
Adzan Maghrib sudah berkumandang dan Adam baru saja selesai melakukan pelajaran nya.
Zia dan Farida pun langsung menuju ke mesjid karena akan Sholat berjamaah bersama sama.
Bahkan tadi saat Sholat Ashar pun mereka berjamaah di mesjid, dan Adam harus terpaksa meninggalkan mengajar sore karena pelajaran yang banyak.
Sekarang mereka berjalan menuju mesjid.
"Gus setelah Sholat Maghrib aku akan langsung pulang, aku harus mempersiapkan untuk besok aku harap kau bisa ikut" ucap Yasya.
"Ya insya Alloh" ucap Adam.
"Ya" ucap Yasya.
"Zia setelah Sholat aku ingin makan di rumah bisa kan kau tinggalkan ceramah dan memasak untuk ku" ucap Adam.
"Ya Gus" ucap Zia.
"Kalian sangat romantis, kalian tau aku berpikir kalau kalian itu pasangan tanpa pegang tangan" ucap Yasya.
"Maksudnya" tanya Zia.
"Ya maksud ku kalian terlihat romantis walau pun tak pegagan tangan" ucap Yasya.
"Aslinya kami sangat romantis kalau di kamar ya Gus" ucap Zia.
"Terserahlah" ucap Adam.
Yasya hanya tersenyum melihat pasangan itu, saat ini Yasya merasa kurang srek pada Farida karena yang Yasya lihat Farida itu seperti suka pada Adam bahkan pagi tadi Yasya di heran kan oleh Sikap Farida yang ingin memvideo Call Adam dengan seribu alasan yang Farida keluar kan.
Bahkan Farida blak blakan bicara kalau Adam sangat tampan kalau Adam pintar dan ini dan itu.
Sedang kan Yasya hanya diam dan mendengar kan saja karena tak mau Farida tersinggung.
Sholat Maghrib selesai Yasya dan Adam langsung keluar di ikuti oleh Zia dan Farida.
"Gus besok jangan lupa kau ikut ya" ucap Yasya.
"Insya Alloh" ucap Adam.
"Gus Yasya kau tenang saja aku akan pasti kan kalau Gus Adam ikut" ucap Zia.
"Ya aku harap begitu, tapi Zia kau juga harus ikut" ucap Yasya.
"Aku gak akan ikut aku akan mengajar besok" ucap Zia.
"Oh baik lah" ucap Yasya.
Yasya dan Farida pergi dari sana, sedang kan Adam dan Zia pulang ke rumah.
"Ayo mau makan sekarang biar aku yang ambilkan" ucap Zia.
"Tak usah" ucap Adam.
"Lalu" tanya Zia.
Adam menarik Zia sehingga membuat Zia berada di dalam dekapan Adam.
"Ayo lakukan sekarang" ucap Adam.
"Hah tapi" ucap Zia.
"Kau yang minta kan, jadi ayo" ucap Adam.
"Gus sekarang kan akan Adzan Isya" ucap Zia.
"Masih lama sekitar setengah jam lah" ucap Adam.
"Tapi Gus" ucap Zia.
"Aku sudah janji pada mu Zia jadi aku tak akan mengingkari nya" ucap Adam.
Mereka berdua masuk ke dalam kamar, untuk pertama kali nya mereka melakukan itu tanpa gangguan dan halangan.
Skipp
Hingga beberapa menit kemudian bahkan hampir satu jam.
Adzan Isya bahkan sudah berkumandang tapi Zia dan Adam belum juga datang ke mesjid.
"Kira kira di mana Gus Adam dan kak Zia" tanya Rena yang sekarang berada di mesjid.
"Mungkin mereka Sholat di rumah" ucap Gita.
"Ya mungkin" ucap Rena.
Sedangkan di rumah Adam baru saja beres dan akan mandi.
"Ayo mandi" ucap Adam.
"Lagi" ucap Zia.
"Hah lagi, ya ampun Zia kita terlambat Sholat Isya" ucap Adam.
"Ayolah" ucap Zia.
"Gak ah kamu berisik Zia" ucap Adam.
"Lalu aku harus apa" tanya Zia.
"Malu, bagai mana kalau kedengaran Umi dan Abah" ucap Adam.
"Gus mereka ada di mesjid" ucap Zia.
"Ayo lah nanti ya" ucap Adam.
"Nanti lagi nanti lagi" ucap Zia.
