
'Kena juga kan akhirnya Lo berdua!' Batin Verrel menang. Setelah melihat Dira yang keluar dari mobil Axell, Laki-laki itu lalu berjalan menuju kelas sambil senyum-senyum sendiri.
...***...
"Baik anak-anak, karena bapak dan ibu guru akan mengadakan rapat untuk membahas masalah ulangan, maka anak-anak di pulangkan lebih awal. Ingat, langsung pulang dan jangan mampir-mampir nggak jelas di jalan! Kalian mengerti anak-anak?" Ujar Bu Retno menjelaskan pada murid-muridnya.
"MENGERTI, BUUU!" Jawaban kompak dari seisi kelas Dira.
"Bu, kalo saya mau mampir ke rumah camer saya boleh nggak, Bu? Saya mau nganterin pacar saya." Tanya Dion salah satu siswa yang langsung mendapat sorakan dari seisi kelas.
"Huuuuu...!!!"
"Apa-apa? Apa?" Tantang Dion pada seisi kelas yang meneriakinya.
"Eh, Yon, emangnya siapa cewe Lo?" Tanya Zaki yang lupa kalau Bu Retno masih berada di dalam kelas.
"Ada lah... Lo jones diem aja!" Jawab Dion asal yang langsung membuat Zaki kicep seketika. Sementara Bu Retno hanya diam sambil menggelengkan kepalanya melihat tingkah para murid-muridnya. Wanita berusia 40an tahun itu lalu berjalan keluar meninggalkan kelas.
"Eh, Dir, jalan yuk!" Ajak Melody tiba-tiba.
Dira menoleh, "Jalan kemana sih, Mel? Kayaknya gue nggak bisa, deh. Sorry!" Jawab Dira pelan.
"Ih... Dira! Kok nggak bisa, sih! Kita kan udah lama nggak hang out bareng. Nanti kita bisa ajakin kak Nayla sekalian, OK?" Ujar Melody.
Dira nampak berpikir sejenak. Sepertinya menerima ajakan Melody bukan ide yang buruk. "OK, deh, Mel." Jawab Dira memberi jawaban dan langsung membuat Melody berbinar.
"Yes, tunggu apa lagi? Kuylah!" Ucap Melody semangat. Lalu berdiri sambil menggandeng tangan Dira agar segera mengikutinya.
Tapi belum jauh mereka melangkah pergi meninggalkan kelas, tiba-tiba Dira teringat akan sesuatu. "Eh... tunggu, Mel!" Celetuk Dira sambil menghentikan langkahnya begitu pun Melody yang juga ikut berhenti.
"Kenapa, Dir? Jangan bilang Lo berubah pikiran?" Tanya Melody penuh selidik dengan tangan yang menuding ke arah Dira.
"Nggak gitu, Mel. Umm... Gue mau ke toilet bentar." Jawab Dira yang langsung pergi ke toilet meninggalkan Melody di koridor.
"Lhah... si Dira kebiasaan, gue ditinggalin!" Cibir Melody yang melihat punggung Dira yang semakin mengecil dari pandangannya.
Sementara Zaki yang melihat Melody sedang berjalan tak jauh darinya itu memutuskan untuk mendekati gadis tersebut. "Liatin apaan?" Tanyanya pada Melody.
"Dira." Jawab Melody singkat.
"O... Dira." Beo Zaki sambil menganggukkan kepalanya. "Emang kemana dia?" Tanyanya lagi.
"Ke toilet. Kenapa? Mau ikut?" Tanya Melody sedikit ngegas.
"Ck. Biasa aja kali..." Jawab Zaki malas. "... Btw, pulang, yuk! Gue anterin. Atau mau cari makan dulu?" Ajak Zaki.
"Lo ngajakin siapa? Gue?" Tanya Melody malas. Zaki mendengus kesal, bisa-bisanya Melody bertanya seperti itu. Memangnya ada orang lain disini selain dirinya dan gadis itu?
