
Axell bangun dari posisi telentangnya lalu melepas kalung yang hampir dua bulan ini melingkar di lehernya. Ada dua cincin yang bertautan di kalung itu. Ya, cincin pengikat antara dirinya dan juga Dira.
Axell mengambil salah satu diantaranya. Ia memilih cincin tunangan dan langsung memakainya di jari manis sebelah kiri. Lalu cincin satunya masih ia kenakan sebagai bandul kalung dan memakai kalungnya kembali.
Axell lalu meraih ponsel yang sedari tadi ia biarkan tergeletak di atas nakas dan menghidupkannya. Membuka fitur kamera. Dan...
Cekrek...
Axell mengambil gambar yang hanya menampilkan dua tangan yang saling mengenakan cincin yang sama.
Satu sudut bibir Axell tertarik kesamping melihat hasil gambar yang ia ambil. Lalu Axell membuka laman akun media sosial miliknya.
Axell berniat mengunggah foto tersebut.
Disukai oleh verrel.gan01 dan 1.999 lainnya.
ax.arkn π€ A.
Lihat semua 196 komentar
verrel.gan01 Wih... Si pak bos @ax.arkan udah mulai terang-terangan, nih. PJ siap dilaksanakan dengan segera di @ax.cafe bro!
orion.ptr93 Uuu... Siapa tuh? @verrel.gan01
verrel.gan01 Rahasia perusahaan, Brodie. @orion.ptr93
ba.bastiann Gue kira hubungan kita spesial... Anjir @ax.arkn π’
nayla.nayku Waras dikit, dong! @ba.bastiann
zaki.ganteng When @ba.bastiann said "Bidadari gue!" π€£π€£
ba.bastiann ππ»πΆπ· @nayla.nayku @zaki.ganteng
verrel.gan01 Gue turut berduka cita, ya @ba.bastiann
ba.bastian Gue belum meninggoy, woy...! Satbang Lo @verrel.gan01
Dan masih banyak lagi tanggapan-tanggapan dari teman-teman Axell. Padahal Axell mengunggah foto tersebut hampir tengah malam. Tapi mereka sedang asyik berkomentar di media sosial.
"Bukan gue doang yang belum tidur." Ujar Axell setelah membaca komenan dari para teman-temannya.
Kini jam sudah menunjukkan pukul satu dini hari. Dan rasa kantuk sudah mulai menyerang Axell saat ini. Ia lalu menon-aktifkan ponselnya, meletakkan kembali di atas nakas lalu mengikuti Dira mengarungi alam mimpi.
Sesaat sebelum matanya terpejam dengan sempurna, Axell melihat cincin yang melingkar di jari manisnya. Ia tersenyum dan memutuskan untuk selalu memakainya setelah ini.
Sebelum benar-benar tertidur, Axell kembali mencium Dira dan tidur dengan posisi memeluk gadisnya.
...***...
Keesokkan paginya, Dira bangun lebih dulu untuk bersiap ke sekolah. Dan beberapa saat kemudian, ia sudah siap dengan seragam sekolahnya.
__ADS_1
Saat Dira bersiap membuka pintu kamar, gadis itu tiba-tiba mengurungkan niatnya. Ia tersadar akan sesuatu dan me oleh ke belakang. "Kak Axell belum bangun. Padahal udah jam segini." Gumamnya.
Gadis itu lalu mendekat ke tempat tidur, menyibak selimut yang menutupi wajah Axell. Berniat untuk membangunkan laki-laki itu dengan cara menggoyang-goyangkan pundak Axell. "Kak Axell bangun... Udah hampir siang lho!"
Hening...
Tak ada respon dari Axell. Bahkan sepertinya tak ada tanda-tanda Axell akan bangun. Axell malah terlihat begitu lelap dalam tidurnya.
Tangan Dira lalu terulur untuk kembali membangunkan suaminya. Tapi, baru saja Dira akan menepuk pipi Axell, dengan gerakan cepat dan tidak Dira duga sama sekali, Axell malah menarik Dira ke arahnya.
