
"Lo berdua abis ngapain?" Pertanyaan yang kompak keluar dari Nayla dan juga Verrel. Sangat terdengar jelas, ada nada tidak suka dari keduanya. Jika Verrel menghawatirkan Axell sahabatnya, maka sama halnya dengan Nayla yang menghawatirkan Dira.
Khawatir dalam arti kata melihat hubungan keduanya yang sama-sama tidak tinggal dengan kedua orang tuanya masing-masing. Bahkan tinggal di gedung apartemen yang sama, meskipun beda lantai. Tapi tidak menutup kemungkinan kalau keduanya akan kebablasan dalam hal berpacaran karena terlalu sering bertemu dan mungkin tinggal bersama secara diam-diam.
OK... Nayla dan Verrel sedang OVT saat ini.
Melihat Dira yang hanya mengenakan bathrobe dan posisi keduanya yang berpelukan saat mereka datang. Tak menutup kemungkinan ada sesuatu hak yang terjadi sebelum mereka sampai tadi.
Tak menjawab, Axell malah kembali masuk kedalam kamar Dira dan langsung di ikuti oleh Nayla. Gadis itu tengah menuntut jawaban yang tak kunjung keluar dari mulut Axell.
"Ngapain Lo malah masuk kamarnya Dira?" Tanya Nayla lagi dan masih tak mendapat respon dari Axell.
Axell kembali keluar dari kamar Dira setelah mengambil ponsel yang tadi ia letakkan di atas nakas samping tempat tidur. Masih dengan Nayla yang mengekor di belakangnya.
Axell kini duduk di sofa, lebih tepatnya di samping Bastian yang lebih dulu duduk sejak sampai tadi. Laki-laki itu tengah mencari kontak seseorang dan langsung menekan tombol panggil saat menemukan nama yang ia cari.
📞 Calling Bang Rhey ....
"Halo, bang..."
"(....)."
"Tolong kirim menu signature dari d'Axe Cafe ke Greenland Residence, ya bang... untuk tujuh orang. Nanti langsung ke lantai 7, unit nomor 71.
"(....)."
"OK, thank's, bang."
Axell langsung memasukkan ponselnya ke dalam saku setelah panggilannya selesai.
"Nggak terjadi apa-apa, gue cuma minta om gue buat periksa keadaan Dira tadi." Ujar Axell tanpa menatap wajah Verrel atau pun Nayla. Laki-laki itu lebih memilih untuk menyandarkan punggungnya dan menutup matanya sejenak. Tiba-tiba kepalanya sedikit berdenyut.
"Dih ... Lo pikir gue bakalan percaya?" Jawab Nayla yang menatap sinis pada Axell.
"Lo pikir gue bakalan peduli?" Jawab Axell dengan menirukan nada bicara Nayla tadi.
"Lo, ya ... ukh!" Kesal Nayla.
"Udahlah, Beib. Axell nggak mungkin ngapa-ngapain Dira." Ucap Verrel mencoba menenangkan kekasihnya itu.
Nayla menoleh menatap Verrel tak suka, "Dia sahabat Lo, wajar kalo Lo belain ... Ini tuh dah hampir tiga jam Axell bawa Dira pulang tadi. Kita semua nggak ada yang tau apa yang terjadi selama kita belum datang, kan?" Ucap Nayla yang terkesan menuduh ke arah Axell.
Sementara Axell mendengus sebal, "Lo bisa tanya sendiri ke Dira!" Ucap Axell yang kini kembali membuka matanya karena mendengar langkah kaki seseorang. Pandangannya kini beralih pada seseorang yang baru saja keluar dari kamarnya.
"Sini, yang!" Panggilnya pada Dira. Gadis itu menurut saja dan langsung mendekat kearah Axell dan duduk di sampingnya.
__ADS_1
"Masih pusing?" Tanya Axell sambil menempelkan punggung tangannya pada kening Dira. Tak ada jawaban, Dira hanya menggelengkan kepalanya pelan. Tangan Axell kini bergerak mengelus kepala Dira. "Gue udah pesen makanan tadi, nanti makan yang banyak, biar Lo cepet sembuh. Gue tau, Lo tadi baru makan dikit di kantin." Ucap Axell pada Dira. Gadis itu hanya mengangguk pelan.
"Tuan dan nyonya Axello yang terhormat, tolong jangan mempertontonkan keuwuan dan kebucinan dengan sengaja. Karena sejatinya kita sedang prihatin dengan keadaan saudara kita yang kurang beruntung." Ucap Zaki sambil menatap Bastian.
Sementara Bastian hanya berdecak kesal. Memang ada apa dengan dirinya? "Kenapa jadi bawa-bawa gue Lo, nyet?"
"Hahaha ... Karena Dira udah jadian sama Axell. Padahal kita semua tau, Lo kan dulunya juga ngarep banget sama Dira." Jawab Zaki santai tanpa rasa bersalah.
"Gue udah B aja ya sekarang, kenapa Lo yang malah repot? Ya nggak, Xell?" Jawab Bastian lalu mengulurkan tangannya pada Axell untuk tos ala mereka. Dan di sambut baik juga oleh Axell.
Tok...
Tok...
Tok...
Tiba-tiba ada yang datang mengetuk pintu, Axell sudah bisa menebak siapa yang datang. Laki-laki itu lalu bangkit untuk membukakan pintu. Dan saat pintu terbuka, Muncul dua orang di baliknya .
