
"tenanglah, kita pasti akan bisa keluar hidup-hidup!" ucap Noran.
melihat kepercayaan diri pemuda itu, ia merasa sedikit lebih tenang. meskipun berpikir berulang kali, ia tidak tahu mengapa mempercayai pemuda di hadapannya.
ini efek dari status fame dan charisma Noran yang cukup tinggi, sehingga apapun yang di ucapkannya maka akan di terima setiap orang dengan lebih mudah.
Noran melihat 30 prajurit Ambrosia dan 2 agen white ghost yang melesat. ia tidak merasa terkejut, ini yang ia harapkan saat 50 ksatria menunjukkan diri mereka.
trang!
2 pasukan berbenturan! 30 ksatria berhadapan dengan 30 prajurit Ambrosia, perbedaan level mereka begitu terlihat saat ini.
satu persatu prajurit ambrosia terbunuh di tangan mereka, dalam beberapa saat 30 prajurit Ambrosia rubuh sepenuhnya.
2 agen white ghost tidak menyangka jika pasukan ini akn begitu kuat, segera mereka di kelilingi puluhan ksatria zirah hitam.
tak lama, tubuh mereka di penuhi oleh luka. setiap agen white ghost setidaknya memiliki level 200, membat mereka memiliki vitalitas yang tinggi.
"pasukan yang kuat, pasti membutuhkan uang yang banyak untuk mengembangkan pasukan ini." gumam Noran.
ini untuk pasukan white ghost yang di pelihara oleh kaisar Zugen. namun, untuk dirinya itu bukanlah hal yang sulit.
untuk membuat pasukan yang kuat, ia hanya membutuhkan 15 hari. setelah meyelidikinya, ia akhirnya menemukan mengapa prajurit yang ia latih begitu cepat naik level.
2 kali peningkat exp!
2 kali pengurangan exp!
dengan ini, kecepatan mereka tumbuh 4 kali dari pasukan normal, belum lagi teknik pedang tirani yang ia ajarkan semakin memudahkan mereka berburu.
"kita tidak bisa bertahan lagi!" ucap salah seorang agen.
merwka hanya terus melawan sebelum sebuah pedang menembus tubuh mereka. keduanya mati di tengah serangan bertubi tubi para ksatria zirah hitam.
Dicsus yang di pintu, berpikir untuk kabur. namun, kakinya terasa keras dan tisak bisa di gerakkan
dalam sekejap, Noran berada di depannya dan tersenyum. senyumannya begitu dingin, berbeda sengan senyuman hangat yang biasanya.
satu satunya pikiran Dicsus tentang pemuda di hadapannya adalah dewa kematian!
"kamu tidak bisa membunuhku! aku putra Duke Ambrosia! mereka akan memburumu!" ucap Dicsus.
"oh? begitukah? baiklah, aku tidak akan membunuhmu." ucap Noran.
ia berbalik dan melangkah menuju ke arah Sylfia. namun, ia berhenti setelah berjalan beberapa langkah.
__ADS_1
'Seth!' ucap Noran melalui pikirannya.
sesosok pria setengah transparan muncul. itu adalah bangsawan yang di kenal seluruh penduduk kekaisaran, itu adalah Marquess Merish.
"M-MM-MMM-Marquess Merish!" ucap Dicsus.
ia begitu terkejut melihat sosok itu, bangsawan yang terdapat di lukisan sebelumnya muncul begitu saja.
50 ksatria yang ada menjadi sedikit gemetaran, bagaimana di restoran ini ada hantu lain? beruntung mereka tidak pingsan lagi kali ini.
'akan merepotkan jika mereka pingsan setiap kali melihat Seth.' pikir Noran.
Seth melayang dengan pedang jiwanya, mengenakan armor yang sama transparannya, ia melesat menuju ke arah Dicsus.
slash..
ding! membunuh Dicsus! putra duke Ambrosia! exp +100!
'begitu lemah?' pikir Noran.
ia memeriksanya, Dicsus hanya berada di level 78. untuk Noran yang berlevel 380 exp yang di dapat sangat kecil.
