Aziya Untuk Ustadz

Aziya Untuk Ustadz
bab 119


__ADS_3

Setelah selesai belajar santri senior sekarang bersiap Karena akan ke pernikahan Ilham yang sekarang sedang berlangsung.


Zia sekarang sudah bersiap untuk berangkat, namun Zia melihat ada Rena yang masuk ke dalam rumah Abah.


"Abah" sahut Rena dari luar.


"Ya ada apa Ning" tanya Abah yang sekarang ada di ruang tamu.


"Begini Abah kata supir yang antar barang sekarang barang akan datang lagi" ucap Rena.


"Oh baik lah Abah akan ke sana" ucap Abah yang langsung keluar dari rumah.


"Kak mau ke mana" tanya Rena karena melihat Zia sudah bersiap.


"Aku mau ke pernikahan Gus Ilham, Ning kau ikut saja biar aku ada temen" ucap Zia.


"Kan ada Gus Adam" ucap Rena.


"Ayo lah Ning" ucap Zia.


"Gak ah malu" ucap Rena.


"Umi boleh kan Ning Rena aku bawa ke pernikahan Gus Ilham, lagi pula banyak orang kok" ucap Zia pada Umi yang baru saja keluar dari dapur.


"Kamu mau Ning" tanya Umi pada Rena.


"Hah" tanya Rena.


"Mau Umi" ucap Zia maksa.


"Baik lah kalau mau ikut, tak apa lagi pula kan banyak orang juga disana" ucap Umi.


"Boleh kah" tanya Rena.


"Boleh" ucap Umi.


"Baik lah kak tunggu aku, aku akan ganti pakaian dulu" ucap Rena.


"Ya" ucap Zia.


Zia menunggu di ruang tamu nya, Rena mengganti pakaian nya dia memakai gamis berwarna navy dan kerudung pemberian Luthfi.


Rena melihat Zia yang memakai baju couple warna biru jadi rencana nya Rena juga akan memakai baju Navy supaya samaan dengan kakak nya itu.


Rena keluar dari kamarnya di sana Ainun, Fauzi dan yang lain nya sudah bersiap akan pergi.


Namun ada hal yang membuat Rena terkejut Ternyata Lutfhi juga memakai kemeja warna Navy dan sarung warna hitam.


Hal itu membuat Luthfi tampak sangat tampan apa lagi dengan kopiah warna hitam membuat nya semakin sempurna.


"Subhanallah, sungguh sempurna nya ciptaan mu Ya Alloh tak ada yang Muhadjir" gumam Rena.


Luthfi menatap pada Rena dia kemudian melihat kemeja yang dia pakai.


"Ya Alloh indah sekali takdir yang kau buat" gumam Luthfi.


Mereka semua berangkat dari sana dengan berjalan kaki karena jarak yang sangat dekat juga.


Rena berjalan bersama dengan Zia dan Adam yang sekarang berjalan di belakang Rena dan Zia karena tak mau sampai terjadi apa apa pada Rena lagi.


"Ning kau couple an" ucap Zia setengah berbisik karena tak mau di dengar oleh Adam yang sekarang ada di belakang.


"Aku gak tau kak saat aku keluar dari kamar, dia sudah ada memakai kemeja navy juga" ucap Rena.


"Kalian jodoh" ucap Zia.


"Amin" ucap Rena.


Ehemk, Adam berdehem di belakang karena mendengar ucapan Zia dan Rena yang berbisik bisik.


"Apa Gus" tanya Zia.


"Jangan banyak ngobrol" ucap Adam.


"Sibuk saja" ucap Zia.


"Oh ya Zia hadiah apa yang kau bawa" tanya Adam melihat kado yang sejak tadi Zia bawa.


"Rahasia" ucap Zia.


"Ish main rahasia rahasia an" ucap Adam.


"Gus kau tau isi nya apa kenapa masih tanya" ucap Zia.


"Ya aku tau" ucap Adam.

__ADS_1


"Oh ya kak para santri akan pulang nanti sore" ucap Rena.


"Kenapa" tanya Zia.


"Ya karena mereka kan ingin sahur pertama bareng keluarga" ucap Rena.


"Apa semua santri akan pulang" tanya Zia.


"Ya" ucap Rena.


"Pasti pesantren sangat sepi" ucap Zia.


"Kenapa sepi kan ada aku" ucap Adam.


"Ya deh gak akan sepi" ucap Zia menatap pada suami nya.


Namun ada hal yang Membuat Zia heran karena dia lupa apa itu puasa dan apa saja yang mereka lakukan saat puasa.


"Aku akan tanya nanti pada Gus Adam" gumam Zia.


Sesampainya di sana semua santri langsung bersalaman dengan Ilham dan istri nya.


"Selamat ya Gus semoga menjadi pasangan yang sakinah mawadah warahmah" ucap Fauzi.


"Alhamdulillah terima kasih" ucap Ilham.


Sekarang giliran Zia dan Adam yang akan bersalaman dengan Ilham dan istri nya.


"Selamat berkeluarga Gus Ilham" ucap Adam.


"Ya Gus terima kasih" ucap Ilham.


"Oh ya ada titipan dari Abah" ucap Adam.


"Terima kasih, bilang pada Abah kenapa ga datang" tanya Ilham.


"Abah tak bisa datang karena sekarang ada barang yang datang" ucap Adam.


"Oh ya Gus, beberapa bulan lagi kita ke luar negeri lagi" ucap Ilham.


"Ya ayo" ucap Adam.


"Masih lama kan" tanya Zia.


