Andira & Axello. (Dijodohkan)

Andira & Axello. (Dijodohkan)
169. Kerja kelompok 2.


__ADS_3

"Yang, ayo pulang!" Ajak Axell yang kini sudah berada tepat di depan Dira.


"Tapi, kak. Aku masih mau kerjain tugas kelompok dulu." Jawab Dira.


Axell menarik pelan hidung Dira dengan gemas, "Iya. Kerjainnya di rumah!" Jawab Axell santai tanpa beban.


'Di rumah?'


Mata Dira langsung membulat mendengar jawaban Axell. Apa laki-laki itu sadar dengan ucapannya? Padahal masih ada Adit diantara mereka, dan pasti masih bisa dengan jelas mendengar ucapannya.


"Kak -


"Kita pulang! Tugasnya nanti bisa kerjain di rumah!" Pungkas Axell pelan. Meskipun terdengar pelan, Dira sangat paham. Suaminya ini tidak menerima bantahan. Apapun.


Mau tidak mau Dira pun akhirnya mengangguk patuh. Cari aman pastinya.


Axell mengacak pelan rambut Dira. Mau cium istri cantiknya, tapi ia tahan. Axell masih sadar tempat.


"Ekhem..." Dehem Zaki dari mobil. 'Possessive husband' Gerakan bibir yang Axell baca dari Zaki.


Dira menoleh dan malah menatap Zaki bingung. Karena Zaki tengah Cengengesan tidak jelas dengan tatapan jahil yang mengarah pada sang suami.


'Apanya yang lucu?'


Dira beralih menatap sang suami yang juga menatap ke arah Zaki. Tidak tahu kenapa? Tapi Dira merasa suaminya itu malah terlihat kesal dengan teman satu kelasnya.


"Lo duluan!" Interupsinya pada Zaki.


"Hahaha... " Tak menjawab, Zaki malah tertawa. Ia kini mulai menjalankan mobilnya ke rumah tetangganya itu.


Dira jadi tambah bingung, apa yang membuat Zaki bisa tertawa ngakak seperti itu. Padahal Axell hanya menyuruhnya jalan lebih dulu. Atau mungkin ... ada hal yang tidak ia tahu?


Axell melingkarkan lengannya pada pundak Dira. Lalu menoleh pada Adit yang masih berada di tempatnya. "Gue duluan." Ucapnya pada Adit. Lalu melangkahkan kaki bersama dengan sang istri. Sementara Adit hanya mengangguk.


...***...


Setelah memakan waktu hampir tiga puluh menit, kini Mobil Axell mulai memasuki rumah orang tuanya. Dira bersiap keluar setelah mobil itu terparkir dengan rapi di garasi.


Tadi saat masih di jalan, Dira sempat cemas memikirkan sesuatu. Bagaimana kalau Adit curiga dengan hubungannya dengan Axell yang sebenarnya?


Tadi saat masih di sekolah, Melody sempat bertanya. Dimana mereka akan mengerjakan tugas? Zaki dengan seenak udel menjawab di rumah Dira. Dira pikir rumah yang Zaki maksud adalah rumah papa Pras. Tapi ternyata ... bukan.

__ADS_1


Dan disinilah mereka sekarang. Di rumah Ayah Marvellyo.


Yang menjadi pertanyaan, masih banyak tempat yang bisa mereka datangi. Kenapa harus rumah mertuanya yang Zaki pilih? Begitu pikir Dira. Benar-benar nggak ngerti sama apa yang Zaki pikirkan sekarang ini.


Satu hal yang Dira belum tahu, Dira masih belum ngeh kalau ternyata Zaki itu tetangganya.


Tanpa Dira sendiri tahu. Tadi saat masih di kelas, Zaki sempat mengirimi Axell pesan. Ia mengatakan kalau ada tugas kelompok bersama dengan Dira.


Sebenarnya Axell mengizinkan, tapi dengan satu syarat. Mereka harus mengerjakan tugas tersebut di rumah orang tuanya saja. Zaki sempat menolak, tapi Axell sudah memutuskan, di rumah orang tuanya atau tidak sama sekali?



Mau tidak mau Zaki menurut. Padahal sebelumnya Zaki berencana mengerjakannya di sebuah kafe. Biar lebih santai maksudnya.


Zaki yang tadinya sempat kesal dengan Axell malah mengatainya suami posesif. Dan hal itu berhasil membuat Axell kesal padanya.


"Kak ..." Panggil Dira ragu.


Axell yang sudah melepaskan lock safety belt-nya menoleh ke arah Dira. "Aku tau apa yang kamu pikirkan, Yang ..." Tangan Axell bergerak untuk mengusap pipi mulus Dira sebelum akhirnya mengecup singkat bibir istrinya. "... Aditya tau kamu istriku."


"Haa? Apa?" Tanya Dira cengo. "... Tapi, kak -"


"Nggak ada yang perlu kamu takutkan tentang dia!" Jawab Axell begitu tenang. "... Percaya sama aku! Aku bisa jamin dia." Tambah Axell begitu meyakinkan.


