Andira & Axello. (Dijodohkan)

Andira & Axello. (Dijodohkan)
134. Axell aneh.


__ADS_3

"Udah pesan makan, Yang?" Tanya Axell yang baru saja datang beserta pengikut setianya, Verrel dan juga Bastian. Axell langsung duduk di samping Dira. Jangan lupakan Nayla yang ikut serta dan memilih duduk di samping Verrel sang kekasih. Kali ini gadis itu tidak mengambil duduk di dekat Dira, karena ... entah, mungkin ia masih kesal dengan kejadian Dira yang sengaja mencium Axell di UKS kemarin.


Dira menoleh kesamping di mana Axell sedang menatap padanya, ia tersenyum dan mengangguk cepat. "Udah, kak..." Gadis itu menunjuk Melody di depan sana yang masih mengantri di dekat meja Bu kantin dengan dagunya. "... aku minta tolong sama Melody buat pesenin. Kak Axell udah pesen makan juga?" Tanya Dira balik pada Axell.


Axell tersenyum. Tangannya terangkat mengacak pelan rambut Dira. "Kamu pernah liat kakak makan di kantin?" Tanya Axell balik.


Dira mengrenyitkan dahi, lalu kepala sedikit miring seakan mengingat sesuatu. "Aku baru inget, sebenarnya aku ingin menanyakan ini beberapa kali. Tapi aku lupa." Ucapnya pada Axell.


Axell menarik satu alisnya seakan bertanya 'Apa?'


"Kenapa kak Axell nggak pernah pesen makanan kalo di kantin?" Tanyanya pada Axell.


"Karena kalo jam segini kakak belum laper, Yang. Kakak cuma pesen minum tadi." Jawabnya santai.


"Makan-makan ... makan!" Seru Melody yang datang bersama dengan Zaki dan bu kantin yang membawa nampan berisi pesanan yang di pesan Melody di belakangnya. "... Nih, Dir, pesanan Lo. Soto ayam tanpa ayam sama es jeruk, kan." Ucapnya memastikan, takut-takut Dira berubah pikiran.


Dira mengangguk senang, "Makasih ya, Mel." Ucapnya pada Melody.


"Makasih? Lo kek sama siapa aja, sih, Dir!" Balas Melody yang kini mulai menuang saos sambal pada baksonya.


Tak menjawab, Dira kembali tersenyum. Ia mulai menyendok kuah soto didepannya untuk ia cicipi rasanya. "Enak..." Katanya.


Axell menarik satu alisnya, merasa sedikit aneh dengan pesanan Dira. "Kok tumben pesen soto, Yang? Aku perhatiin, biasanya kamu lebih suka makan bakso di kantin?" Tanya Axell saat melihat makanan Dira yang berbeda dari biasanya.


Dira menggeleng, "Aku lagi pengen makan soto, kak. Nggak tau kenapa, pengen aja ..." Jawab Dira yang kini melanjutkan makannya. Dira terlihat begitu menikmati makanannya. "... Kak Axell mau?" Ucap Dira sambil menyodorkan sendok berisi kuah soto dan sedikit nasi diatasnya pada Axell.


Axell menggeleng. Ia mulai merasakan sesuatu, "Buat kamu -


Belum sampai Axell menyelesaikan ucapannya, tiba-tiba ia bangkit dari duduknya, lalu berjalan tergesa-gesa menuju toilet. Sontak saja, hal itu menimbulkan keanehan di benak mereka yang melihat kejadian itu tadi.

__ADS_1


"Kak Axell kenapa?" Tanya Dira yang mendadak bingung sendiri.


"Kenapa tuh anak?" Tanya Verrel yang ikut menimpali, ia duduk tepat di samping Axell tadi.


"Tau tuh. Kita-kita lagi asyik ngisi bahan bakar, eh ... dianya malah buang-buang bahan bakar." Celetuk Bastian asal.


"Diem Lo, Bas! Jorok tau! Kita lagi makan!" Interupsi Nayla.


"Ya udah, sih. Mungkin kak Axell lagi kebelet." Ucap Melody yang tidak menangkap keanehan pada diri Axell. "... Mending Lo lanjutin makan Lo deh, Dir! Keburu dingin makanan Lo, nanti jadinya malah nggak enak!"


Zaki melihat Axell yang kembali datang dengan wajah yang sedikit basah dengan air. Dapat Zaki tebak, Axell baru saja membasuh wajahnya.


Dira menoleh ke samping, saat Axell kembali duduk disampingnya. "Kak Axell kenapa?" Tanya Dira langsung.


Axell menggeleng, "Kakak nggak pap-


Lagi. Laki-laki itu reflek menutup mulutnya seperti menahan sesuatu. Lalu kembali bangkit dan berlari menuju toilet tanpa sempat menjawab pertanyaan Dira dengan benar.


Dira menggeleng. "Aku juga nggak tau, kak. Perasaan tadi pagi, kak Axell baik-baik aja deh!" Jawab Dira apa adanya.


