membuat lebih banyak senjata hingga hari kembali menjadi sore, kini ada 2.300 senjata yang telah jadi dihadapannya.


"Ini sudah cukup." gumam Noran.


Penampilannya begitu buruk kali ini, namun ia merasa senang. Dengan membuat banyak senjata ini sekarang level blacksmithing miliknya telah mencapai level intermediate.


Noran tersenyum puas, ia memanggil beberapa prajurit dan menyuruh mereka membawanya kepada para prajurit dan membagikannya.


"Hah, aku sangat lapar.." gumam Noran.


Noran lalu keluar dari ruangannya dan berjalan menuju ke kamar mandi, membersihkan diri dan mengganti pakaiannya.


Sepertinya Duke Aaron telah menunggunya di ruang makan, Noran yang telah mengenakan pakaian hitam miliknya segera pergi ke ruang makan.


...


"Nak, kamu sudah datang." ucap Duke Aaron.


Duchess Emma dan Esline juga sudah menunggunya, Noran duduk dan bergabung dengan mereka.


Setelah makan malam, Noran berpikir untuk membuat sebuah pasukan khusus. Sepertinya Duke Aaron belum memilikinya.


"Apakah ada pasukan khusus yang kamu miliki?" tanya Noran.


"aku hanya memiliki heavy armored infantery." ucap Duke Aaron.


Penghasilan wilayahnya hanya 5.000 koin emas perbulan, sangat minim dibandingkan 3 Duke lainnya yang mampu menghasilkan puluhan ribu koin emas setiap bulan.


"Begitu ya.." gumam Noran.


Noran kemudian keluar dari mansion, melihat pasukan Duke Aaron yang tengah bahagia menerima senjata tingkat Rare mereka.


Dalam hidup mereka, mereka bahkan tidak berani berpikir untuk dapat memiliki senjata tingkat Rare.


"Sepertinya mereka sedang bahagia." pikir Noran.


Noran berjalan ke halaman Mansion, semua prajurit menunduk dan memberikan hormat mereka.

__ADS_1


Noran hanya memperhatikan mereka, menyuruh prajurit muda untuk segera berbaris.


"Berbaris." ucap Noran.


Semua prajurit yang ada berbaris, bahkan prajurit senior juga berbaris. Tentu mereka memisahkan barisan antara prajurit baru dengan yang lama.


"Kenapa mereka berbaris semua?" gumam Noran.


Ia terkejut saat melihat prajurit senior juga ikut berbaris. Noran kemudian berjalan di depan 1.500 prajurit muda tersebut.


"Malam ini, kita akan berburu monster, kita tidak akan beristirahat sebelum pagi tiba." ucap Noran.


Para prajurit ini merasa gelisah ketika mendengarnya, namun mereka tidak berani berbicara.


"Apakah ada tempat berkumpulnya monster disini?" tanya Noran.


Seorang prajurit senior yang bernama Bill maju dan memberikan sebuah peta.


"Ada beberapa lokasi berkumpulnya monster tuan, masing-masing tempat memiliki kisaran level mereka sendiri." ucap Bill.


Ada sekitar 10 tempat berbeda di sekitaran Wilayah Duke Aaron yang menjadi tempat berkumpulnya monster.


Noran menyalin semua tempat itu ke dalam map miliknya, setelah itu ia menghadap ke arah prajurit-prajurit muda tersebut.


Para prajurit muda segera mengikuti perintah Noran membentuk regu-regu kecil, total ada 75 regu saat ini.


"Setiap pemimpin akan mendapatkan jabatan ketua regu, kalian yang akan bertanggung jawab atas setiap anggota kalian." ucap Noran.


para prajurit muda merasa antusias, ini kali pertama mereka memiliki kesempatan menjadi pemimpin, meski hanya kelompok kecil.