"Oh" ucap Zia.


"Baik lah silahkan di nikmati Gus" ucap Ilham.


"Ya terima kasih" ucap Adam yang langsung pergi dari sana bersama dengan Zia.


Rena duduk di kursi dekat dengan Zia dan Adam, saat ini Rena tengah menikmati puding yang sudah di sediakan di sana.


Tiba tiba saja Luthfi datang ke sana bergabung dengan Adam.


Bukan melarang tapi Adam tau hubungan Rena dan Luthfi, dia tak mau adik nya itu di dekati oleh laki laki.


Karena Rena masih kecil apa lagi Rena adalah adik Adam satu satunya.


Adam menatap sinis pada Rena.


Sebenarnya Adam bukan melarang Rena dekat, karena Adam tau kalau Luthfi tak akan macam macam tetapi satu hal yang Adam takut kan.


Dia takut kalau Rena dan Luthfi menikah, Luthfi akan kasar pada Rena apa lagi Adam tau betul bagai mana sikap Luthfi yang kasar dan sangat posesif.


Jika di sanding kan dengan Rena yang manja dan kekanak kanakan, Adam takut Luthfi akan cepat marah karena Rena membuat nya kesal.


Adam membayang kan masa depan Rena dan Luthfi..


Suatu hari nanti bayangan Adam..


Rena meminta di beli kan pakaian pada Luthfi, namun Luthfi tak memberi nya lalu Rena pun memaksa.


"Ayo lah Gus aku hanya mau pakaian, lagi pula aku tak minta tiap hari pada mu" ucap Rena.


"Ning ayo lah jangan memaksa aku sedang tak punya uang" ucap Luthfi.


"Aku mau Gus, aku lihat di pasar tadi ada" ucap Rena.


"Tapi Ning" ucap Luthfi.


"Hanya sekali saja Gus aku tak akan minta lagi" ucap Rena.


"Ning" bentak Luthfi yang menggelegar di bayangan Adam.


"Aku bilang apa aku sedang tak punya uang tak bisa kah kau menunggu sampai aku punya uang" bentak Luthfi.

__ADS_1


"Hanya baju kok" ucap Rena.


Plakk


"Aaaaa" teriak Adam yang langsung sadar dari lamunannya.


Zia menatap pada suaminya itu.


"Ada apa gus" tanya Zia.


Adam sekarang menjadi pusat perhatian karena berteriak.


"Hah aku gak apa" ucap Adam menatap pada setiap orang yang sekarang tengah melihat nya.


"Kenapa teriak Gus" tanya Zia.


"Gak aku hanya gak fokus saja" ucap Adam.


"Jangan banyak melamun Gus" ucap Luthfi.


"Hah ya Gus" ucap Adam.


"Astaghfirullah, semoga saja itu tak benar" batin Adam.


(Gus Adam menghayal terlalu jauh ya)


"Baik lah ayo pulang" ucap Fauzi.


"Ayo aku juga akan pulang ke kampung sekarang sampai rumah nanti malam" ucap Farid.


"Ya aku juga" ucap Fauzi.


"Kalian akan pulang" tanya Luthfi.


"Ya aku rindu kampung halaman ku" ucap Farid.


"Kau mau pulang Gus, kalau mau pulang bareng saja kita kan satu arah cuman beda tujuan saja" ucap Fauzi.


"Aku tak akan pulang" ucap Luthfi.


"Kenapa apa kau tak rindu rumah dan keluarga mu Gus" tanya Adam.


"Percuma Gus pulang juga mau apa" ucap Luthfi.


"Memang nya kenapa" tanya Farid.


"Tak ada yang bisa di rindu kan dari keluarga ku" ucap Luthfi.


"Kenapa begitu, bukan kah harta yang paling berharga itu adalah keluarga" ucap Adam.


"Semenjak Papah meninggal mamah menikah lagi, dia menjadi boneka laki laki itu, miris ya, bahkan sekarang dia ingin menjodohkan aku" ucap Luthfi.


Rena menatap pada Luthfi.


"Oh apa kamu terima" tanya Adam mulai memancing tentang sejauh mana hubungan Luthfi dan Rena.


"Mana mungkin aku terima aku tak kenal padanya bahkan aku tak mau kalau Harus menikah dengan wanita yang tak kita kenal, ya kan mending tak nikah saja sekalian" ucap Luthfi.


"Aku yakin kau sudah punya kekasih" ucap Fauzi.


"Kekasih" tanya Luthfi.


"Ya aku sangat yakin, kau sudah de wa sa dan aku yakin kau juga punya perasaan suka pada lawan jenis" ucap Fauzi yang membantu Adam memancing Luthfi.


"Nama nya juga manusia pasti punya" ucap Luthfi.


"Penasaran siapa sih" tanya Fauzi.


"Ada pokok nya di pesantren" ucap Luthfi.


"Ciee kau jatuh cinta tapi tak bilang bilang" ucap Farid.


"Kenapa harus bilang, karena aku laki laki aku langsung bilang pada orang nya" ucap Luthfi.


"Ya sih aku salut pada mu" ucap Farid.


"Bagus juga, jadi langsung tembak gitu ya" ucap Adam.


"Ya" ucap Luthfi.


"Baik lah ayo pulang kita bicara di pesantren saja" ucap Adam.


Rena sekarang bisa bernafas lega karena akhir nya mereka menghentikan pembicaraan nya, kalau di lanjutkan bisa bisa Luthfi bilang kalau kekasih nya itu adalah Rena.


bersambung..

__ADS_1


__ADS_2