Aku Dipaksa Menjadi Guru di Sekolah Petarung Bergengsi

Aku Dipaksa Menjadi Guru di Sekolah Petarung Bergengsi
Episode 31 Arc 1. Penilaian Guru pt. 9


__ADS_3

Para guru kelas bawah telah bertarung dengan sekuat tenaga. Hasilnya banyak dari mereka yang tersingkir oleh kelas 3, dan Xander akan menjadi petarung terakhir yang akan bertarung.


Xander dan lawannya berdiri di tengah arena sambil mengaktifkan pageblug mereka.


Madu Haran, salah satu guru sihir kelas 3 yang pernah melacakku menggunakan kekuatan sensor panasnya. Dia merupakan pengguna sihir es dan api, sebuah sihir yang saling bertabrakan. Sang pengguna harus pintar untuk mengkombinasi sihir agar tidak meleleh.


"PEMIRSA PERTARUNGAN ANTARA EARL XANDER XANDER DARI KELAS 1 FISIK 2 MELAWAN MADU HARAN DARI KELAS 3 SIHIR 1. APAKAH PEMENANGNYA AKAN SAMA SEPERTI SEBELUMNYA, YAITU HARAN LAGI, ATAU XANDER SANG PANGERAN?! MARI KITA SAKSIKAN!!!" Bahar kembali memeriahkan pertandingan dengan menjadi komentator.


Kaca pecah di ruangan itu masih belum diganti. Akibatnya, Pak Presiden yang duduk di sebelahnya harus naik ke kapalnya yang terbang di atas alun-alun. Panas dari matahari juga terasa menusuk di sana.


"KYAAAA, EARL SANNNNNN!"


"BERJUANGLAH TUAN XANDER!"


"AKU CINTA KAU, PANGERAN!!!


Suara sorakan dari para wanita muda terdengar memeriahkan pertandingan. Mereka yang tadi kebingungan karena masalah di pertarungan Samuel serasa dibuat lupa oleh pesona wajah Xander yang sudah mulai memasuki umur 30.


'Padahal sudah tua, tapi masih saja bisa punya wajah tampan.' Itu yang kurasakan saat melihat para pria dan suami.


"BERSIDIA....SIAP.....FIGHT!!!"


Pertarungan telah di mulai.


Xander langsung mengeluarkan asap hitam ke seluruh arena untuk melambatkan gerakan musuh, sama seperti pertarungan sebelumnya. Setelahnya, dia memoles rapier-nya dengan sihir cahaya.


Dia maju dengan kecepatan cahaya melewati asap hitam menuju Haran yang diam menatapnya dengan santai.


Saat jarak sudah dekat, Xander tinggal menebasnya. Namun, tiba-tiba dia mundur dan mengelilingi guru itu.


Sebuah jarum es keluar dari tanah yang dipijak oleh Xander setiap detik. Kecepatan keluar jarum es semakin cepat, Xander mungkin akan terkena tusukan bila terus menghindar. Tapi dia malah maju dan mencoba menusuk Haran dari belakang.


Sebuah jentikan jari dilakukan oleh Haran. Tiba-tiba 4 balok dengan duri di dindingnya muncul di 4 sisi Xander.


Haran menjentikkan jarinya tanpa perlu berbalik badan. Tubuh Xander langsung dihimpit 2 dinding dengan cepat.


Tapi dia tidak boleh mempermalukan pengguna cahaya atau kecepatan. Dia berlari ke salah satu dinding yang mencoba mengimpitanya dan melompat. Dia berjalan secara vertikal menuju ujung dinding dan keluar.


Saat di udara, Xander mengarahkan ujung rapiernya ke arah Haran yang menoleh ke arahnya.


Sihir cahaya nya ditingkatkan sampai titik maksimum. Pedangnya berubah menjadi emas, Xander melesat dari udara menuju Haran dengan sangat cepat.

__ADS_1


Haran menjentikkan jarinya lagi, puluhan bahkan ratusan perisai dari es ia keluarkan. Haran merasakan bahaya dari sihir cahaya itu, dia yang tadi santai langsung mengeluarkan sihir pelindung tingkat atas.


"Dari mana kau tahu soal sihir emas itu?!" Haran seakan tidak percaya ada orang yang mampu mengeluarkan sihir cahaya tingkat tinggi.


Xander terus menghancur perisai-perisai yang Haran buat sampai ke titik akhir. Kini wajah mereka saling berhadapan. Xander kelihatan kelelahan karena harus menusuk ratusan perisai.


"Sebuah insiden...membuatku tahu..." Xander mengatakan dengan lelah.


"XANDER MENGELUARKAN SIHIR CAHAYA YANG MELEBIHI TINGKAT TINGGI SAMPAI BERUBAH MENJADI EMAS! SEPERTINYA BANYAK HAL YANG TIDAK KITA KETAHUI TENTANG KEKUATAN ANITYA!"


Seluruh penonton terpukau oleh kemampuan Xander yang mengaktifkan sihir cahaya tingkat tertinggi.


