Andira & Axello. (Dijodohkan)

Andira & Axello. (Dijodohkan)
50. Gara-gara Zaki 2


__ADS_3

"Lo ada something sama dia?"


"Wait...Siapa yang Lo maksud?" Pertanyaan yang kompak keluar secara bersamaan dari Verrel dan juga Bastian.


Sementara Zaki yang mendengar pertanyaan yang ditujukan padanya hanya memilih diam, sama sekali tak berniat untuk menjawab. Biarlah mereka semua penasaran terlebih Verrel dan juga Bastian. Ia malah memilih berdiri.


"Dah lah... gue cabut. Jam istirahat udah abis. Gue nggak mau kena semprot pak Dhana." Ucap Zaki yang berjalan meninggalkan meja yang ia tempati tadi.


"Lha... si babi, malah cabut dia!" Cibir Bastian kesal.


"Gue juga mau balik ke kelas. Duluan ya, semua!" Pamit Dira yang langsung berdiri dan pergi dari kantin meninggalkan rasa perasaan yang kini tengah menyerang Nayla, Melody, Verrel dan juga Bastian, sama seperti yang dilakukan oleh Zaki tadi.


...***...


Semua siswa-siswi berhamburan keluar dari kelas masing-masing menuju parkiran sekolah setelah bel tanda berakhirnya jam pelajaran berbunyi beberapa menit yang lalu. Kecuali Dira dan Melody juga beberapa siswi yang langsung menuju ke pintu gerbang karena akan langsung menunggu jemputan.


"Gue masih penasaran sama cowo yang nganterin Lo tadi, Dir. Kek kenal gitu gue!" Celetuk Melody.


"Perasaan Lo doang kali, Mel. Dia beneran sepupu gue, kok." Jawab Dira yang sedang berusaha mengubah spekulasi yang berkembang di kepala Melody.


"Eh... bentar, Dir, gue baru keinget sesuatu." Ucap Melody.


"Apaan?" Tanya Dira tanpa menatap wajah Melody. Gadis itu tengah mengutak-atik ponselnya. Melihat apakah ada pesan masuk dari Axell.


"Lo ngerasain ada yang beda nggak, sama kak Axell?" Tanya Melody bersemangat.


Deg...


'Kenapa Melody tiba-tiba jadi bahas kak Axell, sih?'


"Dir!" Panggil Melody saat tak mendapat tanggapan dari Dira.


"Eh, ada apa, Mel? Lo tanya apa tadi?" Tanya Dira.


"Lo kenapa malah jadi bengong, sih? Gue tadi tanya. Lo ngerasa ada yang aneh nggak sama kak Axell? Sebenarnya akhir-akhir ini gue sering merhatiin kalo kita lagi di kantin bareng, Dia itu... suka merhatiin Lo." Ujar Melody.


"Hah... Yang bener, Mel." Tanya Dira.


"Iya. Semenjak dia yang nolongin Lo pas waktu pingsan beberapa waktu lalu." Jelas Melody.


"Akh... perasaan Lo aja kali, Mel." Jawab Dira tenang.


'Masa' sih kak Axell suka merhatiin gue?'


"Ih... Dira! Dibilangin juga. Gue liat pake mata kepala gue sendiri. Kak Axell itu Diem-diem suka merhatiin Lo, bahkan dari jauh sekalipun." Ucap Melody berusaha meyakinkan Dira dengan apa yang ia lihat akhir-akhir ini. Dan memang benar, Melody memang sering memperhatikan Axell yang ternyata sedang memperhatikan Dira.


Hening. Dira bingung harus menjawab apa? Mendengar apa yang di katakan Melody tadi membuat Dira mengetahui sebuah fakta. Ternyata selama ini Axell yang diam-diam suka memperhatikannya. Jadi, pantas saja waktu Dira pergi ke taman untuk menghindari Nayla dan malah tidak sengaja bertemu dengan Arfen, Axell melihatnya. Karena memang saat itu Axell mengikuti kemana ia pergi.


'O... pantes waktu itu kak Axell liat gue sama Arfen?'


"Kek nya kak Axell suka deh, Dir, sama Lo." Ucap Melody mengatakan pendapatnya.


