Aziya Untuk Ustadz

Aziya Untuk Ustadz
bab 106


__ADS_3

Pagi hari Adam bangun dari tidur nya karena sekarang dia akan menghadiri persidangan karena kemarin pak Anwar juga menginap di kediaman Topan jadi sekarang Adam harus segera bersiap.


Mobil pak Anwar sudah berada di halaman rumah Abah, Adam masih duduk di kasur nya mengutak atik laptop karena sekarang ada pelajaran dari universitas di London.


"Dam pak Anwar sudah datang" sahut Umi dari ambang pintu kamar Adam.


"Ya Umi" ucap Adam.


Adam menyimpan laptop nya di atas meja kamarnya, Adam melihat ada ponsel Zia di sana.


Adam memasukan ponsel Zia ke dalam laci lemari itu.


Adam mengambil hasil pemeriksaan Sofi dan Adam membuka pintu kamar nya karena akan keluar.


Adam ingat sesuatu,


"kemarin saat aku makan aku..." Ucap Adam terpotong.


Adam langsung menuju ke arah lemari itu membuka laci dan mengeluarkan ponsel Zia.


Adam melihat galeri di ponsel Zia dan benar saja rekaman nya masih ada.


"Alhamdulillah ya Alloh" ucap Adam yang langsung bersujud di kamar nya itu.


"Ada apa Dam" tanya Abah yang melihat hal itu.


"Abah lihat hasil rekaman nya ada di ponsel Zia" ucap Adam.


"Syukur lah kalau begitu" ucap Abah.


"Ya Abah aku lupa kalau kemarin aku kirim kan juga pada ponsel Zia" ucap Adam yang sekarang tengah senang seperti anak kecil yang mendapat mainan nya.


"Sudah ayo berangkat" ucap Abah.


Mereka semua berangkat ke pengadilan agama yang berada di kota, sedang kan Zia berangkat bersama dengan para polisi karena Zia tak bisa berangkat bersama keluarga takut nya Zia akan kabur.


Sesampainya di sana pihak Adam langsung masuk ke dalam terlihat jelas oleh Adam kalau Sofi juga sudah ada di sana dan terlihat ada pengacara nya juga ada di sana.


Sofi tersenyum melihat keluarga Abah yang sekarang baru saja datang karena Sofi berfikir kalau keluarga Adam sudah tak punya bukti lagi untuk membela Zia.


Zia datang ke sana dengan tangan di Borgol dan di seret oleh beberapa polisi.


Zia duduk paling depan.


Acara di mulai, pengacara Sofi membela Sofi habis habisan dan merendahkan Zia sampai apa yang tak Zia lakukan pun dia sebutkan.


"Keberatan pak" sahut pak Anwar di sela sela ucapan pengacara Sofi yang seolah akan menjatuhkan Zia.


"Tunggu sebentar" ucap hakim.


Setelah selesai bicara pengacara Sofi pun langsung duduk.


"Silahkan pihak tersangka" ucap Hakim.


Pak Anwar bangun dan langsung menjelaskan semua nya bahkan pak Anwar juga memperlihatkan hasil pemeriksaan dari rumah sakit ternama di kota itu.


"Rumah sakit itu bukan main main pak, bahkan ada nama nya juga di sana Dokter nya juga ada di sana" ucap pak Anwar.


"Lanjut kan" ucap hakim.


Pak Anwar menjelaskan semua dengan detail, Adam hanya berdoa saja Adam mau semuanya di lancarkan apalagi Zia tak bersalah.


"Keberatan pak Hakim kalau benar mereka punya bukti silahkan perlihatkan" ucap pengacara Sofi.


"Baik lah" ucap Pak Anwar.


Pak Anwar meminta ponsel Zia yang berada di tangan Adam.


"Mana ponsel nya" tanya Pak Anwar.


"Ini pak" ucap Adam.


Rekaman itu di putar dari laptop hakim dan semua orang melihat nya.


Mata Sofi melotot karena kaget melihat hal itu apa lagi kata Rosa rekaman nya sudah dia hapus semua.


"Tuh kan saya tak bohong, jadi bisa kita simpulkan kalau Bu Sofi itu cuman mengada Ngada saja" ucap pak Anwar.


"Tunggu beberapa menit kita akan runding kan permasalahan ini" ucap hakim yang langsung pergi dari sana mendiskusikan masalah itu.


