7 KINGDOMS : conqueror

7 KINGDOMS : conqueror
112.kota Raine


__ADS_3

selama beberapa hari, Noran terus memburu monster untuk mendapatkan bahan yang ia butuhkan. kini, sudah ada 51 topeng penyamaran yang telah ia buat.


topeng ini mampu untuk menyembunyikan identitas selama 12 jam dengan penggunaan mana 12.000 mana.


Noran masih begitu ingin menjinakkan monster tingkat King itu, namun ia tidak tahu seberapa banyak slot yang di butuhkan untuk menjinakkannya. belum lagi, monster itu memiliki puluhan ribu bawahan.


dengan hanya 50 ksatria dan dirinya, akan mustahil untuk menjinakkan mereka. Noran lalu membagikan topeng penyamaran kepada setiap orang.


dengan mana mereka, mereka mampu menggunakannya selama 12 jam tanpa khawatir. dengan level 120, mana mereka cukup untuk mengisi kebutuhan topeng penyamaran.


Noran berpikir, akan buruk jika kemampuan mereka berkurang drastis hanya karena topeng penyamaran. ia berencana membuat potion pemulihan saat tiba di kota.


mereka kemudian berjalan meninggalkan hutan, menuju kota Raine yang berada tak jauh dari sana. setelah beberapa saat, mereka akhirnya tiba di gerbang utama kota Raine.


seperti yang di duga Noran, ada puluhan prajurit kekaisaran yang bersiaga.


10 prajurit terlihat memegang busur dengan anak panah tertarik kencang, siap di lepaskan kapan saja sesuai perintah. lalu, ada 10 prajurit berperisai dengan tombak berjejer.


Noran mengerutkan keningnya, itu adalah formasi phalanx, yang di gunakan prajurit yunani dan terkenal sepanjang sejarah. prajurit sparta yang perkasa saat menghadapi gelombang musuh yang menyerang.


"formasi phalanx?" pikir Noran.


ia berbaris dengan kerumunan lainnya. setelah beberapa lama, gilirannya menjadi tiba. prajurit itu memandangnya dengan dingin.


tunjukkan identitasmu!" ucapnya dengan sedikit berteriak.


Noran mengambil kartu petualang miliknya dan menunjukkannya pada sang prajurit. terlihat di kartu sebuah huruf yang besar, A...


di Acadia, kartu petualang memiliki banyak manfaat. salah satu manfaat yang paling berguna adalah kebebasan untuk bepergian setelah melewati peringkat F.


dengan peringkat A miliknya, ia dengan mudah melewati mereka. namun, untuk 50 ksatria miliknya tidak berlaku.


mereka mencuriganya dan mengarahkan senjata pada mereka. melihat situasi yang kurang baik, Noran mendekati sang petugas.


"mereka adalah para pekerja yang aku bawa dari desa di ujung sana. aku harap tuan bisa membiarkan kami masuk, saya memiliki sedikit hadiah untuk tuan." ucap Noran.


ia mengambil 30 koin emas dan memberikannya pada sang petugas. dilihat dari wajahnya, ia menerima ini dengan senang hati meski menampilkan sikap yang acuh.


"ada 30 koin emas untuk tuan, tuan bisa menggunakannya sesuka hati. jika berkenan, bisakah tuan membantu kami?" tanya Noran.


"apa yang bisa aku bantu untuk saudara?" ucap sang petugas.


sikapnya menjadi lebih lembut dan ramah. ya, di manapun kekuatan uang tetap yang terbaik.

__ADS_1


"kami membutuhkan sebuah penginapan yang bagus dan cukup murah, bisakah tuan menunjukkannya?" tanya Noran.


"penginapan? ada sebuah penginapan tak jauh dari sini, cari penginapan dengan tulisan Bear Brother. itu penginapan murah dengan fasilitas yang baik." ucap sang petugas.


Noran memberikan 10 koin emas lainnya pada sang petugas, membuat petugas itu tersenyum.


"terimakasih tuan, maaf telah merepotkan tuan." ucap Noran.


"tidak perlu sungkan saudara, kamu bisa bertanya kapanpun kamu mau." ucap sang petugas.


