Andira & Axello. (Dijodohkan)

Andira & Axello. (Dijodohkan)
51. Lagi-lagi Zaki.


__ADS_3

"Siapa, Dir? Axell?" Tanya Zaki sambil fokus mengemudi.


Dira menoleh ke arah Zaki sekilas lalu menggelengkan kepalanya. "Kepo Lo, Zak! Bukan siapa-siapa." Jawab Dira pelan.


Zaki mendengus geli. "Udah berapa lama?" Tanya Zaki lagi.


"Apaan?" Tanya Dira pura-pura tak tahu.


Zaki mendengus sebal, "Lo sama Axell, udah jalan berapa lama?" Ucap Zaki yang menjelaskan ucapannya.


"Zaki... Gue -..."


"Apa? Lo mau ngelak? Percuma. Gue tau, Dir. Semenjak Axell ngasih sesuatu sama Lo hari itu, gue jadi mikir kalo emang ada sesuatu sama Lo berdua. Sesuatu yang Axell lakuin kemaren adalah hak yang mustahil..." Ucap Zaki yang mengingat saat Axell yang menghampiri Dira di sekolah dan memberinya inhaler asma.


'Mustahil gimana maksudnya?'


Hening. Dira masih betah untuk diam. Ia tak ingin menanggapi apa yang Zaki tanyakan padanya. Gadis itu lebih memilih untuk mendengarkan apa yang ingin Zaki katakan selanjutnya.


"... Waktu itu Axell nemuin Lo dan ngasih Lo sesuatu. Gue baru tau, Lo ternyata pengidap asma, kan? Dan sesuatu yang Axell kasih waktu itu mungkin obat atau semacamnya yang bisa ngobatin asma Lo kalo lagi kambuh tiba-tiba..." Ucap Zaki sambil sesekali melihat ke arah Dira.


"... disitu gue bisa liat. Dibalik sikap cuek Axell, sebenarnya dia itu care banget sama Lo. Seorang Axell tiba-tiba care sama Lo yang notabene anak baru, aneh nggak sih? Ah... Lo nggak tau aja, gimana cueknya Axell kalo sama orang lain, apa lagi cewe. Tuh cowo kan udah kek kulkas berjalan." Jelas Zaki di akhiri dengan tawa renyah laki-laki itu. Dira menghela nafas pelan saat menyadari mobil Zaki yang sudah berhenti di sebuah kafe.


"Saran gue, Lo jaga jarak sama cowo lain! Karena setau gue, Axell itu orangnya pencemburu. Dia bisa tiba-tiba meledak kalo liat ceweknya deketan sama cowo lain. Tapi selain itu, Axell orang yang bisa gue jamin kesetiaannya. Gue yakin, Lo pasti bahagia sama dia. Terlebih apapun status Lo berdua. Tapi gue nggak yakin kalo Lo berdua... cuma sekedar pacaran." Jelas Zaki mengatakan pendapatnya.


Dira masih bungkam. Tangan putihnya bahkan meremat ujung rok seragam sekolahnya. Ia bingung harus berkata apa? Kenapa Zaki bisa sebegitu yakin kalau hubungannya dengan Axell bukan sekedar pacaran?


"Oh... iya, satu lagi. Jaga jarak Lo sama Babas! Keknya dia beneran suka sama Lo. Lo pasti nggak pengen ngerusak persahabatan antara Axell dan Babas kan? Jadi, jangan kasih harapan sama dia. Yang ada nanti dia semakin berharap sama Lo. Mending cepetan Lo kasih tau hubungan Lo sama Axell ke Babas!" Ucap Zaki memberi saran.


Zaki menoleh ke arah Dira yang masih betah menutup mulut sedari tadi. Satu sudut bibirnya tertarik. Zaki bisa menebak, gadis di sampingnya ini pasti sedang memikirkan apa yang ia katakan tadi. "Udah, Jan bengong! Turun, kuy! Tuh, liat noh si Babas! Natap horor ke kita, udah kek mau makan orang aja dia." Ucap Zaki sambil terkekeh kecil melihat ekspresi wajah kesal Bastian sekarang ini.


Dan benar saja. Saat Dira menoleh ke arah Bastian yang ternyata sedang menatap ke arahnya, entah mengapa ia jadi tak enak sendiri. Dengan gerakan cepat Dira melepas lock safety belt-nya dan segera turun dari mobil Zaki.


"Ngomongin apa aja Lo berdua di dalem mobil? Katakan cinta? Atau... lagi halu bahas masa depan? Lama bener kerluarnya, nggak tau gue nungguin apa dari tadi?" Protes berbau sindiran yang keluar dari mulut Bastian.


Zaki tersenyum mengejek. "Rahasia negara, Brodi. Tolong di garis bawahi, ya! Sangat rahasia. Lo masih di bawah umur. Jadi kalo kita ngejelasin, Lo nggak bakal ngerti." Jawab Zaki tanpa dosa.

__ADS_1


"Eh, kadal! Gue ini lebih tua dari pada Lo, ya! Lo lupa, gini-gini gue Kaka kelas Lo!" Protes Bastian.


Zaki berdecak. "Ck. Cuma beda beberapa bulan juga." Jawab Zaki yang kini menatap Melody yang sedang mencarinya dengan pandangan yang sulit di artikan.


Zaki lalu memutuskan untuk mendekat ke arah Melody. "Jan liatin gue gitu! Apa yang ada dalam pikiran Lo itu semuanya nggak bener..." Ucap Zaki sambil menunjuk-nunjuk dahi Melody. Ini secara tidak langsung menjelaskan apa yang di katakan oleh Bastian tentang Zaki dan Dira tadi tidak benar.


