
Rosa datang ke kantor polisi dia akan meminta nomor telepon Sofi pada kantor polisi karena Rosa yakin kalau saat melapor Sofi mencantumkan nomor telepon nya di laporan itu.
"Selamat siang" ucap Rosa.
"Ya" tanya polisi itu.
"Apa boleh saya bertemu Zia" tanya Rosa pura pura baik dulu pada Zia padahal Rosa sangat malas bertemu dengan Zia.
"Silahkan anda hanya punya waktu lima menit saja" ucap Polisi.
"Tak apa aku hanya butuh tiga menit saja" ucap Rosa.
"Langsung saja" ucap polisi itu mempersilahkan Rosa masuk ke dalam Dan menunggu di ruang khusus untuk orang yang menjenguk.
Rosa duduk di sana karena akan menemui Zia, Rosa menatap ke arah sekitar tempat itu semuanya terlihat seperti lusuh dan sangat kotor.
"Zia kau pantas di tempat ini" gumam Rosa tersenyum.
Zia datang ke sana dengan tangan yang di borgol.
"Kau bisa bicara hanya lima menit saja" ucap polisi wanita yang mengeluarkan Zia.
"Ya" ucap Zia.
"Zia aku tak sangka kau akan masuk penjara, aku yakin kalau Gus Adam akan cepat membebaskan mu" ucap Rosa.
"Ya" ucap Zia yang matanya sudah sembab.
"Baik lah Zia aku tak akan berlama lama aku hanya mau melihat mu saja, aku doa kan semoga kau cepat bebas ya" ucap Rosa.
"Apa kau tau di mana Gus Adam" tanya Zia.
"Ya aku tau dia baru saja bersama dengan pengacara yang di sewa papah mu" ucap Rosa.
"Oh, Ning apa bisa kau suruh dia makan bilang saja aku yang suruh karena sejak pagi tadi Gus Adam belum makan" ucap Zia.
"Oh baik lah aku yakin kalau Gus Adam belum makan karena sejak tadi juga Gus Adam hanya melamun saja" ucap Rosa.
"Oh, tolong bilang pada Gus Adam" ucap Zia.
"Ya, baik lah Zia aku tak bisa lama lama karena kau tau kan kalau keadaan pesantren sangat kacau jadi aku akan membantu di sana, aku hanya khawatir pada mu Zia aku sempatkan datang ke sini" ucap Rosa berpura pura baik.
"Ya terima kasih sudah datang" ucap Zia.
"Ya sama sama, aku pergi sekarang ya" ucap Rosa.
"Ya" ucap Zia Sambil melihat kepergian Rosa dari hadapannya.
Zia menghela nafas nya.
"Ayo kembali ke sel" ucap polisi wanita.
__ADS_1
"Ya" ucap Zia.
Namun Rosa tak langsung pulang dia mampir dulu ke arah meja polisi yang menerima laporan.
"Pak aku di suruh Pihak pesantren untuk meminta nomor telepon Bu Sofi yang melaporkan istri nya Ustadz Adam" ucap Sofi.
"Maaf tapi ini privasi" ucapnya.
"Ayo lah" ucap Rosa.
"Maaf tak bisa" ucap nya.
Rosa mengambil beberapa lembar uang dari dalam sakunya.
"Abah menitipkan ini untuk mu" ucap Rosa.
Tanpa di duga Rosa mendapatkan nomor telepon itu, tanpa berlama lama lagi dia langsung menelpon Sofi karena akan memberi tau kan kalau dia ingin membantu Sofi.
📞📞
"Hallo" ucap Rosa.
"Siapa" tanya seorang laki laki yang bisa Rosa pasti kan kala dia anak buahnya Sofi.
"Aku Rosa dari pesantren aku mau bicara dengan Bu Sofi" ucap Rosa.
"Ya sebentar" ucapnya.
"Hallo Bu aku Rosa dari pesantren aku mau bilang kalau sekarang Gus Adam akan membebaskan Zia dan bersiap lah kalau Ibu akan segera kalah" ucap Rosa.
"Kalau kau hanya menelpon untuk ini maka aku saran kan mati kan telpon nya atau kau bisa masuk penjara sama seperti Zia" ucapnya.
"Kau akan butuh kabar dari ku" ucap Rosa.
"Kabar apa yang kau dapat dan berapa bayaran yang kau inginkan" tanya Rosa.
"Aku tak mau bayaran dengan masuknya Zia ke penjara pun aku sudah senang" ucap Rosa.
"Baik lah apa kabar yang kau dapatkan" tanya Sofi.
"Adam punya rekaman cctv jadi siap siap saja kau akan di tuntut balik oleh Abah" ucap Rosa.
"Rekaman Cctv" tanya Sofi.
"Ya" ucap Rosa.
"Apa yang akan kau lakukan" tanya Sofi.
"Rencana nya aku akan mencuri rekaman itu dan aku akan berikan pada mu" ucap Rosa.
"Aku tunggu kabar baik itu" ucap Sofi.
__ADS_1
📞📞
Di pesantren Adam tengah mengirim kan bukti rekaman itu pada pak Anwar karena sebagai seorang pengacara pak Anwar tak akan mungkin membiarkan rekaman itu hanya ada di satu ponsel saja apa lagi banyak kasus yang sudah dia tangani dan kebanyakan rekaman Cctv ada yang hapus.
"Sudah pak" ucap Adam.
"Kirim kan juga pada ponsel teman mu ini" ucap Pak Anwar menunjuk pada Fauzi.
"Ya pak" ucap Fauzi menyerah kan ponsel nya pada Adam.
Adam mengutak Atik ponsel Fauzi karena akan mengirim kan rekaman itu pada Fauzi juga.
"Sudah" ucap Adam.
"Baik lah nak Adam kalau bisa kita cari bukti yang lain" ucap pak Anwar.
"Bukti apa pak" tanya Adam.
"Seperti hasil pemeriksaan medis Bu Sofi di rumah sakit karena saya yakin kalau Bu Sofi tak mengandung kalau pun benar jika ada mungkin mereka memang tak berbohong dan itu juga seperti ancaman bagi kita" ucap pak Anwar.
"Gus sekarang kita datang saja ke rumah sakit yang tak jauh dari sini" ucap Fauzi.
"Ya ayo" ucap Adam.
Namun belum juga Adam pergi Rosa datang ke sana.
"Tunggu Gus Adam, baru saja aku ke kantor polisi aku menemui Zia kata Zia kau belum makan dan dia menyarankan pada ku agar kau cepat makan" ucap Rosa.
"Tapi aku sibuk" ucap Adam.
"Tapi ini permintaan Zia" ucap Rosa.
"Gus ada baik nya kau makan dahulu karena takut nya kau kelaparan saat kita akan mencari informasi" ucap Fauzi.
"Informasi apa" tanya Rosa.
"Aku dan Gus Adam akan mencari tau tentang bibinya Gus Adam" ucap Fauzi.
"Oh" ucap Rosa.
Adam memutuskan untuk makan dahulu karena apa yang di katakan Gus Fauzi itu ada benarnya.
sedangkan Rosa sekarang dia diam diam menatap Adam dari kejauhan Rosa menunggu Adam lengah dan dia akan menghapus rekaman itu dan tak lupa kalau Rosa juga akan mengirimkan rekaman itu pada Sofi.
"kapan Gus Adam pergi" gumam Rosa.
saat ini Abah tengah menatap kelas yang hancur berantakan, Abah tak habis pikir pada adiknya itu.
"Sofi semoga Alloh mengampuni semua dosa mu" ucap Abah.
bersambung...
__ADS_1