Pak Anwar kembali lagi duduk, sekarang Zia sangat tegang apa lagi sekarang dia sudah habis habisan di jatuh lah oleh pengacara Sofi.


"Ya Alloh beri aku jalan" batin Zia berdoa.


Seperti hal nya Zia, Adam lebih merasa tegang dia sudah berjanji pada Zia akan membebaskan nya Zia dan Alloh memberikan jalan pada Adam untuk membebaskan Zia dengan mengingat kan Adam untuk mengirimkan rekaman itu pada ponsel Zia.


Tak lama setelah itu hakim datang lagi dan mengumumkan kalau Zia terbukti tak bersalah dan Sofi harus membayar denda karena sudah membuat laporan palsu.


Tangan Zia di lepas kan dari borgol itu dan dengan sangat senang Zia langsung berlari ke arah Adam dan memeluk Adam dengan sangat erat.


Rasa haru terlihat di wajah semua orang, Zia mendarat kan kecupan di dada bidang Adam.


"Terima kasih" ucap Zia.


"Tak apa aku sudah janji pada mu untuk membebaskan mu" ucap Adam.


Zia melepas pelukan nya, Zia tak lupa pada papah nya yang sudah ada di sana, Zia langsung memeluk pada papah nya yang sudah ada di sana.


"Terima kasih pah" ucap Zia.


"Ya sayang sama sama" ucap Topan.


Zia menatap pada papah mertua nya, Zia tak berani memeluk Abah karena Zia sangat menghormat pada Abah.


Zia mendekat dan menyalami tangan Abah.


"Terima kasih Abah" ucap Zia.


"Tak apa" ucap Abah.


"Berterima kasih lah pada Pak Anwar, Zia dia yang sudah mengusahakan kebebasan mu" ucap Abah.


"Ya Abah" ucap Zia.


Zia mendekat pada pak Anwar.


"Terima kasih pak" ucap Zia.

__ADS_1


"Tak masalah" ucap nya.


Mereka semua kembali lagi ke pesantren karena sekarang Zia sudah di perbolehkan pulang karena masalah sudah selesai.


"Aku senang karena bisa bebas" ucap Zia.


"Ya aku lebih senang karena Alloh mempermudah jalan kita" ucap Adam.


Sesampainya di pesantren Zia Langsung di sambut hangat oleh para santri yang ada di sana.


Bahkan Umi pun merasa sangat senang karena akhirnya Zia bisa terbebas juga.


"Alhamdulillah kamu bisa keluar Neng" ucap Umi.


"Ya Umi Alhamdulillah" ucap Zia.


"Kak aku senang kau bebas" ucap Rena.


"Ya Ning" ucap Zia yang langsung memeluk adik ipar nya itu.


Nita datang ke sana dan langsung memeluk putri nya karena sejak dahulu Nita sangat sayang pada putrinya itu.


"Alhamdulillah kau bisa bebas Zia" ucap Nita.


"Ya mah" ucap Zia.


"Mamah sangat cemas pada mu" ucap Nita.


"Mamah Santai saja aku bisa sendiri sekarang" ucap Zia.


"Bisa sendiri bagaimana" tanya Nita.


"Ya mah aku bisa menghandle semua nya sendirian" ucap Zia.


"Terserah" ucap Nita tersenyum menatap pada putrinya itu.


Semua orang masuk ke dalam rumah Abah, mereka semua berbincang bincang bahkan mereka tertawa bercanda karena bahagia akhirnya Zia bebas juga.


"Oh ya malam ini kita akan menyambut bulan suci Ramadhan, malam nifsu Syahban sudah terlewat karena masalah ini aku lupa jadi sekarang kita akan lakukan sambil menyambut bulan suci Ramadhan" ucap Abah.


"Oh ya tak terasa ya sudah mau lebaran lagi, padahal rasa nya baru saja kemarin kita melaksanakan tahun baru" ucap Topan.


"Ya pak sekarang hari berlalu sangat cepat, dan sekarang waktunya kita memperbaiki diri karena semakin tua umur kita maka semakin dekat pula kita dengan kematian, lagi pula meninggal itu bukan soal umur bahkan ada anak kecil juga yang meninggal" ucap Abah.


"Ya Abah kita hanya menunggu saja Waktu nya datang" ucap Topan.


