Andira & Axello. (Dijodohkan)

Andira & Axello. (Dijodohkan)
36. Sorry, udah ngurung Lo disini. (Axello)


__ADS_3

"Kak Axell, ada apa?" Tanya Dira spontan saat Axell yang tiba-tiba menarik tangannya.


"Nggak ada apa-apa." Jawab Axell dan terus menggandeng Dira untuk segera masuk ke dalam ruang kerjanya di kafe tersebut.


Sampai di ruang kerjanya, "Sementara gue kerja, Lo temenin gue disini." Ucap Axell lalu berjalan menuju meja kerjanya.


Tanpa perlawanan, Dira ikut masuk dan duduk di sofa sambil mengedarkan pandangannya melihat seisi ruangan. Ruang kerja Axell sama seperti ruang kerja pada umumnya. Terdapat rak berisi banyak map dan juga buku-buku yang tertata dengan sangat rapi. Dan juga ada sebuah pintu yang mungkin ada sebuah ruangan lain di baliknya.


Tak lama kemudian terdengar ada seseorang yang mengetuk pintu dari luar.


Tok...


Tok...


Tok...


"Masuk!" Ucap Axell datar.


Ceklek...


Setelah pintu terbuka, masuklah seorang pelayan kafe yang membawa nampan berisikan beberapa menu makanan dan minuman andalan yang tersedia di cafe tersebut.


"Permisi, kak. Ini mau di taruh di mana?" Tanya pelayan kafe itu sambil tersenyum ke arah Axell.


"Ke meja sana aja, Mbak!" Jawab Axell tanpa mengalihkan pandangannya dari laptop di depannya.


Pelayan tadi lalu menuju ke meja di dekat sofa yang sedang Dira duduki tadi. Lalu meletakkan makanan yang sebelumnya sudah Axell pesan saat sebelum memasuki kafe tadi. Pelayan itu meletakkan makanan sambil sesekali melirik ke arah Dira.


'Nih cewe siapanya Axell? Setau gue Axell nggak pernah bawa cewe ke kafe sebelumnya, apalagi sampe masuk ke ruangannya kayak gini.' Batin pelayan tadi yang tak lain bernama Linda.


Dira yang sedari tadi asyik mengutak-atik ponselnya itu pun terkejut saat Linda tiba-tiba mendekat dan meletakkan makanan di depannya.


"Lho... Perasaan Gue nggak ada pesen makan, kak?" Ucap Dira pada Linda.


"Kak Axell yang pesen, kak." Jawab Linda. Mendengar jawaban Linda membuat Dira menoleh ke arah Axell.


"O... ya udah, kak. Makasih." Ucap Dira.


"Iya, kak. Saya permisi." Pamit Linda lalu pergi dari ruang kerja Axell.


Setelah perginya Linda, Dira memperhatikan Axell yang tengah serius mengetikan sesuatu pada laptopnya.


"Kak Axell." Panggil Dira ragu karena takut mengganggu Axell yang tengah fokus bekerja.


"Ya... Ada apa, Dir?" Tanya Axell sambil melihat ke arah Dira sesaat lalu kembali menatap ke arah layar terang di depannya.


"Kak Axell kok pesen makanan sebanyak ini?" Tanya Dira. Melihat meja di depannya yang telah tersaji beberapa menu makanan, secangkir moccacino dan juga Lemon tea hangat kesukaannya.


"Gue nggak tau apa yang Lo suka. Jadi gue sengaja pesenin Lo signature dari kafe ini..." Jawab Axell sambil menatap wajah Dira. "...Mungkin salah satunya ada yang masuk di lidah Lo."


"Tapi nggak perlu sebanyak ini juga, kak... Maksud aku, nanti kalo nggak ke makan semuanya kan jatuhnya mubasir." Ucap Dira setengah protes.


"Ya Lo makan biar nggak mubasir!" Jawab Axell santai tanpa beban.


"Ck." Dira berdecak sambil menggeleng-gelengkan kepalanya tak habis pikir dengan apa yang tadi Axell katakan.

