
Adam melihat pada ponselnya tak ada pesan dari Zia, hanya ada pesan dari teman temannya saja yang bahkan Adam pun malas membukanya.
Apa lagi sekarang ada banyak para santri kalau orang tuanya menjenguk mereka pasti membuka hp nya dan mengirim pesan pada Adam kalau mereka suka lah bahkan ada yang blak blakan meminta Adam menemuinya.
"Zia kau kemana" gumam Adam.
{Lagi apa} tanya Adam mengirim pesan pada Zia.
Namun tak ada jawaban dari Zia sampai sampai Adam ketiduran Zia masih tak membalasnya.
Sedangkan di Madrasah sekarang Fauzi sedang menjelaskan tentang masalah pernikahan apa lagi sekarang menjelang satu hari lagi Haddad dan Husna akan menikah.
"Karena sekarang menikah sudah menjadi hal yang ngetrand maka kita akan bahas itu saja" ucap Fauzi memulai.
"Islam memandang bahwa pernikahan merupakan sesuatu yang luhur dan sakral, bermakna ibadah kepada Allah, mengikuti Sunnah Rasulullah dan dilaksanakan atas dasar keikhlasan, tanggungjawab, dan mengikuti ketentuan-ketentuan hukum yang harus diindahkan, jadi ingat jangan mempermainkan pernikahan karena akan ber dosa, apa saja kewajiban seorang suami atau seorang istri setelah menikah" tanya Fauzi.
"Suami wajib memberi nafkah lahir kepada istri seperti pakaian, dan tempat tinggal; dan memenuhi nafkah batin kepada istri seperti cinta, kasih sayang, dan perhatian, bahkan seorang suami itu tanggung jawab nya sangat besar, contohnya di dalam hadist di jelaskan kalau sebenarnya mencuci pakaian atau mencuci piring kotor bahkan sampai menyapu mengepel itu semua tugas suami lalu tugas istri apa, mempercantik diri untuk suaminya di dalam surat An nissa ayat 34 di jelaskan
اَلرِّجَالُ قَوَّامُوْنَ عَلَى النِّسَاۤءِ
Laki-laki (suami) itu pelindung bagi perempuan (istri).
Seorang laki laki harus sigap melindungi istrinya, apa lagi saat istri sakit jangan di biarkan tanya pada nya apa yang sakit lalu bawa dia ke dokter, bukan nya hanya ber tanya lalu si suami bilang " gak papa besok juga sembuh" ahh itu ciri ciri laki laki yang kurang perhatian" ucap Fauzi.
" banyak sekarang para wanita atau para laki laki mempermainkan pernikahan hanya karena urusan duniawi, contohnya karena ingin harta karena ingin kepuasan karena ingin terlihat tenar, bukan begitu Nikah yang sesungguhnya, sebuah pernikahan itu artinya melepas suatu hubungan untuk hubungan baru, contohnya seorang laki laki melepas hubungannya dengan orang tuanya yang tadinya sebagai anak lalu sekarang akan berubah sebagai seorang bapak atau seorang pemimpin untuk istrinya dan seorang anak perempuan dia melepas hubungannya dengan ibu bapaknya untuk membangun kembali hubungan bersama dengan suaminya, maksud hubungan di sini bukan hubungan memisahkan diri atau bukan menjadi anak lagi, bukan, tapi lihat lah setelah menikah di kartu keluarga pun nama kita akan di hapus dan membuat lagi kartu keluarga yang baru, nah begitu melepas hubungan dengan keluarga untuk membangun sebuah keluarga yang baru yang di pimpin oleh suaminya dan di ikuri oleh istrinya" ucap Fauzi.
"Paham" tanya Fauzi.
"Gus kalau beres beres rumah tugas suami, kenapa kebanyakan para istri yang kerjakan" tanya santri wanita.
"Karena begini di kampung ini misalkan, di kampung ini kebanyakan para suami kerja pagi pulang sore lalu apa tugas istri di rumah" tanya Fauzi.
"Dari pada menunggu suami yang kerjakan lebih baik si istri saja yang kerjakan" ucap Fauzi.
"Paham" tanya Fauzi yang langsung di jawab gelengan kepala oleh santri itu.