Noran kemudian membawa mereka keluar dari kota menuju ke tempat perburuan pertama, tempat yang ia tuju memiliki monster kisaran level 10-20, sangat sesuai untuk para prajurit muda ini berburu.


...


Setelah berjalan beberapa lama, akhirnya mereka telah sampai di tempat tersebut, sebuah hutan di tenggara kota Artus yang berjarak sekitar 10 kilometer.


Noran memberikan pelatihan singkat kepada mereka tentang cara membunuh monster. Bagaimanapun, cara Noran membunuh monster adalah metode yang fatal, itu memungkinkan untuk membunuh monster dalam satu atau dua serangan.


"Apakah kalian sudah paham?" tanya Noran.


"Ya tuan!" teriak para prajurit muda secara serempak.


"Baiklah, 5 regu akan tinggal di sini dan berlatih bersamaku. Sisanya, mulailah menyebar dan berburu dengan regu kalian." ucap Noran.


100 prajurit muda berlatih bersama Noran, sementara 1400 lainnya menyusuri hutan untuk memburu monster dan menaikkan level mereka.

__ADS_1


Jam demi jam berlalu, setiap 2 jam sekali 100 prajurit muda berganti dengan prajurit muda yang lain.


Noran menyaksikan, prajurit yang ia latih levelnya semakin tinggi perlahan lahan, sudah 15 gelombang yang ia latih, kini semua prajurit muda telah mencapai level 20.


Hari juga masih malam, Noran membiarkan mereka beristirahat, beberapa menyiapkan makanan untuk rekan mereka dengan cara membakar daging monster.


Kebanyakan monster yang di tangkap adalah kelinci bertanduk dan **** hutan pemarah, terlihat juga beberapa monster sapi dan domba.


Pagi hari, yah ini masih masuk dalam waktu dini hari...


Noran membangunkan para prajurit muda tersebut dan menyuruh mereka makan, dirinya juga bergabung makan.


Setelah makan dan kenyang, Noran membagikan potion pemulihan kepada setiap prajurit, Masing-masing prajurit mendapatkan 3 potion.


"Gunakan dengan bijak, itu adalah nyawa cadangan kalian." ucap Noran.


Mereka mengangguk, potion pemulihan memiliki harga mahal, mereka tidak akan menggunakannya kecuali berada dalam posisi bahaya.


Noran tidak berbohong mengenai nyawa cadangan mereka, hanya tersisa sekitar 200  potion di dalam penyimpanan miliknya, itu tidak akan cukup untuk mereka semua.


Kini mereka berada di hutan, jauh dari kota, bisa dipastikan tidak ada priest yang mampu menyembuhkan mereka.


Noran menyuruh mereka semua untuk tidur, sembari menunggu beberapa jam sebelum fajar tiba.


Noran tidak tidur, dengan staminanya saat ini ia mampu bertahan dua hari penuh tanpa tidur, namun penampilannya begitu buruk.


Bagaimanapun, ia terbiasa tidur setiap malamnya. Saat ini, ia merasakan kantuk yang luar biasa.


Pagi hari telah tiba, Noran membangunkan semua prajurit muda tersebut dan berpindah lokasi berburu, mereka mencari lokasi lain yang sesuai untuk mereka.


Lokasi berburu tidak begitu jauh, hanya berjarak beberapa kilometer dari tempat sebelumnya.


"Tuan, anda terlihat begitu lelah, anda ingin istirahat?" tanya seorang prajurit.


"Tidak perlu, lanjutkan perjalanan." ucap Noran.


Mereka kemudian melanjutkan perjalan ke tujuan berikutnya, kali ini hampir seluruh prajurit muda berburu secara bersamaan.


Seratus prajurit muda mengelilingi Noran yang tertidur dan berlatih berpedang seperti yang telah di ajarkan oleh Noran.


.............................................................


Mohon maaf jika kurang memuaskan, ini karya pertamaku, silahkan di vote dan komen ya? Makasih.


.............................................................

__ADS_1


__ADS_2