"Memangnya ada setan lain disini?" Tanya Zaki asal.
Mendengar jawaban Zaki seketika membuat Melody membulatkan matanya "Lo ngatain gue setan?" Tanya Melody tak sabaran.
"Nggak. Kapan gue bilang gitu? Udah, ayo? Ngambeknya di skip!" Jawab Zaki sambil menarik tangan Melody agar mengikuti langkahnya.
__ADS_1
"Eh... eh... kok main tarik-tarik gini, sih! Gue mau jalan bareng Dira." Protes Melody sambil menepuk-nepuk tangan Zaki yang menggandeng tangan Melody.
Zaki menghentikan langkahnya setelah mendengar Melody yang mengajak Dira jalan. "Mau kemana?" Tanya Zaki penasaran.
"Kafe depan." Jawab Melody.
"Ya udah, gue ikut. Nanti biar gue aja yang traktir." Ucap Zaki sambil kembali melangkahkan kakinya dengan tangan yang masih menggandeng pergelangan tangan Melody.
"Dih, tumben! Jan sok baik, deh! Mau cari muka depan Dira?" Tuduh Melody.
Tiba-tiba Zaki langsung menghentikan langkahnya dan berbalik menghadap Melody. "Ada atau tidaknya Dira gue selalu baik, ya, sama Lo. Lo aja yang nggak pernah ngerasain gimana baiknya gue kalo sama Lo!" Jawab Zaki lalu kembali melanjutkan langkahnya.
...***...
Disalah satu toilet sekolah, seorang gadis tengah mengetikan pesan untuk seorang cowok yang berstatuskan suaminya itu.
^^^📤 DiraGra.^^^
^^^Kak, aku mau jalan dulu sama temen.^^^
^^^Kak Axell pulang dulu gapapa.^^^
Send ✔️
Tak butuh waktu lama, pesan yang Dira kirimkan langsung mendapat balasan dari Axell.
📥 Axell.
Siapa?
Setelah membaca pesan yang Axell kirimkan, Dengan cekatan langsung mengetikan pesan balasan untuk Axell.
^^^📤 DiraGra.^^^
^^^Belum tau, kak.^^^
^^^Nanti aku kabari lagi.^^^
Send ✔️
Setelah mengirimkan pesan balasan untuk Axell, Dira langsung memasukkan kembali ponselnya ke dalam saku lalu pergi meninggalkan toilet tanpa menunggu balasan dari Axell.
...***...
Dan disinilah tempatnya, Rolanda Cafe n' Resto. Dira melangkahkan kakinya masuk ke kafe tersebut. Disusul dengan Zaki dan Melody yang berjalan beriringan.
"Kita duduk di sana!" Ujar Zaki sambil menunjuk salah satu tempat duduk yang berada di salah satu sudut ruangan.
"Lo suka mojok, ya! Sengaja mau modusin Dira?" Tuduh Melody pada Zaki.
"Hadew... Jan sok tau..." Jawab Zaki sambil menyentil dahi Melody. "... Gue bukan tipikal cowok yang suka gangguin hubungan orang lain." Jawab Zaki sambil tersenyum miring sambil melirik ke arah Dira sekilas.
"Auw... kenapa jadi nyentil jidat gue, sih!" Protes Melody tak terima.
__ADS_1
"Dir, Lo duduk sana dulu. Gue masih ada urusan." Ucap Zaki sambil mengedipkan sebelah matanya. Dira yang mengerti maksud Zaki langsung mengacungkan kedua jempolnya dan berjalan meninggalkan keduanya.
Setelah melihat Dira yang duduk dengan santai di tempat yang ia tunjuk tadi, kini pandangan Zaki beralih pada Melody yang sedang menatap bingung ke arahnya. "Si Dira udah ada bodyguard pribadi. Bentar lagi juga pasti nyusul ke sini tuh orang. Lagian... gue kan sebenarnya sukanya itu sama Lo, bukan Dira." Ujar saki sambil menampilkan senyum yang memperlihatkan susunan giginya rapi.
