Aziya Untuk Ustadz

Aziya Untuk Ustadz
bab 19


__ADS_3

Mobil itu berhenti di bandara internasional, karena saat ini Glend akan membawa Zia ke singapura tempat asalnya Glen.


Tapi mereka tak tau kalau sekarang mereka sedang dalam bahaya karena berurusan dengan Mafia terkenal di kota itu.


"Bagus, kalian kerja dengan sangat bagus" ucap Glend.


"Ini Bos, Zia adiknya Rayhan".


"Masukan dia ke pesawat kelas A karena aku sudah menyewa ruangan itu hanya untuk aku dan untuknya" ucap Glend.


Zia di bawa masuk kedalam pesawat dengan kelas A, namun hanya berdua saja dengan Glend, Zia berontak bahkan sampai menangis.


Sedangkan Adam sekarang dia sedang di kejar oleh seorang polisi karena Adam tak memakai helm, bahkan sekarang pun Adam tak membawa Sim, Stnk dan Bpkb karena Adam panik jadi melupakan itu semua.


Adam terpaksa berhenti karena takutnya Adam akan semakin terkena pelanggaran yang semakin berat bagi Adam.


Terpaksa Adam harus mengurusi masalah ini dahulu.


Tapi Rayhan dan kedua temannya sudah turun dari heli kopter, bahkan sekarang Rayhan sedang memaksa pada penjaga tiket untuk menyelamatkan Zia dari dalam pesawat itu.


"Maaf tuan tidak bisa masuk karena tiket sudah habis" ucap penjaga tiket.


"Argghh aku beli semua tiketnya" ucap Rayhan kesal.


"Tetap tidak bisa tuan karena semua sudah ada yang beli" ucapnya.


Iqbal menerobos masuk ke dalam pesawat karena lima menit lagi pesawat itu akan lepas landas, walau pun banyak penjaga disana dengan lihainya Iqbal masuk kedalam.


Walau pun pada akhirnya Iqbal di kejar juga tapi sekarang Iqbal sudah masuk dan melihat lihat keberadaan Zia di dalamnya, tetap tak ada karena Iqbal memasuki kereta kelas B.


Iqbal maju ke kelas A dan benar saja ada Zia dan seorang laki laki disana, terlihat oleh Iqbal kalau Zia di ikat dan mulutnya di lakban.


"Bede bah" ucap Iqbal geram.


Bughh


Bughh


Dengan cepat Iqbal memukul laki laki itu sampai tumbang bahkan laki laki itu hanya diam saja saat Iqbal memukulinya.


"Beraninya kau menculik adikku dasar Bede bah tak punya otak kau" ucap Iqbal geram.


Iqbal dengan cepat membuka ikat dan lakban pada mulut dan tangan Zia, Iqbal kembali pada laki laki itu karena hendak melihat wajahnya.


Iqbal mengangkat kerah baju Glend, betapa terkejut nya Iqbal saat melihat kalau yang menculik Zia adalah temannya sekaligus fatner perusahaannya.


"Glend antonio Mahesta" ucap Iqbal.


Glen pun melihat Iqbal, dan betapa terkejutnya Glend melihat orang yang memukulinya itu.


"Iqbal" gumam Glend.

__ADS_1


Bughh


"Beraninya kau menculik adikku" ucap Iqbal yang memukul lagi Glend.


"Maafkan aku, aku gak tau kalau wanita ini adik mu, aku hanya di kasih" ucap Glend


"Siapa yang berani memberikan adikku secara percuma" tanya Iqbal.


"Marwah teman satu pesantren Zia" ucap Glend.


"Untung kau teman ku kalau tidak, aku tak akan segan segan membu nuh mu" ucap Iqbal.


"Lain kali jangan pernah memaksa wanita baik baik untuk menjadi pemuas mu kau ingat banyak kan perempuan yang nak al di luaran sana" ucap Iqbal mendekat pada Zia.


"Ayo" ucap Iqbal.


Namun Zia mendekat pada Glend.


Plakk..


"Perjuangankan Ning Marwah dia sedang mengandung anak mu" ucap Zia sambil menampar Glend.


Sedangkan Iqbal hanya tersenyum tipis melihat keberanian Zia karena menampar Glend.