Noran mengangguk dan berjalan masuk bersama 50 ksatria yang ada. untuk langkah pertama, ia ingin mencari toko penjualan rumah.


hal yang pertama adalah membuka toko untuk mengelabui pihak kekaisaran. ia kemudian berkeliling kota dan mencari penjual properti yang ada.


setelah beberapa lama berkeliling, ia menemukan tempat yang ia cari. seorang pria gendut dengan kalung emas dan kipas merah di tangannya.


dengan penampilannya, orang bisa tahu jika pria ini sangat makmur dan sejahtera. Noran kemudian duduk di hadapannya dan mengatakan maksudnya.


ia ingin membeli sebuah toko dengan posisi yang bagus. pria itu terlihat tengah berpikir dan memainkan kipasnya.


"toko yang tuan cari adalah toko yang memiliki tempat bagus?" tanya sang pria.


"ya, jika bisa toko itu ada di jalanan utama. apakah ada?" tanya Noran.


"itu mungkin akan mahal tuan." ucap sang pria.


"berapa harganya?" tanya Noran.


"mungkin sekitar 3.000 koin emas tuan." ucap sang pria.


dari sekali mendengarnya, ia tahu niat pria gemuk ini untuk memukul harga padanya. namun, Noran tidak memiliki pilihan dan memutuskan untuk mengambilnya.


"baik, aku akan ambil tempat itu." ucap Noran.


Noran mengeluarkan 3.000 koin emas di atas meja, pria gemuk itu terlihat begitu senang melihat banyaknya tumpukan koin emas di hadapannya.


pria gemuk itu kemudian mengantarnya menuju ke tempat yang ia maksud. sskali lagi, pria gemuk itu nampak gelisah.


melihat ini, Noran menjadi tidak nyaman dan bertanya padanya.


"ada apa?" tanya Noran.


"tuan, toko ini berhantu tuan." ucap sang pria gemuk.

__ADS_1


"berhantu?" ucap Noran.


"ya tuan, toko ini berhantu. sudah banyak calon pembeli yang membatalkan pembelian saat melihat toko ini." ucap sang pria gemuk.


Noran merasa penasaran, ada apa dengan toko itu? seperti apa toko itu?


setelah beberapa lama berjalan, mereka akhirnya tiba di toko yang di maksud. sebuah toko tua dengan dekorasi antik.


Blair Curving...


toko ini adalah sebuah toko pahat sebelumnya. sang pemilik memutuskan untuk menjualnya setelah mengalami begitu banyak gangguan.


mereka kemudian memasuki rumah tersebut. interior yang ada memang terlihat tidak terawat.


debu-debu terlihat di mana-mana, hampir memenuhi seluruh ruang yang ada. lalu, terlihat banyak sarang laba-laba di atas atap.


ratusan pahatan berbentuk hewan dan manusia terlihat di hadapannya. pahatan-pahatan yang ada hampir memenuhi ruangan.


"tempat yang sangat kotor, kami harus membersihkannya..." pikir Noran.


ia kemudian berjalan menjelajahi ruangan ini, melintasi lorong yang di penuhi pahatan. mereka akhirnya tiba di sebuah tempat yang cukup lapang.


ada beberapa lukisan di sana, dengan gambar yang berbeda. satu lukisan menampilkan seorang ksatria, lukisan lain menampilkan seorang bangsawan dengan kumis lancip.


lalu, ada lukisan sebuah keluarga bangsawan lengkap dengan anak perempuan dan anak lelaki mereka.


Merish family...


itulah nama keluarga bangsawan tersebut. yang menarik perhatian Noran adalah sebuah lukisan seorang gadis di tengah ruangan.


itu seorang gadis cantik dengan gaun putih dan tengah tersenyum manis. mereka kemudian berjalan pelan sembari mengamati ruangan yang ada.


namun, baru beberapa langkah Noran merasakan punggungnya dingin. semua bulu kuduknya berdiri karena merasakan ancaman.


ia menoleh melihat ke lukisan gadis itu, seakan lukisan itu terus mengamati mereka.


"ada apa tuan?" tanya si pria gemuk.


"siapa gadis itu?" tanya Noran.


"gadis itu? dia putri dari tuan Marquess Merish. saat ia hidup, ia memiliki paras yang sangat cantik. bahkan, pangeran keempat tergila-gila padanya.


namun sayang, ia telah meninggal satu tahun yang lalu tepat saat usianya 15 tahun. dan semenjak itulah, keluarga Merish menjadi hancur dan turun menjadi keluarga biasa." ucap sang pria gemuk.

__ADS_1


__ADS_2