
Beberapa saat kemudian, lebih tepatnya sesaat setelah aku mengisi seluruh pipa itu dengan elemental-ku, aku dan Haran kembali terdiam dan tak bisa saling berbicara.
Bukan karena ada sesuatu di antara kami, namun dia masih tidak percaya, atau bahkan ngeri terhadap kekuatan yang kumiliki.
Bagaimana tidak, dia yang sudah mengenal Zarbeth (Guru Kelas 3 Sihir 4) yang bisa menggunakan 6 elemen saja sudah membuatnya tak mau mendekat, kini dia malah menemukan malah berdekatan dengan diriku yang notabenenya adalah pengguna 8 elemen.
Beruntungnya, Haran masih belum mengerti soal sihir kode, jadi kurasa dia tidak akan tambah shock karena jantungnya yang dibuat berhenti.
“Ternyata memang ada, orang sepertimu...” Mulut wanita itu terpeleset.
“Hah?”
“Ti-tidak, bu-bukan apa-apa!”
Kondisi mental wanita itu masih belum stabil, bisa dibilang tidak terkontrol sekarang.
Aku yang mendengar pernyataanya tadi hanya bisa berpura-pura bodoh dan tidak mendengarnya.
Kalau aku mengatakan ‘iya’, maka dia akan mungkin akan berakhir membenciku. Atau lebih tepatnya, hawa berat di antara kami berdua malah akan semakin kacau dan tak terkendali.
Ngomong-ngomong, soal sihir kode...
Seingatku saat sebelum menghajarnya di arena saat Penilaian Guru, bila tidak salah ingat, aku pernah menggunakannya pada Haran.
Tunggu, apakah dia yang sifatnya baik padaku juga karena pengaruh dari sihir kode itu?!
Tidak, tidak... Itu mustahil, dia adalah petarung yang sangat kuat, tidak mungkin dia akan terpengaruh semudah itu. Ya, setidaknya tidak selemah, dan berakhir seperti... Dahlia.
Menyebut namanya saja terkadang membuatku takut, aku merasa bersalah padanya.
Kembali ke topik, Haran berbalik dan menghadap sebuah layar yang terbuat dari kaca yang ditutup dengan sebuah dinding besi.
Di balik layar itu, kemungkinan jelas dia menyimpan sesuatu yang penting, atau mungkin di sana tempat dimana eksperimen hover shoes dan hover wings-nya diletakkan?
“Apa dibalik itu?” Tanyaku mengikuti langkahnya.
Haran menundukkan kepalanya sekali tanpa menoleh ke arahku, dia mengunci penglihatannya pada layar masih tertutup oleh besi itu.
“Ya, bisa dibilang begitu, mereka kujaga dengan baik, bahkan akan kupertaruhkan nyawaku jika ada yang berani menyentuhnya.”
Ngeri banget nih cewek...?!
Dia menoleh ke arahku, dan memamerkan senyumannya yang menyeringai yang kupikir itu adalah ciri khasnya. “... Terutama dari orang sepertimu!” Saat mengatakan itu, tatapan matanya yang sipit seperti membekukan semua pergerakan tubuhku, otakku seperti berhenti berfungsi hanya dalam sesaat.
Oh, dia mencurigaiku bila tiba-tiba Nova memintaku untuk menghancurkan atau mencuri eksperimen ini darinya.
__ADS_1
Sungguh wanita yang penuh perhitungan... Oh, kalau suspect atau tersangkanya adalah aku, pantas saja... Ehe.
“Tapi untuk sekarang, aku akan kasih kau lihat...” Cara bicaranya tiba-tiba melembut, dan kini aku bisa merasakan nadi dan uratku yang bergerak.
“Oh...”
“Ha, saksikanlah! Sebuah penemuan yang akan menjadi kejutan di dekade keenam ini! Sebuah teknologi yang akan membuat semua orang berhenti memakai kendaraan dan lebih memilih terbang di angkasa lepas! Sebuah teknologi yang akan mengubah pertarungan para petarung yang awalnya hanya menggunakan Pageblug saja dengan pertarungan yang penuh dengan pertunjukan sirkus di udara lepas!”
Dia mengatakan itu dengan sangat heboh. Bahkan kupingku saja bisa berdengung, ditambah lagi ruangan ini cukup kecil. Siapapun yang mendengarnya pasti akan langsung refleks tutup kuping, aku berani taruhan...
“Tapi sayang, masih prototype...” ucapku dengan sedikit bercanda.
Tapi, dari apa yang mataku tangkap, sepertinya kalimatku benar-benar menghentikannya.