Seth menyerap aura abu-abu yang keluar dari tubuhnya, membuat dirinya lebih tebal. kini, armor dan senjata miliknya terlihat lebih kuat lagi.
'apakah ia bisa berevolusi lagi?' pikir Noran.
Sylfia hanya menaatp ini dengan tak percaya, pasukan yang sangat kuat. dari mana mereka datang? terlebih sepertinya mereka memiliki permusuhan dengan kekaisaran.
"sebaiknya kamu naik ke atas, biarkan aku dan pasukanku mengurus mereka." ucap Noran.
"mengurus mereka? apa maksudmu?" tanya Sylfia.
"kami sedang berperang di sini, kami dari kerajaan Rosvelt dan berniat menyerang kekaisaran." ucap Noran.
"hanya dengan kalian?" tanya Sylfia.
Noran mengangguk, hanya 51 orang yang akan menyerang mereka. lalu, jika Seth dan bawahannya di gabungkan, akan ada 77 orang.
"kamu bercanda?! ada ratusan riby prajurit di ibukota ini!" ucap Sylfia.
"aku tidak pernah bercanda, amankan dirimu. setelah selesai, aku akan segera kembali." ucap Noran.
drum.. drum.. drum.. drumm.
langkah kaki terdengar dari luar restoran, sepertinya itu prajurit kekaisaran. Noran segera menyuruh Silfia untuk naik keatas, namun ia menolaknya.
__ADS_1
"hah.. baiklah, aku akan membiarkanmu ikut. tapi sebelum itu, pakianmu tidak cocok untuk pertempuran." ucap Noran.
Noran mengambil baju pelayan yang ada di lemari, itu baju pelayan untuk wanita. Sylfia kemudian naik dan mengganti pakaiannya.
setelah selesai, ia kembali turun. semua orang menatapnya dengan terkejut, betapa cantiknya gadis elf itu saat memakai baju maid.
Noran merasa memang gadis itu cantik, namun ia berada dalam peperangan sekarang.
"apa senjata yang bisa kamu gunakan?" tanya Noran.
"busur." ucap Sylfia.
Noran segera membuat busur tingkat Rare padanya. itu busur sihir, dengan inti monster grey wolf tyran yang kuat.
busur berbalut emas di sekitarnya, kedua ujungnya memiliki bilah tajam dari tulang. serta, permata merah darah di tengahnya.
"ini busur sihir, gunakan dengan baik." ucap Noran.
Sylfia mengangguk dan melihat busur itu. betap busur yang indah dan mengesankan.
langkah kaki terdengar lebih keras, tak lama seorang pria melangkah masuk dengan puluhan prajurit berzirah lengkap.
"pasukan resimen ke 13! divisi spearman! datang, bermaksud menangkap kalian! turunkan senjata dan kami berjanji tidak akan ada korban!" teriak sang komandan.
100 pasukan bertombak berbaris rapi, dengan barisan terdepan menjajarkan perisai mereka. perisai teracung lurus di depan mereka.
"menyerah?" ucap Noran ssmbari tersenyum.
'sepertinya kita akan berpesta kali ini.' ucap Noran.
Noran mengeluarkan dua pedangnya, dengan pakaian yang masih sama, ia melesat maju ke arah sang komandan.
"hanya level 180?" gumam Noran.
50 ksatria yang ada segera melesat mengikuti Noran. ribuan penduduk kota dengan panik melarikan diri untuk menyelamatkan nyawa mereka.
kini, suasana jalur perdagangan yang ramai berubah menjadi sepi. dalam waktu singkat, Noran telah berada di hadapan sang komandan.
sting!
kedua pedangnya berbenturan menciptakan desingan metalik yang keras.
"kalian menolak menyerah, maka hanya ada satu pilihan untuk kalian, yaitu MATI!" teriak sang komandan.
"oh? benarkah?" ucap Noran.
__ADS_1
sang komandan merasa marah, bocah ini begitu berani untuk memprovokasinya.
"akan kubunuh kau! bocah tengik!" teriak sang komandan.