
"Gue sudah peringatin Lo. Jangan sampai dia berani mengusik kehidupan gue! Seujung kuku dia berani sentuh istri gue, maka kehancuran Maha Group hanya tinggal menghitung jam." Pungkas Axell tak bisa di bantah. Memang siapa yang bisa membantahnya? Axell adalah copy-nan sang ayah. Tegas dan nggak bisa di bantah.
Derry dan Nicholas membuka matanya lebar mendengar itu.
'Apa ini?'
"Xell, tunggu!" Nicholas menyela. "... Tapi ... gue sudah peringatkan Renata seperti apa yang Lo bilang! Harusnya Lo juga tepati janji! Kenapa Lo malah batalin perjanjian it-
"Oh iya?" Potong Axell cepat, bahkan ia tidak sampai menunggu Nicholas menyelesaikan kata-katanya. "... Lo ternyata masih nggak paham juga di sini?" Tanyanya dengan nada dingin.
Axell melangkah mendekat pada Nicholas dengan satu tangan berada di dalam saku celananya. Sementara tangan satunya menunjuk ke arah pintu ruang rawat di mana Dira berada.
"... Di sana ... di dalam sana, ada Dira - Istri gue." Axell menatap Nicholas tanpa berkedip sedikit pun. "... Lo tau kenapa istri gue bisa sampai berada di dalam sana? Tau kenapa?" Tanyanya tak sabaran. "... Jawab!"
Bukannya menjawab, Nicholas malah diam tanpa Menjawab. Nicholas ingin tahu apa yang telah membuat Axell bisa se-marah ini? Karena sebelumnya, ia sama sekali belum pernah melihat Axell marah seperti itu.
Tepatnya saat Axell dan Renata masih menjadi sepasang kekasih.
Axell membuang nafas kasar melihat Nicholas yang kini hanya diam, "... Itu karena tindakan tidak manusiawi dari Renata Isabella ... adek kesayangan Lo."
Deg!
Nicholas tersentak.
Tindakan tidak manusiawi seperti apa yang telah Renata lakukan pada Dira? Nicholas sangat tahu, adiknya itu memang terbilang nekat. Tapi untuk sampai ke tahap menyakiti sesama perempuan, Nicholas tidak yakin Renata tega melakukannya. Apa lagi sampai membuat Dira masuk rumah sakit seperti apa yang Axell tuduhkan sekarang!
"Xell -
...***...
Sementara itu di dalam ruangan, Dira tak henti-hentinya tertawa melihat Verrel yang kembali menonyor kepala sahabatnya entah sudah berapa kali, karena kekonyolan yang Bastian lakukan.
__ADS_1
Seperti bakat alami, Bastian selalu bisa menghibur orang-orang di sekitarnya.
Jika Dira sedang terhibur dengan kehadiran kakak kelasnya itu, maka lain halnya dengan Nayla. Gadis itu diam-diam tengah memperhatikan Dira dengan tatapan penuh tanda tanya.
Bagaimana tidak? Yang Nayla tahu Axell Dan Dira hanya berpacaran selama ini. Lalu kemarin, ia di kejutkan dengan pengakuan Axell yang mengatakan kalau Dira ternyata adalah istrinya. Tak cukup sampai di situ, dari yang ia dengar dari penjelasan dokter kemarin, Dira sudah hamil empat minggu. Jadi, sebenarnya dari sejak kapan mereka menikah? Kapan? Dan di mana? Kenapa ia sama sekali tidak tahu? Mereka baru kenal? Tidakkah pernikahan keduanya terkesan mendadak? Dan apakah Dira dan Axell melakukan kesalahan yang mengakibatkan keduanya terpaksa di nikahkan, di saat status mereka yang masih sebagai seorang pelajar SMA?
Akh... rasanya kepala Nayla seperti akan meledak di buatnya. Begitu banyak pertanyaan yang ia sendiri tidak tau jawabannya.
Tapi melihat keadaan Dira sekarang, sepertinya ia memang harus bisa menahan diri untuk tidak bertanya macam-macam. Apalagi melihat emosi Axell yang sedang tidak stabil sejak Dira masuk rumah sakit.
Percayalah! Nayla tidak ingin Axell menelannya hidup-hidup.
Tunggu! Tiba-tiba sesuatu terlintas di pikiran Nayla.
'Jangan-jangan kepindahan Dira sekolah di Bhakti Bangsa karena statusnya yang memang sudah menikah dengan Axell?' Batin Nayla menduga.
"Eh... di luar ada apaan, sih? Kok kek ribut-ribut gitu?" Celetuk Verrel yang malah secara tidak sengaja menyadarkan Nayla dari pikirannya.
"Biar gue yang liat?" Jawab Bastian sambil melangkah keluar dari ruangan Dira.
