Andira & Axello. (Dijodohkan)

Andira & Axello. (Dijodohkan)
125. Cara Axell.


__ADS_3

"Nggak pesan makan, Yang?" Tanya Axell yang baru saja datang dan langsung bergabung dengan ketiganya.


Mendengar suara yang sudah sangat ia kenal, Dira menengadahkan kepalanya menghadap ke arah samping. Dan tanpa Dira duga sebelumnya,


Cup.


Tanpa peduli dengan keadaan sekitar yang tengah memperhatikannya dengan sang istri, Axell dengan sengaja mendaratkan satu kecupan hangat di kening Dira. Membuat Gadis itu manyun seketika dengan apa yang baru saja dilakukannya secara tiba-tiba tadi. Bahkan laki-laki itu sampai melupakan di mana mereka berada sekarang.


"Kok manyun gitu sih, Yang?" Tanya Axell tanpa rasa bersalah sedikitpun setelah duduk di samping Dira. Laki-laki itu lalu mendekatkan wajahnya ke telinga Dira dan membisikkan sesuatu. "... nanti di rumah kan masih bisa lanjut lagi, Yang." Ucap Axell pelan tapi masih bisa didengar oleh Melody dan juga Zaki.


"Iya deh iya, yang dunia milik berdua. Tapi tolong ingat tempat." Cibir Zaki yang sedari tadi memperhatikan Axell dan Dira. Sementara Melody, Ia hanya menutup mulutnya menggunakan kedua tangannya sambil menggelengkan kepalanya pelan.


"what's your problem?" Kalau biasanya Axell enggan menanggapi apa yang terlontar dari mulut Zaki, kali ini beda lagi ceritanya. Laki-laki itu merespon apa yang baru saja baru saja Zaki katakan. Walau dengan nada yang terdengar tidak bersahabat.


"Bukan gue yang punya masalah di sini, Xell ..." Ucap Zaki menggantung, laki-laki itu sedang sibuk mengunyah nasi goreng yang baru saja diantarkan oleh ibu kantin tadi. "... tapi mereka. Lo lihat sekeliling Lo!" Lanjut Zaki setelah menelan makanannya.


Axell refleks memperhatikan sekitar hanya dengan melirik sekilas. Dan benar saja, Axell mendapati setiap pasang mata yang tengah terang-terangan memperhatikannya dan juga Dira.


"Cuek aja, Yang!" Ujar Axell sambil menggenggam tangan Dira. Gadis itu mengangguk sambil tersenyum ke arah Axell lalu kembali melanjutkan makannya.


"Good girl!" Ucap Axell sambil mengacak rambutnya pelan.


"Kak Axell mau?" Tanya Dira yang tengah menawarkan bakso miliknya pada Axell.


Axell tersenyum dan menggeleng pelan "Buat kamu aja, Yang." Jawab laki-laki itu.


Melody yang dari tadi memperhatikan interaksi antara pasangan suami istri di sampingnya itu seketika teringat akan satu hal.


Klik.


Melody menjentikkan jarinya. "kayaknya gue tahu deh, Dir, Kenapa mereka pada ngeliatin Lo nya gitu banget?" Celetuk Melody tiba-tiba.


Dira menoleh dengan satu alis terangkat. "Kenapa, Mel?" Tanya Dira yang memang tidak tahu apa yang sebenarnya ada di dalam isi kepala para gadis-gadis itu. Sampai-sampai mereka sama sekali tak berniat mengalihkan pandangannya sedikitpun dari dirinya.


"Ini pasti gara-gara -"


Belum selesai Melody menyelesaikan kalimatnya, Zaki sudah lebih dulu memotong apa yang akan Melody katakan.

__ADS_1


"Lo yang dijemput sama Bang Rheyhan kemarin."


"Kak Rheyhan?" Ulang Dira bingung dengan dahi berkerut. Tak jauh berbeda dengan sang istri, Axell pun juga ingin tahu. Apa mungkin ada hal yang tidak ia ketahui kemarin?


"Apa masalahnya, Mel? Kak Rheyhan cuma jemput gue karena Kak Axell ada kesibukan. Lagian kak Axell sendiri kok yang minta kak Rheyhan buat jemput gue. Terus salahnya di mana?" Tanya Dira balik.


Melody memutar bola matanya jengah. Ia tak habis pikir dengan sahabatnya ini. Masalahnya bukan sesederhana itu, cantik!" Ucap Melody sambil menekan pelan kedua pipi Dira menggunakan kedua telapak tangannya. "... dengerin dulu gue ngomong makanya!" Lanjut Melody bersungut-sungut. Sementara Dira malah terkekeh geli melihat wajah Melody yang terlihat kesal padanya.


"... sebelum Lo masuk ke sekolah ini, Kak Axell nggak ada yang bisa deketin. Terus Lo yang beberapa bulan lalu masuk ke sekolah ini dan tiba-tiba sekarang mereka tahunya Lo 'pacar' kak Axell ... (Melody mengangkat kedua jarinya saat menyebut kata 'pacar') "... mereka auto patah hati berjamaah."


"Terus salahnya kak Rheyhan jemput gue di mana, Melody?" Tanya Dira yang masih tidak mengerti dengan apa yang Melody pikiran.