Dira yang begitu terkejut dari gerakan tiba-tiba dari Axell tidak bisa berbuat apa-apa. Dan...
Brukk...!!!
Tubuh Dira langsung menimpa tubuh Axell. Tak cukup sampai disitu, Axell yang ternyata sudah bangun sejak tadi itu memeluk erat tubuh Dira dan entah bagaimana caranya, Axell kini membalikkan keadaan dengan tubuh Dira yang sudah berada di bawah Axell. Detik kemudian mata laki-laki itu terbuka dan memandang gadis di bawahnya.
Sadar dengan posisi yang mulai tidak aman, membuat Dira ingin melakukan protes atas aksi dari suaminya itu. "Kak Axell -..."
Cup...
Tapi baru saja Dira akan membuka mulutnya, dengan cepat Axell membungkam bibir Dira menggunakan bibirnya seakan tak membiarkan istrinya itu berbicara.
Tak berlangsung lama, ciuman yang hanya beberapa beberapa saat itu berakhir karena Dira yang mulai kehabisan nafas dan mulai mendorong dada bidang milik suaminya itu.
"Bernafas Dira." Ucap Axell dan kembali mengecup singkat bibir itu.
Cup...
Sementara Dira, jangan tanyakan lagi! Masih di posisi yang sama. Ia sedang meraba dadanya sendiri. Merasai detak jantungnya yang kembali berdetak lebih kencang.
"Ini jantung gue kenapa? Kenapa selalu gini kalo deket kak Axell?"
...***...
Kini mobil Axell sudah terparkir rapi di area parkir SMA Bhakti Bangsa. Tidak seperti biasanya, Axell dan Dira sampai di sekolah dengan keadaan yang sudah ramai. Bahkan mungkin beberapa menit lagi pintu gerbang akan segera ditutup.
"Aku turun dulu ya, kak." Ucap Dira sambil meraih tangan Axell untuk ia cium.
Tak ada jawaban, Axell malah meraih tengkuk Dira dan mencium gadis itu dalam.
Cup...
Tangan Axell naik untuk mengacak pelan rambut Dira, "Jangan nakal disekolah!" Peringatnya.
'Disini siapa yang nakal coba?'
"Kok diem? Kurang?" Tanya Axell yang melihat Dira yang hanya diam tak menjawab.
Axell lalu kembali mendekatkan wajahnya pada Dira untuk kembali mengulangi aksinya. Sampai pada akhirnya ada seseorang yang datang menghentikannya.
Tok...
Tok...
__ADS_1
Tok...
Seseorang mengetuk kaca jendela mobil dan langsung membuat Axell kesal karena aksinya yang ingin kembali mencium Dira terganggu. Axell mendengus sebal. Lalu menoleh untuk melihat siapa yang sudah mengganggunya pagi-pagi begini.
Dan ternyata ada sepasang kekasih yang telah menunggunya di luar. Verrel dan Nayla.
"Aku keluar dulu, kak." Pamit Dira lalu cepat-cepat keluar dari mobil Axell. Takut-takut kalau laki-laki itu kembali menciumnya di dalam mobil.
"Gue mau ngomong sama Lo bentar, Dir!" Ucap Nayla sesaat setelah mendekati Dira.
"Mau ngomong apa, Nay?" Tanya Dira penasaran melihat Nayla yang sepertinya ingin membicarakan hal penting dengannya.
Nayla melirik ke arah Axell yang ternyata sudah berdiri di samping Verrel. "Nggak disini ..." Jawab Nayla lalu pergi sambil menarik tangan Dira agar ikut dengannya. "... Sorry, Xell. Gue pinjem Dira bentar, biasa urusan cewe. Jangan pada ngikut Lo berdua?" Tambah Nayla yang melihat kekesalan di wajah Axell. Entah karena Verrel yang berhasil menggagalkannya mencium Dira atau karena dirinya yang membawa Dira pergi bersamanya.