...***...
"Xell -
"Gue belum selesai ngomong, Shitt!" Axell kembali mengumpat. Ia berusaha mengatur nafasnya yang kini mulai memburu, "... Lo tau, istri gue bahkan sampai keguguran gara-gara perbuatan adek Lo itu?" Ujarnya lagi.
"Tunggu!" Ucap Derry menyela. "... Maksud Lo ... cewek Lo itu keguguran?" Tanyanya. "... Lo hamilin anak orang?"
Axell langsung menoleh ke arah Derry tajam.
"Lo tuli?" Maki Axell kesal.
__ADS_1
Derry kembali diam. Sepertinya ia salah bertanya.
"Dira hamil? Dan dia ... keguguran?" Tanya Nicholas lirih. "... tapi, bagaimana bisa dia keguguran gara-gara Renata?" Tanya Nicholas lagi.
Axell kembali menatap Nicholas. "Lo masih tanya? Coba Lo tanya sendiri ke adek Lo, apa yang udah dia lakuin ke istri gue kemarin?" Tanya Axell masih dengan emosinya. "... Jadi, setelah apa yang terjadi dengan istri gue, Lo pikir gue akan diam aja sebagai suaminya?" Axell menggeleng pelan, "... Never!" Tegasnya.
"Istri... Istri... Istri..." Derry mendengus sambil geleng-geleng kepala sendiri, "... sejak kapan Lo pinter ngarang cerita kayak begini, Xell?" Derry terkekeh, "... Lo itu masih sekolah. Jadi nggak mungkin Lo sama Dira udah menikah." Ucapnya.
"You, fu*k! Gue nggak butuh pendapat Lo!" Jawab Axell.
Derry menghilangkan senyum yang sempat tergambar di wajahnya. Ia kini menatap Axell dengan tatapan serius. Melihat ekspresi marah Axell sekarang, Derry mengerti. Laki-laki itu memang tidak sedang main-main dengan ucapannya sekarang ini.
Jadi apakah benar Axell dan gadis bernama Dira itu sudah menikah? Itu yang sedang Derry pikirkan.
'Itu semua nggak penting!' Batin Derry yang langsung menepis pikirannya.
"Oke... oke... terserah! Mau Lo udah nikah atau belum, itu bukan masalah atau apapun buat gue. Yang jadi masalah di sini, gue nggak terima sama apa yang Lo lakuin ke Rere. Dan Lo harus siapin diri Lo. Karena gue akan tetap laporin Lo ke polisi."
"Do I care? I stick with my decision." Jawab Axell yang sama sekali tak peduli dengan apa yang Derry katakan.
Derry kembali mendengus melihat Axell yang tidak takut sama sekali dengan ancamannya. "Cewek Lo yang nggak becus jaga kehamilannya, kenapa Lo yang malah nyalahin Renata?" Derry mencibir, "... pikirin diri Lo aja yang sebentar lagi bakalan masuk penjara!"
"Ckk... kenapa Lo bisa se-yakin itu kalo Axell bakal masuk penjara?" Tanya Zaki yang baru saja muncul secara tiba-tiba entah dari mana, bersama dengan seorang Melody di sampingnya. "... Akhh... Si*l! Keknya gue ketinggalan kereta?" Tambahnya mendadak kesal.
Zaki lalu meraih ponsel dari dalam saku celananya, memberikan benda pintar itu pada Axell dan beralih menatap Derry. "... Sebelum Lo bikin laporan, setidaknya pastiin dulu Lo punya bukti yang cukup kuat! Jangan sampai tuduhan Lo malah balik ke diri Lo sendiri!"
Axell tersenyum miring setelah menerima ponsel yang Zaki berikan. "Thank's." Ucap Axell pada Zaki.
"Udah bagian gue ..." Jawab Zaki santai. Lalu kembali menatap Derry lagi. "... Jangan suka main asal lapor kalo Lo nggak tau siapa lawan Lo yang sebenarnya? Berat!" Ucap Zaki sok mengingatkan.
"Lo bakal kalah kuat kalo di suruh lawan sahabat gue! Axell punya bukti dan juga saksi kunci tentang apa yang dia lakuin di rumah Lo kemarin." Tambah Bastian yang entah sejak kapan ikut menyimak perselisihan tersebut.
__ADS_1
Axell menatap Nicholas dan juga Derry bergantian, "Selain laporin Renata, Gue juga bisa laporin Lo dengan pasal berlapis. Fitnah, pencemaran nama baik, dan juga perbuatan tidak menyenangkan ... Bagaimana, Derry?" Ucap Axell tersenyum puas.
"Jadi ... masih mau main lapor-laporan?" Ejek Bastian dengan dagu terangkat.