Saat melihatnya menggunakan sihir itu, aku tersadar. Xander adalah yang melawan makhluk elemental, tupai emas.


kembali ke pertarungan.


"Jadi begitu, kekuatan cahaya punya sesuatu seperti itu. Jangan-jangan kau tahu ini dari-


"Diamlah sebentar." Xander menusuk tubuh Haran tepat sesaat dia mengoceh.


Akan sangat buruk bila ada yang mengetahuinya. Namun tebasannya tidak benar-benar membuatnya tumbang, dia masih tersenyum jahat setelahnya.


"Hahahahaha...Kau mau cepat menang atau menutup mulut? Terserahlah, tapi kau sudah menyerangku saat mengoceh. Itu sangat tidak bisa dimaafkan!!!"


3 elemen menyatu ke seluruh arena. Air, es, dan api. Mereka berubah-ubah dengan tidak menentu. Tubuh lawannya bisa mengalami ketidakstabilan bila terus berada di sana.


"Apa yang terjadi? Kenapa kau sangat marah setelah aku membungkammu?!" Xander maju menuju Haran di tengah-tengah arena yang tidak menentu itu.


"Gyaagh!"


Sebuah pelindung dari api mementalkan Xander, pelindung berbentuk bola itu mengitari tubuh wanita itu.


"Bila begini aku bisa bisa berakhir karena kondisi ini."


Xander yang terbaring habis terpental, lambat laun mulai menutup mata.


"XANDER TIDAK BISA BERDIRI LAGI! PEMENANGNYA MADU HARAN DARI KELAS 3 SIHIR 1!" Bahar menghentikan pertarungan dengan segera agar kejadian seperti yang menimpa Fredrica dan Natesh tidak terulang.


"SAYANG SEKALI, PADAHAL TINGGAL SEDIKIT LAGI!"


"MESKI KALAH, PANGERAN SUDAH MENUNJUKKAN SESUATU YANG KEREN KEPADA KAMI!"

__ADS_1


"JANGAN BERKECIL HATI, MASIH ADA LAIN WAKTU."


Sorakan penonton wanita terdengar kencang mengkhawatirkan Xander tanpa mempedulikan pemenang.


"Tch! Dasar para fans fanatik, mereka merusak ke aestetik-an pertarungan." Astra yang duduk di sebelahku merasa jengkel.


"Aku mengerti perasaanmu, kita satu server." Stevent yang pindah duduk menjadi di belakangku mengeluhkan hal yang sama.


"Mereka tidak mempedulikan siapa yang menang. Asalkan bisa melihat idola mereka beraksi, mereka sudah senang. Kurang lebih sama seperti saat waifu kita muncul di anime." Gita yang duduk di depanku mengangkat satu bahunya ke atas dengan wajah cengengesan.


"Jangan pakai kata kita." Hakam yang duduk di samping Stevent memelaskan matanya.


"Lagipula waifu dan makhluk 3d itu berbeda!" Astra menyolot ke arah Gita.


"Tapikan sama-sama bisa kita sanjung?" Gita membalas.


"Menyanjung 3d dan 2d itu berbeda!" Astra menunjuk ke arah Xander dan mengeluarkan foto waifunya dari saku.


Aku merasa keanehan setelah melihat ketua osis memiliki waifu anime. Terlebih lagi, aku ada di tengah-tengah kekacauan mereka. Sepertinya Stevent dan Hakam juga akan terikut dalam pertikaian.


"Itukan waifu yang sering dihina di sosial media. Kenapa kau memilikinya?" Stevent mulai bertanya.


'Ahhhh....pertempuran akan segera di mulai' Aku ingin pindah tempat duduk.


Astra seenaknya saja menggunakan hak osis untuk duduk di sini. 'Tunggu bukankah itu artinya dia sedang mengawasiku?'


"Hey kalian para lelaki, berhentilah berkelahi cuman soal sesuatu yang tidak nyata!" Moka menegur mereka.


"Cuman?!" Para murid laki-laki di sekitarku mengatakannya dengan bersamaan.


"Baiklah, aku mengerti..." Moka menundukkan mukanya dengan sedih.


"Cup cup cup...Jadi ketua kelas memang susah ya?" Sophia menghibur Moka.


Dengan begini pertarungan sudah akan langsung memasuki babak semi final. Banyak guru dari kelas 3 menyatu karena bertemu di garis turnamen. Mereka di suruh memilih salah satu yang harus maju ke pertarungan berikutnya karena sistem penilaian merupakan kelompok. Jadi tidak perlu melawan sesama kelas.


Hasilnya,


Kelas 3, untuk kelas Fisik yang akan maju, Meri Andika dan kelas Sihir, Madu Haran.


Kelas 2, baik kelas fisik maupun sihir telah hangus.

__ADS_1


Kelas 1, Rasyid Londerik dan Samuel Yucheng.


Sebuah kenyataan yang tak terduga. Pertarungan antara kelas 1 dan 3 akan terjadi di semi final. karena aku berniat memenangkan ini, maka final nanti pertarungan akan berakhir sesuai yang diinginkan oleh Pak Halim.


__ADS_2