"Loh, Xell ... Lo pindah sini?" Tanya cowok yang tak lain bernama Rheyhan - Orang yang Axell telepon tadi. Laki-laki itu berjalan masuk sambil membawa bungkusan yang sudah pasti berisikan makanan yang Axell pesan sebelumnya, diikuti seorang gadis yang berjalan di belakangnya, juga membawa beberapa kantong berisikan makanan yang sama.
"Nggak, bang. Ini apartemennya Dira ..." Jawab Axell sambil menutup pintu. "... Tolong taruh saja di meja!" Ucap Axell pada gadis yang datang bersama dengan Rheyhan tadi. Lalu kembali duduk di samping Dira.
"Saya masih mau disini. Kamu bisa langsung kembali ke kafe, Linda!" Ucap Rheyhan. Laki-laki yang hanya berbeda sekitar tiga tahun dari Axell itu adalah orang kepercayaan Axell di d'Axe Cafe sekaligus sepupu dari Axell sendiri.
"Baik, pak." Jawab Linda sambil kembali melirik gadis yang duduk di samping Axell.
*Author said : Emang kenapa sih, Linda? Suka-suka Axell-Dira, dong!
Setelah perginya Linda, Rheyhan langsung bergabung dengan yang lainnya. Kini mereka tengah menikmati makanan yang Axell pesan tadi.
"Gue denger dari bokap, katanya is ... pacar Lo saki, Xell?" Tanya Rheyhan yang hampir keceplosan menyebut Dira istri tadi kalau saja Axell tidak memberinya kode gelengan kepala samar.
"Cuma demam biasa, bang ..." Jawab Axell yang kini meraih makanan untuk ia berikan pada Dira. "Ak yang, aku suapin!" Ucap Axell pada Dira.
Dira menatap Axell sesaat lalu menggeleng. "Aku makan sendiri aja, kak."
Kini giliran Axell yang menggelengkan kepalanya. "Lo akan makan sedikit kalo makan sendiri. Gue suapin aja!"
Dira tersenyum canggung menyadari dirinya dan Axell yang malah menjadi pusat perhatian. Tiba-tiba ia jadi nggak enak sendiri. "Tapi, kak -..."
"Dira, nurut sama gue, bisa? Lo lagi nggak enak badan!" Potong Axell cepat yang seakan tak menerima penolakan dari gadis yang berstatuskan istrinya. Axell jadi tak habis pikir, kenapa disaat seperti ini, istrinya ini jadi susah sekali di kasih tahu. Axell memijat pelipisnya sebelah, kepalanya semakin berdenyut nyeri.
Sementara Rheyhan dan yang lainnya hanya menahan tawa melihat interaksi antara Dira dan Axell. Gemas sekali kedua orang ini.
"Nurut aja apa susahnya, sih, Dir? Nggak akan ada salahnya kalo Lo nurut sama Axell." Pungkas Rheyhan.
Mau tak mau Dira menurut untuk di suapin Axell setelah mendengar apa yang Rheyhan katakan. Baru saja Axell memaafkannya atas ulah yang ia perbuat tadi, nggak mungkin kan Dira bikin Axell kesal lagi.
__ADS_1
...***...
Satu jam setelah Rheyhan beserta teman-temannya pulang dari apartemen Dira, Axell kini kembali mandi setelah membersihkan ruang tamu yang sedikit berantakan setelah kedatangan teman-temannya tadi.
Selesai dengan urusan mandinya dan mengenakan baju, kini Axell meraih ponselnya di atas meja untuk menghubungi seseorang.
📞 Calling pak Septa ...
"Halo pak Septa..."
"(....)."
"Tolong jemput saya di apartemen sekarang!Bisa, pak?"
"(....)."
"Baik, Saya tunggu."
Panggilan berakhir setelah Axell menutup teleponnya. Laki-laki itu lalu berjalan mendekat ke arah lemari untuk mengambil Hoodie dan langsung memakainya.
Melihat Axell yang mengenakan hoddie, membuat Dira mengangkat satu alisnya.
'Kak Axell mau kemana?'
Gadis itu lalu beralih menatap jam pada ponselnya yang sudah menunjukkan pukul 08.45 pm. "Udah jam segini." Gumam gadis itu yang hanya bisa ia dengar sendiri.
Karena semakin penasaran, Dira memberanikan diri untuk bertanya, "Kak Axell mau kemana?" Satu pertanyaan yang akhirnya lolos dari mulut Dira.
Axell menoleh ke arah Dira lalu mendekat ke arah gadis itu. Tangan kekarnya terangkat untuk mengusap pelan rambut gadisnya. "Gue mau pulang ke rumah." Jawab Axell.
"Ke rumah?" Beo Dira.
'Ini kak Axell mau ninggalin gue sendiri di apart? Apa dia masih marah?'
Axell mengangguk, "Iya. Kenapa?" Tanya Axell yang langsung mendapat gelengan kepala pelan dari Dira.
Axell lalu merogoh ponsel dari dalam saku celananya, membuka sebuah pesan yang baru masuk pada benda pipih tersebut.
"Ayo, Yang! Pak Septa udah nunggu kita di basseman."
...***...
...
*Rheyhan Theda Finnegan - Putra dari om David Finnegan....
__ADS_1
*Ada yang mau kenalan sama kak Rheyhan disini?