__ADS_1
"Kan sudah" ucap Adam.
"Baiklah ayo mandi" ucap Zia.
"Ya Ayo" ucap Adam.
Zia bangun dari kasur, namun ada yang membuat Zia terkejut.
"Gus apa aku datang bulan lagi" gumam Zia.
"Emang kenapa" tanya Adam yang sekarang tengah melihat leher nya yang aman dari Zia.
"Lihat" ucap Zia menunjuk kasur.
"Oh biar aku ganti nanti" ucap Adam.
"Tapi apa aku" ucap Zia.
"Gak Zia gak datang bulan lagi gak, ayo mandi saja" ucap Adam.
"Ya Ayo" ucap Zia.
Mereka melaksanakan Sholat di rumah karena mereka terlambat untuk pergi ke mesjid.
"Zia aku akan pergi sekarang ke kampung sebelah, dan besok aku akan ke pesantren Farida, kamu sih yang bilang aku akan ikut aku malas Zia" ucap Adam.
"Malas kenapa" tanya Zia.
"Aku merasa Farida itu melihat aku dengan tatapan Aneh" ucap Adam.
"Gus dia itu suka pada mu, kau tau bahkan dia bilang secara blak blakan kalau dia tak suka pada Gus Yasya" ucap Zia.
"Oh ya" tanya Adam.
"Ya Gus" ucap Zia.
"Aku akan berangkat kalau Gus Fauzi kesini" ucap Adam.
"Mau makan dulu" tanya Zia.
"Ayolah" ucap Adam.
Zia menyiapkan makanan untuk Adam, hanya sayur dan ikan asin saja makanan hari ini.
Adam memakannya dengan lahap karena Adam bukan orang yang susah makan jadi apa pun yang Umi masak Adam akan makan.
Sekarang pun begitu apa pun yang Zia masak Adam pasti akan memakan nya dengan lahap.
"Guss" sahut Fauzi dari arah luar rumah Abah.
"Ya Gus, bentar aku ambil dulu sorban" ucap Adam.
"Tunggu lah di sini aku akan ambil kan" ucap Zia.
"Ya" ucap Adam.
Zia mengambil kan sorban, jam tangan, dan ponsel Adam yang selalu Adam bawa kalau kemana mana.
"Terima kasih Zia" ucap Adam.
"Ya sama sama" ucap Zia.
Adam menyodorkan tangan nya pada Zia, dan Zia pun mengalami tangan Adam dengan takzim.
"Aku berangkat Assalamualaikum" ucap Adam.
"Waalaikum salam" ucap Zia.
Zia menatap pada rumah yang sekarang sepi, Zia duduk di kursi yang ada di sana.
Sekarang Zia malah ingat pada Kakak nya yang berada di kota.
"Kak Rayhan apa dia bisa tidur nyenyak sekarang" gumam Zia.
Zia melihat ponsel nya yang berada di kamarnya.
Zia berselancar di media sosial, entah kenapa Zia merasa penasaran dengan akun nya itu.
Terlintas di pikiran Zia kalau sekarang dia ingin melihat mantan nya dulu, Zia mencari nama Akash di pencarian akun nya itu.
Dan ternyata ada di sana.
Zia melihatnya mata Zia memicingkan saat melihat Foto pernikahan Akash yang sangat banyak sekali namun dengan wanita yang berbeda beda.
"Apa menikah menjadi hobi Akash" gumam Zia.
Tanpa terasa Zia tertidur di kasur kamarnya, Zia lupa tak mematikan ponselnya.
Malam harinya Adam baru saja pulang dari acara pengajian kampung sebelah, rasa kantuk terasa oleh Adam.
Namun Adam merasa sangat senang saat mengingat kejadian tadi, bahkan Adam sampai tersenyum sendiri saat mengingatnya.
"Gus kaya nya senang sekali" tanya Fauzi
"Hah tak ada" ucap Adam.
"Gus jangan bohong" ucap Fauzi.
"Aku hanya senang saja karena acara di kampung sebelah berjalan dengan lancar" ucap Adam.
"Ya" ucap Fauzi.
"Tapi Gus kenapa tadi siang Ustadz Arifin malah pergi bukan nya akan mengajar santri" tanya Farid.
"Ya aku juga ingin bertanya begitu, tapi aku malu" ucap Fauzi.
