
Hari semakin hari berlalu dengan sangat cepat, hari ini Zia malah semakin parah dia merasakan mual yang sangat parah namun Zia sangat tak mau untuk di periksa, kalau Adam maksa pun dia akan marah dan ngambek seharian pada Adam.
Adam mengambil kan air untuk Zia.
"Ayo lah periksa Zia aku yakin kamu hamil" ucap Adam.
"Gak Gus aku gak mau" ucap Zia.
"Lihat ini kau muntah lagi" ucap Adam.
"Tapi aku gak mau" ucap Zia.
Zia langsung pergi dari sana menuju kamarnya.
"Ngambek lagi" ucap Adam.
Adam membersihkan Muntahan Zia di kamar mandi.
"Padahal apa salah nya kalau di periksa, hanya karena haid yang tiga hari itu Zia langsung berasumsi merasa tak sakit padahal aku hanya ingin melihat apa dia hamil atau tidak" gumam Adam.
Sedang kan Zia sangat marah pada Adam entah kenapa Zia sangat benci pada Adam bahkan akhir akhir ini Zia merasa jijik saat dekat dengan Adam bahkan Zia juga sangat Malas untuk dekat dengan Adam.
Adam masuk kedalam kamarnya.
"Mau makan" tanya Adam.
"Gak mau pergi lah" ucap Zia.
"Kau cuek akhir akhir ini" ucap Adam.
"Aku kesal melihat mu" ucap Zia.
"Kau kesal pada ku, padahal aku tampan loh" ucap Adam.
"Diam lah kau tidur di luar saja" ucap Zia kesal.
"Zia kau tega pada ku" ucap Adam.
"Ayo lah aku mual dekat dengan mu" ucap Zia.
"Tega sekali kamu" ucap Adam.
Zia mendorong Adam keluar dari kamar nya itu dengan cepat Zia menutup pintu nya.
"Zia astagfirullah aku suami mu Zia, masa kau mual jika dekat dengan ku, padahal kan kau sangat suka pada ku, ayolah Zia buka pintu nya" ucap Adam.
"Tidur lah di luar" ucap Zia dari dalam kamar.
Adam melihat ke arah Abah yang ada di sana dan pasti melihat nya.
"Astaga ada Abah" gumam Adam.
Adam langsung pergi dari sana menuju ke arah mesjid karena dia akan tidur di sana saja.
(Zia jangan kasar pada Adam nanti di ambil orang berabe)
Adam menatap pada ponsel nya, dia melihat jam yang sekarang menunjukkan pukul setengah sembilan.
Adam melihat Luthfi yang sekarang tengah berjaga jaga di sana.
"Gus" sahut Adam.
Luthfi hanya tersenyum saja karena dia tengah berjaga.
"Sayang sekali nasib Gus Luthfi dia pasti patah hati, lagi pula sudah seminggu tapi Ning Rena tak ada kabar bagai mana dia sekarang" gumam Adam.
"Ck sudah lah semoga dia bahagia di sana" ucap Adam.
Adam berjalan ke mesjid dia melihat ada Aulia dan Rosa di sana.
"Assalamualaikum gus" ucap Aulia.
"Waalaikum salam" ucap Adam.
"Mau sholat" tanya Aulia.
"Ya mau tiduran juga di sini sambil menunggu Tahajud" ucap Adam.
"Oh kenapa tak tidur di rumah" tanya Aulia.
"Sebagaimana yang di katakan Rasulullah Shalallahu ‘alaihi Wasallam "Tidaklah seseorang di antara kalian duduk menunggu shalat, selama ia berada dalam keadaan suci, melainkan para malaikat akan mendoakannya, "Ya Allah, ampunilah ia. Ya Allah, sayangilah ia," (HR. Ahmad)" ucap Adam.
"Ya sih" ucap Aulia.
(Gus Adam so soan, padahal dia tidur di mesjid karena dia di usir Zia)
Rosa seolah mendapat kan kesempatan untuk menjebak Adam dan Aulia.
Apa lagi mereka teman dan mereka sudah pasti sangat akrab dan Zia pasti akan sangat marah.
"Ide mu bagus Rosa" batinnya.
"Baik lah Gus Adam kamu permisi dahulu" ucap Aulia.
"Ya" ucap Adam.
Rosa dan Aulia berjalan ke arah luar, di halaman pesantren Rosa menghentikan langkahnya.
