
Suasana seketika berubah menjadi tak terduga.
Pada awal aku berpikir kalau pertemuan ini akan canggung, namun nyatanya saat aku bertemu kembali dengannya...
*Bak!
Aku langsung refleks menendang kepalanya sampai hancur.
"Lama tidak berjumpa, Kak Nazrul! Bagaimana kabarmu?" Ucapku sambil terus menendang-nendangnya. "Ah, sudah pasti baik, bukan? Anityamu pasti akan melindungimu!"
Setelah beberapa detik, kepalanya yang hancur kembali membentuk seperti semula. Dia tersenyum menyeringai melihat ekspresiku yang marah namun tidak memperlihatkan emosi yang sesuai dengan apa yang kulakukan.
"Sudah selesai dengan pertunjukan menendang kepalanya?!" Dia berteriak dengan tertawa. "Bukankah kau ke sini untuk bertanya padaku?!"
"Kurang lebih seperti itu, tapi belum tentu kau mau mengatakannya, kan?"
*Brak!
Aku kembali menerbang tendangan ke arah perutnya.
"Tenang saja, meskipun perutku kau lubangi sekalipun. Aku akan menceritakannya, ini hanyalah bagian dari persetujuan..."
Oh, sungguh tidak terduga.
"Ini terlalu mudah!" Ucapku sembari menerbangkan tendangan lain ke perutnya.
"Apakah ini semua adalah seperti yang kau inginkan?"
*Sttt!
Mendengar kalimat tadi, aku seketika menghentikan tendanganku.
Tendangan itu berhenti tepat 1 cm di depan perutnya.
Aku baru ingat suatu hal.
...#Tidak ada yang asli dalam diriku#...
Aku menghentikan semua kekesalan palsuku, dan memilih menenangkan pikiranku yang kacau.
"Ceritakanlah! Aku yakin kau tidak mau menunggu lama-lama hanya untuk berbohong."
Melihat aku yang terbawa perkataannya, dia memasang wajah puas dan lega.
Aku tidak mengerti dengan raut muka itu.
Dia penuh misteri bila aku harus mendeskripsikannya.
"Baiklah, akan kuceritakan semuanya, namun harus kau garis bawahi. Kau harus mendengar cerita ini terlebih dahulu!" (Nazrul)
"Langsung ke intinya!"
Aku seketika berbisik dan mencoba menyiksanya menggunakan sihir KODE. Ini kulakukan agar tidak ada waktu yang terbuang percuma lagi.
Namun....
........ Tidak ada yang terjadi.
__ADS_1
"Heh(menyengir), kau mau menggunakan sihir KODE pada pencipta- bukan, sang pemilik Asli Kekuatan Anitya? Jangan bercanda!"
Perkataannya memberikan tanda tanya besar dalam diriku.
"Sudah kubilang, dengarkan cerita ini dulu, dan kau akhirnya akan mengerti tentang semuanya. Tentang cara menghentikan kematian... Tentang cara mencari cinta... Tentang banyak hal... Terutama, tentang cara menghentikan kekuatan Projek Pangeran..."
Mendengar itu, aku membuat ekspresi terkejut, dan mengaktifkan senjataku.
Senjata itu kuarahkan ke dirinya lalu kugoyangkan untuk memberikan perintah agar dia meneruskan kalimatnya.
"Baiklah, jadi biar kuceritakan semuanya, semua yang kau harus tahu... Tentang Pageblug, tentang Sihir, dan tentang Anitya... Itu semua terjadi lada 700 tahun yang lalu...
Dengan begitu, Nazrul menceritakan semuanya.
......................
Tahun 1300 terdapat seorang penyihir yang diagung-agungkan oleh orang-orang dulu. Penyihir itu bukan sembarang penyihir dimana para penyihir yang biasanya menggunakan sesajen atau pengorbanan untuk melakukan kekuatan magisnya. Dia sungguh berbeda, hanya berbekal gerakan tangan, dia bisa mengontrol elemen, bentuk, hasrat, jarak pandang, dan keabadian.
Dia bagaikan Tuhan yang turun dari bumi. Meskipun mempunyai kekuatan sekuat itu, sang penyihir tidaklah sombong, ataupun mencoba mengambil alih kerajaan meskipun dia bisa.
