Aziya Untuk Ustadz

Aziya Untuk Ustadz
bab 31


__ADS_3

"Mau apa kalian" tanya Fauzi yang ikut kesana juga.


"Jangan banyak Bac*t, aku mau meminta Marwah" ucap Glend yang tak lain adalah ayah dari anak yang di kandung oleh Marwah.


"Apa" pekik Adam yang baru datang kesana.


"Wanita itu sedang mengandung anakku, jadi aku akan membawanya pergi" ucap Glend menunjuk Marwah.


"Tapi dia Ning Marwah calon istriku" ucap Adam.


"Ck aku pacarnya" ucap Glend.


Ustadz Dawud mendekat pada Marwah yang sekarang sedang mematung menahan amarahnya pada Glend.


"Ning ada apa ini" tanya Ustadz Dawud.


"Aku tidak tau Abi" ucap Marwah polos.


Glend berjalan mendekat pada Marwah, tak memperdulikan para santri yang sekarang sedang mencoba menghalanginya.


Glend mencekal tangan Marwah dan hendak membawanya dengan secara paksa.


"Lepas" berontak Marwah.


"Siapa kamu" tanya ustadz Dawud.


"Aku calon menantu mu" ketus Glend.


Dengan cepat Adam datang kesana dan melepas cekalan tangan Glend pada tangan Marwah,


"Jangan pegang pegang Ning Marwah" ucap Adam.


"Ohh kau mau jadi pahlawan kesiangan" tanya Glend.


"Tapi Ning Marwah sebentar lagi akan menjadi istriku" ucap Adam.


Umi yang sejak tadi hanya diam mendekat pada Abah.


"Abah bagaimana ini" tanya Umi.


"Abah tak tau Umi, biarkan Adam yang memutuskan nantinya" ucap Abah.


"Istri ya, tapi sayang saat ini Marwah sedang mengandung anakku, dan aku datang kemari karena akan bertanggung jawab untuk Marwah" ucap Glend.


"Jangan berkata apa pun tanpa bukti tuan" ucap Marwah seolah dirinya tak tau apa apa.


"Oh ayo lah jangan se polos itu pada ku" ucap Glend yang langsung mengeluarkan bukti Usg yang pernah Marwah berikan padanya dahulu.


"Gus jangan percaya padanya, dia bohong" ucap Marwah.

__ADS_1


"Diam atau aku akan celakai Abi mu itu" ucap Glend.


Adam melihat hasil usg itu, walau pun Adam tak paham namun disana sudah tercantum jelas nama ibu dan Ayahnya, bahkan bidannya pun Adam sangat mengenalnya, Bidan Nina yang dulu pernah datang ke pesantren saat Marwah pingsan.


"Berarti perkataan Zia benar" ucap Adam.


"Tidak Gus, itu semua bohong" bantah Marwah.


Semua para tamu undangan hanya menyimak tentang obrolan itu. Walau pun tak paham tapi mereka semua tau kalau sekarang ada masalah antara pengantin.


Sedangkan Topan dan Nita yang baru saja datang kesana karena undangan dari Abah pun terkejut mendengar putri bungsunya di sebut sebut.


"Gus, Zia itu berbohong aku tak hamil" bantah Marwah.


"Seharusnya aku tak meragukan Zia, aku tau Zia begitu tapi dia selalu berkata jujur" ucap Adam.


"Gus tunggu Gus aku bisa jelaskan" teriak Marwah saat Adam berlari dari sana meninggalkan acara pernikahannya.


"Marwah ayo kita menikah" ucap Glend.


"Tak sudi aku menikah dengan mu" ucap Marwah yang membuat semua orang melongo, karena yang mereka tau Marwah adalah wanita yang lembut akan bahasa, dan tutur katanya.


Namun sekarang dia telah menampakan dengan jelas sikap aslinya.


"Ning kau mengenalnya" tanya Ustadz Dawud.


Ustadz Dawud seakan merasakan sakit pada dadanya saat mendengar hal itu, apa lagi dia punya penyakit jantung.


"Abi" ucap Umi istrinya Ustadz Dawud.


