Andira & Axello. (Dijodohkan)

Andira & Axello. (Dijodohkan)
106. Mau lagi.


__ADS_3

"Yang ... gue mau lagi." Bisiknya. Axell kini bahkan kembali menciumi Dira. Dira yang menolak itu pun akhirnya hanyut dalam buaian sang suami. Bahkan Dira secara tidak sadar ikut membalas ciuman yang Axell berikan padanya.


Tapi, ciuman yang seakan meminta lebih itu seketika terhenti saat samar-samar Dira yang mendengar seseorang yang datang mengetuk pintu kamar dari luar.


Tok...


Tok...


Tok...


Sontak saja Dira langsung melepas ciumannya dengan Axell.


"Kenapa, yang?" Tanya Axell yang mendadak bingung karena Dira yang melepas ciumannya tiba-tiba.


"Ada yang Dateng ketuk pintu di luar, kak." Jawab Dira yang kini beranjak keluar dari bathtub. Gadis itu memilih untuk segera membilas tubuhnya dan mengakhiri acara mandinya yang kacau karena kedatangan Axell.


"Cckk. Sial!" Ujar Axell kesal. Laki-laki itu lalu bangun dan melepas pakaiannya yang basah lalu menggantinya dengan bathrobe. Ia gegas berjalan keluar dari kamar mandi untuk melihat siapa yang sudah mengetuk pintu di luar sana.


Ceklek!


"Ada apa, bi?" Tanya Axell saat mendapati bi Inah yang sudah berdiri di depan pintu kamarnya.


"Anu, den ... itu di tunggu bapak sama ibu di meja makan." Jawab bi Inah ramah.


"O ... ya udah, makasih ya, bi. Saya mau mandi dulu." Jawab Axell.


"Ya udah, den. Bibi balik ke belakang dulu." Ucap bi Inah lalu pergi meninggalkan Axell yang masih berdiri di depan pintu.


Selepas perginya bi Inah, Axell memutuskan untuk kembali melanjutkan mandinya. Tapi, saat laki-laki itu akan masuk ke kamar mandi, ternyata Dira sudah lebih dulu selesai dengan mandinya. Membuat Axell kembali berdecak kesal. Kenapa istrinya itu cepat sekali mandinya?


Tiba-tiba Axell tersenyum miring. Sebuah ide jahil terlintas begitu saja di benaknya. Dira yang saat itu sudah mengenakan baju ganti, tiba-tiba berteriak saat merasakan tubuhnya yang tiba-tiba melayang. Ya, Axell menggendongnya dan langsung membawanya kembali masuk kedalam kamar mandi.


"Kyaaa..." Pekik Dira terkejut. "... Kak Axell, mau ngapain. Turunin nggak?" Ucap Dira sambil mencoba melepaskan dirinya dari Axell.


"Nggak akan gue lepasin, temenin gue mandi dulu. Siapa suruh mandi cepet nggak nungguin gue?" Jawab Axell sambil membawa Dira dan berhenti di bawah shower.


"Tapi kan, kak, aku udah selesai mandinya." Jawab Dira yang berusaha keluar dari dalam kamar mandi. Tapi sia-sia saja, Axell seakan tuli. Laki-laki itu tidak akan mau melepaskan sang istri. Dan ...


Byuurr...


Keduanya kembali basah saat Axell yang dengan sengaja mengalah air.


"Kak Axell ... aku jadi basah lagi, kan!" Protes Dira sambil berjalan keluar.

__ADS_1


"Percuma, Yang ... kalo Lo keluar dari sini, gue akan bawa Lo masuk lagi ..." Jawab Axell sambil mengenakan sabun di seluruh tubuhnya. "... tunggu bentar, gue hampir selesai!" Ujar Axell yang kini mulai membilas tubuhnya untuk menghilangkan sisa busa sabun dari tubuhnya.


Tak ingin membuang waktu yang akan membuat membuat kedua mertuanya menunggu, Dira memilih untuk menurut pada Axell dan tak berniat meninggalkan kamar mandi seperti yang Axell katakan padanya tadi. Nggak lucu kan di saat ia sudah kembali memakai baju, tiba-tiba Axell kembali membawanya masuk ke dalam kamar mandi. Bisa-bisa tidak akan ada selesainya nanti.


Saat Dira melihat yang hampir selesai, gadis itu berbalik membelakangi Axell. Dan tanpa Dira duga, Axell malah mendekapnya dari belakang. Laki-laki itu bahkan menciumi tengkuknya.


"Kak Axell, iihh ... itu bunda sama ayah udah nungguin kita dari tadi! Dasar mesum!"


Flashback off.


Bukannya merasa bersalah, Axell malah tertawa. Untuk pertama kalinya, ia membuat istrinya itu kesal padanya. "Wajar kalo suami istri itu mandi bareng, Yang!"


"Kak Axell, iihh ... nggak usah di bahas! Dasar nyebelin!" Protes Dira lagi. Gadis itu tengah merasakan malu mengingat kejadian di dalam kamar mandi tadi. Apa lagi tadi sebelum makan malam, Axell tak henti-henti menggodanya dan itu membuat Dira semakin kesal.


"Iya, Yang ... iya. I love you too." Jawab Axell yang melenceng dari pembicaraan. Benar-benar nggak nyambung banget.


