
"Ini tidak mungkin!" ucap Herton.
Ia merasa tidak percaya dengan apa yang dilihatnya. Level 230 terpampang jelas di depannya.
Kekuatan Noran dua kali lipat dari kekuatannya, membuatnya begitu sulit percaya.
"Dengan levelmu saat ini, kamu hanya cocok menjadi pasukan reguler. Pasukan khusus milikku memiliki level 150, dan bawahanku memiliki level 175." ucap Noran.
Perkataannya membuat Herton menjadi shock, di kota Trinias ini, ia menjadi sosok yang di banggakan.
Tak ia duga, ia hanya sama seperti pasukan reguler milik Noran. Belum lagi pasukan khusus Noran yang lebih kuat dari komandan sepertinya.
Noran kemudian memakai cincin miliknya kembali, membuat status miliknya berubah dari angka menjadi tanda tanya.
'Sepertinya aku harus memulai pengaturan di wilayah kota ini.' pikir Noran.
Noran lalu naik ke lantai dua, sepertinya semua bangsawan terbiasa melakukan pekerjaan mereka di lantai dua.
Noran lalu duduk dengan Herton berdiri di depannya. Cukup banyak laporan yang berada di atas meja.
Noran mengambil sebuah laporan dan mulai membacanya, setelah beberapa saat ia mengerutkan keningnya.
Sepertinya selain kota Trinias, ada 4 desa lainnya di wilayah Urelus ini. Dan desa itu di huni sekitar 3000 penduduk.
Dari yang tertulis, 2 desa akan mengalami serangan monster saat panen hampir tiba. Noran meletakkan kembali kertas itu dan melihat laporan lainnya.
Masalah keamanan kota cukup baik di sini, namun sepertinya masih banyak penduduk kota yang berada dalam kesulitan di musim dingin yang panjang ini.
Masih ada 2 bulan sebelum musim dingin berakhir.
"Herton, berapa banyak penduduk kota yang tidak mampu?" tanya Noran.
"Ada sekitar 3000 orang tuan." ucap Herton.
Setelah menyerah, tidak ada satupun penduduk yang pergi. Ini karena musim dingin yang masuh berlangsung dan juga hanya ini tempat mereka bisa hidup.
"Bagitu, aku akan mengurusnya segera." ucap Noran.
Noran lalu turun bersama Herton, dirinya lalu menemui putra Herton, Herriot yang tengah memulihkan dirinya.
"Bagaimana dengan kondisi para prajurit?" tanya Noran.
Bagaimanapun, dirinya telah membuat 400 prajurit tidak sadarkan diri.
"Mereka telah sadar dan pulih tuan." ucap Herton.
Meski ia merasa tidak percaya dengan yang dilakukan Noran. Bagaimanapun, seseorang di atas level 200 memang mampu melakukan hal itu dengan mudah.
Noran lalu pergi menuju ke kota Trinias, ia lalu mengumpulkan sekitar 1000 pekerja dan membawa mereka menuju ke gunung seberang.
__ADS_1
Gunung itu lebih tinggi dari gunung tempat kota Trinias di bangun, juga gunung ini lebih terjal dan curam. Mungkin ini alasan kota Trinias tidak di bangun di sana.
Noran mengatur mereka untuk membangun kastil, sekitar 200 prajurit Urelus juga di tempatkan disini untuk menjaga para pekerja.
Noran merasa jika persiapan ini sudah cukup. Dirinya lalu memilih untuk melatih dua komandan itu, mungkin mereka akan dapat berguna di masa depan.
"Kalian ikutlah bersamaku." ucap Noran.
Herton dan Herriot mengikutinya menuju ke dalam hutan, mereka pergi dan meningkatkan level keduanya.
Selama dua jam, Noran melatih mereka dengan teknik miliknya. Ini membuat Herton dan Herriot terkejut.
"Teknik apa ini ayah?" tanya Herriot.
"Aku juga tidak tahu." ucap Herton.
Herton kagum dengan teknik yang di ajarkan Noran. Bagaimanapun, teknik ini sungguh mematikan dan mengincar titik vital.
Kepala, leher, dada adalah titik utama teknik ini. Bisa di pastikan tidak membutuhkan terlalu banyak waktu untuk membunuh musuh dengan teknik ini.