Verrel tersenyum miring mendengar jawaban Dira. Ia ingin mencoba mengorek sedikit informasi dari sahabat kekasihnya ini.


"Tadi pagi? Kalian nggak tinggal bareng, kan?" Pertanyaan yang sebenarnya terdengar candaan atau tidak serius, tapi tidak bagi Dira dan Bastian yang memang mengerti dengan maksud Verrel sebenarnya. Keduanya paham. Ada maksud tersendiri dari pertanyaan Verrel sekarang ini.


Brraakk!


"Eh ... anj**g! Lo kenapa tiba-tiba gebrak meja, sih! Untung aja jantung gue masih stay di tempatnya! Kalo sampai terjadi apa-apa sama gue, emangnya Lo mau tanggung jawab?" Protes Zaki yang memang tidak mendengar pertanyaan yang keluar dari mulut Verrel tadi. Karena ia sedang asyik menikmati makanannya, malah Bastian tanpa aba-aba menggebrak meja dengan tanpa dosanya.


Bastian reflek memegang kedua pipinya, "Jaki. Gue belum apa-apain Lo, kenapa Lo udah minta tanggu jawab!" Ucapnya dramatis.

__ADS_1


"Dih ... nggak gitu konsepnya, Bege!" Ucap Zaki dengan malas.


"Terus gimana, dong?" Tanya Bastian pura-pura Som polos.


"Sinting!" Maki Zaki. Sementara Bastian, ia hanya tertawa ngakak setelahnya.


Verrel mendengus sebal, Bastian terkesan sengaja mengalihkan topik agar Dira tak menjawab pertanyaannya.


"Dira sama kak Axell itu nggak tinggal bareng. Tapi emang apartemen mereka satu gedung! Jadi ya ... wajar aja sih, kalo mereka berangkat sekolah barengan terus. Ya kan, Dir?" Sahut Melody yang ikut menjawab pertanyaan Verrel tadi. "... nggak ada salahnya juga, kan. Toh mereka kan emang pacaran. Dan sejauh yang gue lihat, kak Axell ngejaga Dira banget. Itu artinya kak Axell emang sayang banget sama Dira." Sambung Melody lagi.


Sementara Dira, gadis itu hanya diam sambil meremat ujung Rok seragamnya. Ia sendiri bingung harus berkata apa?


Jika Dira sedang bingung, maka beda halnya dengan Nayla. Gadis itu teringat akan sesuatu. Dimana ia yang pernah masuk ke apartemen Dira untuk mengambil Hoddie milik Arfen dan mengembalikannya atas permintaan Dira beberapa waktu yang lalu. Hari itu, ia memang sempat melihat dengan mata kepalanya sendiri, dimana ada banyak sekali baju-baju cowok di dalam almari baju Dira. Dan ya, hari itu Nayla sempat berpikir kalau semua baju itu memang milik Axell.


Nayla tersenyum tipis, memikirkan kemungkinan yang bisa saja terjadi. Ia akan menanyakan hal ini pada Dira nanti.


Tak lama kemudian Axell kembali dengan wajah yang kembali basah, sama seperti saat pertama kembali dari toilet tadi. Dan sekarang ia kembali duduk di samping Dira.


"Kak Axell kenapa? Kak Axell nggak pa-pa, kan?" Tanya Dira yang tiba-tiba merasa khawatir dengan Axell yang terlihat pucat.


Tak menjawab, Axell hanya menggeleng pelan. Lalu meraih minumannya yang belum sempat ia sentuh sama sekali, guna menetralisir rasa mual yang ia rasakan saat ini.


"Lo kenapa, Xell?" Tanya Verrel yang masih belum berhenti dengan tujuannya tadi. "... Nggak enak badan? Wajah Lo agak pucat."


"It's okay, Gue nggak pa-pa ..." Jawabnya, lalu menoleh pada Dira. "... Kamu udah selesaikan, Yang, makannya?" Tanyanya pada Dira.


Dira mengangguk, "Udah kok, kak. Ada apa? Kak Axell mau di pesenin Soto juga?" Tanya Dira cepat. Ia lalu melihat jam tangan yang melingkar di pergelangan tangannya. "... masih ada waktu 9 menit kalo kak Axell mau makan?" Lanjutnya lagi.


Axell menggeleng cepat, "Kita pergi dari sini aja, Yang!" Axell lalu semakin mendekat pada Dira dan membisikkan sesuatu. "... Disini baunya agak aneh." Ia lalu bangkit sambil menggandeng tangan Dira dan membawanya pergi dari kantin. Meninggalkan teman-temannya begitu saja.

__ADS_1


"Si Axell kenapa?" Tanya Bastian yang baru merasakan kejanggalan pada sahabatnya itu.


Zaki tersenyum miring mendengar ucapan Bastian, "Kena batunya dia!"


__ADS_2