"Iihh, kak ... tambah nyebelin!" Ucap Dira yang malah semakin manyun. "... kapan aku bilang i love you?"


"Nah ... itu apa?" Jawab Axell yang lagi-lagi berhasil mengerjai istrinya.


Karena semakin kesal, Dira memutuskan untuk bangkit dari duduknya. Namun dengan gerakan cepat, Axell menarik tangannya. Dan ...


Bruukk...!


"Sorry ... udah bikin Lo kesel, Yang." Ucap Axell pelan. Satu tangannya bergerak untuk mengusap lembut rambut Dira. Seakan menenangkan Dira dari rasa kesal akibat kejahilannya di kamar mandi tadi.


Dira yang diberlakukan demikian entah mengapa jadi luluh sendiri. Seakan kekekalannya yang menggunung tadi lenyap dengan sendirinya. Dira pun mengangguk pelan sebagai jawaban kalo ia memadukan suaminya.


Axell tersenyum. Tangan yang sedari tadi mengelus rambut Dira itu kini turun dan meraih dagu sang istri. Dihadapkannya dagu itu agar mengarah padanya.


Cup...


Axell mencium bibir Dira. Melu**t bibir yang merah alami itu perlahan. Dira yang sudah mulai terbuai dengan ciuman Axell itu pun hanya menurut saat laki-laki itu menuntun agar kedua tangannya melingkar di pinggang Axell. Lalu satu tangan Axell mengelus punggung Dira dan satu tangan lain menekan tengkuk leher sang istri untuk semakin memperdalam ciumannya.


Axell menggigit pelan bibir bagian bawah milik Dira dan membuat gadis itu reflek membuka mulutnya. Dengan cepat Axell lidahnya masuk ke dalam mulut Dira dan mengabsen setiap inci rongga mulut istrinya.


Satu tangan Axell kini sudah berpindah tempat, bahkan kini sudah menjalar kemana-mana. Setelah beberapa saat Axell lalu melepaskan ciumannya. Dipandanginya wajah sang istri yang kini juga menatap ke arahnya.


"Yang ... gue mau lagi." Ujar Axell sambil mengusap lembut bibir Dira yang basah karena ulahnya tadi.


"M-mau apa, kak?" Tanya Dira gugup.


"Gue mau lanjutin yang tadi." Jawab Axell yang kini mulai beralih menciumi telinga Dira.

__ADS_1


"K-kak -"


"Yang kayak kemarin, Yang!" Ujar Axell yang memotong ucapan Dira. "Gue mau Lo lagi ... kayak kemarin."


Deg...


Jantung Dira semakin berdetak kencang. Ia semakin gugup. Axell kembali menanamnya melakukan kewajibannya.


Merasa tak ada respon, Axell menghentikan aksinya menciumi Dira. "Kenapa? Lo nggak mau? Lo mau nolak gue lagi?" Tanya Axell pelan.


"Nggak gitu, kak." Jawab Dira pelan.


"Terus?" Jawab Axell menuntut alasan.


"Aku..." Dira nampak menghela nafas pelan, berusaha mengurangi rasa gugup yang sekarang sedang mendominasinya. "... aku cuma nggak ngerti harus gimana?"


Axell tersenyum mendengar jawaban yang ia dapatkan dari Dira. Laki-laki itu lupa, Istrinya itu masih polos.


"Lo nggak harus gimana-gimana. Lo cukup nikmatin sentuhan yang gue berikan!" Jawab Axell yang kini mengangkat tubuh Dira dan membawanya ke ranjang.


Setelah merebahkan tubuh Dira, Axell kembali melanjutkan aksinya mencium bibir Dira. Tangannya pun kembali tak tinggal diam. Ia meraih salah satu gundukan kenyal milik Dira dan memijatnya pelan.


Ciuman yang awalnya lembut itu kini perlahan berubah semakin menuntut. Lalu semakin turun ke bagian leher putih milik Dira. Mengecup dan menghisap. Axell bahkan dengan sengaja meninggalkan beberapa jejak di sana.


"Eumgh..."


Axell tersenyum menyeringai. Suara lenguhan itu kembali ia dengar dari sang istri. Seakan mengundangnya untuk melakukan lebih.


"Yang ... Sekarang, ya?"


...***...


Di tempat lain, seorang gadis tengah menunggu seseorang untuk menjawab teleponnya.


"Halo, kak. Lo dimana? Tanya gadis yang tak lain adalah Renata. Di seberang sana seseorang terdengar menjawab dengan ogah-ogahan. Seketika membuat gadis itu berdecak kesal mendengarnya. Apalagi Renata bisa mendengar dengan jelas suara desa**n dan erangan dari perempuan yang berada di sekitar laki-laki yang sedang ia telepon saat ini.


"Lo dimana, kak?" Bisa temenin gue nggak?" Tanya gadis itu tak sabaran. Ia mulai kesal sekarang.


"Gue lagi bersenang-senang, Re. Ada apa?" Tanya laki-laki itu balik.


"Cckk. Udah gue duga. Lanjut deh, kak. Satu jam lagi gue tunggu di d'Dream club', jangan telat!" Ucap gadis itu dan langsung menutup sambungan teleponnya tanpa menunggu jawaban dari seseorang yang ia hubungi.


"Arrghh...! Anj**ng sialan! Emang nggak pernah ada yang bisa ngerti gue!"

__ADS_1


__ADS_2