Zia dan Iqbal berjalan keluar dari pesawat walau pun para penjaga hendak menangkap Iqbal tapi setelah melihat hal itu mereka paham kalau Iqbal ternyata hendak menyelamatkan Zia.


"Kakak" ucap Zia yang langsung memeluk kakak sulungnya itu.


"Are you okey" tanya Rayhan pada adiknya.


Zia melihat kearah sekitar ada Adam juga di sana dengan wajah yang babak belur,


Zia menatap haru pada Adam karena dia mau menyelamatkan Zia walau hanya menggunakan motor saja.


"Kak Iqbal terima kasih karena sudah menolong ku" ucap Zia.


"Hanya terima kasih, kau tak mau memelukku" goda Iqbal.


Saat Zia hendak memeluk Iqbal, tangan Rayhan menarik baju belakang Zia sehingga Zia tergusur ke belakang.


"Jangan peluk dia, dia bukan laki laki baik" ucap Iqbal.


"Ck kau ini aku sudah berhenti jadi casanova" ucap Iqbal.


"Kapan kau berhenti" tanya Rayhan.


"Kemarin" ucap Iqbal.


"Zia aku pangling melihat mu, kau percaya tadinya aku tak mengenali mu, aku berpikir apa itu kamu atau bidadari yang baru saja turun" ucap Iqbal.


"Ck gombalan buaya" sungut Elpan.

__ADS_1


Hahahah


Untuk pertama kalinya Iqbal di tertawakan oleh teman temannya termasuk oleh Adam juga yang sejak tadi ada di sana.


"Ini benar Zia mau kan kau menikah dengan ku" ucap Iqbal.


"Aku sudah punya kak" ucap Zia.


"Yaah padahal aku harap bisa menikah dengan mu, kalau kau mau aku janji akan berhenti menjadi cassanova dan semua harta ku akan menjadi milik mu" ucap Iqbal.


"Tetap tidak kak, aku na kal dan kau juga na kal kalau kita menikah maka anak kita juga akan sama kak" ucap Zia.


"Kau baik Zia" ucap Iqbal.


"Sudah" tanya Rayhan.


"Sudah membicarakan hal yang tak bermutu itu, ayo kita pulang banyak pekerjaan yang menanti kita" ucap Rayhan.


"Ayo" serempak.


"Zia jaga diri baik baik" ucap Rayhan kembali memeluk adiknya itu.


"Kak dimana kakak ipar aku rindu padanya" ucap Zia.


"Nanti kakak akan ajak Raya datang ke kampung" ucap Rayhan.


"Maaf sekarang kakak harus pergi kau pulanglah bersama dengan laki laki itu" ucap Rayhan.


"Ya kak".


" Hey Boy jaga adik ku jangan biarkan dia di culik lagi" ucap Rayhan pada Adam.


"Baik kak" ucap Adam.


"Kak? Ck aku tak terlalu tua untuk menjadi kakak mu, bahkan kalau aku lihat kau yang lebih tua dari ku" ucap Rayhan yang langsung pergi dari sana meninggalkan adik nya dan Adam.


"Terima kasih sudah mau datang kesini" ucap Zia pada Adam.


"Pulang" ucap Adam.


"Ayo" ucap Zia.


Zia dan Adam pulang naik motor walau pun tak memakai helm tapi Adam tau jalan tikus untuk menghindari polisi.


"Kaya nya aku harus belajar bela diri mulai sekarang" ucap Adam.


"Kenapa" tanya Zia.


"Suatu saat nanti aku harus melindungi Ning Marwah kan jadi aku harus belajar bela diri, aku perlu membahagiakannya" ucap Adam.


"Aku sarankan Gus, bahagiakan lah diri mu sendiri sebelum kau membahagiakan orang lain karena akan sangat menyakitkan jika kita punya solusi untuk masalah orang lain tapi kita tak punya solusi untuk masalah kita sendiri" ucap Zia menatap pada punggung Adam.

__ADS_1


Mereka mengendarai motor menempuh jarak sekitar tiga Jam karena jarak pesantren dan kota cukup jauh itu pun jika jalanan tidak macet dan bebas dari halangan.


Bersambung..


__ADS_2