"Ustadzah Aulia tapi kan Gus Adam tak bawa selimut, apa kau punya selimut untuk dia tidur, kasihan kan pasti dia kedinginan" ucap Rosa.
"Ya kau benar juga" ucap Aulia.
"Ya kalau kau punya pinjamkan untuk Gus Adam" ucap Rosa.
"Apa kita ke rumah Abah saja ya memberi tau kan pada Ustadzah Zia" ucap Aulia.
"Jangan kasihan ini sudah malam nanti akan menganggu lagi" ucap Rosa.
"Ya juga ya, baik lah aku akan ambilkan" ucap Aulia.
"Aku akan tunggu di sini" ucap Rosa.
Aulia pergi dari sana, Rosa tersenyum sangat manis sekali.
__ADS_1
"Rencana B" gumam nya.
Dia mengutak atik ponsel nya, baru kemarin Rosa meng hack aplikasi gagang telepon Adam.
Saat ini dia mengirim kan pesan untuk Zia yang ada di rumah Abah.
{Zia ambilkan aku selimut} pesan dari nomor Adam namun dari ponsel Rosa.
Sedangkan Zia yang melihat hal itu langsung berdecak kesal karena Adam sangat menyusahkan nya.
{Ya aku datang} balas Zia.
Zia langsung mengambil selimut yang ada di lemari nya, Zia juga membawa kan botol air minum untuk Adam minum karena setau Zia Adam sering minum jika malam hati.
Zia menghidupkan senter yang ada di ponsel nya.
Sedangkan Rosa dia mencari cari ulat bulu yang biasanya banyak di sana.
Apa lagi di sana ada pohon alpukat sekarang pohon itu sangat banyak ulat bulu yang memakan dedaunan di sana.
Jadi tak heran kalau ulat bulu ada yang sampai jatuh ke tanah karena saking banyaknya.
Para santri pun sudah memaklumi nya apa lagi pohon itu akan banyak ulat kalau pohon akan berbuah mungkin sudah menjadi daya tarik tersendiri dari pohon itu pada ulat bulu.
"Dapat" ucap Rosa yang langsung jingkrak jingkrak mendapatkan ulat bulu.
Bahkan sekarang rasa takut Rosa sudah hilang dia mengambil nya dengan tangannya sendiri.
Dengan cepat Rosa berdiri lagi di tempat nya yang tadi.
Aulia datang ke sana dengan selimut tebal.
"Ayo kedalam" ucap Aulia pada Rosa.
"Aku tunggu di sini saja lihat kaki aku kotor" ucap Rosa berbohong.
"Oh baik lah" ucap Aulia.
Saat Aulia akan pergi Rosa dengan cepat menempel kan ulat itu pada kerudung Aulia yang cukup panjang sampai menutupi bokong nya.
Rosa melihat ke arah rumah Umi dan baru saja dia melihat Zia yang baru keluar dari rumahnya itu.
"Tolong lah dukung" gumam Rosa.
Rosa langsung bersembunyi dibalik pohon karena tak mau sampai Zia melihat nya.
"Ya ampun sudah malam begini, wajar sih tak ada santri yang keluar" gumam Zia.
Zia sampai di teras mesjid dia melihat ada dua pasang sendal dan yang satunya sudah pasti Milik Adam dan yang satu nya seperti sendal wanita.
Namun Zia tak terlalu memperdulikan hal itu karena di sini banyak para santri putra yang memakai sandal wanita kata mereka itu punya mamah mereka yang mereka bawa.
Zia mematikan terlebih dahulu senter di ponsel nya.
Sedangkan di dalam Aulia tengah menyodorkan Selimut pada Adam.
"Aku takut kamu kedinginan" ucap Aulia.
"Kau baik Terima kasih tapi padahal gak perlu karena si sini juga ada sarung" ucap Adam.
Adam melihat ulat bulu bergerak gerak di kerudung Aulia.
Adam langsung bangkit dari duduknya, karena saat ini Adam tengah duduk dan bersandar pada tembok.
"Diam lah" ucap Adam.
"Apa" tanya Aulia.
"Di kerudung mu ada ulat bulu" ucap Adam.
"Hah" ucap Aulia terkejut sontak saja dia langsung melangkah ke depan meminta Adam mengambil kan nya.
