Andira & Axello. (Dijodohkan)

Andira & Axello. (Dijodohkan)
133. Verrel mulai jahil.


__ADS_3

Sepasang tangan tengah mencengkram kuat setir mobil. Lalu tangan kanannya memukul bagian tengah setir mobil itu dengan kuat, untuk melampiaskan amarah yang sekarang tengah menguasai dirinya pagi ini.


Renata - Gadis yang baru saja mematikan mesin mobil setelah memarkirkannya dengan rapi itu, tiba-tiba di suguhkan dengan pemandangan yang membuatnya seketika merasa terbakar.


Bagaimana tidak? Di depan sana, tepat di depan mobilnya saat ini, Seorang gadis yang sangat ia benci baru saja keluar dari sebuah mobil mewah warna hitam yang membawanya masuk ke parkiran SMA Bhakti Bangsa.


Gadis yang ia kenal bernama Dira itu berjalan menjauh meninggalkan mobil seseorang yang sudah pasti Renata kenal siapa pemiliknya, dengan wajah berbinar bahagia. Tak lama kemudian disusul oleh Axell, si pemilik yang berjalan tak jauh dari gadis itu dan kini menyamakan langkah dengan sang kekasih (Status yang Renata ketahui).


Nampak terlihat, satu tangan Axell terulur untuk menggandeng tangan putih milik Dira. Membawa gadis itu masuk ke area sekolah.


Dari sudut pandang mana pun, orang yang melihat interaksi keduanya sudah bisa menebak, ada cinta yang tengah bersemi di hati keduanya. Tergambar dengan jelas diraut wajah Dira dan Axell saat mereka berjalan bersama. Senyum yang seakan takkan pernah luntur dan malah membawa pengaruh positif bagi siapa saja yang berpapasan dengan mereka.


'The best couple.' Itulah julukan yang tersemat untuk Axell dan juga Dira di Bhakti Bangsa saat ini. Meski tak jarang banyak gadis yang iri akan posisi yang Dira dapatkan.


Siswa ber-nametag Axello A. Siapa yang tidak mengenalnya? Ketua OSIS tak tersentuh yang begitu di segani di SMA Bhakti Bangsa. Ia terkenal dengan ketampanan dan juga kepintarannya yang melebihi rata-rata. Namun mempunyai sifat yang kelewat dingin, irit bicara dan terlalu cuek dengan para gadis yang bahkan terang-terangan menyatakan perasaan suka padanya, tiba-tiba berubah saat setelah Dira masuk ke SMA Bhakti Bangsa.


Jangankan bisa bertegur sapa dengannya, melihat senyumnya saja seakan mustahil.


Tapi, entah bagaimana cara dan prosesnya, pada suatu ketika sekolah tiba-tiba dibuat gempar setelah mendengar kabar bahwa sang ketua OSIS itu kini telah memiliki kekasih dari unggahan sebuah foto di status media sosial miliknya.


Bagaimana tidak? Dalam foto yang Axell unggah, terlihat dua tangan yang saling mengenakan cincin yang sama dijari manis masing-masing. Jangan lupakan caption yang tersemat dibawah foto tersebut,


🖤 A.


Dan ternyata, Dira lah gadis yang beruntung itu.

__ADS_1


Hanya dengan kurun waktu beberapa bulan saja, nyatanya gadis itu kini telah berhasil merubah Axell. Senyum yang dulunya tidak pernah tercetak di wajah tampan laki-laki itu, kini orang bisa dengan begitu mudah melihatnya, saat sang ketua OSIS sedang bersama dengan sang pujaan hati. Sungguh hadirnya Dira bisa benar-benar merubah hidup dari seorang Axello.


Jika Dira dan Axell tengah merasa bahagia karena biduk rumah tangga yang sedang mereka bangun bersama. Maka lain halnya dengan gadis bernama Renata. Ia sedari tadi menatap ke arah Dira dan Axell tak suka. Dalam hati ia bersumpah akan memisahkan kedua sejoli yang sedang di mabuk cinta itu.


Gadis yang sedang menatap tajam ke arah perginya Dira dan Axell itu perlahan mengubah tatapannya, disusul dengan senyum yang perlahan muncul dan semakin mengembang.


"OK, sih... gue akan sedikit berbaik hati disini. Dengan cara ngebiarin kalian berdua bahagia ... But, only a few. Because if I can't get Xello, then no one else can either. Fair isn't it?" Gadis itu tersenyum miring, "... kalian nikmatin kebersamaan kalian, sebelum akhirnya kalian terpisah nantinya."


