Aku Dipaksa Menjadi Guru di Sekolah Petarung Bergengsi

Aku Dipaksa Menjadi Guru di Sekolah Petarung Bergengsi
Episode 46. Dokumen Musim Panas Api 2


__ADS_3

"Manusia sudah berhasil berevolusi, kini mereka kebal terhadap kematian."


"Tapi jika mereka kebal, maka tidak ada yang bisa menghentikan kejahatan mereka."


"Aku harus menciptakan penangkalnya!"


"Harus ada seseorang yang kujadikan eksekutor!"


"Dia yang bisa membunuh ribuan nyawa tanpa rasa bersalah!"


"Dia yang sudah kehilangan sisi kemanusiaannya!"


"Dia yang sudah melepas apa itu arti cinta!"


"Cepat atau lambat aku harus menemukannya!"


"Tapi, siapa?!"


"Aku tidak mau mengorbankan orang lain!"


"Aku akan dianggap penjahat seperti nenek itu!"


"Aku harus menggunakan seseorang yang tidak akan membuatku masuk ke catatan kriminal bila aku merusaknya!"


"Mungkinkah?!"


"Mungkin salah satu dari mereka berdua bisa kugunakan?!"


"Ini agak jahat, tapi selagi demi penelitianku!"


"Aku akan melakukan apapun!"


Recorder berakhir sampai situ.


Aku melepaskan earphone yang kupasang ke laptopku untuk mendengar apa isi flashdisk itu.


Tapi sepertinya ini hanyalah catatan suara dari kakakku. Dia aneh, tidak mau mengorbankan orang lain yang tidak dikenalnya, tapi malah mengorbankan saudaranya.


Aku yang sudah terbiasa dengan kegilaannya bahkan masih tidak kuat menahan rasa sakitku. Kegilaannya rupanya sudah melebihi itu.


Aku memilih file lain yang berada dalam flashdisk itu. Ada sekitar beberapa file suara dan video. Aku akan membuka file siara terlebih dahulu saja. Ini akan mempermudahku untuk menahan mental ketimbang melihat video. Thumbnailnya saja sudah membuatku geleng-geleng kepala.


Aku mencoba menekan file kedua.


"Jika manusia sudah seperti ini, maka siapa yang akan menghentikannya?"


"Satu saja eksekutor tidak cukup!"


"Tapi jika aku membuat beberapa lagi, maka akan ada perselisihan antar eksekutor."


"Mereka memang sudah kehilangan emosi mereka!"


"Tapi, mereka tetaplah manusia! Suatu hari mereka pasti akan memulihkan mental mereka!"


"Lalu, lalu apa?!"


"Apa yang harus kulakukan!"


"Sesuatu yang mengontrol ini semua?!"


"Apa itu namanya?!"


"Aku lupa, sesuatu yang melihat seisi dunia dan mengetahui semua dosa-dosa kita semua!"


"Ah, iya...!"


"Itu dia!"


"Tuhan!"


"Aku akan membuat sesuatu yang seperti itu saja!"

__ADS_1


Recorder berhenti sampai sini.


Mataku melebar tidak percaya, dia bahkan mencoba masuk ke sana. Ke suatu tempat yang terlarang.


Tubuhku bergetar hebat setelah mendengar, aku yang mencoba menekan file selanjutnya jadi tidak yakin. Tapi aku bersikeras melakukannya.


Ini adalah tujuanku! Aku harus tahu tujuannya! Karena itu adalah tujuan hidupku!


Ctak!


Mouse ku tekan dan menekan record ketiga.


"Ah, projek ini hampir berhasil!"


"Aku sudah bisa mengontrol hidup, melihat privasi, bahkan mendeteksi luka seseorang!"


"Ini sungguh ajaib!"


"Aku sudah seperti Tuhan yang menguasai dunia!"


"Ha ha ha hahahahhahhahahah!"


"Baiklah, sebagai pembukaan untuk perayaan fiksnya teknologi ini!"


"Aku akan coba menggunakannya padanya!"


"BRAK!" Suara pintu terdengar di recorder itu.


"Siapa kau?!"


"Ah, ternyata kau!"


"Apa yang kau lakukan di sini?!"


"GRAKKK!" Suara pukulan keras dari kayu terdengar di recorder.


Meskipun hanya mendengar, aku tahu benda itu mencoba menyerang Nazrul yang sedang me-record ini.


"BRAK! BRUK! TING! DOR DOR DOR!" Suara kayu membentur pageblug Nazrul 2 kali dilanjutkan dengan Nazrul yang mencoba menyerang tapi tertahan, dilanjutkan lagi dengan suara tembakan dari bola api sebanyak 3 kali ke arah penyusup itu.


Siapa penyusupnya?! Dia seperti mengenalnya.


"DUAR! PRANG TANG CTANG?" Suara seperti bangunan yang roboh.


Suara benda-benda terbakar menyusul setelahnya. Apa yang terjadi?!