"Gue lama-lama gemes juga sama Lo! Mereka itu pasti ngira bang Rheyhan selingkuhan lo, Dira. Udah sampai sini masih belum ngerti juga?" Ujar Zaki sambil menggelengkan kepalanya. "... cowok junjungan mereka pacaran sama Lo. Terus kemarin Lo dijemput sama cowok yang gue yakin mereka enggak kenal, bertepatan dengan enggak masuknya Axell ke sekolah. Mereka pasti nething sama lo!" Sambung Zaki yang kini tengah menyelesaikan makannya.


Dira menggelengkan kepalanya setelah mendengarkan penjelasan panjang lebar dari Melody dan juga Zaki.


"Ada-ada aja, deh!" Ucap Dira.


"Bukan cuma itu, Dir." Ucap Melody menggantung.


"Mereka semua juga pada lihat Lo disamperin sama Arfen, kapten basket sebelah." Jawab Melody santai.


Dira menghela nafas pelan. Gadis itu tak habis pikir. Cuma gara-gara ada cowok yang datang menjemputnya kemarin kenapa reaksinya jadi sampai seperti ini. Menit kemudian Dira menggelengkan kepalanya pelan. Gadis itu tidak bisa membayangkannya, bagaimana wajah mereka semua jika mengetahui status dirinya dengan Axell yang sebenarnya?


"Nggak usah dipikirin, Yang! Biar aku yang urus nanti."


...***...


Bel tanda pulang sekolah telah berbunyi beberapa menit yang lalu, dan kini Axell telah berdiri menyandarkan tubuhnya pada kap mobil miliknya, bersama dengan Rheyhan yang sudah lebih dulu datang, sebelum bel pulang sekolah berbunyi. Keduanya tengah menunggu Dira datang menghampirinya di parkiran sekolah.


Suasana area parkir yang ramai tak ayal membuat keduanya menjadi pusat perhatian. Dan Hal itu membuat Axell tidak suka. Axell benci dengan keadaan seperti ini. Tapi demi istrinya ia harus melakukannya, demi menampik pikiran negatif yang mengarah pada sang istri.


"Kak Axell ... udah lama nunggu?" Tanya Dira yang baru saja datang.


"Nggak kok, Yang." Jawab Axell santai.


"Hai, Dir. Gimana kabar Lo hari ini? Sehat?" Tanya Rheyhan pada Dira.

__ADS_1


"Baik, Kak. Kak Rheyhan sendiri?" Tanya Dira balik.


Rheyhan mengangguk, "Seperti yang Lo lihat. I'm fine." Jawab Rheyhan ramah. Laki-laki itu melirik ke arah Axell sambil tersenyum miring. "OK, Xell... karena lo masuk sekolah hari ini, gue nggak jadi jemput Dira. Dan gue minta sama Lo, jaga adik gue baik-baik! Dan pastiin dia selamat sampai rumah. Gue percayain dia sama Lo." Ujar Rheyhan sambil menepuk sebelah pundak Axell lalu pergi meninggalkan keduanya.


Tak Ada jawaban dari mulut Axell, laki-laki itu hanya mengangkat satu jempolnya sambil tersenyum ke arah Rheyhan.


Menit kemudian Dira mengedarkan pandangannya ke arah sekitar. Ia tahu apa maksud dari ucapan Rheyhan yang menyebutnya adik tadi. Lalu pandangannya beralih menatap ke arah Axell yang sedang tersenyum ke arahnya.


"Ayo kita pulang, Kak."


...***...


"Makasih ya, kak!" Ucap Dira pada Axell. Kini keduanya sedang berada di mobil dalam perjalanan pulang.


Axell terkekeh pelan mendengar ucapan terima kasih yang terlontar dari mulut Dira. Ternyata istrinya itu tanggap dengan apa yang ia lakukan bersama Rheyhan tadi. Sebelah tangan Axell terulur untuk mengajak pelan puncak kepala istrinya itu dengan sayang.


"Buat jagain istri aku, aku cuma lakuin apa yang semestinya aku lakuin, Yang." Jawab laki-laki itu sambil fokus menyetir. "... Gara-gara aku yang nyuruh Bang Rheyhan jemput kamu, aku jadi dengar banyak gosip murahan tentang kamu di sekolah tadi. Dengan apa yang aku lakuin sama bang Rheyhan tadi, aku pastiin bisa bungkam mulut mereka. Karena aku nggak suka dengar istri aku digosipin kayak gitu." Tegas Axell.


Dira tersenyum mendengar penuturan Axell. Perasaannya seketika menghangat. Laki-laki berstatuskan suaminya ini ternyata begitu menyayangi dirinya.


"Sekali lagi makasih ya, Kak!" Ulang Dira mengucapkan terima kasih.


Axell mengangguk. "Nggak perlu bilang terima kasih, Yang!" Balas Axell sambil kembali mengusap lembut surai kecoklatan milik sang istri. Laki-laki itu tersenyum senang. Tiba-tiba sebuah ide jail muncul di kepalanya. "... tapi kalau kamu mau berterima kasih, seingatku, aku udah pernah ngajarin kamu cara berterima kasih yang baik dan benar. Jadi nanti sampai rumah aja terima kasihnya!"


...***...



*Axello Arkana Marvellyo.



*Andira Gracelia Prastika Putri.



*Rheyhan Theda Finnegan.

__ADS_1


__ADS_2