"Begini si suami pulang kerja, contohnya ya, si suami pulang kerja sore misal, dia pulang ke rumah dalam keadaan perut lapar tangan pegal dan kaki kram misal, lalu pulang dia ke rumah, saat dia buka pintu keadaan rumahnya seperti kapal pecah tak ada nasi buat makan, cucian numpuk di keranjang, piri kotor menumpuk di wastafle, bagai mana perasaan suaminya, marah kan dia akan bertanya tanya " kemana saja istri ku", "apa saja kerjaanya seharian", nah maka akan timbul perdebatan bahkan hingga sampai ke pengadilan, maka dari itu pekerjaan rumah menjadi tugas istri, menurut aku wajar saja bukan istri berada di rumah dan apa salahnya membersihkan rumah" ucap Fauzi.
"Jika memungkinkan suami membantunya" ucap Fauzi.
"Itu kata hadist ya kita ikuti saja apa yang sudah menjadi turun temurun" ucap Fauzi.
"Terima kasih Gus sangat bermanfaat" ucap santri itu.
"Ingat ya ini bukan sekedar bicara atau sekedar ceramah ini adalah sebuah pelajaran untuk kalian nantinya, karena kalian akan semakin besar dan sebentar lagi akan menikah jadi aku ingin kalian mengamalkan setiap ilmu yang pesantren ini berikan" ucap Fauzi.
"Bukan hanya kalian aku pun sama" ucap Fauzi.
"Sebuah hadis menjelaskan, Dari Abu Hurairah bahwa Rasulullah saw. bersabda, “Sedekah yang paling utama adalah jika seorang muslim mempelajari ilmu dan mengajarkannya kepada saudaranya sesama muslim.” (HR. Ibnu Majah).
"Artinya adalah ilmu itu harus di amal kan lalu di bagikan, percuma saja kalau kita membagikan tapi kita tidak mengamalkan, ibarat begini aku bilang pada kalian " kalau mau singkong kamu harus menanam dulu" tapi aku sendiri tak menanam nya maka aku akan dapat singkong atau dapat pahala dari mana, menanam saja tidak tapi aku mewawarkan pada orang lain" ucap Fauzi.
"Paham" tanya Fauzi.
"Paham Gus" serempak.
"Baiklah Wabillahi taufiq wal hidayah Wassalamualaikum wr wb" ucap Fauzi.
"Waalaikum salam wr wb" serempak.
Para santri bubar karena akan istirahat setengah jam menunggu Adzan Asyar.
Saat itu Rena dan Gita sudah berada di luar karena akan ke kamarnya untuk istirahat dulu.
"Ning" sahut seseorang pada Rena.
"Ya" tanya Rena.
"Gus Adam kenapa" tanya santri wanita yang bernama Gendis itu.
"Katanya sakit" ucap Rena.
"Bisa titip ini gak" tanya Gendis menyerahkan buah buahan satu kresek pada Rena.
"Tolong sampaikan padanya cepat sembuh" ucap Gendis itu.
"Tunggu dan berikan ini pada gus Adam" ucap Gendis memberikan sepucuk surat.
"Ya" ucap Rena.
"Ning aku juga nitip ya" ucap wanita yang lain memberikan makanan ringan pada Rena.
"Bilang dari ku cepat sembuh Gus Adam" ucapnya.
"Kak kalian terlalu berlebihan" ucap Rena.
"Tidak aku hanya memberikan ini" ucap Gendis.
"Ayo antarkan" ucap Gendis.
"Ya kak" ucap Rena.
Rena pulang ke rumahnya dengan makanan dan buah buahan dari kakak santrinya, bahkan Gita pun juga ikut membawa kantong kresek karena banyak nya para santri wanita yang mengirim makanan pada Adam.
"Assalamualaikum" sahut Rena.
"Waalaikum salam" jawab Umi dengan Abah yang sekarang berada di ruang tengah.
__ADS_1
"Apa itu Ning" tanya Umi.
"Umi ada kakak santri yang menitipkan ini untuk Gus Adam, katanya cepat sembuh" ucap Rena.
"Kau saja yang berikan Ning" ucap Abah.
"Baiklah aku akan masuk, Git tunggu sebentar ya" ucap Rena.
