
Dira keluar dari dalam mobil Axell dengan tergesa-gesa. Ia takut suaminya itu kembali meminta cium di dalam mobil seperti beberapa menit yang lalu. Bukan apa-apa, bukan juga Dira yang tak ingin memberikan ciumannya pada sang suami. Hanya saja, Dira sadar diri dan mengingat berada dimana mereka sekarang.
Meskipun mereka telah sah menjadi pasangan suami istri, bukan berarti mereka bebas melakukan hal semau mereka di sembarang tempat. Seperti di sekolah saat ini.
Jika Axell dan Dira sedang merasakan kebahagiaannya, maka lain halnya dengan gadis yang berada tak jauh dari mereka.
Siapa lagi kalau bukan Renata. Gadis itu tadi melihat dengan jelas, saat Dira yang terang-terangan mencium Axell dan itu tepat didepannya. Meskipun dari jarak yang tidak terlalu dekat. Tapi itu sudah berhasil memancing kembali kemarahan dari adik Nicholas Saputra itu, eh ... salah, Nicholas Mahaputra maksudnya.🤭
Mantan kekasih dari Axello itu semakin dibuat meradang saja, saat melihat tindakan berani dari Dira yang dengan begitu sengaja mencium Axell di dalam mobil. Seketika Renata kembali teringat dengan percakapan dengan sang Kakak kemarin.
Flashback on.
"Kakak lagi ngerjain apa?" Tanya Renata saat mendekat ke arah Nicholas yang tengah serius menatap layar terang di hadapannya.
Tak langsung menjawab, jari jemari Nicholas masih sibuk mengetikkan sesuatu pada keyboard laptopnya. "Kakak lagi balas pesan email dari MJ Corps, dek. Kenapa?"
Mata Renata seketika melebar, "MJ Corps? Perusahaan besar itu?" Bukannya menjawab pertanyaan dari sang kakak, Renata malah melontarkan pertanyaan balik. Ia tiba-tiba jadi tertarik mendengar nama perusahaan yang di sebutkan Nicholas tadi.
"Iya. Kakak lagi bikin kontrak kerjasama dengan pihak MJ Corps, dan semoga kontrak Kakak di setujui. Perusahan papa lagi butuh dana besar untuk pembiayaan proyek yang sedang berlangsung di Batam. Dan papa minta kakak bikin pengajuan kontrak ke MJ Corps." Terang Nicholas pada sang adik.
Renata mengangguk paham. "Aku dengar pewaris dari MJ Corps masih sangat muda." Celetuk Renata yang kini duduk didepan sang kakak. Hanya terhalang meja kerja sang papa.
Nicholas mengangguk setuju, "Dan dia adalah satu-satunya pewaris." Sahut Nicholas cepat.
"Kakak udah pernah ketemu sama dia?" Tanya Renata semakin penasaran.
Nicholas menggeleng, "Belum. Tapi setelah ini, mungkin Kakak akan ketemu sama dia. Oh ... iya, Kamu tadi ada apa nyariin Kakak?" Tanya Nicholas yang kini telah menutup laptopnya. Ia akan melanjutkan pekerjaannya nanti setelah berbicara dengan Renata setelah ini.
Mendengar pertanyaan sang kakak, seketika Renata teringat dengan tujuannya menemui kakaknya tadi. Rasa marah kembali muncul tanpa diundangnya.
"Aku kesel." Jawabnya dengan nada yang sudah mulai beda saat membahas tentang MJ Corps tadi.
Nicholas menghela nafas. Ia sedang merasa pusing dengan keadaan kantor yang sedang tidak stabil. Dan sekarang, pasti adiknya itu akan menambah rasa pusing di kepalanya.
"Kesel kenapa lagi? Karena Xello?" Tanya Nicolas yang berpikir tentang sikap Axello yang berubah pada adiknya. Pasti adiknya itu akan mengeluh tentang sikap dari mantan kekasihnya itu.
__ADS_1
"Bukan. Tapi ini karena DIRA ... ANDIRA." Jawab Renata dengan menekankan nama Dira. Gadis itu memang sengaja ingin melihat bagaimana reaksi dari sang kakak, saat ia menyebutkan nama gadis yang begitu disukainya itu.
"Dira?" Ulang Nicholas mastikan pendengarannya. "... Kenapa dengan Dira?" Pertanyaan dari Nicholas yang terdengar penasaran. Membuat satu sudut bibir Renata tertarik samar.
"Jadi kakak kenal dia?" Lagi. Bukannya menjawab pertanyaan dari sang Kakak, Renata malah kembali melontarkan pertanyaan.
"Kenal. Dia gadis yang baik dan kakak udah lama mengenalnya. Di juga salah satu pelanggan mama. Dia sering beli bunga di the florist ..." Jelas Nicholas yang begitu terlihat bersemangat saat menceritakan sedikit hal tentang gadis yang bernama Dira itu. "... Ada apa dengan Dira?" Tanya Nicholas penasaran.