“Ah, lupakan saja...”
Kehebohan Haran memudar dan kembali datar seperti tidak terjadi apa-apa.
Ctak!
Tombol yang berada di bawah layar itu ditekan oleh wanita itu, lalu dinding besi yang menghalangi penglihatan kami terbelah menjadi dua dan bergeser ke samping.
ZZZRRRRHHH....
“Apakah tidak bisa lebih cepat?”
“Maaf, tapi aku takut bila aku tiba-tiba merusaknya.”
“Ah, jangan bilang kedua benda itu pecah belah?!”
“Memang.”
“Ugh!”
Keningku yang tertimpa fakta bodoh ini harus kusangga dengan tanganku, bila tidak, aku akan pingsan hanya karena melihat berbagai macam keanehan yang wanita ini perlihatkan padaku.
***
Perlahan, aku mulai melihat benda yang digadang-gadang akan menjadi penemuan paling mengejutkan di tahun 2050-an ini.
Benda pertama yang kulihat adalah sebuah sepatu yang terbuat dari alumunuimun foil, dan memiliki warna cantik yaitu warna putih dengan diberi sedikit warna dasar merah muda.
Sebuah benda seperti sayap kecil menjadi aksesoris yang paling bisa aku lihat dari sepatu itu, sayap itu menggantung imut di bagian pinggir sepatu.
Benda kedua yang kulihat adalah sebuah jaket tebal yang terlihat seperti jaket yang biasa dipakai pemadam kebakaran.
__ADS_1
Entah kenapa, benda yang disebut sebagai hover wings malah adalah terlihat seperti produk gagal, dan seperti di anak tirikan olehnya.
Untuk penemuan di tahun 50-an ini adalah yang pertama kalinya dalam sejarah dalam penemuan untuk menggunakan bahasa luar ketimbang bahasa daerah sebagai naman penemuan itu.
Anitya, yang artinya keabadian.
Pageblug, yang artinya bencana.
Dan kin, Hover Wings dan Hover Shoes...
Nama yang sangat sederhana bahkan sampai tidak memiliki makna yang dalam di namanya.
***
“Jadi ini mereka (penemuan tahun 50-an)?” Tanyaku.
“Ya, meskipun masih sedikit perbaikan...”
Mataku mengunci ke bagian jaket. “Kenapa Hover Wings terlihat sangat menyedihkan?”
Saat aku menanyakan itu, mata Haran yang merah menjadi layu bagaikan kehilangan semangat.
“Mau bagaimana lagi... Biaya yang dijanjikan dan biaya yang tiba di tanganku berbeda jauh. Jadi aku terpaksa hanya bisa memaksimalkan satu benda saja.”
Ah, pasti masalah pemerintah yang korup lagi.
Kasihan sekali, dana untuk penemuan malah diambil.
Kalau aku di posisinya mungkin aku bisa langsung menghanguskan koruptor itu, namun posisinya sedikit berbeda saat ini, sebagai rakyat yang bahkan diawasi secara langsung oleh Nova, dia jelas akan semakin diberatkan dengan ketidakberdayaannya itu.
Pandangan masyarakat tentang Haran dan guru sihir kelas 3 lainnya semakin menurun dan menurun. Kehilangan kekuasaan sebagai kelas tertinggi mungkin telah membuatnya dan guru kelas 3 sihir lainnya semakin menciut.
“Seandainya saja Kak Haran masih memiliki kekuasaan tinggi di sekolah-“ (dipotong olehnya)
“Cukup! Aku tidak mau dikasihani oleh lawanku...” Teriakan kehancuran itu benar-benar menjelaskan semuanya.
Wajahnya yang semakin memerah dalam setiap kata yang muncul dari mulutnya bisa terlihat jelas di mataku.
Dia sebenarnya sangat marah padaku, bahkan ingin melenyapkanku, namun karena suatu hal yang aneh. Haran tidak bisa melakukan apapun padaku, terlebih lagi jika dia mau melakukan hal buruk padaku. Dia malah akan semakin memerah dan memanas setiap kali pikiran itu muncul.
Jadi begitu, aku ternyata secara tidak sengaja melupakan banyak hal... Terutama pada masalah wanita ini.
Sihir kode yang kuarahkan padanya saat itu benar-benar mempengaruhi pikirannya. Namun, berbeda dengan yang lain, dia masih sedikit bisa melawan.
Sayangnya, itu semua tidak bertahan lama, karena saat ini aku berada di dekatnya. Mencoba untuk tidak memikirkan orang yang dia benci ini adalah hal yang mustahil.
__ADS_1