__ADS_1


"Nanti gue bantu ngabisin makanannya abis kerjain ini." Ujar Axell.


Drrtt... drrtt...


Tiba-tiba ponsel Axell bergetar karena adanya panggilan masuk. Tangan Axell terulur untuk meraih ponsel yang terletak tak jauh darinya dan terpampang nama Verrel sebagai si penelepon.


📲 Verrel is Calling...


Axell menarik satu alisnya seakan bertanya ada apa Verrel meneleponnya.


"Halo."


"(....)."


"Ada apa?"


"(....)."


"Gue lagi kerja."


"(....)."


Tuutt... tuutt...


Telepon di matikan sepihak oleh Verrel. Axell lalu menatap ke arah gadis yang tengah mengutak-atik ponsel di depannya.


"Dir..." Panggil laki-laki itu.


"Ya, kak. Ada apa?" Tanya Dira.


Axell berdiri lalu berjalan ke arah Dira. Melihat Axell yang berjalan kearahnya membuat Dira menjadi bingung. Kenapa Axell mendekat dengan raut wajah tak biasa.


Mendengar nama Verrel yang keluar dari mulut Axell barusan langsung membuat mata Dira membulat sempurna. Tanpa menjawab, gadis itu pun langsung bergegas menuju ke kamar yang Axell maksudkan tadi.


Ceklek...


Tepat saat Dira menutup pintu kamar, pintu ruang kerja Axell di buka dari luar dan menampilkan Verrel yang baru saja datang.


"Kalo dateng ketok pintu dulu." Protes Axell. Laki-laki itu lalu kembali mendekat pada meja kerjanya untuk meraih ponselnya. Axell lalu mengetikkan sebuah pesan untuk gadis yang tengah bersembunyi di kamar yang tersedia di ruang kerja tersebut.


^^^📤 Axarkan.^^^


^^^Kunci pintu.^^^


^^^Jangan keluar sebelum gue suruh.^^^


Send✔️


"Wait...Santai, bro. Lo kok kek nggak suka gitu Ngeliat gue Dateng!" Ucap Verrel yang langsung mendapat tatapan dingin dari Axell. Setelahnya Axell menghela nafas kasar.


"Ada apa?" Tanya Axell malas. Laki-laki itu merasa kalau Verrel datang di saat yang tidak tepat.


"Nggak ada apa-apa. Gue sekedar bosen di rumah, jadinya gue iseng maem kesini. Pas gue tanya sama karyawan Lo, katanya Lo lagi ada disini. Ya udah, gue masuk aja." Jawab Verrel santai.


"Kalo nggak ada yang penting, Lo bisa pergi." Usir Axell agar Verrel segera pergi dari ruangannya.

__ADS_1


"Lo ngusir gue?" Tanya Verrel setengah tak percaya. Tak biasanya Axell mengusirnya seperti ini. Karena biasanya Axell akan membiarkan dirinya datang dan pergi sesuka hati.


"Pinter!" Jawab Axell singkat yang kembali mendapat tatapan tak percaya dari sahabatnya itu.


"Gue nggak percaya kalo Lo ngusir gue, Xell. Untuk pertama kalinya... Gue ngerasa Lo aneh akhir-akhir ini." Ucap Verrel mengatakan pendapatnya.


"Gue lagi sibuk, Rel. Banyak berkas yang harus gue periksa hari ini." Jawab Axell yang memang benar-benar sibuk, tapi bukan itu alasan Axell menolak kedatangan Verrel sebenarnya.


"I know. Lo lanjutin pekerjaan Lo, gue nggak akan ganggu..." Jawab Verrel yang kini mendekat ke arah meja di mana Dira duduk tadi.


"...But, gue mau nanya satu hal." Ucap Verrel lagi. Axell menarik satu alisnya seakan bertanya 'apa.'


"Sebelum gue masuk, Lo disini sama siapa? Atau Lo lagi nunggu seseorang?" Tanya Verrel penasaran. Melihat banyaknya makanan, secangkir moccacino dan juga...