...***...


Di koridor sekolah, lebih tepatnya di depan kelas Dira. Verrel yang tengah duduk santai dengan Bastian tiba-tiba tersenyum saat melihat kedatangan seseorang yang sudah ia tunggu sedari tadi. Senyumnya semakin mengembang saat keduanya berjalan mendekat.


"Wuih... dua sejoli, gue perhatiin makin hari makin ... 'MAKIN' aja kalian berdua?" Celetuk Verrel dengan menekankan kata 'makin' di akhir, saat melihat Dira dan Axell yang berjalan mendekat. Jangan lupakan senyum Verrel yang ... entah, senyum yang berbeda dan Axell tidak bisa mengartikan senyum yang Verrel tampilkan untuknya saat ini.


"Dunia benar-benar milik berdua, ya, Rel. Berasa kek ngontrak aja gue." Ucap Bastian ikut menimpali.


"Kalo berasa ngontrak, sadar diri! Jan sampai lupa bayar apa lagi pake nunggak!" Sahut Zaki yang tiba-tiba saja muncul bersama dengan Melody. Sama seperti Dira dan Axell, mereka juga baru datang.


"Nunggak? Woy ... nggak salah Lo, Jaki?! Gue anak Sultan. Ya kali gue nunggak!" Balas Bastian tak terima dengan perkataan Zaki padanya tadi.


"Yang sultan itu bokap Lo, bukan Lo, kan?" Balas Zaki enteng.


"Seenggaknya gue kecipratan duitnya. Haha..." Jawab Bastian tak kalah entengnya juga.


"Kamu masuk kelas dulu, Yang! Nanti ketemu di kantin." Ujar Axell terkesan memerintah.

__ADS_1


Dira mengangguk patuh. Ia langsung masuk kelas saat setelah menyapa Verrel, Bastian dan juga Zaki terlebih dahulu. "Yuk, Mel." Ajaknya pada Melody dan langsung di sambut baik oleh Melody yang langsung mengikuti Dira masuk ke kelas.


Setelah melihat sang istri yang sudah duduk nyaman di bangkunya, Axell langsung pergi begitu saja. Meninggalkan Verrel Bastian dan juga Zaki yang masih duduk di tempatnya.


"Lah... kita di cuekin, Rel ..." Ucap Bastian menepuk pundak Verrel. "... Si Axell kenapa? Kok aneh?"


Verrel semakin tersenyum miring. Mereka bersahabat sudah sejak lama. Tak ayal Axell paham dengan senyum yang ia tampilkan untuknya tadi.


'Lo sengaja ngehindar dari gue, Xell. OK, gue akan cari timing yang pas buat ngomong sama Lo.'


Tak menjawab, Verrel hanya mengangkat bahu acuh. Lalu pergi mengikuti langkah Axell yang semakin mengecil di penglihatannya.


"Lah ... Ba*i. Ditanya malah pergi!" Maki Bastian pada sahabatnya itu.


"Lo nggak denger bel masuk, Bas? Atau Lo mau gabung di kelas gue aja?" Sahut Zaki yang kini berjalan masuk ke kelasnya.


...***...


"Mel, tolong pesenin gue sekalian, ya?" Ucap Dira pada Melody. Kini keduanya baru saja memasuki kantin dan mencari meja yang masih kosong di jam istirahat yang baru di mulai sekitar 10 menit yang lalu.


"OK, yang kek biasanya kan, Dir!" Tanya Melody yang memang sudah hafal dengan pesanan Dira kalau mereka sedang berada di kantin. Takutnya Dira Kembali memesan makanan yang tak biasa seperti kemaren. Nasi goreng yang kelewatan asinnya. "... Basko sama Lemon tea anget, kan?" Ucapnya memastikan.


Dira menggeleng, "No! Gue bosen makan bakso. Kali ini gue pengen soto ayam, tapi nggak pake ayam. Sama ... minumnya es jeruk ya, Mel." Jawab Dira yang kini sudah duduk anteng di tempatnya.


Melody menarik satu alis, ia merasa sedikit aneh dengan makanan yang Dira pesan. Tapi ia tak menarik curiga sedikit pun. Gadis itu mengangguk dan pergi meninggalkan Dira untuk memesan makanan.

__ADS_1


"Udah pesan makan, Yang?"


__ADS_2