Aku Dipaksa Menjadi Guru di Sekolah Petarung Bergengsi

Aku Dipaksa Menjadi Guru di Sekolah Petarung Bergengsi
Episode 168.


__ADS_3

Haran berbelok ke arahku dan berdiri di atas kura-kura tanah-ku. Dia menatap puas dan menyeringai saat melihat kura-kura yang kupanggil.


"Jadi ini, ya? Makhluk biang kerok yang membuat suasana sekolah kacau waktu itu," ucapnya sambil menggaruk-garuk tempurung kura-kura itu dengan kakinya.


Dia seperti seorang detektif pemula yang berhasil memecahkan kasus pertamanya. Kesenangannya seperti tak ada duanya.


Aku yang melihat kelakuan Haran hanya bisa diam untuk sekarang, salah langkah akan membawaku dalam kematian. Keparnoanku membuatku semakin tidak berani mengambil tindakan gegabah.


"Haran, apa yang kau lakukan di sini?" Tanyaku mendangak ke atas.


Sial, aku hanya bisa melihat kepalanya saja dari sini.


Ekspresinya langsung berubah, dia merengut dan menajamkan matanya seakan sedang membaca setiap mimik wajahku.


Dia ini psikiater atau apa?


*Jdar!


Namun, saat Haran mau membuka mulutnya. Sebuah es menyembur ke arahnya dan mencoba membekukannya hidup-hidup.


Asap dari es langsung membuat Haran tak terlihat oleh mataku.


"Jangan banyak bicara pas bertarung!"


Nova berteriak lalu terbang ke arah Haran yang mungkin sudah membeku. Dia mencoba membunuh Haran dengan mengandalkan kecacatan yang ada pada Anitya.


Tangannya mengepal dengan berapi-api, seluruh sayapnya mengepak-ngepak membuat serangan elemental acak yang dapat melukai siapa saja di sekitarnya tanpa pandang bulu.


*Jdar! *Jdar! *Jdar!


Berlindung di balik tempurung kura-kura memanglah pilihan yang tepat saat ini. Aku bisa saja hancur jika tahu dia tiba-tiba memiliki serangan seperti itu.


*Bruak!


Kepalan Nova mencoba menghancurkan Haran yang mungkin sudah membeku.


*Kretak!


Namun sesuatu tidak terduga terjadi, Haran menangkap kepalan Nova bagaikan bola baseball/kasti.


"Apa?! Bagaimana bisa?!"


Haran hanya tersenyum hina saat mendengar pernyataan itu. Dia seperti mendengar sesuatu yang menggelikan masuk ke dalam kupingnya.


"A-apa kau lupa kalau aku ini berelemen api?!"


Mendengar penjelasan itu, aku bisa menyimpulkan bahwa Haran menangkis semburan es tadi dengan tepat waktu mengaktifkan kekuatan apinya.


Jadi Nova telah mengabaikan semua informasi lawannya karena berpikir dia adalah yang terkuat saat ini.


*Krak!


Aku merasakan sesuatu yang tidak beres terjadi. Aku melihat ke arah tempurung kura-kuraku dan mendapati beberapa kerusakan karena air yang muncul dari tabrakan api dan es.


"Sial!" Aku seketika melompat dan menghindar.

__ADS_1


Kura-kuraku hancur bagaikan istana pasir di pinggir pantai.


Haran dan Nova yang ada di atas kura-kura langsung terbang ke atas dan melanjutkan pertarungan mereka di udara.


"Nova! Sepertinya kau adalah orang yang harus kuhabisi duluan!"


Dengan kekuatannya yang diisi ke dalam Hover Shoes-nya, Haran mengambil ancang-ancang untuk melakukan tendangan super.


"Aku tidak tahu kenapa kau begini! Tapi kau adalah orang yang menyusahkan!"


Nova membuat sebuah palu dengan pengangan yang panjang dari tanah dan es. Palu itu ditahan untuk diisi tenaganya menggunakan seluruh kekuatan yang ada di sayap-sayapnya.


Dari perkataan Haran tadi, aku menyimpulkan bahwa Haran ingin kami berdua mati. Sungguh situasi yang semakin rumit.


Pertarungan mereka seperti dua wanita sangat yang saling bertarung demi memperebutkan sesuatu.


Kedua energi sudah terisi penuh, kedua wanita itu saling menyerang dengan kekuatan penuh secara bersamaan.


Tendangan Haran yang penuh dengan kekuatan angin bertabrakan dengan pukulan seluruh elemen milik Nova.


Di sini tidak ada yang mengalami keadaan dirugikan atau diuntungkan, mereka berdua sejajar.


Elemen angin Haran membuat tendangannya beradaptasi dengan segala tipe serangan yang dikeluarkan Nova.


Warna tendangan itu berubah-ubah dari merah, biru tua, biru muda, coklat, ungu, kuning, dan gelap seperti RGB(lampu kelap-kelip).


Sementara itu, pukulan palu Nova terus tertahan dan mencoba sekuat tenaga untuk menghancurkan kekuatan angin yang menahannya.