"Kakak juga tau kalo tuh cewek pacar Xello yang sekarang?" Tanya Renata kembali memastikan.
"Pacar?" Ulang Nicholas. Laki-laki itu lalu diam beberapa saat setelahnya. Ia kembali teringat dengan satu hal. Dimana ia yang secara tidak sengaja bertemu dengan Dira dan Axell hari itu. Hari dimana ia mendengar dengan telinganya sendiri, dimana Dira yang menyebut Axello 'Suami' di salah satu mini market dekat gedung perkantoran MJ Corps beberapa waktu yang lalu.
Pertanyaan yang muncul dibenaknya selama ini, tentang apa status keduanya terjawab sudah saat itu.
'Bukan cuma sekedar pacar, Re. Mereka bahkan udah menikah dan gue terkejut dengan kenyataan itu.'
"Kak... Kenapa malah jadi bengong? Kakak tau mereka pacaran?" Tanya Renata terkesan tak sabar menunggu jawaban dari Nicholas.
Nicholas lalu tersadar dari lamunannya, "Ya, Kakak tau. Dan kakak minta sama kamu, mulai sekarang, lupain Xello! Dan jangan ganggu lagi hubungan mereka! Kamu ngerti maksud kakak, kan?" Jawab Nicholas yang entah mengapa terdengar seperti memperingatkan Renata agar menurutinya.
'Cewek sialan?'
"Jaga bicara kamu, Re! Siapa yang ngajarin kamu bicara kasar tentang Dira kayak gitu?" Tegur Nicholas pada sang adik.
Renata kembali mendengus, "Kenapa? Kakak nggak terima aku sebut dia cewek sialan? Kakak nggak tau aja, Dia bahkan lebih murahan dari sekedar wanita jal**g di luaran sana?" Lanjut Renata yang mulai kesal dengan reaksi sang kakak yang terkesan tidak terima saat ia mengumpati Dira.
"Re, tutup mulutmu! -
"Apa? Kakak nggak terima aku sebut dia jal**g? Hei, kak ... Itu kenyataannya." Renata kembali mendengus. "... mereka bahkan tinggal bareng sekarang di apartemen Xello."
'Mereka tinggal bareng karena mereka suami istri, Re.'
"Re! Jangan bicara seperti itu tentang Dira kalo kamu sendiri tidak tau kebenarannya! Dan juga, Xello ... Bukannya kamu sendiri yang mutusin dia waktu itu? Kenapa sekarang kamu bersikeras untuk dia balik disaat Xello udah sama Dira? O ... Kakak tau, Kamu mulai menyesal dengan keputusanmu sekarang? Iya? Lupakan! Harusnya kamu pikirkan itu sebelum ini semua terjadi dulu." Jawab Nicholas yang terkesan menyalahkan sang adik. Putus dengan Axello bukankah maunya Renata dulu?
"O... Kakak jadi nyalahin aku sekarang? Kakak lebih milih buat belain dia -
__ADS_1
"Re! Cukup! Kakak lagi pusing sekarang. Kalo kamu kesini cuma mau ngajak kakak berantem, mending kamu keluar! Kakak lagi banyak kerjaan..." Jawab Nicholas yang sengaja memotong ucapan sang adik yang jelas mulai terdengar emosi itu. "... Kamu sedang tidak bisa berpikir jernih. Kita bicarakan ini lagi nanti, sekarang kamu keluar!"
Flashback off.
Bugghh!
Satu pukulan Renata layangkan pada setir mobilnya. Disusul senyum jahat yang gadis itu perlihatkan setelahnya. "Okay, Dira. Gue udah cukup berdiam diri dengan ngeliat Lo sama Xello. Hari tirani Lo udah tiba. Dan sekarang, Lo bakal rasain pembalasan gue."
...***...
*Hai,, zheyeng²ku..😘😘😘
*Masih setia ngikutin cerita Raxell gak?
*Wah... di episode sebelumnya, si Axell mimpi aneh nih, guys...
🗣️Axell said, "Cuma mimpi biasa. Tapi kenapa di mimpi itu, gue bisa sebegitu marah?"
*Nah kan, Kira² si Axell mimpi apa, ya?
*Ada yang tau?
*Coba spam Axell mimpi apa?
*Spam juga dari mana daerah asal kalian?
*Spam juga jam berapa kalian baca episode ini?
*Jangan lupa untuk Like, Coment n' Vote selalu!
*Jadikan cerita Raxell favorit kalian dengan cara tekan tanda ❤️ biar dapet notif pas aku update!
*Bagi yang udah tinggalin jejak, kalian semua, TERBAIK!👍🏻
*OK, zheyenk²ku...🥰🥰🥰
__ADS_1
**See you, bye²***😘😘😘**