"Ada-ada aja Lo, Mel. Gini deh, sekarang gue tanya balik sama Lo!" Jawab Dira berusaha mengalihkan topik.


"Apaan?" Tanya Melody.


"Gimana perasaan Lo sama Zaki?" Tanya Dira.


"Kenapa jadi bahas si Zaki, sih! Bukannya tuh cowo sukanya sama Lo ya?" Tanya Melody.


Dira mengangguk dan seketika membuat Melody semakin yakin kalau Zaki memang memiliki rasa suka pada Dira. "Jadi bener, Zaki suka sama Lo?" Tanya Melody lagi dengan suara yang berbeda.


"Tapi bo'ong." Jawab Dira dan di akhiri tawa oleh gadis itu.


"Ck. Dira ngeselin!" Kesal Melody.


"Sorry, Mel." Ucap Dira yang masih tertawa.

__ADS_1


Tiinn... tiinn...


Terdengar sara klakson mobil dari belakang Dira dan Melody. Mobil itu lalu berhenti di samping keduanya. Dan tak lama kemudian keluarlah seorang cowok yang berjalan mendekat ke arah mereka.


"Hi ladies..." Sapa cowok tadi dengan senyum yang menghias si wajahnya.


"Hai, kak. Kak Bastian belum pulang?" Tanya Melody.


"Belumlah... Kalo gue udah pulang, sekarang gue nggak disini, dong!" Jawab Bastian sekenanya.


"Ada apa, kak?" Tanya Dira to the points.


"Lo berdua... bisa tolongin gue, nggak?" Tanya Bastian balik. Asli, ini sebenarnya hanya modus dari si Bastian saja. Sebenarnya Bastian hanya ingin mengajak Dira, tapi Bastian berpikir kalau gadis itu pasti akan menolaknya seperti yang sudah-sudah. Maka dari itu, Bastian mengajak serta Melody.


"Tolong apa, kak?" Tanya Melody balik. Sementara Dira, ia hanya menuggu jawaban yang akan keluar dari Bastian.


"Perut gue lagi sakit, nih." Jawab Bastian sambil memegangi perutnya.


"Hah... sakit?" Tanya Melody panik.


"Minta di anterin ke rumah sakit, kak?" Tawar Dira.


"Enggak gitu maksud gue." Jawab Bastian.


"Terus maunya gimana?" Tanya Melody bingung.


"Lo berdua mau nggak, nemenin gue ke kafe? Cari makan gitu... laper." Jawab Bastian sambil terkekeh geli.


'Astaga.' Batin Dira mendesah setelah mengetahui maksud dari sahabat suaminya ini menghampirinya tadinya tadi, ternyata hanya modus ngajakin makan.


"Yaelah, kak. Bilang kek ngajak ngafe gitu! Pake segala bilang sakit." Cibir Melody.


"Ya gimana, biar Lo berdua mau." Jawab Bastian sambil menggaruk kepalanya yang tidak gatal.


"Gimana, Dir?" Tanya Melody Dira.


"Emang jemputan Lo udah Dateng? Belum kan? Nanti gue deh yang antar Lo berdua balik. Ya, mau ya?" Tawa Bastian.


"OK. Kita mau." Jawab Melody menyetujui tawaran Bastian. Padahal jelas-jelas Dira sudah menolaknya tadi.


"Kalo gitu, ayo cepetan masuk! Di luar panas." Ajak Bastian.


"Lo duduk di depan aja ya, Mel! Gue mau duduk di belakang, pengen tiduran." Pinta Dira. Ini nggak akan lucu kalau Dira duduk di depan bersama dengan seorang Bastian. Bagaimana nantinya kalau Axell melihatnya nanti. Sungguh, sebenarnya Dira ingin menolaknya saja tadi. Tapi, karena karena Melody yang sudah terlanjur menerima tawaran dari Bastian jadilah Dira terpaksa ikut.


Tapi disaat Dira baru saja akan membuka pintu mobil, seseorang tiba-tiba datang dan menghentikannya.


"Wait! tunggu dulu!" Ucap seseorang yang baru saja datang.


"Apaan Lo, Jaki!" Protes Bastian tak terima.


