7 KINGDOMS : conqueror

7 KINGDOMS : conqueror
174.markas bandit blaze sword


__ADS_3

matahari kini telah terbenam. semua pasukan kini telah mengenakan zirah terbaik mereka.


Noran memimpin pasukan di barisan terdepan, dengan menunggangi Trevis. Esline, Alice, Lisa dan Sylfia terbang bersama Faltra.


dengan Faltra bersama mereka, kemananan mereka lebih terjamin. pasukan terus bergerak melintasi padang rumput yang luas dengan angin malam yang dingin.


berjam-jam pasukan mereka melintasi padang rumput. karena sebagian besar merupakan pasukan infanteri, mereka tidak bisa terlalu cepat.


setelah berjam-jam berjalan dan beberapa kali beristirahat, kini mereka hampir tiba di markas bandit blaze sword.


tombok batu yang kokoh terlihat di bangun memanjang, mengelilingi bangunan seperti kota kecil di dalamnya.


obor-obor di nyalakan, dengan belasan tim patroli yang mengenakan zirah ringan, seperti prajurit penjaga.


jika tidak ada banner kelompok bandit blaze sword, semua orang akan mengira ini sebuah kota kecil yang normal.


Noran mengamati tim patroli dari kejauhan, memeriksa apakah ada celah yang bisa mereka manfaatkan.


'gerbang memiliki 2 lapis pertahanan. gerbang kayu dengan lapisan plat besi dan jeruji besi yang berat.' gumam Noran.


selain itu, terdapat 2 menara tepat di samping gerbang, dengan pijakan luas tepat di atas gerbang.


posisi ini strategis untuk para pemanah bandit dan merugikan pasukan Noran. Herton berdiri di samping Noran dan masih diam.


"markas mereka terlalu makmur, apakah mereka hanya sekelompok bandit?" gumam Noran.


"tuan, mereka bukan kelompok bandit biasa. para bandit blaze sword memiliki keluarga mereka sendiri untuk mengelola pertanian dan makanan mereka.


ada juga budak dalam jumlah besar bersama mereka. setidaknya ada 8.000 budak." ucap Herton.


"8.000 budak?" tanya Noran.


"tuan, ini memang sebuah kota kecil, ini kita perbatasan dari kerajaan Ariontes. bandit blaze sword menyerang kota ini dan membunuh semua pria, mengubah wanita dan anak-anak menjadi budak." ucap Herton.


"kerajaan Ariontes, ada berapa kerajaan kecil di dekat wilayah Artenia?" tanya Noran.


"seridaknya ada 12 kerajaan kecil dan ratusan tuan wilayah di sekitar wilayah Artenia dari Lord, hingga Grand Duke." ucap Herton.


"begitu banyak? dan wilayah ini masih seperti ini?" gumam Noran.


"para bangsawan terlalu licik dan perhitungan. tidak ada yang mau kehilangan dan melihat lawan mereka menjadi lebih kuat." ucap Herton.


"aku mengerti, untuk saat ini kita harus membersihkan mereka. jangan lepaskan satupun bandit, bunuh di tempat. satu kepala sepuluh koin perak!" ucap Noran.


semua prajurit merasakan darah mereka mendidih. membunuh adalah pekerjaan sehari hari mereka, kini ada juga bonus untuk mereka.


100 kepala akan menjadi 10 koin emas!


1000 kepala akan menjadi 100 koin emas!


10.000 kepala akan menjadi 1.000 koin emas!

__ADS_1


Mike menghilang di bawah sniar redup bulan. beberapa saat kemudian, penjaga yang berada di dekat gerbang berjatuhan.


citt.. cit...


creeaakkkk....


jeruji besi terangkat perlahan, semua penjaga yang mendengarnya merasakan adanya keanehan.


"cepat! periksa gerbang!" teriak seorang pemimpin tim patroli.


4 tim patroli berjumlah 84 orang datang, menarik pedang mereka dan bersiap untuk serangan apapun.


"serangan musuh! ini serangan musuh!" teriak seorang pemimpin patroli.


shua!


panah melesat dan menembus lehernya. pemimpin bandit terbunuh seketika tanpa tahu dari mana panah itu berasal.


