
Melanjutkan ceritanya, dia kembali membuat dirinya tertawa sendiri.
Aku tidak memperdulikannya, dan membiarkan tawa bodoh pria itu selesai.
Ya, bagaimanapun kalau dilihat-lihat dia sudah seperti ilmuwan gila. Pakaian jas labnya sobek-sobek seperi habis dicakar-cakar, celananya saja sudah tidak berbentuk, dan tubuhnya sudah kusam seperti kotoran.
"Sekarang, karena pelajaran sejarah sudah selesai, maka kini berganti ke pelajaran sains!"
Cerita lain akan kudengar lagi...
Sampai kapan ini akan berakhir?
......................
Seperti yang diketahui, bahwa dunia sekarang menjadi sedikit lebih damai ketimbang dulu. Kematian karena pembunuhan atau kecelakan bukanlah menjadi sesuatu yang menakutkan saat ini. Manusia telah mencapai puncak keabadian itu.
Tapi di sisi lain, keabadian itu mengatakan kesengsaraan bagi mereka yang tidak punya apa-apa. Keabadian artinya tidak bisa mati, tidak bisa mati artinya bisa terus-terusan bekerja meskipun kelaparan.
Mindset itu terus berkembang dan akhirnya membuat masyarakat menjadi terbagi-bagi. Mereka yang memiliki kekuatan politik membuat dinasti mereka sendiri dan menganggap dirinya adalah yang paling bisa melakukan apa-apa di dunia ini, sedangkan mereka yang terbawah hanya akan menjadi pekerja yang menderita gizi buruk dan terus bekerja demi uang. Di sisi lain, mereka yang menengah hanya bisa menatapi diam semua itu terjadi karena mereka tidak mau terlibat dalam nasib buruk yang akan menjemput mereka.
Tapi... Kenapa itu semua bisa terjadi?
Ini semua bermula sejak ilmuwan bernama Poniman Domiawan mencoba menggabungkan beberapa sihir murni yang dia dapat.
Saat dia tahu bisa mencuri sihir murni dari pemilik aslinya dengan cara membunuhnya, Poniman mencoba membunuh pemilik kekuatan sihir elemental yang merupakan seorang pangeran dari keluarga kerajaan.
Keluarga dari sang pangeran marah setelah mengetahui fakta tentang anaknya, dan mencoba menjebloskan Poniman ke dalam penjara atau membunuhnya bila bisa.
Poniman hanya tertawa menanggapi itu, dan mulai berjalan ke arah keluarga kerajaan dari pangeran yang dia bunuh itu.
Tak lama kemudian, keluarga itu tidak pernah terdengar lagi, kenapa?
Mereka semua ditangkap lalu dijadikan kelinci percobaan oleh sang ilmuwan untuk menyempurnakan mimpinya. Mimpi menuju keabadian.
Pada suatu hari, sang ilmuwan mengetahui diri semakin tidak berdaya. Namun, keinginannya belum segera terpenuhi juga. Istrinya, Nova Sena melanjutkan penelitian dan akhirnya bertemu denganku, Nazrul Aji sang pemegang sihir murni keabadian.
__ADS_1
Dia berbincang padaku soal pertukaran yang akan kudapat jika dia mau membantu eksperimennya, dan seperti yang kau ketahui. Ini lah hasil dari eksperimen itu.
Beberapa penelitian dia lakukan dengan menggabungkan sihir murniku dengan milik suaminya, dan hasilnya adalah beberapa ratus kelinci percobaan berjatuhan.
Aku mulai melihatnya saat dia melakukan semua kekejaman itu. Matanya seakan memberi tahu bahwa dia tidak peduli dengan semua nyawa yang jatuh dalam eksperimen itu. Matanya yang terus melihat kematian demi kematian kelinci percobaannya tanpa memalingkanny, seakan mata itu memiliki makna dan tujuan, dia hanya ingin keabadian bisa tercapai.
......................
Eksperimen berhasil, aku dan Nova menggapai akhir dari eksperimen itu. Manusia tidak bisa mati dari kekerasan fisik seperti sihir murniku, dan bisa mengeluarkan beberapa sihir elemental seperti suaminya meskipun hanya dua saja, mungkin ini adalah sesuatu yang disebut batasan manusia.
Pada akhirnya, hasil dari eksperimen itu disebut, Anitya sesuai dengan nama dari orang itu, Raja Anitya Anjasmara.
Sayangnya beberapa hari kemudian ada terjadinya sedikit masalah dalam perealisasian Anitya itu.
Yaitu, masyarakat dan penyalahgunaan. Dalam kasusnya masyarakat, sebagian dari mereka tidak mau percaya dengan keabadian yang Nova maksud dan menganggap apa yang dia lakukan hanyalah sebagai kegilaan. Dalam kasus penyalahgunaan, banyak orang yang melakukan kejahatan tanpa takut harus dihukum mati dan terus memiliki nyali untuk melakukqn sesuatu yang tidak seharusnya.