Brugh
Namun Aulia malah membuat tubuh Adam terdorong ke tembok bersama dengan nya, mereka sangat dekat sekali apa lagi Aulia sekarang sangat ketakutan dia tak sadar apa yang dia lakukan.
"Tenang lah jangan takut" ucap Adam yang langsung membuang ulat bulu itu ke Sembarang arah.
"Sudah" ucap Adam.
Aulia membuka matanya dia langsung menjauh dari Adam.
"Maafkan aku" ucap Aulia.
"Tak apa" ucap Adam.
Sedangkan di sana ada Zia yang melihat adegan itu, walau pun Zia tau ada ulat bulu di kerudung Aulia tapi tetap saja hati istri mana yang rela jika suami nya dekat dengan orang lain apa lagi jarak mereka tadi Sangat dekat sekali.
Brakk
Botol minum berbahan alumunium pun terjatuh dari tangan Zia bersama dengan selimut nya yang ikut jatuh.
Adam melihat pada sumber suara itu ternyata sudah ada Zia di sana dengan pandangan datar dan selimut serta botol yang Zia jatuhkan.
Tak ada kata yang keluar dari mulut Zia dia langsung pergi dari sana meninggal kan Adam dan Aulia.
"Astaga ada Zia" ucap Aulia.
Adam langsung menyusul Zia karena Adam menduga kalau Zia akan marah.
Sedangkan di halaman pesantren Rosa melihat hal itu dia kelewat seneng sampai sampai dia tak bisa mengendalikan diri nya.
"Rasain kamu Zia" gumam Rosa.
Balik lagi ke Adam dan Zia....
"Zia aku mohon dengar kan aku" ucap Adam.
Zia tetap saja melanjutkan langkahnya.
Adam dia langsung mencekal tangan Zia guna membuat Zia berhenti.
"Zia aku Mohon dengar kan aku" ucap Adam.
__ADS_1
"Apa" tanya Zia dengan nada membentak.
"Aku tak melakukan apa apa" ucap Adam.
"Sudah lah mata ku tak pernah berbohong melihat kesalahan mu" ucap Zia.
"Tapi aku dan Ustadzah Aulia tak melakukan apa apa, dia mengantar kan aku selimut" ucap Adam.
"Oh perhatian sekali ya teman mu itu" ucap Zia.
"Zia ayolah" ucap Adam.
"Benar Ustadzah Zia kami tak melakukan apa apa" sahut Aulia yang baru saja datang ke sana.
Zia melepas kan cekalan tangan Adam pada tangan nya.
Zia mendekat pada Aulia yang tak jauh dari mereka.
Plakk
Sebuah tamparan keras dari Zia mendarat di pipi Aulia.
Terasa sangat perih dengan cepat Aulia memegang nya.
Rosa yang melihat pun meringis kesakitan,
"Pasti sakit sekali" gumam Rosa.
Zia menatap tajam pada Aulia.
"Perhatikan sekali kau pada suami ku *** ***" geram Zia.
"Apa yang kau maksud Zia" tanya Aulia.
"Oh pura pura mengelak, aku tau kau siapa kau teman nya suami aku dan kalian sangat akrab ternyata di balik keakraban kalian ini tersimpan rasa sayang dari salah seorang" ucap Zia.
Aulia tak menjawab dia mencoba mencerna ucapan Zia.
Adam mendekat pada Zia, Adam tak sangka Zia akan menampar Aulia.
"Zia apa apaan kamu ini minta maaf lah pada Ustadzah Aulia" ucap Adam.
"Maaf? Oh jadi kamu membela nya aku paham sekarang, alasan selimut itu ternyata kalian berdua punya hubungan dan kalian akan berduaan di mesjid, waww waw (prokk... Prokk..)" ucap Zia sambil bertepuk tangan, "kenapa aku tak berpikir kesana ya, aku paham sekarang ternyata kau juga dalangnya Gus kau membujuk aku untuk kebidan padahal sudah jelas aku masih haid dan tak hamil, dengan secara tidak langsung kau membuat masalah di antara kita, kau tau bukan aku akan marah kalau kau ajak aku ke bidan, dan ternyata ini yang kau rencanakan, hebat Gus hebat" ucap Zia kembali bertepuk tangan.
"Zia plis dengarkan aku" ucap Adam.
