Andira & Axello. (Dijodohkan)

Andira & Axello. (Dijodohkan)
136. Ajakan selingkuh Bastian.


__ADS_3

"Tapi Betewe, perasaan Dira nggak keluar-keluar dari tadi. Ngapain dia, tidur?" Tanya Bastian yang tiba-tiba kepo dengan Dira yang tak lagi keluar setelah membawakan minuman dan camilan ke ruang tamu tadi.


Axell tersenyum miring, "Lagi mandi dia." Jawabnya.


"Mandi? Jam segini?" Tanya Bastian sambil melihat jam tangan yang melingkar di pergelangan tangannya. "... Jangan bilang sebelum gue dateng kalian lagi ...


"Apa?" Sahut Axell cepat. "... otak Lo pasti mikir kalo gue abis skidipapap kan sama Dira?" Tanya Axell menuduh. Ia menggeleng samar. "... otak Lo emang isinya iya-iya mulu, Bas!" Ucap Axell yang nggak habis pikir dengan isi kepala dari sahabatnya itu. Isi pikirannya emang nggak pernah jauh dari hal-hal berbau 1821+.


Bastian berdecak, ia tidak mau disalahkan disini. "Ya elah, Xell. Nggak munafik, ya wajarlah kalo gue mikir gitu. Secarakan Lo sama Dira emang udah sah. Ibarat kata, kalian udah nggak ada penghalang lagi. Jadi ya wajar dong, kalo gue mikir kalian yang lagi -


"Emang ..." Lagi. Axell menyahut ucapan Bastian cepat, sebelum laki-laki itu menyelesaikan kata-katanya. "... Dan kalo pun gue beneran ngelakuin itu, gue nggak perlu minta persetujuan dari Lo. Yang ada lo malah kepengen nanti." Ujar Axell sambil tersenyum mengejek.


Tak menjawab, Bastian malah mendengus sebal. Ia lalu menenggak minuman kaleng bersoda yang Dira bawakan dari dapur tadi.


"Sampai apart tadi gue langsung tidur. Kepala gue pusing. Pas bangun, gue liat Dira nggak ada di kamar. Pas gue cari, ternyata dia lagi sibuk bikin brownies di dapur ..." Ujar Axell sambil sesekali memijat pelipisnya sebelah. Rasa pusing masih mendominasinya. "... Dan pas Lo dateng, Dira baru selesai bikin browniesnya. Jadi ya wajar kalo sekarang dia mandi." Jelas Axell panjang lebar.


Bastian manggut-manggut mengerti. Ia lalu menggeleng samar menyadari isi kepalanya yang benar apa kata Axell. Lalu tiba-tiba ia teringat akan sesuatu.


"Eh, Xell ... Apa Verrel juga tau tentang Lo yang udah nikah sama Dira?" Tanya Bastian penasaran.


Axell yang tadi sempat memejamkan matanya itu langsung terbuka setelah mendengar pertanyaan yang Bastian ajukan. Detik kemudian Axell menggeleng, "Gue belum kasih tau dia."


...***...


"Lo ngeliatin apa?" Tanya Derry pada gadis yang duduk di samping kemudi. Laki-laki itu baru saja memasuki mobil, setelah sebelumnya mengambil beberapa baju yang akan ia bawa pergi nanti. Keduanya kini sedang berada di basseman apartemen Greenland Residence.

__ADS_1


Sebelumnya, Nicholas sang sahabat meminta Derry untuk menjemput adiknya pulang sekolah. Tapi, sebelum mengantarkan gadis itu sampai kerumah, Ia mampir ke apartemennya untuk mengambil baju ganti yang akan ia gunakan pada acara kampus nanti.


Urung menjawab, Renata - gadis itu terus saja melihat ke arah depan. Dimana telah terparkir mobil mewah warna hitam mengkilap disana. Mobil yang sangat begitu ia kenali siapa pemiliknya.


Merasa gadis disampingnya tak kunjung menjawab, Derry mengikuti arah pandang dari gadis itu. Dan ia tahu apa yang sedang gadis itu lihat.


"Lo mau mampir dulu? Saran gue sih, nggak usah. Sia-sia aja. Lo akan gerah hati nanti." Ujarnya.


"Kemaren gue abis dari sini. Niatnya mau ketemu sama Xello. Tapi ternyata dia lagi -


"Sama Dira?" Potong Derry cepat. Laki-laki itu menebak apa yang ingin gadis itu katakan.