Dia tetap hidup damai seperti orang-orang lainnya. Namun, yang namanya iri pasti aja ada. Mereka sering menyebarkan kabar bohong pada raja dan membuat sang penyihir terkena beberapa masalah hukum.
Dia hampir terkena banyak hukuman, namun selalu berhasil lolos, bahkan sampai dia pernah sempat dipenggal namun saat itu. Itu adalah titik akhir kesabarannya.
Dia akhirnya membalaskan dendam dan mengambil alih kerajaan dengan kekuatannya. Sang raja langsung takluk dan menyerahkan kerajaannya pada sang penyihir. Prajurit-prajurit yang dia miliki hanya bagaikan semut yang diinjak-injak di tanah.
Setelah mengumumkan jadi raja. Sang Penyihir itu akhirnya mengklaim dirinya dengan sebutan, Raja Anitya Anjasmara. Dia menikahi 5 orang wanita yang 2 di antaranya adalah mantan istri dari raja yang telah dia bunuh.
Saat itulah, kekuatan 5 sihir yang dia miliki mulai terdengar. Beberapa raja seberang mulai tertarik dan mencoba menemuinya.
Namun, ada juga yang menganggap keberadaanya sebagai ancaman besar. Raja itu bisa saja menghancurkan satu Nusantara dan menguasai seluruhnya. Perasaan takut itu terus membesar dan membesar.
......................
Sang Raja yang semakin menua sudah mulai kehilangan tenaganya untuk bertarung. Dia tidak bisa melawan jika saja para pendatang itu menyerangnya.
Di saat itulah, dia melihat telapak tangannya yang keriput dan melihat betapa lemahnya dia.
"Meskipun aku bisa kebal dari kematian fisik, namun kematian dari penuaan terlalu ganas untuk tubuhku." Sang Raja akhirnya mengerti kalau dia tetaplah manusia yang fana meskipun memiliki kekuatan yang sungguh hebat.
Beberapa hari kemudian, para pendatang yang tidak bersahabat itu sampai di dekat istana raja itu.
Para prajurit meminta untuk sang raja untuk kabur dari sana karena kondisinya untik bertarung sekarang adalah mustahil, namun sang raja menolak.
Dia malah menunjuk ke arah 5 orang yang dia anggap mampu. Tidak ada yang tahu, kenapa dan apa alasannya mereka bisa sampai ditunjuk.
Orang pertama yang dia tunjuk adalah anak ke-tiganya yang merupakan seorang pemerhati lingkungan.
Orang kedua yang ditunjuk adalah jendralnya yang tak takut mati sama sekali
Orang ketiga yang ditunjuk adalah sang ajudan yang sering membuat onar dan suka main perempuan.
Orang keempat yang ditunjuk adalah laksamana yang memiliki kemampuan memanah jitu.
Orang kelima dan terakhir yang ditunjuk adalah seorang master pandai besi di desa yang kebetulan berada di sana.
Semua yang ada di ruang tahta kebingungan dengan maksud dari tujuan kenapa mereka ditunjuk.
__ADS_1
Namun, hal itu segera mereka ketahui, karena...
*Jdar!
Sang raja seketika meledakkan dirinya dan membiarkan beberapa organnya terbang ke arah orang yang dia tunjuk.
Otak ke anak ke-tiganya, jantung ke jendranya, hati ke arah tukang mabuk itu, mata ke arah laksamana, dan saraf-sarafnya ke arah sang pandai besi.
Mereka semua terkejut dengan pilihan sang raja, namun mereka mengerti apa yang dia mau.
Kata-kata terakhirnya terus terngiang-ngiang di kuping mereka.
"Lima kekuatan sihir murni akan terus ada sampai di akhir ujung dunia. Kalian hanya bisa memegang satu sihir saja, dan jika berani melanggar, maka kalian akan kehilangan kewarasan kalian."
"Aku punya satu keinginan yang belum terealisasikan, yaitu melihat semua orang memiliki keabadian yang sama sepertiku."