'Lemon tea.' Batin Verrel.


Bukan apa-apa, tapi ini suatu kejanggalan menurut Verrel. Laki-laki itu tahu sejak lama kalau sahabatnya itu menyukai moccacino. Tapi hari ini, melihat adanya segelas minuman yang tak biasa. Verrel merasa aneh, aneh dengan sahabatnya itu. Sejak kapan sahabatnya itu menyukai Lemon tea?


"Seperti yang Lo liat, gue sendiri." Jawab Axell sambil menatap Verrel sesaat lalu kembali menatap laptopnya.


"Bener sendiri? Tapi kok gue nggak yakin Lo sendiri disini, Xell. Lo pasti nyembunyiin sesuatu dari gue?" Tanya Verrel ingin tahu. Laki-laki itu penasaran, Ia ingat beberapa hal belakangan ini. Verrel berpikir mungkin ini semua berkaitan.


Kejadian beberapa hari yang lalu. Verrel sempat mengira kalau ia mungkin salah lihat. Tapi tidak, dengan cepat Verrel menyangkalnya. Ia yakin apa yang ia lihat adalah benar.


"Kenapa memangnya?" Tanya Axell balik.


"Kebiasaan Lo, Xell. Jangan menjawab pertanyaan dengan pertanyaan!" Protes Verrel pada sahabat yang kelewat cuek itu.


Enggan untuk menjawab, Axell malah melayangkan tatapan tajam pada sahabatnya itu agar diam dan tak mengajaknya bicara terus. Sementara Verrel yang mendapat respon demikian dari Axell pun mengerti, sahabatnya itu sedang tak ingin di ganggu mode on.


"OK, fine. Lo menang, gue diam!" Ucap Verrel lalu berbaring di sofa tadi.


...***...


Di kamar ruang kerja Axell, Dira tengah berbaring di ranjang king size sambil mendengarkan musik menggunakan earphone pada ponselnya. Tadi Dira sempat melihat-lihat seisi kamar tersebut. Ada sebuah lemari yang entah ada apa di dalamnya, Dira tak ingin tahu dan sama sekali tak ingin membukanya. Ada juga sebuah Hoodie dan juga topi yang tergantung pada rak di sudut ruangan. Karena merasa kantuk, Dira akhirnya pun tertidur.


Ceklek...


Pintu kamar terbuka dan menampilkan Axell yang muncul di balik pintu. Sebenarnya Verrel sudah pulang dari beberapa menit yang lalu karena Axell mengusirnya dengan alasan akan pulang. Tadinya Axell berniat untuk mengajak Dira pulang berhubung hari sudah menjelang sore. Tapi karena dilihatnya Gadis itu tengah tertidur, Axell mengurungkan niatnya untuk mengajak Gadis itu pulang.


Axell berjalan ke kamar mandi untuk membasuh mukanya. Selesai membasuh muka Axell lalu duduk di tepi ranjang yang sama dengan Dira. Laki-laki itu memijat pangkal hidungnya karena merasa sedikit pusing. Karena merasa lelah dan mengantuk akhirnya Axell ikut berbaring di samping Dira dan memutuskan untuk tidur sebentar.


Sebelum tidur Axell menoleh ke arah Dira. Dipandanginya wajah damai gadis yang tengah terlelap di sampingnya itu. Tiba-tiba seulas senyum muncul di wajah tampannya. Axell lalu mengubah posisinya menghadap ke arah Dira. Tangannya terulur untuk mengusap pelan puncak kepala Dira. Axell mendekatkan wajahnya ke arah Dira dan...


Cup...


Satu kecupan ia berikan di kening gadis itu di susul dengan kata maaf dari bibir Axell. "Sorry, udah kelamaan ngurung Lo Di sini, sampai Lo ketiduran."


...***...


*Yang udah baca episode ini, absen dong!


*Di jam berapa kalian baca episode ini?


*Kasih komen terbaik kalian!

__ADS_1


*Jangan lupa like and vote, ya!


*Kita kawal Raxell bareng²!


__ADS_2