"Ayo kita cari tempat duduk! Cari yang muat untuk lebih dari empat orang." Ajak Zaki sambil menarik pergelangan tangan Melody dan membawanya masuk ke d'Axe Cafe. Melody membulatkan matanya melihat pergelangan tangannya di tarik oleh jadi Zaki tapi gadis itu juga menurut saja kemana Zaki membawanya.


'Kita kan cuma berempat? Kenapa harus cari yang lebih dari empat orang? Dasar aneh!' Batin Melody menggerutu.


Kini Dira, Bastian, Melody dan juga Zaki sudah duduk di kursi menunggu pesanan masing-masing sambil.


Tak lama kemudian, datanglah tiga pelayan kafe yang membawa nampan berisi pesanan mereka tadi, di susul dengan seorang cowok yang berjalan tepat di belakangnya. Siapa lagi kalau bukan Axello - Si pemilik dari d'Axe Cafe. Ya, Axell yang mengetahui kalau Bastian yang akan mendatangi kafenya itu mutuskan untuk mengambil jalan pintas dan sampai di kafenya lebih dulu.


Setibanya di kafe, Axell langsung menuju ke ruang kerjanya untuk mandi dan mengganti bajunya. Selesai dengan urusan mandinya, Axell yang pagi tadi mengenakan setelan jas, kini menggantinya dengan kaos yang di padukan dengan celana jeans dan Hoodie. Tak lupa ia mengacak rambutnya asal agar terlihat sedikit berantakan. Berbeda dengan pagi tadi yang terkesan rapi.


Setelah di rasa cukup, Axell keluar dari ruang kerjanya dan melangkahkan kakinya mendekat ke arah meja dimana Dira berada sekarang dan langsung duduk tepat di samping Dira dan Zaki sebagai pemisah di antara keduanya.




^^^📤 Axarkan.^^^


^^^Abis ini langsung balik ke mobil!^^^


Send ✔️


"Lah... Xell, Lo disini?" Tanya Bastian yang melihat Axell duduk di depannya.


"Hm." Axell hanya berdehem untuk menjawab pertanyaan dari Bastian. Ia sedang menunggu pesan balasan dari Dira.


Ting...


Ponsel Dira berbunyi menandakan adanya pesan masuk. Sambil meminum Lemon tea kesukaannya, gadis itu merogoh ponsel dari dalam saku dan membuka sebuah pesan yang masuk di ponselnya.

__ADS_1


📥 Axello.


Abis ini langsung balik ke mobil!


^^^📤 DiraGra.^^^


^^^Iya, kak.^^^


Send✔️


Axell yang sedang membaca pesan balasan dari Dira menarik satu sudut bibirnya. Dan hal itu tak luput dari pandangan Zaki. Zaki yang melihat tingkah keduanya itu pun jadi gas sendiri.


"Ngomong aja langsung, deketan juga!" Celetuk Zaki tiba-tiba.


Axell tidak bodoh. Ia tahu betul siapa yang di maksud oleh Zaki di sini. Tapi Axell enggan menanggapi celotehan Zaki. Ia lebih tertarik untuk mengusik Bastian, mengalihkan perhatiannya.


"Lo kenapa, Bas?" Tanya Axell setelah memasukkan ponselnya ke dalam saku hoddie nya.


"Anj*ng, kesel gue sama makhluk satu samping Lo." Jawab Bastian sambil memakan kentang goreng pesanannya.


Axell menarik satu alisnya seakan bertanya siapa yang Axell maksud? Karena di sampingnya ada dua orang.


"Itu, makhluk tanpa dosa di samping Lo! Lo tau nggak, Xell? Gue tadi udah susah payah ngajakin Dira sampe gue ngajakin Melody sekalian biar si Dira nya mau ikut sama gue kesini. Lah ini, si babi itu dateng-dateng malah main asal nyerobot Dira dari gue, Xell. Anj*ng nggak... Anj*ng nggak... Ya anj*nglah, masa' enggak?" Adu Bastian kesal.


Bukannya merasa bersalah, Zaki malah tertawa. "Hahaha... Lah, si Dira nya mau juga. Kenapa Lo marah?" Ucap Zaki pada Bastian sambil melirik ke arah Axell sekilas. Zaki ingin tahu, bagaimana reaksi Axell setelah ini. "... Iya, kan, Dir?" Sambung Zaki sambil menaik-turunkan alisnya. Asli. Ini benar-benar di sengaja. Zaki sengaja memanas-manasi Axell saat ini.


"Lo liat, Xell! Liat kan? Gimana gue nggak emosi sama tuh bocah?" Sungut Bastian yang semakin kesal pada Zaki.


Axell yang mendengar apa yang di katakan oleh Bastian langsung melirik Dira dan Zaki bergantian. Axell ingat, sebelumnya Bastian dan Zaki memang sempat berdebat tadi, dan berakhir dengan Zaki yang menarik Dira ke mobilnya. Tapi entah apa yang di bicarakan, Axell tidak bisa mendengar dengan jelas karena jarak yang memang agak jauh.


Sementara Melody hanya diam. Untuk sesaat ia merasa lega, karena apa yang ia pikirkan tentang perasaan Zaki pada Dira tidak benar. Tapi mendengar apa yang di katakan Zaki barusan ia jadi berpikir kalau Zaki memang memiliki perasaan pada Dira.


Sama seperti Melody, Dira hanya bisa diam. Gadis itu hanya menggigit bibir bagian dalamnya dan meremat ujung rok seragamnya secara bersamaan. Dira tidak mau Axell sampai salah paham nantinya.


"Kalo Dira mau sama gue, Lo mau apa?"

__ADS_1


__ADS_2