Sekarang Ustadz Dawud tergeletak di tanah, dengan cepat para santriwan membantu membawa Ustadz Dawud ke dalam rumah.


Sedangkan Glend saat ini sedang memaksa para tamu undangan untuk diam dengan memerintahkan para anak buahnya untuk menodongkan senjata pada mereka.


"Kalau ada yang berani gerak tembak saja dia" ucap Glend.


Para tamu undangan, bahkan Abah dan Umi pun hanya bisa diam saja karena mereka membawa senjata, bahkan kalau sampai berontak pun mereka takut para santri terkena peluru dari senjata itu.


"Saya terima nikah dan kawinnya Marwah Khoirunissa binti Dawud dengan mas kawin uang sebesar 20 juta di bayar tunai" ucap Glend mengikrarkan ijab kobulnya.


"Sah" serempak.


Sedangkan Adam saat ini dia sedang kecewa dan sakit hati, dia berlari pulang menuju pesantren, Adam tak menyangka kalau Marwah wanita yang sangat Adam idam idam kan bisa seperti itu.


Air mata Adam keluar karena merasakan sakit dari penghianatan yang di lakukan Marwah padanya.


Sesampainya di pesantren, Adam melihat Zia yang sekarang sedang membuang sampah.


Adam berjalan mendekat pada Zia, tatapan Adam hanya datar saja kedepan dengan rambut yang acak acakan.

__ADS_1


Adam mendekat pada Zia.


Zia menatap kebelakang ternyata ada Adam di hadapannya dan membuat Zia terkejut.


"Kau mengangetkan aku saja Gus" ucap Zia.


Namun Adam tak menjawabnya dia hanya menatap kosong ke arah depan.


"Gus, kau ada di sini? Lalu pernikahan mu? Mana yang lain?" tanya Zia sambil menatap ke segala arah namun tak ada siapa siapa.


Dengan tidak sadar Adam memeluk Zia dan menumpahkan semua tangisanya di pelukan Zia.


Zia bingung dengan sikap Adam, bukan kah Adam sangat anti berpegangan dengan wanita.


"Gus kita bukan Muhrim" ucap Zia.


Adam tersadar dan langsung melepaskan pelukannya.


"Maafkan aku Zia" ucap Adam.


"Ada apa" tanya Zia saat melihat Adam menangis.


"Duduklah, dan ceritakan padaku" ucap Zia.


"Maafkan aku karena meragukan mu" ucap Adam.


"Tapi sungguh Zia aku tak percaya dengan semua ini" ucap Adam yang langsung menutupi wajahnya karena air matanya tak berhenti.


"ceritakan pada ku dengan jelas Gus, aku tak paham pada ucapan mu" ucap Zia.


namun Adam tak menyahutinya, dia hanya diam dan menutupi wajahnya, Zia cukup sadar kalau saat ini Adam butuh sendiri dan tak mau bercerita dahulu.


Zia menatap Adam yang sekarang sedang diam saja, Zia langsung paham, Zia berfikir kalau Adam sudah mengetahui semuanya dan sekarang Adam sedang merasakan sakit hati.


Zia paham dengan rasa sakit yang saat ini Adam rasakan, karena Zia juga pernah merasakannya saat Zia di tinggalkan nikah oleh pacarnya sendiri.


Flash back on.


Saat itu Rayhan kakaknya Zia sedang melakukan acara pernikahan, dan Zia saat ini sedang berada tak jauh dari acara itu Zia mencoba menghubungi Akash yang saat itu menjadi kekasih Zia.


Karena perjanjian sebelumnya Zia akan di nikahi kalau Kakaknya Zia yaitu Rayhan sudah menikah namun sejak tadi tak ada jawaban dari Akash.


Zia memutuskan untuk membuka sosial medianya, namun mata Zia terbelalak kaget saat melihat kalau Akash sudah menikah dengan wanita yang cukup tua namun wanita itu cukup kaya.


tanpa berfikir panjang Zia langsung pergi menemui Akash yang sekarang sedang ber bulan madu di salah satu penginapan yang jika di tempuh oleh mobil bisa memakan waktu perjalanan satu hari satu malam.


**Flash back off..


Bersambung**...

__ADS_1


__ADS_2