"Semuanya sudah jelaskan, kau rela menjanda kan istri mu sendiri demi janda, aku yakin setelah kejadian ini kau akan minta pasa ku untuk berpoligami dan menikah lagi, akhirnya sikap asli seorang Ustadz pun terbongkar" ucap Zia sambil mengusap air matanya yang berjatuhan.
"Kalian para ustadz akan menikah lagi dan bilang kalau kalian mau ikut Sunnah nabi, menyempurnakan ilmu kalian, hahaha aku sudah mengantongi semua jawaban kalian" ucap Zia sambil menangis.
"Zia" ucap Adam yang sekarang hendak menyentuh Zia, namun dengan cepat Zia menepis tangan Adam.
"Zia aku bersumpah demi Alloh kalau aku tak ada niat untuk seperti itu, lagi pula aku juga datang ke sana bersama dengan Ning Rosa" ucap Aulia.
"Ning Rosa, mana? Hah? Mana? Aku tak menemukan Ning Rosa aku hanya melihat kalian berdua yang berdekatan sangat dekat" ucap Zia.
"Zia aku mohon dengarkan aku" ucap Adam.
"Sudah lah apa lagi yang mau kalian jelas kan semua nya sudah jelas" ucap Zia sambil menghapus air mata nya.
"Talak aku" ucap Zia menatap tajam pada Adam.
"Hah" Adam tersentak kaget bukan Adam saja tapi Aulia juga terkejut mendengar nya, "gak gak mungkin aku gak akan menalak mu Zia, aku sangat sayang pada mu" ucap Adam sambil menggeleng gelang kan kepala nya.
"Lalu" tanya Zia.
"Aku mohon maafkan aku" ucap Adam.
"Kau seorang suami Gus harus nya kau paham ini" ucap Zia datar.
"Zia plis maafkan aku" ucap Adam.
"Penting kah maaf ku bagi mu, bahkan aku rasa mata ku sudah terkotori oleh kelakuan kalian, dasar wanitanya ja lang, laki lakinya tak kuat iman" ucap Zia.
Adam tersulut emosi.
"Zia kamu jangan lupa kalau dulu aku mendapati kau yang tengah melakukan hal tak senonoh dengan Akash tapi apa aku mencoba mempercayai mu aku memaafkan mu" ucap Adam mengungkit masa lalu.
"Ohh, hahaha kau mengungkit itu, ya ampun kau ternyata sangat hitungan Gus ini kah sikap aslinya suami aku, hahaha Gus aku tak melakukan apa apa dengan Akash, saat itu siang hari dan di luar pesantren, bahkan untuk melakukan hal tak senonoh pun sudah pasti akan ada yang melihat tapi kalian, ini malam hari lebih tepatnya tak ada orang di sini, kalian real hanya berdua, bagai mana aku tak berpikir yang macam macam pada Kalian" ucap Zia.
"Aku sanggup menanggung dosa Zia kalau aku sampai berbohong" ucap Aulia.
"Aku tak meminta saran mu" ucap Zia.
Aulia langsung diam.
"Aku ingin bicara dengan suami ku orang lain aku saran kan untuk pergi" ucap Zia.
Aulia pergi dari sana meninggal kan dua sejoli yang tengah adu mulut itu.
"Aku minta cerai aku minta di pulangkan" hanya itu kata yang keluar dari mulut Zia.
Dia langsung pergi dari sana meninggal kan Adam sendirian.
Zia langsung masuk dan mengunci pintu kamarnya dari dalam.
Zia terduduk di lantai dia menangis sesenggukan, dadanya terasa sangat sesak sekali melihat dan mendengar ucapan Adam yang mengungkit ungkit masalah itu.
"Hiksss.... Hikss... Hikss" Zia menangis.
Sedangkan Adam dia langsung masuk ke dalam rumah nya.
Adam duduk di kursi dia merenungi permasalahan ini.
Hati Adam mengatakan kalau Adam juga salah karena sudah mengungkit masalah itu padahal Adam sudah sangat percaya kalau Zia tak melakukan nya.
Sedangkan di halaman pesantren Rosa tengah bahagia karena Rosa yakin kalau Zia akan minta pisah.
"Kenapa aku tak melakukan nya dari dulu saja" gumam Rosa.
Sedangkan Zia dia sudah tertidur di dekat pintu kamar nya.
**bersambung
__ADS_1
perhatian Novel ini akan segera tamat jangan lupa mampir ke Novel Mak othor yang lain ya
terima kasih dukungannya**