Untuk menyelsaikan dua masalah itu, aku dan Nova akhirnya sepakat untuk segera menemukan yang namanya sistem yang mirip dengan network internet untuk mengawasi setiap gerak-gerik manusia yang memakai Anitya, dan sebagai hasilnya, muncullah sesuatu yang disebut Sihir KODE yang bisa mengubah sifat Anitya dalam diri seseorang hanya dengan mengatakan beberapa kata. Dan sebagai rencana tambahan agar namanya tidak semakin buruk di mata masyarakat, maka diciptakanlah seseorang yang disebut eksekutor untuk melawan pelanggar hukum itu.
Mengatakan itu, dia menatap kearahku secara menyeringai seakan memberitahu kalau akulah orang yang dimaksudnya.
Kita lewati saja bagian penciptaan eksekutor karena kau sudah pasti tahu bagian itu, bukan?
Seperti yang kau tahu, di dunia ini ada 5 sihir murni, namun yang kami temukan dan berhasil digabungkan barulah 2 sihir saja.
Saat itulah, aku mulai tahu 3 nama penyihir terakhir yang dibutuhkan. Orang-orang itu mungkin sudah familiar di telinga mu.
Orang pemegang sihir pewujud, gubernur provinsi ini, Halim Perdana Kusuma. Dengan sedikit bantuan dariku, dia berhasil membuat mahakarya yang bahkan bisa menyaingin Nova, yaitu Pageblug. Dan seperti yang kau tahu, dari apa pageblug pertama yang kubuat? Ah, jangan bahas lagi, lanjut ke orang selanjutnya!
Orang pemegang sihir mata elang, Mamang Kasuwara. Dia adalah penembak jitu milik Nusantara yang paling hebat, namun sayang aku baru mengetahuinya saat dia sudah berumur tua.
Aku segera meminta Nova untuk memasangkan Anitya padanya, namun orang tua itu menolak, dan akhirnya mati karena penyakit.
Dalam akhir hayatnya, dia berharap sihir murni miliknya diturunkan ke orang yang dia anggap spesial dan cocok dengan kekuatan ini. Dan ntah bagaimana itu bisa terjadi, keinginannya terwujud dan terwariskan ke seseorang yang terakhir kali dia temui, Samuel Yu Cheng.
Diriku mencoba tidak kaget saat mendengar nama orang yang kukenal itu.
__ADS_1
Dan yang terakhir, sihir pemikat. Orang yang memilikinya adalah orang yang tidak kusangka sangat biasa. Yaitu seorang murid biasa di sekolahmu, namanya adalah Farhan.
Saat mengetahui itu, aku segera meminta Nova melakukan beberapa hal. Sedikit info, Nova tidak kuberitahu kalau pemuda itu memiliki sihir itu. Aku hanya meminta dia melakukan rencana itu demi membuat dirimu sebagai eksekutor sempurnanya.
Pertama, saat itu suaminya sudah sakit keras dan akhirnya meninggal, ketimbang membuat sihir murni suaminya terbang ke orang tidak jelas. Kami menangkap sihir itu dan menusukkannya ke dalam dirimu.
Kedua, untuk membuat Farhan masuk dalam perangkap, aku memberikannya beberapa obat perangsang untuk membuatnya pede saat mencuri sesuatu darimu. Tanpa disangka, dia benar-benar melakukannya dan saat itulah, sihir pemikatnya berfungsi dan membuat pacarmu melupakanmu dan lebih mau bermain dengannya.
Saat mengatakan fakta itu, aku menahan kuat kepalan tanganku dari rasa ingin meninjunya kuat-kuat. Aku sudah tidak mau mendengar cerita itu lagi.
Ketiga, untuk membuat seseorang bisa memiliki dua sihir murni sekaligus, aku berasumsi bahwa mereka tidak boleh memiliki emosi sedikitpun, dan sepertinya itu benar-benar berhasil.
Lihatlah dirimu! Kau bisa menggunakan dua sihir murni sekaligus, bukan?! Kau bisa memikat wanita, menguasai semua elemen, dan membunuh nyawa yang seharusnya abadi!
Kau adalah manusia sempurna! Kau bisa saja jadi sang Pangeran, namun kenapa kau malah memilih untuk jadi manusia?! Bukankah semua kekuatanmu malah akan menjadi sia-sia?
......................
"Bukankah seharusnya kau berterima kasih padaku karena telah membuatmu menjadi poros dunia?!" Nazrul berteriak sambil memaksakan berdiri meskipun rantai-rantai itu menahannya.
"Padahal sedikit lagi, sedikit lagi aku akan melihatmu menjadi penguasa dunia, namun kenapa hal seperti ini terjadi?!"
"Tertangkap oleh adik bodohku, dan kini malah melihatmu sudah mulai memiliki ekspresi."
"Dan sekarang, nenek itulah yang mau menjadi Sang Pangeran itu! Apa-apaan dengan dunia ini!"
Sambil diam dan mendengarkan celotehan kakakku, aku terus mendengarkan ceritanya.
Sepertinya ini adalah ujung cerita?
Aku menguatkan diriku dan berjalan sedikit mendekat dengannya.
Aku menatap ke bawah, tepat ke wajahnya yang penuh kekesalan dan kekecewaan.
Ada sesuatu yang perlu kukonfirmasi darinya.
__ADS_1
"Kak Nazrul, apa yang sebenarnya kau rencanakan?"
Ini semua terdengar aneh.