Andira & Axello. (Dijodohkan)

Andira & Axello. (Dijodohkan)
154. Minta di peluk.


__ADS_3

"Woy! Kenapa, sih? Kok lo malah ngelamun gitu? Ada apaan?" Tanya Derry yang merasakan keanehan pada Nicholas.


"Dia Asistennya Xello." Singkat Nicholas menjawab.


"Asisten? Si Pandu-Pandu itu?" Ulang Derry.


"Lo ingat, rumor tentang pewaris dari MJ Corps yang katanya masih muda dan sulit di ajak kerjasama itu?" Derry seketika mengangguk. Dia memang sempat mendengar kabar yang santer terdengar dari kalangan pebisnis tentang MJ Corps.


"Kenapa memangnya? Kontrak Lo di tolak?" Tanya Derry. Ia sempat teringat dengan Nicholas yang beberapa hari lalu yang sedang kesusahan mencari investor yang bersedia menyuplai dana dalam jumlah besar untuk proyek yang sedang di bangun di Batam.


Tak langsung menjawab, Nicholas nampak menghela nafas. "Hampir. Lebih tepatnya memang sempat di tolak ..." Nicolas kembali menatap sang adik. "... kabar itu benar adanya. Sulit memang. Dia bahkan dengan gamblang minta keuntungan 50%." Terang Nicholas.


Derry diam karena otaknya tengah sibuk menebak, orang seperti apa di balik sang pewaris MJ Corps itu? Di lihat dari cerita Nicholas, orang itu memang terkesan sangat pilih-pilih dengan siapa ia akan menanam modal. "Tadi lo bilang sempat di tolak? Berarti sekarang disetujuin, dong?"


Kini giliran Nicholas yang mengangguk, "Ada harga yang harus gue bayar." Jawabnya.


"Maksud Lo? Kalo ngomong itu yang jelas dong, Bre! Gue nggak paham." Protes Derry yang bingung dengan maksud dari ucapan Nicholas barusan.


"Pertama ... gue harus jauhin istrinya ..." Ucap Nicholas menggantung.


"Dia udah punya istri? Lo gangguin istri orang, Bro?" Tanya Derry cepat.


"... kedua, gue harus bisa pastiin, Rere nggak gangguin hidup dia dan istrinya. Itu dua syarat yang harus gue penuhin." Lanjut Nicholas tanpa menjawab pertanyaan Derry tadi.


"Bentar, Bro! Gue masih nggak ngerti di sini?" Derry yang tadi sempat berbaring kini bahkan kembali duduk. "... Apa hubungannya tuh orang sama Rere? Mereka saling kenal?" Tanya Derry yang lagi-lagi berhasil di buat bingung oleh Nicholas.


Nicholas mendengus, ia kembali teringat tentang siapa Axell sebenarnya. Mereka dulu cukup dekat. Dan semua berubah setelah hubungan Axell dan Renata berakhir. Makanya, saat meeting dengan MJ Corps tadi, ia begitu terkejut saat mengetahui bahwa Axell sebagai pihak dari perusahaan besar tersebut.


Karena jujur, Nicholas tidak pernah berpikir sedikit pun kalau Axell adalah putra tunggal dari seorang Marvellyo Jodi, yang artinya Axell bukanlah orang sembarangan. Di sini Nicholas sedikit merasa di bohongi tentang jati diri Axell sebelumnya.


Sengaja? Nyatanya memang iya.


Dulu Nicholas memang mengenal Axell sebagai kekasih dari adeknya dan Axell sangat low profil saat itu.


"Bukan sekedar kenal. Tapi mereka pernah menjalin kasih."


"Pacaran? Maksud Lo ... dia it -


"Axello Arka. Kita dulu hanya tau nama dia sebagai Axello Arka ..." Nicholas menghela nafas, "... Tanpa kita tau nama dia versi lengkapnya."


"Maksud Lo, Xello? Dia -


"Axello Arkana Marvellyo."

__ADS_1


...***...


Axell terbangun karena merasa tidurnya yang terusik. Ia reflek mengangkat kepalanya saat merasakan seseorang yang mengusap kepalanya.


"Sayang ..." Panggilnya pelan saat melihat mata Dira yang sudah mulai terbuka. "... kamu sudah sadar?" Tanyanya dengan wajah yang beneran nggak bisa bohong. Senang, bahagia dan pastinya lega karena istrinya sudah sadar.


Karena rasa lelah yang mulai menghampiri, Axell yang tadi tertidur dengan satu tangan yang masih menggenggam tangan Dira. Kepalanya ia tumpukan pada tepi brankar sang istri. Tapi, Baru saja akan terlelap, ia sudah kembali bangun.


Dira tersenyum masih dengan wajah yang sama - pucat.


"Apa yang kamu rasain sekarang, Yang? Aku panggilin dokter, ya?" Axell yang kini mulai berdiri untuk menekan tombol di dekat brankar Dira untuk memanggil dokter yang kebetulan berjaga, seketika terhenti karena Dira menarik ujung bajunya. "Yang ..."


"Aku nggak apa-apa, Kak. Aku baik-baik aja." Sela Dira sambil kembali tersenyum.