"Ya Ning" ucapnya.
Rena masuk kedalam kamar Adam, saat ini Adam masih istirahat karena tadi sudah makan obat pereda nyeri.
"Gus" ucap Rena.
Adam membuka matanya dan melihat pada Rena yang baru saja datang.
"Ada apa ning" tanya Adam.
"Masih sakit kah" tanya Rena.
"Lumayan" ucap Adam.
"Oh ya ada titipan dari kakak santri mereka mengirim makanan ini untuk mu Gus, dan di dalam nya ada surat, mau aku bacakan" tanya Rena.
"Boleh" ucap Adam.
Rena membuka surat itu satu persatu.
"Ini dari Gendis, Gus semoga cepat sembuh" ucap Rena membacakan surat.
"Ada lagi dari Anggi, Jika malam gelap tanpa bulan maka pesantren ini sepi tanpa mu Gus cepat sembuh" ucap Rena.
"Sangat puitis" ucap Adam tersenyum tipis.
"Ada lagi Gus dari Mega, cepat sembuh my Gus" ucap Rena.
"Ya aku akan cepat sembuh" ucap Adam.
"Ada lagi Gus dari maya, get well some katanya" ucap Rena.
"Udah" tanya Adam.
"Ada satu lagi Gus" ucap Rena.
"Dari tadi kau bilang satu lagi, satu lagi tapi ada lagi ada lagi" ucap Adam.
"Ini beneran satu lagi, aku bacakan, malam bertabur bentang aku ber doa di sepertiga malam semoga kau cepat sembuh imam ku" ucap Rena.
"Ya terima kasih" ucap Adam.
"Jangan biar aku saja" ucap Adam.
"Baiklah aku akan makan" ucap Rena.
"Ya" ucap Adam.
Setelah Rena keluar Adam pun melihat lihat makanan yang sudah Rena bawa, namun tak ada makanan yang bisa membuat Adam nafsu untuk memakannya.
Begitulah Adam kalau dia sedang sakit pasti selalu seperti ibu hamil yang sering merasa mual dan langsung muntah bahkan dari kecil pun Adam selalu begitu.
"Aku mual" ucap Adam.
Ohekk ohekk.
Adam memuntahkan isi perutnya keluar, bahkan sekarang Adam sangat lemas Adam membersihkan muntahan nya itu dengan kain.
"Aku seperti ibu hamil saja" gumam Adam.
"Ada apa Dam" tanya Umi yang langsung masuk ke kamar Adam saat mendengar anaknya muntah.
"Biasa umi" ucap Adam.
"Apa kena selimut" tanya Umi.
"Ya" ucap Adam.
"Biar Umi yang bersihkan" ucap Umi.
"Kamu ini Dam selalu saja kalau sakit itu selalu mual bahkan muntah, Umi takut kalau nanti istri mu tak mau mengurus mu saat sakit" ucap Umi.
"Umi jangan ber fikir yang macam macam, ini hanya perkara muntah saja kan bukan sampai muntah darah, aku yakin calon istri ku nanti pasti bisa menerima aku apa adanya" ucap Adam.
"Ya, ya sudah tidur lagi istirahat" ucap Umi.
"Ya umi" ucap Adam.
Di kota tepatnya di kediaman kakak nya Zia, saat ini Zia tengah memasak sendiri untuk makan sekarang.
Zia hanya memasak untuk sendiri saja karena selama ini Zia tak pernah masak mungkin ini kali pertama Zia masak di dapur.
Zia hanya memasak mie dengan telur saja bahkan itu pun Zia memasak melihat pada resep yang ada di yutube, padahal di kemasan mie instant sudah jelas tertulis cara cara Memasak.
Zia memasukan semua bumbu pada panci mie instant bahkan telur nya pun tak lupa Zia masukan ke dalam panci.
"Apa lagi" tanya Zia.
Zia melihat pada ponselnya disana tertulis kalau Zia hanya tinggal menunggu beberapa menit saja hingga matang sempurna.
__ADS_1
"Ya ampun aku lupa mukena ku masih di jemuran, langit juga sudah mendung aku takut basah lagi" ucap Zia.
Saat Zia hendak pergi dari sana.