"serangan!" semua bandit berteriak dengan kuat.


detik berikutnya, bayangan hitam mlesat dan satu persatu tim patroli berjatuhan. itu Mike, menyerang para bandit dengan belatinya yang tajam dan kuat.


di sisi lain, seorang pelayan tua berdiri dengan tenang. ia di kelilingi sekitar 10-12 bandit dengan pedang panjang mereka.


Grim meletakkan tangannya di belakang dan tersenyum. para bandit mulai mendekat, saat itulah grim mulai bergerak.


shua shua shua...


pisau lempar dengan ujung runcing dan bergerigi di lemparkan. 3 bandit terjatuh bersamaan dengan dada terkoyak.


dari atas burung api besar, tombak api sepanjang 3 meter menyala dengan ganas dan jatuh.


wrusttt...


tombak api jatuh di kerumunan bandit yang padat, membuat mereka terbunuh atau terkena luka bakar yang berat.


shua shua..


panah sihir melesat, membunuh semua bandit yang selamat dari tombak api. kini, puluhan jarum air yang runcing dan tajam melesat, membuat tubuh para bandit berlubang lubang.


graoo!!


three eyed white tiger meraung marah. tubuhnya di selimuti aura keemasan yang mengesankan.


bang bang!


krakkk..


sabetan cakar yang tajam dan gigitan taring runcing yang keras membunuh banyak bandit.


dalam sekejap, 84 tim patroli sepenuhnya di musnahkan. keadaan masing masing tak kalah buruk dari yang lain.

__ADS_1


"tim kavaleri masuk terlebih dahulu! tim infanteri mengikuti!" teriak Sin.


100 infanteri berat berlari ke arah gerbang, menusukkan tombak berat mereka.


tombak tidak tajam, melainkan sangat tumpul. meski tumpul, itu mampu mengoyak tubuh dengan mudah. juga ada kemungkinan merusak organ dalam akibat tumbukan kuat.


para bandit yang terbangun di tabrak kavaleri berat tanpa ampun. yang masih selamat di tebas olsh kavaleri ringan.


formasi yang terpecah memudahkan kavaleri ringan untuk membunuh mereka. pasukan infanteri menyebar menjadi beberapa tim, menyisir seluruh tempat.


teriakan terus terdengar di setiap sudut kota. 10.000 bandit yang di kenal perkasa dan menakutkan, kini di bantai tanpa ampun oleh pasukan Noran.


di mansion pusat kota...


pria kekar dengan janggut kasar bangkit. tatapan kemarahan terlihat jelas di wajahnya.


"siapa yang berani menyerang kami?! bandit blaze sword?!" teriak pemimpin bandit.


ia mengambil pedang miliknya, pedang hitam dengan ukiran aneh di sisinya. bilah mengeluarkan cahaya putih samar dan nampak sangat tajam.


Noran berjalan memasuki kota dengan menunggangi Trevis, seolah raja besar tengah melihat wilayah kekuasaannya.


di kanan dan kiri, prajurit miliknya terus membunuh para bandit yang mereka temui.


"dimana pemimpin mereka?" tanya Noran.


"ada di pusat kota tuan." jawab Herton.


noran mengangguk, Trevis segera berlari dengan cepat ke pusat kota. Sin dan yang lainnya juga mengikuti, memacu kuda mereka lebih cepat.


beberapa saat kemudian, mereka tiba di pusat kota. pria kekar dengan armor emasnya mengayunkan pedang hitamnya.


belasan prajurit Noran telah terbunuh di tangannya. meski mereka mengenakan pakaian terbaik, level prajurit masih rendah.


[Nama : Gurdun


Ras : human (orc blood)


Job : bandit (boss)


Title : tyran bandit, setan berdarah dingin


Level : 320


Hp : 32.000 / 32.000 ]


Gurdun berdiri, menatap pemuda yang duduk di atas harimau putih. di tangan kirinya, ia mencengkeram leher seorang prajurit.


"kamu yang menyerang markasku? hahaha!" Gurdun tertawa.


crack..

__ADS_1


leher prajurit hancur begitu saja dengan cengkeramannya. Noran mentapnya dengan tajam.


"kalau begitu, kamu harus MATI!" teriak Gurdun.


__ADS_2