"Tapi, Yang ... kamu -


"Kak, Aku beneran nggak pa-pa. Aku cuma lemas dan sedikit pusing." Tangan Dira lalu menggenggam tangan Axell, bermaksud agar Axell mengerti dan tidak terlalu mengkhawatirkan keadaannya.


"Mau minum?" Axell mengulurkan gelas berisi air pada Dira. Dira mengangguk lalu berusaha bangun untuk minum air yang Axell berikan.


Axell menghela nafas pelan setelah kembali meletakkan gelas yang ia berikan pada Dira tadi. Ia kembali duduk setelah mencium kening dan bibir Dira sekilas. "Aku khawatir banget sama kamu, Yang." Ujarnya.


Dira menatap lekat wajah Axell, jelas terlihat wajah sang suami yang benar-benar amat sangat menghawatirkan keadaannya.


'Nggak pa-pa bagaimana, Yang? Kamu bahkan sampai keguguran. Dan lagi-lagi aku gagal jaga kamu.'


Axell menatap wajah Dira lekat, "Sebenarnya apa yang terjadi sama kamu di sekolah tadi?" Tanya Axell dengan tatapan yang kini berubah serius. "... Aku mau kamu cerita semuanya tanpa ada bagian yang kamu tutupin!"


"... Zaki bilang, ini semua perbuatan gadis itu. Bahkan dia - " Ucapan Axell terhenti saat melihat air mata yang perlahan mulai menetes di kedua mata Dira.


"Aku benci sama dia."


...***...


"Tidur lagi ya, Yang, ini udah malam." Ucap Axell sambil mengusap-usap sebelah pipi sang istri.


Hari sudah semakin larut. Tapi sepertinya mata Dira masih enggan terpejam. Bahkan Axell sampai kewalahan untuk membujuk istrinya itu agar segera tertidur. Keadaanya masih lemah, jadi Axell tak ingin Dira begadang malam ini.


"Aku masih belum mengantuk, kak." Jawab Dira pelan.


"Tapi kamu masih harus banyak istirahat, Yang.. biar kamu cepat pulih! Nanti kita bisa cepat pulang." Balas Axell.


Dira diam. Ia menatap wajah Axell yang berada tepat di depannya. Apa yang Axell katakan memang benar.

__ADS_1


"Aku mau tidur, tapi di temani sama Kakak." Ucap Dira.


"Aku di sini, Yang. Jaga kamu. Aku nggak akan kemana-mana." Jawab Axell.


"Maksud aku ... Aku mau Kak Axell temani aku tidur di brankar. Aku mau tidur sambil di peluk sama kakak!" Cicit Dira.


Axell mengerjapkan matanya, ia tertegun dengan permintaan Dira. Sebelumnya Dira memang pernah beberapa kali memeluknya, itu pun dalam keadaan terdesak. Tapi untuk minta di peluk, jujur ini baru pertama kali Dira minta di peluk.


Jadi, tak mungkin Axell tolak kan?


"Dengan senang hati, Yang." Jawab Axell yang kini beranjak dari duduknya.


Dira tersenyum mendengar suaminya menuruti keinginannya. Melihat sang suami yang bersiap naik ke brankar, Dira sedikit menggeser posisinya. Lalu memiringkan tubuhnya menghadap Axell. Axell pun yang kini sudah dalam posisi yang sama menghadap Dira, memposisikan kepala sang istri pada lengannya. Menjadikan lengan kekar itu bantal untuk sang istri.


"Ada apa?" Tanya Axell saat Dira hanya diam sambil menatap ke arahnya.


Bukannya menjawab, Dira hanya tersenyum. Perlahan ia memajukan wajahnya dan ...


Cup.


Dengan begitu berani dan tanpa Axell duga, Dira mengecup singkat bibir Axell.


"I love you, Kak Axell."


...***...


*H'ppy eid Mubarak everyone.. Zheyeng²ku semua di mana pun kalian berada,,😘🥰(Bagi yang merayakan) Hihihi..


*Selamat hari raya idul Fitri,, Minal aidzin wal Faidzin,, Mohon maaf lahir dan batin..


*Di hari yang suci dan penuh berkah ini,, Othor dengan segala kerendahan hati yang Othor miliki,, bukan hati punya tetangga lho,, ya!! Perlu di garis bawahi!! 🤫🤫


*Dilarang protes,, ngedumel atau mencibir!! hihi..


*Othor disini Ingin meminta maaf untuk kesalahan dan kata² Othor,, baik yang di sengaja mau pun tidak di sengaja.. Ya ... manusia kan tempatnya salah,, iya kan.. 😁😁


"Semoga di hari mulia ini,, kita semua di berikan pengampunan atas semua dosa dan kesalahan yang telah kita lakukan selama setahun ini,, Hingga kita kembali suci seperti bayi baru lahir,, amin..


*Ke✌🏻,, Othor juga mau ngucapin banyak² terima kasih sama kalian semua,, karena masih senantiasa sabar nemenin cerita Dira dan Axell yang akhir² ini agak suka ngilang alias gak up date..


*Ada banyak hal yang menjadi alasan kenapa Raxell tidak up date dan yang ini maaf banget,, ya,, aku gak bisa cerita satu dan lain halnya..


"Gak usah bertele-tele,, Intinya,, disini aku mau ngucapin "Maaf dan terima kasih" untuk kalian.. 😘😘

__ADS_1


__ADS_2