"Ya pak makan nya kita harus menunggu kematian dengan bertaubat karena kematian tak menunggu kita taubat bahkan banyak yang sedang melakukan maksiat lalu dia meninggal, dan kita hanya berdoa saja semoga saat kita mati nanti kita dalam keadaan Khusnul khotimah" ucap Abah.


"Amin" serempak.


Orang tua Zia pamit pulang karena mereka sudah lama di sana, sedang sekarang Zia berniat akan mandi karena sudah dua hari ini Zia tak mandi karena tak di ijin kan mandi.


"Aku akan ambil handuk aku mau mandi" ucap Zia yang langsung masuk ke dalam kamar nya.


"Bah, Umi aku ke kamar dulu" ucap Adam.


"Ya" ucap Abah dan Umi.


Adam masuk ke dalam kamar mengikuti Zia yang baru saja masuk ke dalam.


"Mau mandi" tanya Adam.


"Baik lah mandi dulu" ucap Adam.


"Gus kau tau Tasya" tanya Zia.


"Tasya" tanya Adam.


"Ya dia teman aku di penjara nama nya Tasya, dia bicara nya sunda" ucap Zia.


"Ya lalu" tanya Adam.


"Dia bilang begini, katanya kenal dengan Ning Rosa, aku Jawab kenal kan karena memang kita saling kenal kan, terus kata dia itu, jauhan jelema Kitu mah embeien" ucap Zia.


"Hah embeien" tanya Adam tak paham pada kata itu.


"Ya embeien aku malah pikir ambeien" ucap Zia.


Adam langsung ingat pada rekaman cctv yang menampakkan kalau Rosa masuk ke dalam rumah, ada rasa marah pada diri Adam karena Rosa melakukan hal itu.


Apa lagi bukti sudah jelas membuktikan kalau Rosa lah yang bersalah, setelah ini Adam akan tanyakan pada Rosa kenapa dia melakukan hal itu.


"Mungkin maksudnya bukan Ambeien" ucap Adam.


"Lalu apa" tanya Zia.


"Apa yang dia bilang" tanya Adam lagi.


"Embeien atau embe un gitu ya aku lupa" ucap Zia.


"Embeun oh aku tau maksud dia" ucap Adam.


"Apa" tanya Zia.


"Embe itu kambing Zia atau lebih tepatnya domba berarti maksud nya Ning Rosa itu tukang adu domba" ucap Adam.


"Itu kah artinya" tanya Zia.


"Ya" ucap Adam.


"Apa benar Ning Rosa suka adu domba" ucap Zia.


"Ayo mandi dulu aku akan ceritakan sebuah rahasia" ucap Adam.


"Rahasia apa" tanya Zia.


"Ayo mandi dulu" ucap Adam.


Zia Langsung menuju ke arah dapur dia melihat ada Umi yang sekarang tengah memasak banyak.


"Umi masak banyak" tanya Zia.


"Ya sekarang kan kita mau menyambut bulan suci Ramadhan jadi Umi membuat nasi tumpeng" ucap Umi.


"Hah tumpeng" tanya Zia.


"Ya tumpeng" ucap umi.

__ADS_1


"Apa tumpeng itu nasi tumbang" tanya Zia.


"Loh kok nasi tumbang" tanya Umi.


"Aku baru dengar Umi" ucap Zia.


"Masa sih kamu tak pernah lihat" tanya Umi.


"Ya beneran aku gak tau" ucap Zia.


"Ya tak masalah nanti setelah jadi Umi akan beri tau" ucap Umi.


"Ya baik lah aku akan mandi dahulu nanti aku akan bantu umi" ucap Zia.


"Ya kalau kamu tak cape" ucap Umi.


"Aku tak cape umi justru aku kangen masakan Umi" ucap Zia.


"Umi akan sisakan makanan yang banyak untuk mu" ucap Umi.


"Ya umi" ucap Zia yang langsung mandi.


Setelah selesai Zia Langsung kembali ke dalam kamarnya karena akan mendengar kan dulu cerita Adam.


"Umi sudah selesai" tanya Zia yang melihat umi sudah selesai membuat tumpeng nya.


"Sudah dan ini Neng tumpeng nya" ucap Umi.


"Oh kalau itu aku tau nasi kuning kan" ucap Zia.