"Gue ada urusan sama Dira. Iya kan, Dir?" Jawab Zaki sambil menaik-turunkan alisnya.


"Apaan, nggak bisa. Dira udah setuju ikut gue tadi." Tolak Bastian pada Zaki yang hendak membawa Dira untuk masuk ke dalam mobilnya.


"Ck. Ribet Lo jadi cowok! Gue cuma mau ngomong bentar sama Dira." Ucap Zaki santai.


"Nggak ada. Dira tetep ikut sama gue, monyet!" Kekeuh Bastian.


"Eh, anj*Ng! Gue cuma mau ngomong bentar sama Dira. Lagian gue akan ikutin kemana mobil Lo kok dari belakang. Ngerti Lo?!" Jawab Zaki sedikit ngegas sambil memegang pergelangan tangan Dira dan membawa gadis itu untuk masuk kedalam mobilnya.


Dira hanya bisa pasrah saat Zaki menarik tangannya tadi. Sementara Bastian, jangan ditanya. Laki-laki itu kini sedang meradang. Ia tengah mengumpat kesal dalam hatinya. Mau bagaimana pun juga Zaki juga temannya.


"Huft... Sialan!" Pada akhirnya hanya kata itu yang mampu keluar dari dalam mulut Bastian saat melihat Zaki yang berhasil membawa Dira pergi bersamanya.


Tiinn... tiinn...


"Woy... Buruan!" Teriak Zaki dari dalam mobilnya. Dengan perasaan kesal, Bastian segara masuk ke mobil dan menjalankannya menuju ke tempat yang akan ia tuju.

__ADS_1


Tapi, tanpa mereka sadari. Ternyata sedari tadi ada sepasan mata yang menyaksikan perdebatan kecil antara Bastian dan Zaki yang sedang memperebutkan Dira. Bahkan ia datang sebelum perdebatan itu terjadi.


Kedua tangannya pun mencengkeram kuat stir mobil untuk menahan rasa kesal ia rasakan saat ini. Melihat tangan gadisnya yang di tarik begitu saja dengan cowok lain.


"O-Shitt!" Umpatnya kesal.


Dengan cepat ia memutar balikan mobilnya untuk mengikuti kemana mobil Zaki membawa gadisnya itu pergi. Sembari fokus mengemudi, tangan kekarnya merogoh ponsel dari dalam saku jas yang ia kenakan dan menelpon gadisnya tadi.


📞Calling Dira...


"(....).


"Halo, Dir..."


"(....)."


"Udah pulang?" Tanyanya pura-pura tidak tahu kalau sebenarnya Dira sudah pulang dan sekarang sedang pergi ke suatu tempat.


"(....)."


"Tapi apa?"


"(....)."


"Kemana?"


"(....)."


Tuutt...


Mendengar jawaban dari gadisnya membuat laki-laki itu langsung memutus teleponnya sepihak dan mempercepat laju mobilnya.


...***...


"Lo masih mau bungkam, Dir?" Satu pertanyaan yang muncul dari mulut Zaki.


"Ada apa sih, Zak? Sebenarnya Lo itu mau ngomong apaan sama gue?" Tanya Dira malas.


"Gue tau, Lo ada something kan sama tuh ketos? Lo berdua udah... in relationship ya?" Cecar Zaki tanpa basa-basi.


"Gue -..."


Drrtt... drrtt...


Baru saja Dira akan menjawab pertanyaan dari Zaki, tiba-tiba ponselnya bergetar. Dira sudah bisa menebak, siapa yang menelponnya. Tanpa melihat nama si pemanggil, Dira langsung menerima panggilan tersebut.


"Halo."


"Halo, Dir..."


"Ada ap -...


"Udah pulang


"Udah, kak. Tapi..." Dira melirik ke arah Zaki sekilas.


"Tapi apa?"


"Kak Bastian ngajak makan. Tadi aku udah sempet nol -...".


"Kemana?"


"Nggak tau, kak. Ini aku sama Zaki lagi ngikutin dari belakang."


Tuutt... tuutt...


Telepon langsung terputus begitu saja dan membuat Dira menghela nafas pelan.

__ADS_1


"Siapa, Dir? Axell?"


__ADS_2