"Gue tau, ini sekolah emang punya Lo, Xell. Tapi bukan berarti Lo bisa ngelakuin hal sesuka Lo di sekolah ..." Cibir Verrel yang langsung mendapat tatapan dingin dari Axell.
"... Coba kalo Babas yang liat, bisa-bisa bengkak lagi matanya, kek waktu pulang dari apart Lo." Ucap Verrel sambil terkekeh geli.
Axell menarik satu alisnya. "Bengkak?" Ulang Axell memastikan pendengarannya. Seingat Axell waktu Bastian di apartemennya, ia masih baik-baik saja.
"Lo nggak tau? Bastian nangis, Bro. Setelah Lo cerita ternyata udah jadian sama Dira. Tuh anak kan ngebet banget sama Dira." Ucap Verrel menjelaskan.
"Hubungan gue sama Dira adalah takdir yang nggak pernah gue duga, Rel." Jawab Axell lalu pergi meninggalkan Verrel yang bingung dengan arti dari kata-kata yang baru diucapkannya tadi.
...***...
"Sebenarnya apa yang mau Lo omongin, sih, Nay? Bentar lagi jam pelajaran dimulai." Tanya Dira pada sahabatnya itu.
Kini keduanya sedang berada di taman sekolah sejak beberapa menit yang lalu. Tapi bukannya mengatakan alasannya membawa Dira kesini. Nayla malah hanya diam sedari tadi.
"Nay, Lo lagi ada masalah?" Tanya Dira lirih. Dira tahu, ada sesuatu yang mengganggu sahabatnya sekarang.
"Dir... maafin gue!" Ucap Nayla lirih.
"Maaf?" Beo Dira dengan dahi terlipat. Ia tak mengerti, kenapa Nayla meminta maaf padanya. "... Maaf untuk apa, ya, Nay? Gue nggak ngerasa Lo ada salah dan gue."
Nayla menggeleng, "Gue cerita ke Arfen mengenai hubungan Lo sama Axell. Sorry, Dir. Tapi gue nggak punya maksud apa-apa. Gue cuma gak tega liat Arfen yang terus-terusan berharap sama Lo. Gue cerita -..."
"Shttt... Nay... udah ..." Ucap Dira sambil menggenggam tangan Nayla yang sepertinya akan menangis itu.
"Gue nggak maksud ngadu atau berusaha ngerusak persahabatan Lo sama Arfen. Gue -..."
"Nay, udah, nggak pa-pa. Gue malah ngucapin makasih banget sama lo karena udah bantuin gue, cerita tentang hubungan gue sama kak Axell ke Arfen." Ucap Dira.
"Sebenernya waktu ketemu di mall. Gue udah mau cerita. Tapi tiba-tiba gue ngerasa dada gue sesek." Tambahnya lagi.
"Beneran gak apa-apa, Dir. Gue ngerasa udah lancang banget." Tanya Nayla masih dengan rasa bersalah yang masih mendominasi.
"Cepat atau lambat, Arfen pasti juga akan tau, Nay!" Jawab Dira.
"Tapi, Dir. Ini terlalu mendadak. Gue ngerasa ada yang aneh sama Lo. Bukannya Lo juga suka, ya, sama Arfen? Tapi kenapa nggak Lo coba terima dia aja, kenapa Lo malah jadian sama Axell? Padahal gue tau, kalian berdua nggak pernah deket kan sebelumnya." Ucap Nayla yang mengajarkan pendapatnya. Menurut Nayla kabar jadiannya Dira dan Axell terkesan aneh dan mendadak. Bagaimana dia orang yang tidak pernah terlihat dekat dan juga tidak pernah bertegur sapa sebelumnya bisa tiba-tiba jadian?
"Lo nggak lagi nyembunyiin sesuatu dari gue, kan, Dir?"
__ADS_1