Andira & Axello. (Dijodohkan)

Andira & Axello. (Dijodohkan)
54. Cara Verrel.


__ADS_3

'Kenapa di peluk sama kak Axell rasanya bisa senyaman dan setenang ini?'


Axell lalu melepaskan pelukannya pada Dira. Di tatapnya wajah gadis yang satu bulan ini telah menjadi istrinya itu. Dapat Axell lihat, setetes air bening yang keluar dari mata Dira. Tangan Axell terangkat untuk menghapus air mata gadis itu. Lalu Axell kembali menatap manik mata Dira. Dira pun sama. Keduanya kini saling berpandangan.


Lama keduanya saling pandang hingga Dira tak menyadari kalau wajah Axell yang semakin mendekat ke arahnya. Hanya kurang dari beberapa Senti saja maka kulit mereka akan saling bersentuhan. Dan,


Cup...


Dengan sadar Axell mendaratkan ciuman di kening Dira. Ciuman yang Axell berikan di saat gadisnya tengah terjaga. Biasanya Axell hanya akan mencium Dira di saat gadis itu tengah terlelap dalam tidurnya.


Ciuman Axell lalu turun ke bagian mata. Dikecupnya perlahan kedua mata yang basah itu secara bergantian. Lalu semakin turun, dan...


Cup...


Axell mengecup bibir Dira dengan sangat lembut. Kecupan singkat yang malah membuat tubuh Dira menegang saat itu juga. Terasa kaku dan bahkan Dira sulit untuk menggerakkan tubuhnya.


Axell menatap bibir Dira yang masih tertutup rapat. Lalu beralih menatap mata si pemilik yang juga sedang menatap ke arahnya. "Dir, gue...


"Aku belum siap, kak." Ucap Dira memotong kalimat Axell dengan cepat. Dira mengira kalau Axell akan benar-benar meminta haknya sekarang ini.


Axell tidak bodoh. Ia tahu apa yang sedang Dira pikirkan saat ini. Axell tersenyum sambil menggeleng samar.


"Gue sayang sama Lo." Ucap Axell lalu kembali mencium bibir Dira. Kali ini lebih lama. Bahkan Axell dengan sengaja memainkan bibir bagian bawah milik gadisnya itu.


Ciuman ini bukanlah yang pertama kali untuk Axell. Karena sebelumnya Axell yang memang sudah pernah memiliki kekasih jauh sebelum ia menikah dengan Dira. Berbeda halnya dengan Dira yang sama sekali belum pernah pacaran sebelumnya. Axell tahu, ciuman ini adalah yang pertama bagi Dira. Karena Axell bisa merasakan, Dira yang sangat kaku dan hanya diam tanpa membalas ciumannya. Ada rasa senang dalam hati Axell saat mengetahui dialah yang pertama kali memberikan first kiss pada Dira.


Axell melepaskan ciumannya saat menyadari Dira yang mulai kehabisan nafas. Di usapnya bibir Dira yang sedikit basah karena ulahnya tadi dengan ibu jarinya. "Bernafas Dira! Lo nggak harus nahan nafas Lo!" Ucap Axell.


Dira masih diam terpaku. Gadis itu masih mencerna apa yang baru saja terjadi antara ia dan Axell tadi. Semuanya terjadi secara tiba-tiba. Bahkan Dira tidak sempat berpikir kalau Axell akan menciumnya tadi.


"Ayo tidur! Besok kita masih harus ke sekolah." Ucap Axell sambil meraih ponsel yang terletak di nakas dan menon-aktifkan nya.


"Sini!" Ucap Axell sambil menepuk sebelah lengannya. Bermaksud agar Dira tidur di lengannya. Dira yang tak mengerti maksud Axell pun hanya menatap Axell dan lengannya secara bergantian dan dahi berkerut.

__ADS_1


"Tidur sini, di lengan gue! Gue mau tidur sambil meluk istri gue." Ujar Axell sambil menatap Dira penuh harap. Axell harap Dira tidak menolak keinginannya.


Deg...


Dira masih diam. Ia tak menolak, tapi juga tak mengiyakan. Gadis itu sedang merasai detak jantungnya yang kembali berdetak secara tidak normal. Jantung yang tadi sempat berdetak wajar seperti biasa kini kembali berdebar kencang secara tiba-tiba.


Axell yang melihat Dira sedang meraba dadanya kembali bangun dari posisi berbaringnya. "Kenapa?" Tanyanya khawatir. Apakah asmanya kambuh?


Dira menatap Axell lalu beralih menatap dadanya dan menggeleng pelan. "Jantungku -..."


"Berdebar?" Potong Axell cepat sambil terus menatap ke arah Dira. Memastikan apakah tebakannya benar atau salah? Dira lalu kembali menatap Axell dan menganggukkan kepalanya.


Axell lalu semakin mendekat ke arah Dira. Meraih kepala gadis itu untuk didekatkan pada dada bidang miliknya. "Kayak gini?" Tanya Axell kembali memastikan.


Deg...


Deg...


Deg...


"Jantung gue juga gini kalo lagi deketan sama Lo ..." Ucap Axell sambil mengelus kepala Dira. "... Dan itu normal."


...***...


"Aku turun dulu ya, kak!" Pamit Dira sambil mencium punggung tangan Axell. Axell mengangguk dan tersenyum melihat Dira yang sudah terbiasa mencium tangannya sebelum keluar dari mobil.