"Siapa yang mengirimmu?!"


"Tunggu, senjatamu?!"


"Jangan-jangan, dia?!"


"Keparat kau, Nova!"


"Kau mengkhianatiku!"


"Bahkan mencoba membunuhku dengan senjata yang kubuat dari hasil jurih payahku!" Dia menekik tanpa memperdulikan pertarungan.


"Apakah kau tidak tahu, kalau aku butuh mengorbankan 2 orang yang saling mencintai untuk membuat benda itu?!"


"Benda itu bisa melindungi tu-(terpotong tiba-tiba)"


Suara Nazrul sepenuhnya hilang dari record itu. Tapi record masih berjalan, suara langkah kaki mendekat.


"Saat kau mengetahuinya, cepat cari aku. Bunuh aku!" Suara dari seseorang yang kukenal.


Siapa dia? Aku mengenalnya, tapi suaranya terlalu kabur karena kebakaran di ruangan itu. Apakah ruangan itu hancur sampai atapnya hilang? Aku bisa mendengar suara angin yang sangat bising mengenai kupingku.


Record berhenti sampai situ saja.


Aku memijit bagian yang berada di antar dua mataku. Kelelahan mental setelah mendengar itu masih belum bisa kuatasi.

__ADS_1


Masih ada satu file recorder lagi, aku akan mendengarnya. 'Ini yang terakhir, oke?' Ucapku dalam hati pada diriku sendiri.


Ctak


"Pageblug adalah sebuah benda yang dibuat oleh seseorang yang saat ini mencalonkan diri sebagai gubernu Dawa Timur."


"Benda itu sangatlah hebat, benda itu membuat fantasi dalam diri kita hidup!"


"Manusia kembali ke kodrat awalnya karena itu!"


"Mereka kembali saling menyakiti satu sama lain."


"Sayangnya, benda itu masihlah lemah. Dan kini aku diminta untuk memperbaikinya."


"Bekerja untuk orang lain selain dia, mungkin aku terdengar seperti penghianat."


"Tapi uang tetaplah uang, hahahaha!"


"Mungkin aku akan memberikannya hadiah supaya aku tidak dibunuhnya."


CKRIK


Suara recorder seperti berhenti.


CKRAK


Suara itu tiba-tiba berubah lagi.


"Selesai, selesai juga!"


"Pageblug yang sempurna!"


"Benda ini bisa menciptakan senjata sesuai imajinasi kita!"


"Sayangnya, ini hanya memuat satu data saja."


"Dan satu-satunya yang bisa mengupload data itu adalah orang yang memiliki CITRA saja."


CITRA adalah chip-chip yang biasanya hanya dimiliki penjual pageblug untuk membuat senjata sesuai permintaan pembeli.


"Baiklah, recorder tentang pageblug telah selesai."


"Aku juga harus memberi pageblug spesial ini padanya sebagai ucapan maafku!"


"Jika kau bertanya ini dari apa?"


"Maka akan kusebutkan, ini terbuat dari jiwa...


Kedua orang tuaku!"


Mataku terbelalak hebat setelah mendengar itu. Keringat dingin membasahi sekujur tubuhku. Aku hampir kehilangan kesadaranku lagi.


Benda yang dibuat oleh kakakku lagi-lagi menggunakan keluarganya sendiri sebagai uji coba. Jadi itu alasannya, alasan kenapa tiba-tiba kedua orang tuaku meninggal secara tiba-tiba.


Seingatku, kakakku Rizki pernah bilang akan menyelesaikan ini dengan secepatnya sebelum pergi meninggalkanku yang masih bersekolah saat itu.


Tapi saat pulang, mereka berdua masih ada di rumah. Lalu selang waktu recorder yang terakhir dan sebelumnya cukuplah lama. Dan terbalik penempatannya.


Ini diketahui dari bagaimana di recorder sebelumnya, ruangan di tempat itu hancur sampai terbakar. Dan Nazrul menghilang begitu saja.


("Saat kau mengetahuinya, cepat cari aku. Bunuh aku!") Kata-kata di recorder tadi membuatku kepikiran.


Apa yang sebenarnya terjadi? Kenapa orang itu ingin dibunuh setelah menyelesaikan tugasnya?


"Ah....!" Merasa lelah dengan ini, aku menutup laptopku dan berjalan ke kasurku.


Kesepian di rumah ini kembali terjadi, dia tiba-tiba hilang lagi. Mungkin aku harus mencarinya?


Tidak, kayaknya tidak! Kami habis bertengkar hebat setelah kejadian itu. Mungkin hubungan kami sudah kembali ke sediakala. Seperti tidak saling mengenal namun tinggal serumah.


"Apa yang harus kulakukan, Jauhari?" Aku tiba-tiba menyebut namanya.

__ADS_1


Apakah aku harus membiarkannya dan fokus ke tugasku seperti biasanya?


__ADS_2