Dahi Melody berkerut, ia bingung tak mengerti. "Sejak kapan Dira pake bodyguard?" Tanya Melody yang malah fokus dengan kata Bodyguard dan bukan tentang perasaan Zaki padanya.
"Jan ngalihin topik! Perasaan Lo ke gue gimana?" Ucap Zaki.
"Ya gimana... semuanya terkesan mendadak buat gue. Lo ngomongnya tiba-..."
"Ya karena gue baru bisa ngomong sekarang setelah gue bener-bener yakin dengan perasaan gue selama ini ..." Jawab Zaki memotong kalimat Melody yang belum sepenuhnya selesai.
"... Jadi gimana? Jangan bilang kalo perasaan gue ini bertepuk sebelah tangan! Karena sebenarnya Lo juga suka kan sama gue?" Tanyanya lagi. "... Lo mau kan jadi pacar gue?"
Dengan terus menatap wajah Melody, Zaki kini tengah harap-harap cemas menanti jawaban apa yang akan keluar dari mulut gadis di depannya itu.
Baru saja Melody akan memberikan jawabannya, tiba-tiba pandangan gadis itu teralihkan dengan datangnya Nayla, Verrel dan juga seorang... Axello.
Sebelumnya memang Melody sempat menghubungi Nayla saat sebelum sampai di kafe dan Nayla bilang akan menyusul.
"Kak, Nay!" Pekik Melody sambil melambaikan tangannya pada Nayla. "... Sini!"
'Basic!'
Zaki mendengus kesal karena merasa terabaikan dengan kedatangan Nayla. Dengan segera ia melepaskan tangan Melody yang sedari tadi ia genggam, lalu berjalan menghampiri Dira.
"Dih... kok jadi ninggalin gue?" Tanya Melody bingung dengan perubahan sikap Zaki yang tiba-tiba.
"Udah lama, Dir?" Tanya Nayla yang kini memilih duduk di samping Dira.
Dira menoleh ke arah Nayla sekilas lalu beralih pada ponselnya, "Lima belas menit." Jawab Dira cuek.
"Dih... sok cuek!" Cibir Nayla.
Dira kembali menoleh ke arah Nayla. Nggak, dong, Nay! Mana bisa gue nyuekin Lo!" Jawab Dira dengan tangan yang terangkat untuk merangkul pundak sahabatnya itu.
"Kita pesan apa, nih?" Tanya Melody yang kini duduk di samping Zaki yang sudah lebih dulu bergabung dengan Dira.
"Gue samain sama Lo aja, Mel. Tapi minumnya tetep, ya, le -...
"Lemon tea anget!" Ucap Melody dan Nayla kompak memotong ucapan Dira. Dira hanya tersenyum sambil menggelengkan kepalanya. Ternyata kedua sahabatnya itu tahu minuman kesukaannya.
"Gue mau ke toilet bentar. Punya gue samain juga sama punya Lo, Mel!" Ucap Nayla yang kini beranjak dari tempat duduknya dan berjalan ke toilet.
"OK, Berarti pesanan kalian terserah gue, ya. Kalo kak Verrel sama kak Axell mau pesan apa?" Tanya Melody.
'Kak Axell?'
Mendengar Melody yang menyebutkan nama Axell barusan membuat Dira menatap ke arah Melody yang duduk tepat di depannya di sebelah kanan gadis itu ada Zaki dan Kak Verrel di sebelah kiri Melody, tepat di depan Nayla. Lalu saat Dira menoleh ke samping kiri,
Deg...
'Sejak kapan kak Axell datang?'
__ADS_1
Zaki yang melihat keterkejutan Dira pun tersenyum miring, "Biasa aja dong, Dir, liatinnya! Tiap hari ketemu juga!" Ucapnya sambil terkekeh geli sendiri.
"Auw... Ashuw...!"