"Suatu malam aku berpikir, seandainya semua orang bisa melihat hari tua mereka sepertiku, mungkin dunia akan menjadi lebih baik... Atau malah lebih buruk, tapi aku yakin pada satu hal... Suatu hari, meskipun butuh ratusan tahun sekalipun, pasti hal itu akan terwujud! Apakah itu menjadi neraka atau surga para manusia aku tidak peduli...(tersenyum). Yang kubutuhkan di saat itu hanyalah bukti... Kalau manusia bisa memegang takdir mereka...! Bukti kalau manusia telah menjadi eksistensi seperti Tuhan, maka tidak ada lagi yang namanya penderitaan di dunia ini!"
Sang raja mengatakan apa yang dia pikirkan saat melihat telapak tangannya yang keriput di hari itu.
Dengan kekuatan mereka saat ini, kerajaan yang dalam keadaan genting seketika berubah menjadi kedamaian karena berhasil mengusir para pendatang.
Namun... Seperti yang diharapkan, itu semua tidak bertahan lama sampai salah satu mereka termakan oleh ketamakan mereka.
Tanpa butub waktu satu bulan, sang laksamana membunuh sang pemabuk.
Saat itulah, sesuatu yang baru ditemukan, Sang Laksamana menerima kekuatan milik sang pemabuk dan mulai main perempuan dengan kekuatan pemikat yang ia curi.
Sampai beberapa hari kemudian, sang laksamana menggila dan mulai membuat kekacauan di seluruh kerajaan.
Sang jendral menyadari informasi tentang pengambilan kekuatan sang Laksamana dari sang pemabuk, dia pun seketika menurunman pedangnya saat berhasil berhadapan dengan sang laksamana.
Dia tahu, jika saja dia membunuh orang gila itu, maka dia juga akan menjadi selanjutnya.
Dengan itu, sang jendral meminta salah satu prajuritnya menghabisi sang laksaman itu dalam keadaan sekarat.
Seperti yang diharapkan, pasukan yang dia suruh untuk membunuh sang laksamana menerima kekuatan mata elan milik sang Laksamana, namun tidak dengan pemikat milik sang pemabuk.
Asumi baru ditemukan, apa yang kau curi hanyalah dari pemilik aslinya. Sang raja baru yang merupakan anak yang menerima kekuatan sihir elemental dari ayahnya seketika meminta seluruh rakyatnya untuk segera kehadapannya bila memiliki kekuatan pemikat itu, namun tak ad ayang kunjung datang selama beberapa tahun kemudian.
Sihir pemikat seketika hilang namun tak lama kemudian ditemukan di salah satu penduduk biasa.
Dia menyadari kekuatan itu, namun tidak mau mengatakan pada sang raja. Dia mencoba menggunakan kekuatan itu untuk dirinya sendiri, namun naas. Dia mati karena kesalahannya sendiri, dan baru diketahui kalau dia pemilik sihie pemikat saat beberapa perempuan yang dia perdayai seketika sadar dari gembok dalam diri mereka yang menahan emosi mereka.
Sejak saat itu, pengguna sihir pemikat selalu misterius. Tidak ada yang tahu siapa yang memilikinya, namun jelas yang memegang adalah orang yang merupakan asli Nusantara ini.
Beberapa sihir terus hilang dan ditemukan, rata-rata sang pemegang sihir mati karena umur dan jarang sekali dibunuh. Tapi yang pasti, sang pemegang sihir keabadian akan terus hidup sampai tuanya.
Cycle terus berlanjut, dan merupakan hal yang lumrah. Namun seiring waktu, hal itu menjadi aset penting dan mulai disembunyikan. Sampai pada akhirnya, orang bernama Poniman Domiawan membuat hal itu terlupakan sepenuhnya. Dia menutupkan banyak media dan membuat banyak generasi di atas tahun 2000 melupakan hal itu.
......................
"Cerita selesai, seperti yang kau dengar tadi. Ini semua adalah dasar dari semua yang nanti kau perlu tahu."
"Ngomong-ngomong, orang bernama Poniman Domiawan itu adalah orang yang penting di waktu saat itu, mungkin Rasyid pernah melihatnya di TV, namun lupa karena kejadian itu."
"Lupakan saja candaan tadi, langsung ke intinya saja. Poniman Domiawan adalah suami dari Nova Sena..." Mengatakan itu, dia tersenyum bodoh.
__ADS_1
Sepertinya semua informasi ini masih belum akan berakhir dalam waktu dekat.