"Tapi mie ini" gumam Zia.
"Aah di yutub juga kan di tuliskan menunggu lima menit aku pasti akan kembali sebelum lima menit" gumam Zia.
Zia pergi dari sana untuk mengambil mukena dari jemuran, Zia langsung melipatnya sambil duduk di sofa karena mukena nya juga sudah kering.
Setelah selesai melipat Zia pergi ke kamarnya menyimpan mukena di atas ranjang.
"Sudah lima menit" gumam Zia menatap pada jam dinding.
Zia kembali ke dapur, namun ternyata panci itu sudah mengeluarkan asap yang sangat banyak, dengan cepat Zia mematikan kompor gasnya.
"Astagfirulloh" ucap Zia.
Zia melihat kalau mie di dalam panci itu gosong bahkan sudah menghitam, bau gosong pun menyeruak di dapur.
"Ada apa Zia" tanya Nita yang baru saja datang kesana.
"Ini mah" ucap Zia.
"Hahaha gosong" ucap Nita mentertawakan anaknya yang masak sampai gosong.
"Zia kenapa sampai gosong begitu" tanya Nita.
"Aku lupa mah" ucap Zia.
"Jangan sampai lupa Zia kalau kau telat itu pasti akan kebakar pancinya" ucap Nita.
"Maaf mah" ucap Zia.
"Baiklah mamah akan ajarkan kamu bagai mana caranya membuat mie dengan telur" ucap Nita.
"Baiklah" ucap Zia.
Nita membuatkan Zia mie dengan telur dan Zia hanya melihat saja karena tak mau ada masalah lagi,
"Kenapa aku bisa ceroboh padahal sudah pas lima menit, apa hitungan aku salah ya" gumam Zia.
"Ada apa Zia" tanya Raya yang baru datang kesana.
"Ini kakak ipar aku masak padahal aku sudah melihat di yutube dan waktu nya juga pas, di video lima menit dan aku biarkan lima menit tapi gosong" ucap Zia.
"Zia kadang di video itu tak sama" ucap Raya.
"Ya mungkin" ucap Zia.
"Nih sudah siap ayo makan" ucap Nita membuat porsi untuk orang banyak.
"Ayo mah" ucap Zia.
Mereka semua makan dengan lahap bahkan mereka makan dengan bercanda canda sambil tertawa tawa bersama.
Sedangkan di pesantren, sekarang sudah waktunya Adzan Maghrib, tadinya Adam akan melakukan Sholat berjaah tapi karena keadaanya Adam masih pusing jadi Adam hanya sholat di kamar saja.
Setelah sholat maghrib dan isya selesai, Adam duduk di kasur kamarnya.
"Dam ada teman teman mau menjenguk" ucap Umi dari luar kamar Adam.
"aku akan kesana Mi" ucap Adam.
Adam berjalan keluar dari kamarnya ternyata ada Farid, fauzi, ardi, Yasya, dan gilang teman teman Adam dari luar pesantren juga ada.
"Kalian datang" ucap Adam.
"Ya, bagai mana kondisi mu sekarang" tanya Fauzi.
"Alhamdulilah" ucap Adam yang ikut gabung dengan mereka.
"Oh ya tadi ada santri wanita yang kirim aku makanan, aku akan ambilkan" ucap Adam.
Adam mengambil kantong kresek yang isinya makanan yang tadi Rena simpan di atas lemari kecil di kamar adam.
"Ayo makan lah ini banyak, kalau tak di makan takutnya akan mubajir" ucap Adam.
"Wah para santri wanita banyak yang care ya" ucap Gilang pada Adam.
"Tentu saja Gus Adam kan ganteng" ucap Farid.
"Ya kau benar" ucap Gilang.
"Oh ya Gus Yasya di mana kau ngajar sekarang" tanya fauzi.
"Di sekolah sd" ucap Yasya.
"Wah jadi guru matematika" tanya Fauzi.
"Jadi guru agama lah" ucap Yasya.
"Syukurlah" ucap Fauzi.
Mereka semua ber bincang bincang menuju tengah malam hingga sampai jam 12 malam mereka bubar karena harus pulang dan tidur.
Bersambung...
__ADS_1