Renata mendengus sebal. Mengiyakan apa yang Derry katakan memang benar.


"Gue curiga mereka tinggal bareng ..." Celetuk Derry saat keduanya hanya diam beberapa saat. Renata menoleh kaget. Ia menunggu kalimat yang akan Derry katakan setelahnya. "... gue terlalu sering mergokin mereka berdua keluar masuk apartemen ini."


"Xello bukan lagi cowok yang Lo kenal dulu, Re. Dia udah banyak sekali berubah. Dan dia bahkan udah pernah sampai mukulin gue gara-gara tuh cewe." Ujar Derry saat mengingat beberapa waktu yang lalu dimana Axell yang begitu emosi dan berakhir memukulnya hanya karena gadis yang bernama Dira.


Derry lalu mulai menceritakan awal pertemuannya dengan Axell yang secara tidak sengaja di d'Axe Cafe hari itu. Sampai pada saat Axell yang memukulinya di sekitar gedung apartemen karena Dira. Semua Derry ceritakan tanpa melewatkan apapun.


Renata diam tak menyela sama sekali. Karena ia memang tertarik mendengar cerita tentang Axell dari laki-laki di sampingnya ini.


"Bahkan si Xello sampai bilang kalo mereka udah nikah ..." Derry geleng-geleng kepala sendiri. "... Seposesif itu dia sama tuh cewe. Bahkan melebihi jaman sama Lo dulu." Tambah Derry lagi.


"Nikah?" Tanya Renata tidak yakin dengan apa yang baru ia dengar.

__ADS_1


"Dan gue sama Abang Lo sampai sekarang masih nggak percaya sama status mereka itu ..." Derry mendengus geli. "... Mereka bahkan belum lulus SMA." Jawab Derry.


"Kak Nicho? Kak Nicho juga kenal sama tuh cewe?" Tanya Renata lagi. Gadis itu semakin di buat terkejut dengan berbagai fakta yang baru ia ketahui dari sang mantan kekasih.


Derry menoleh ke arah Renata. Ia menanti reaksi terkejut yang akan gadis itu tampilkan setelah ini. "Gadis yang sering Abang Lo ceritain, gadis yang begitu ia suka, gadis yang akan dia banggakan kalo berhasil dapetinnya ... dia Dira, pacar mantan Lo."


"APA?"


...***...


"Udah cantik, pinter masak, bisa nyanyi, nurut pula sama suami. Gue jadi pengen tau, hal minus apa yang Lo punya, Dir? Lo terlalu sempurna buat jadi seorang istri. Dan sialnya, Lo istri sahabat gue sendiri ..." Bastian kembali memakan brownies yang baru saja Dira letakkan di atas meja. "... Gue jadi berasa minder buat nikung suami Lo." Lanjutnya ngawur.


Bukannya marah, Axell malah menarik satu sudut bibirnya. "Jangan terlalu muji istri gue. Nanti yang ada Lo tambah gila. Kalo Lo mau nikung gue, seenggaknya Lo harus sebanding sama gue ..." Axell menoleh ke arah Dira yang kini duduk tepat di sampingnya. "... itu pun belum bisa menjamin Dira bakal berpaling dari gue, suaminya."


Dira tersenyum, lalu menyandarkan kepalanya pada pundak Axell. Ia mulai mengantuk.


Bastian reflek menutup mata dengan satu telapak tangannya. "Apa ini? Gue bisa beneran gila kalo lama-lama disini. Dah lah, cabut dulu gue ..." Ucap Bastian lalu bangkit sambil meraih ponsel yang ia letakkan di atas meja dan memasukkannya ke dalam saku celana. "... Gue pulang. Jangan rindu. Besok kita masih bisa ketemu di sekolah."


"Dasar pikun! Besok Sabtu." Jawab Axell mengingatkan.


"Ya udah, gue kesini lagi biar bisa gangguin Lo berdua." Balas Bastian seenaknya.


"Nggak ada. Gue nggak terima tamu di hari libur. Mau apa Lo?" Jawab Axell yang menolak kedatangan Bastian mentah-mentah. Tentu saja itu hanya bercanda saja.


"Dir ... Lo cari tali, terus iket suami Lo! Ayo selingkuh sama gue." Canda Bastian.

__ADS_1


"HEY ... LO MAU MATI YA?!"


__ADS_2