Karena mereka adalah seorang prajurit yang ahli dalam berpedang, tak membutuhkan banyak waktu untuk menguasainya.
Noran melihat keduanya yang kini mahir dalam teknik itu, perlahan kesetiaan keduanya juga meningkat padanya.
"Sepertinya sudah cukup." ucap Noran.
Noran lalu membawa mereka untuk berburu monster, karena level mereka, Noran langsung membawa mereka ke bagian hutan yang lebih dalam.
[Giant Forest lizard
Level : 120
Hp :10.000 / 10.000 ]
Sebuah kadal besar dangan tubuh penuh sisik yang tajam dan keras. Mulut di penuhi gigi runcing dan mata merah menyala.
Ekornya memiliki semacam duri memanjang dan keras. Tubuhnya memiliki panjang hingga 8 meter.
"Giant forest lizard?" ketiganya memandang kadal besar itu.
"Kalian, lawan kadal ini." ucap Noran.
Noran berpikir apakah ia bisa menjinakkan monster ini. Namun, kadal itu terlalu besar dan memiliki penampilan mengerikan.
"Tidak, aku tidak bisa menjinakkan monster ini." pikir Noran.
Herton dan Herriot melesat maju ke arah kadal besar itu. Mereka kemudian bekerja sebagai tim dan mulai menyerang kadal itu.
Gerakan mereka sebagai tim terkoordinasi dengan baik, mereka mampu menyerang monster itu dan mencegah kerusakan besar.
__ADS_1
Dalam beberapa lama, akhirnya mereka mampu membunuh kadal itu. Sepertinya mereka telah naik level hanya dengan membunuh satu giant forest lizard.
Karena level Herriot yang lebih rendah, ia naik level dua kali sekaligus. Sementara Herton hanya naik satu level.
"Lanjutkan perburuan kalian, aku akan melakukan sesuatu." ucap Noran.
"Tapi, itu akan berbahaya untuk anda, tuan." ucap Herriot.
Herton tersenyum tipis mendengar ucapan anaknya itu.
"Tuan akan baik-baik saja." ucap Herton.
Noran memandang keduanya dan tersenyum, setelah mendengar ucapan Noran keduanya segera pergi dan melanjutkan perburuan.
Noran mendekati mayat giant forest lizard, ia merasa jika beberapa bagian tubuh monster ini akan berguna.
"Apakah aku bisa menggunakan tulangnya untuk membuat senjata?" pikir Noran.
Ia mulai menguliti monster itu, memisahkan organ dalam, daging, kulit dan tulangnya.
Butuh beberapa jam untuk menyelesaikan ini. Noran berpikir, apakah ada semacam skill untuk hal ini.
Noran menyimpannya di dalam inventory miliknya. Setelah beberapa jam, matahari mulai turun dan mengeluarkan warna jingga di kejauhan.
"Sepertinya hampir malam, dimana mereka?" pikir Noran.
Noran kemudian melesat mencari keduanya, saat sampai, ia menemukan mereka kini di penuhi oleh darah dan memiliki bau tidak sedap.
"Berapa banyak yang kalian buru?" tanya Noran.
"Sekitar 50?" ucap Herriot.
Ada belasan mayat monster berukuran menengah dan besar. Noran menyimpan semua mayat itu ke dalam penyimpanan miliknya.
"Sihir ruang?!" Herton maupun Herriot terkejut.
"Bukan, ini cincin ruang." ucap Noran.
Keduanya mengangguk, sihir ruang itu sangat langka di dunia ini. Tentu saja, untuk cincin ruang juga langka.
Namun, selama kamu punya uang, kamu bisa membelinya meski harganya mahal.
"Beruntung mereka percaya, Apakah ada cincin ruang di dunia ini?" pikir Noran.
Noran membawa mereka menuju ke tempat pembangunan kastil. Meski tidak di awasi, sepertinya mereka bekerja dengan cukup baik.
Noran lalu mengeluarkan beberapa mayat monster dan mulai membuat makanan untuk mereka. Dirinya juga di bantu oleh beberapa orang juru masak.
.............................................................
__ADS_1
Mohon maaf jika kurang memuaskan, ini karya pertamaku, silahkan di vote dan komen ya? Makasih.
.............................................................