"Kau tau tadi saat di rumah Ustadz Arifin bilang dia tak punya waktu banyak untuk mengajar santri bahkan tujuan dia datang kemari hanya karena undangan dari Pak Maman saja" ucap Adam.
__ADS_1
"Astaghfirullah apa Ustadz Arifin lupa" ucap Fauzi.
"Entahlah" ucap Adam.
"Apa Abah marah" tanya Farid.
"Tidak hanya saja Abah mengingat kan pada Gus Arifin kalau dulu siapa yang mengajari nya, tapi dia malah marah dan bilang kalau Abah iri pada kesuksesan Ustadz Arifin " ucap Adam.
"Ck definisi kacang lupa kulitnya" ucap Fauzi.
"Sudah lah mau bagai mana lagi" ucap Adam.
Mereka sampai di pesantren.
"Aku langsung pulang ke rumah ya" ucap Adam.
"Ya Gus" ucap Fauzi.
Adam pulang ke rumahnya, Adam pulang larut malam jadi Adam sudah tebak kalau Abah dan Umi sudah tidur.
Adam masuk ke dalam kamarnya, dia melihat kalau Zia sudah tidur di kasur namun Tangan Zia masih memegang ponsel.
"Ya ampun Zia sampai ketiduran" gumam Adam.
Adam mengambil ponsel Zia dan membuka ponsel nya, namun mata Adam terkejut melihat layar ponsel Zia.
"Zia masih melihat mantan pacar nya" gumam Adam.
Karena tak mau emosi Adam keluar dari aplikasi itu, dan mematikan data seluler ponsel Zia.
Adam menyimpan ponsel Zia dan langsung menyelimuti Zia karena takut Zia kedinginan.
"Apa Zia masih memikirkan mantan nya itu" gumam Adam.
Adam menggeleng kan kepala nya dan mencoba berpikir yang positif saja.
"Tidak mungkin kalau memang Zia masih mau pada mantan nya Zia tak mungkin menerima aku" gumam Adam.
Adam tidur bersama dengan Zia bahkan Zia Langsung memeluk Adam yang baru saja berbaring.
Pagi harinya Zia sudah bangun dan menatap pada wajah Adam yang sekarang masih tidur.
"Gus" ucap Zia.
Adam membuka matanya dengan perlahan.
"Apa Zia" ucap Adam.
"Bangun ayo sudah siang" ucap Zia.
"Jam berapa sekarang" tanya Adam.
"Jam setengah empat" ucap Zia.
"Oh" ucap Adam.
"Ayo bangun aku akan cuci muka dulu" ucap Zia.
"Tunggu Zia" ucap Adam yang langsung memegang tangan Zia.
"Lakukan sekarang" ucap Adam.
"Hah tapi Gus aku gak mau mandi sekarang" ucap Zia.
"Sebentar saja " ucap Adam.
"Baiklah ayo" ucap Zia.
Mereka melakukan nya sampai Adzan subuh berkumandang di mesjid.
"Gus aku tak mau mandi" ucap Zia.
"Harus mandi Zia kan mandi wajib" ucap Adam.
"Kamu sih ngajak pagi, jadi harus mandi kan" ucap Zia.
"Ayo mandi bareng" ucap Adam.
"Ya sudah Ayo" ucap Zia.
Setelah selesai Sholat Subuh Adam langsung makan karena sekarang dia akan ikut ke pesantren Farida karena permintaan Gus Yasya.
Adam bersiap dengan di bantu oleh Zia.
"Apa ini baju yang pas" tanya Adam.
"Pas Gus baju coklat dan celana" ucap Zia.
"Sayang aku tak biasa pakai celana" ucap Adam.
"Lalu apa kau akan telan jang" tanya Zia.
"Kau ini maksudnya aku akan pakai sarung saja" ucap Adam.
"Gak boleh pokok nya kau harus pakai ini gak boleh pakai sarung" ucap Zia.
"Ya baik lah" ucap Adam mengalahkan.
Mobil keluarga Yasya benar saja sekarang tengah menunggu di pesantren karena ingin menjemput Adam.
Adam berjalan ke sana.
"Zia aku berangkat ya aku akan pulang sore mungkin" ucap Adam.
"Ya Gus kau tenang saja" ucap Zia.
Zia mengantar kan Adam sampai ke mobil yang membawa keluarga Yasya.
__ADS_1
"Gus Yasya titip Gus Adam ya" ucap Zia.
"Ya" ucap Yasya.