Saat Dira akan melepaskan tangan Axell yang baru di ciumnya, tiba-tiba tanpa Dira duga, dengan gerakan cepat Axell menarik tangannya, membuat Dira berbalik menghadap ke arah Axell. Dan,


Cup...


Axell mengecup bibir Dira sekilas. "Morning kiss." Ucap Axell tanpa rasa bersalah sedikitpun.


"Kak! Kita di sek -..." Baru saja Dira akan melayangkan protes saat Axell menciumnya, dengan cepat Axell memotong ucapan Dira.

__ADS_1


"Nggak ada yang liat ..." Sahut Axell yang tahu apa yang akan di katakan Dira selanjutnya. "... Dan Lo harus mulai terbiasa dari sekarang!" Sambungnya lagi.


Dira menghela nafas pelan. Benar kata Axell, sepertinya ia harus mulai terbiasa dengan sifat baru Axell yang tiba-tiba suka menciumnya. Sebenarnya itu bukan masalah karena Axell memanglah suaminya.


Yang menjadi masalah disini adalah Axell yang menciumnya di area sekolah. Bagaimana jika ada yang melihatnya nanti? Jika Axell berpikir kalau tidak ada yang melihat aksinya tadi, maka salah. Baru saja Dira akan membuka pintu mobil Axell, ada seseorang yang bahkan dengan sengaja membuka pintu belakang dan masuk ke dalam mobil tersebut.


Saat Axell dan Dira menoleh ke belakang, mereka mendapati Verrel yang dengan santainya duduk bersandar di bangku penumpang dan sedang mengarahkan kamera ponselnya ke arah Dira dan Axell.


Cekrek...


Satu gambar berhasil Verrel ambil. Sebuah senyum jahil muncul di wajah laki-laki itu. Verrel lalu kembali memasukkan ponselnya ke dalam saku seragamnya dan menatap Dira dan Axell secara bergantian. Tatapan siap menyelidik.


"Kalian... berangkat bareng?" Tanya Verrel penuh dengan basa-basi. Jelas-jelas ia melihat Dira dan Axell yang berada dalam satu mobil. Itu artinya mereka memang berangkat sekolah bersama, lalu kenapa masih bertanya? Garing emang si Verrel.


Axell diam. Ia sama sekali enggan menanggapi pertanyaan receh dari Verrel tadi. Lain halnya dengan Dira. Gadis itu sedang bingung, apa yang akan ia katakan pada Verrel?


Merasa di abaikan bukan malah membuat Verrel kesal. Verrel bahkan tersenyum miring. Ia tidak akan lagi menyia-nyiakan kesempatan yang langka ini. Kesempatan untuk menanyai keduanya.


"Lo berdua... Diem-diem lagi deket, ya?" Tanya Verrel sambil menatap Dira dan Axell bergantian. "... Gue udah duga, sih, sebenarnya. Tapi yang gue mau tau, udah berapa kali kalian berangkat sekolah barengan kayak gini?" Tanya Verrel lagi.


Axell berdecak kesal menyadari sahabatnya itu yang kini mirip dengan Bastian, terlalu kepo dengan urusan orang lain. "Ck. sibuk, Lo, sampai harus ngurusin urusan orang!" Cibir Axell.


"Nggak gitu, Xell... Gue jadi penasaran..." Ucap Verrel menggantungkan kalimatnya. Sementara Axell kembali diam. Laki-laki itu lebih memilih menunggu apa yang akan Verrel katakan selanjutnya.


"Gimana reaksi Babas setelah ini? Setelah tau Lo berdua yang ternyata udah sedekat ini? Apa lagi kalo gue bilang... Lo berdua yang abis... ciuman." Ujar Verrel lalu kembali membuka pintu mobil Axell dan meninggalkan keduanya.


"O-SHITT!" Umpat Axell kesal. Baru kali ini Axell lengah. Kenapa tadi ia bisa tak menyadari adanya Verrel yang ternyata sedang memperhatikannya tadi?


Jangan tanyakan reaksi Dira! Gadis itu sekarang tengah meremat ujung rok seragam sekolahnya. Sekarang ia sedang bingung. Bagaimana kalau teman-temannya tahu hubungannya dengan Axell? Apa yang akan Verrel katakan pada teman-temannya nanti?


Axell yang mengerti kalau Dira sedang bergelut dalam pemikirannya pun berusaha untuk menenangkan gadis itu. "Gue akan urus dia. Nggak usah Lo pikirin!" Ujar Axell sambil mengusap pelan rambut panjang Dira. "... Udah, sekarang Lo masuk kelas sana!" Pinta Axell yang langsung mendapat anggukan kepala dari Dira.


Tak jauh dari mobil Axell. Ternyata Verrel masih memperhatikan keduanya dari kejauhan. Wakil ketua OSIS itu bahkan tersenyum dengan puas. Untuk pertama kalinya ia berhasil menggertak sahabatnya sendiri untuk mengakui hubungannya dengan Dira.

__ADS_1


'Mereka ternyata udah jadian.' Batinnya. Itu yang sedang Verrel tangkap sekarang ini. Tanpa Verrel tahu, hubungan keduanya bahkan lebih dari sekedar pacaran.


'Kena juga kan akhirnya Lo berdua!' Batin Verrel menang. Setelah melihat Dira yang keluar dari mobil Axell, Laki-laki itu lalu berjalan menuju kelas sambil senyum-senyum sendiri.


__ADS_2