"Ya nasi kuning cuman di bentuk begini jadi nama nya tumpeng" ucap Umi.


"Oh, umi buat banyak untuk siapa saja" tanya Zia.


"Buat para santri Neng, kata Abah para santri itu punya delapan kelompok jadi Umi buat delapan, dan yang tiga ini buat para guru dan santri senior" ucap Umi.


"Oh Umi masak sendiri" ucap zia.


"Tak masalah lagi pula Umi senang neng, apa lagi nanti saat kita akan puasa Umi harus masak malam hari karena kita akan makan subuh" ucap Umi.


"Dulu aku pernah puasa mungkin saat aku berusia 9 tahun, sekarang aku lupa" ucap Zia.


"Kamu tak puasa saat sudah besar" tanya Umi.


"Tak aku tak tau Umi" ucap Zia.


"Lalu apa saja yang kau lakukan" tanya Umi.


"Aku dulu kuliah belanja dan aku sering denger kalau orang orang pada puasa tapi Umi di kota siang hari ada kok Cafe yang buka" ucap Zia.


"Jangan kan di kota Neng di sini juga banyak" ucap Umi.


"Oh ya apa saja yang Umi lakukan saat puasa" tanya Zia.


"Kalau di sini, para santri biasa melakukan ngabuburit" ucap Umi.


"Ngabuburit apa itu" tanya Zia semakin bingung karena terlalu banyak kata aneh yang baru Zia dengar.


"Ngabuburit itu jalan jalan sore saat puasa, sambil menunggu buka para santri selalu jalan jalan ke pasar jajan makanan di sana apa lagi saat puasa pasar banyak yang jualan makanan buat buka" ucap Umi.


"Oh kaya nya asik" ucap Zia.


"Tentu saja" ucap Umi.


"Baik lah kalau begitu tahun ini aku akan puasa" ucap Zia.


"Ya harus" ucap Umi.


"Ya aku akan tanya dulu pada Gus Adam apa saja yang di lakukan di bulan puasa dan apa saja yang tak boleh di lakukan di bulan puasa" ucap Zia.


"Ya" ucap Umi.


Zia masuk ke dalam kamar nya karena dia sangat penasaran dengan Rahasia yang akan Adam beri tau kan Kepada nya itu.


"Ada apa Gus" tanya Zia.


"Gak ada aku hanya ingin melihat ponsel mu saja" ucap Adam.


"Bukan ponsel aku penasaran dengan rahasia yang akan kau bicara kan pada ku" ucap Zia.


"Oh baik lah duduk lah di sini" ucap Adam menunjukkan pada kasur kosong di sebelah nya.


Zia duduk dan langsung menatap pada Adam karena Zia sekarang sangat penasaran.


"Kau tak mau memberikan kan aku upah untuk bicara ku, padahal aku akan bicara panjang lebar sekarang" ucap Adam tersenyum pada Zia.


"Gus ayo lah cerita saja" ucap Zia.


"Gak aku mau upah dulu" ucap Adam.


"Ya baik lah" ucap Zia yang langsung mengecup pipi Adam.


Cup


"Sudah" ucap Zia.


"Baik lah" ucap Adam.


Adam menceritakan kelakuan Rosa semua nya pada Zia dari mulai Rosa menghapus rekaman itu di ponsel Fauzi dan ponsel nya lalu Adam juga menceritakan kalau Rosa juga yang sudah membantu Sofi.


Terlihat oleh Adam kalau Zia hanya terkejut mendengar hal itu.


Bahkan Adam juga menceritakan rekaman cctv Rosa saat dia mengendap endap masuk ke dalam rumah padahal dia tau kalau di dalam rumah tak ada siapa siapa.


"Astaghfirullah aku tak percaya kalau Ning Rosa akan melakukan hal itu" ucap Zia.


"Ya aku juga tak percaya" ucap Adam.


"Kita akan bicara kan pada nya" tanya Zia.


"Ya terpaksa" ucap Adam.


"Baik lah ayo kita ke sana" ucap Zia.


"Kau tak akan marah kan" tanya Adam memegang tangan Zia.


"Gak akan" ucap Zia meyakinkan.

__ADS_1


Adam tau betul sikap Zia jadi dia tak mau kalau Zia sampai berbuat yang macam macam.


bersambung...


__ADS_2