Saat Dira sampai di ruang tengah, ia mengernyitkan dahi. Di sana ia hanya mendapati Melody dan juga Adit. Tanpa adanya Zaki diantara keduanya. Lalu, kemana kekasih dari Melody itu? Bukankah mereka sampai lebih dulu?


"Lho, kalian kok cuma berdua? Zaki mana?" Tanya Dira ingin tahu.


Melody menghela nafas. "Pulang dulu dia. Katanya gerah mau mandi sekalian ganti baju." Jelas Melody.


"Pulang?" Ulang Dira. Lalu menghela nafas. Bukankah tadi Zaki sendiri yang minta agar tugasnya cepat di kerjain? Terus kenapa sekarang dia malah pulang?


"Hufft ... Bakalan sampai malam ini." Lirih Dira yang hanya bisa ia dengar sendiri.


"Aku ke atas bentar, Yang." Bisik Axell pelan sambil menepuk pelan kepala Dira.


Tak menjawab, Dira hanya mengangguk. Ia lalu bergabung dengan Melody dan juga Adit yang sudah beralih duduk lesehan di atas karpet. Padahal ada sofa yang pastinya lebih nyaman.


"Eh, kalian kenapa malah duduk di bawah begitu?" Tegur Dira yang tiba-tiba malah merasa nggak enak sendiri.


"Santai, Dir. Enak duduk sini." Jawab Adit yang kini mulai berkutat dengan laptop yang ia ambil dari dalam tas ranselnya.

__ADS_1


Melody menyandarkan punggungnya di kaki sofa. Ia baru menyadari, tugas yang di berikan oleh wali kelasnya tadi ternyata tidak sedikit. "Ini tugas kayaknya nggak bisa langsung selesai, deh?" Desahnya frustasi.


"Ya kalo nggak selesai hari ini, masih ada hari esok untuk selesai." Jawab Adit dengan mata yang tidak beranjak dari layar terang didepannya.


Baru duduk beberapa menit, Dira berdiri dari duduknya. Ada sesuatu hal yang ingin ia lakukan di kamarnya. Tapi saat ia berbalik, Dira malah di kejutkan dengan kemunculan tiba-tiba seseorang.


"Mau kemana, Dir?" Celetuk Zaki tiba-tiba dan berhasil membuat Dira hampir terjengkang.


"Astaga, Zaki!" Protes Dira dengan tangan yang sibuk menenangkan irama detak jantungnya. "... Lo ngagetin gue tau, gak?"


Zaki terkekeh dengan tampilan wajah tanpa dosanya. "Gue nggak tau kalo Lo bakal se-kaget itu ... Sorry!"


Dira menghela nafas. Lalu teringat sesuatu, "Bukannya Lo tadi balik, ya? Kok cepet banget udah sampai sini?" Tanya Dira.


"Lo nggak tau, Dir? Zaki itu kan tet -


"Yaelah, Dir. Lo kek nggak tau gue aja!" Potong Zaki sengaja, "... gue kan selalu bergerak cepat."


Tak memperdulikan Zaki, Dira hanya memutar matanya lalu beralih menatap Melody dan Adit. "Gue tinggal bentar, ya, Guys!"


"Mau kemana?" Tanya Melody.


"I'm on periode." Jawab Dira dengan hanya menggerakkan bibirnya.


Setelah selesai dengan urusannya, Dira kembali ke ruang tengah dimana teman-teman mengerjakan tugas tadi. Baju seragam yang tadi melekat di tubuh Dira tentunya juga sudah Dira ganti dengan baju santai.


Tapi, saat masih di pertengahan tangga. Pandangan Dira tiba-tiba mengarah pada seseorang yang duduk sendirian di sofa.


'Perasaan tadi kak Axell di kamar nggak ada? Kok udah ada di bawah?' Heran Dira.


Dira lalu bergabung dengan teman-temannya. Ia mengambil duduk diantara Zaki dan juga Adit. sementara Melody berada di sebelah Zaki di sisi yang lain.


Saat melihat sang istri duduk, Axell menggeser duduknya dan duduk tepat di belakang Dira yang lesehan di bawahnya. Kaki Axell terbuka lebar sebagai pembatas di samping Adit dan Zaki. Lalu sedikit menggeser kakinya agar kedua cowok itu tidak terlalu dekat dengan sang istri.


*Biar nggak terlalu dekat, ya, Xell?!🤭🤭.


Axell benar-benar tidak bisa melihat ada cowok yang duduk di samping istrinya dengan jarak sedekat itu. Beneran nggak boleh.


Adit yang langsung paham dengan maksud Axell, diam-diam langsung menggeser tubuhnya.


"Iya deh, iya ... Tau gue!" Celetuk Zaki tiba-tiba tapi ia juga menurut untuk menggeser duduknya. "... Gue cuma minjem bentar padahal."

__ADS_1


Sementara Dira yang tidak tahu apa-apa hanya diam, ia malas menanggapi celetukan Zaki.


__ADS_2