Sihir elemental yang menyelimuti palu itu kian mengecil dan melemah karena kekuatan angin milik Haran melempar dan menghisapnya.


Tapi tetap saja, yang namanya Pangeran, bukanlah hal mudah buatnya kalah.


Haran langsung mengalami keadaan tidak stabil di udara. Dia kehilangan kendali atas hover shoes-nya dan segera jatuh secara mengerikan bila dia tidak segera mengembalikan posisinya seperti semula.


Melihat Haran yang dalam kondisi tidak stabil, Nova tersenyum menyeringai dan tidak mau membuang-buang kesempatan ini.


Kedelapan sayapnya melebar dan melancip, dia langsung terbang ke arah Haran yang kehilangan keseimbangan.


Dia mencoba membelah-belah wanita itu menjadi berkeping-keping.


Haran yang tidak menyadari datangnya serangan hanya bisa menerima serangan itu secara mengerikan.


Nova berputar-putar untuk menebas-nebas tubuh Haran menjadi bagian-bagian kecil.


Apakah ini akhir dari Madu Haran?


Saat inti Anitya-nya terlihat, Nova langsung mengangkat tangan kanannya sedada dan mencoba mengeluarkan sihir es tepat di benda itu.


"Gkhhh?!" Namun, saat dia mencoba melakukan itu, tidak ada yang terjadi.


Tubuh Haran masih beregenerasi dan terus pulih seperti semula.


Saat proses regenerasi tubuh Haran masih 25% dengan hanya memperlihatkan tangan kanan dan satu jari tangan kirinya, Haran mengaktifkan pageblug-nya dan mengaktifkan sebuah busur di tangannya.


Sesuatu yang berbeda dilihat oleh Nova pada anak panah pada busur itu. Benda itu terlihat berwarna-warni.

__ADS_1


Nova segera tahu apa rencana lawannya. Dia segera meletakkan kedua tangannya di belakang pinggangnya. Sambil melayang di udara, Nova menatap bosan taktik wanita itu.


"Dari raut wajahmu, kau sepertinya tidak berharap ini akan berfungsi padamu, bukan?" Ucap Haran dengan ketus sambil tersenyum layaknya maniak. "Sepertinya kau lupa? Aku ke sini sudah dengan persiapan penuh!"


Nova seketika melebarkan matanya dan mengangkat kedua alisnya. Dia segera menyadari kalau anak panah dari batu akik panca warna itu sudah dimodifikasi sesuai keinginan Haran.


Jika Haran berhasil menentang kuasa Sihir KODE, maka memodifikasi hal seperti ini juga bukanlah hal yang sulit baginya.


Nova langsung berlindung dengan memanfaatkan kedelapan sayapnya sebagai tameng.


"Selamat tinggal, Nova!"


Anak panah telah dilepaskan dari busurnya, dan melesat ke arah makhluk yang ditutupi oleh sayap itu.


*Gubrak!


"GRAAAWWWW!"


Namun, sesuatu menangkis anak panah yang melesat itu dan membantingnya ke samping.


Baik Nova dan Haran terkejut dengan kejadian itu, tepat di depan mereka saat ini ada dua makhluk yang saling menatap mereka.


Phoenix es menatap Haran dengan sifatnya yang dingin. Naga listrik menatap Nova dengan amarahnya yang menyetrum.


......................


Di sisi lain.... Beberapa saat setelah Nova dan Haran terbang dan menghiraukan keberadaanku.


Ngomong-ngomong... Di sini, aku berdiri sambil mendangak ke atas dan menonton pertarungan mereka berdua seperti orang bodoh.


Sepertinya mereka melupakan keberadaanku di sini?


Aku tidak berpikir aneh-aneh btw.


Lari sajalah...


Aku mundur beberapa langkah.


Saat aku berada di posisi yang menurutku pas. Aku mencoba untuk berdiam diri dan membanting petiku lalu membukanya secara keras.


Aku menyentuh peti itu dan memasukkan energi yang cukup banyak ke dalam peti itu. Elemen es dan petir ku suplai terus menerus ke dalam peti.


Kuharap mereka tidak segera menyadari apa yang segera kulakukan saat ini.


Kedua sosok ini mungkin tidak terlihat efektif, namun bila lawannya sedang dalam kondisi 'sibuk sendiri', maka kemungkinan aku bisa menghabisi mereka sesaat itu juga.


Pengisian energi berjalan sekitar 5 menit, sungguh waktu yang terdengar sebentar namun akan menjadi sangat lama, bila dalam kondisi seperti ini.


Naga petir melesat keluar dari peti menuju ke udara, lalu diikuti phoenix es yang mencoba menggabungkan kekuatan listrik milik sang naga.


*Grak!


Namun, sepertinya semua rencanaku gagal. Naga dan phoenix yang kupanggil hanya berhasil menangkis anak panah yang diterbangkan oleh Haran.


Sial!

__ADS_1


Baik Haran yang sedang dalam posisi senang maupun Nova yang berada posisi tidak diuntungkan menatapku dengan wajah yang terkejut.


Sekarang mereka mungkin juga akan mengincarku.


__ADS_2