
Mereka pergi jalan jalan keluar karena akan menikmati waktu sore di kota orang.
Kali ini mereka harus berhati hati kalau beli makanan dan minuman karena takutnya ada yang menjual minuman keras dengan bebas.
Sore di sana sangat beda dengan di kampung, terkadang di kampung kita hanya tiduran atau tadarus sedang kan di sana mereka jalan jalan melihat matahari tenggelam.
Adam melihat ada seorang wanita yang menjatuhkan dompetnya.
Adam mengambil nya dan menyusul orang itu.
"Excuse me, your wallet fell" ( permisi dompet mu jatuh) ucap Adam.
"thanks you are very kind" (terima kasih kamu sangat baik) ucap wanita bule itu.
"yes you're welcome" (ya sama sama) ucap Adam.
"where do you live" (di mana kamu tinggal) tanya wanita bule itu menanyakan rumah Adam.
"I'm from Indonesia and I'm studying here" (aku dari Indonesia dan di sini aku belajar) ucap Adam.
"Oh, sorry I have to excuse me I was busy" (oh maaf saya harus permisi saya sedang sibuk) ucap nya.
"No problem" (tidak masalah) ucap Adam.
Wanita bule itu pergi meninggalkan Adam.
"Siapa Gus" tanya Yasya yang baru saja mendekat pada Adam.
"Gak tau tadi orang itu menjatuhkan dompetnya" ucap Adam.
"Oh ayo lah kita jalan bersama sama takutnya kita nyasar" ucap Yasya.
"Ya ayo" ucap Adam.
Mereka jalan jalan menikmati jalanan kota London yang cukup ramai dengan mobil.
Adam bisa menebak kalau mobil itu kepunyaan orang yang baru saja pulang kerja karena sama hal nya dengan di Indonesia kalau sore hari jalanan pasti macet karena banyak yang baru pulang kerja.
"Gus mau belanja" tanya Ilham.
"Belanja apa" tanya Adam.
"Kita ke mini market karena kita juga tak punya bahan buat masak kan di rumah" ucap Ilham.
"Oh baik lah ayo" ucap Adam.
Mereka masuk ke dalam sebuah mini market yang berbeda di sana.
Mini market di sana tak jauh dengan mini market yang berada di Indonesia namun beda nya di sini semua bahan makanan tersedia.
"Gus mau beli sayuran" tanya Ilham.
"Kita beli Ayam saja bagai mana" tanya Adam.
"Kita bakar bakar" ucap Ilham .
"Ya" ucap Adam.
Setelah selesai belanja Adam, Ilham, dan Yasya pulang ke rumah yang mereka sewa itu.
Mereka membakar Ayam yang tadi mereka beli hingga sampai mereka kenyang.
Di pesantren Al Zakaria.
Semua santri sudah berada di Madrasah karena akan belajar bahkan sekarang mereka tengah tadarus.
Fauzi dan Luthfi yang sekarang akan menggurui di sana.
Mereka duduk di barisan paling depan karena harus melihat para santri putri dan putra tadarus.
"Shadaqallahul-'adzim" ucap Fauzi menutup Al Qur'an nya.
"Shadaqallahul-'adzim" ucap santri serempak sambil menutup Al Qur'an nya.
"Baik, Assalamualaikum wr wb" ucap Luthfi.
"Waalaikum salam wr wb" ucap para santri serempak.
"Jadi begini aku di sini hanya akan menyampaikan sesuatu pada kalian, aku di sini sebagai keamanan jadi aku berhak menyampaikan ini, aku harap kalian para santri putri jangan pernah melanggar melewati batas kamar santri putra karena takutnya akan menimbulkan fitnah apa lagi di jaman sekarang yang serba memakai internet takutnya ada yang menyebar luar kan berita itu, kalian paham" tanya Luthfi menatap tajam pada Zia.
"Paham".
"Ya aku cuman mau bicara itu saja terima kasih atas waktu nya" ucap Luthfi.
Luthfi keluar dari sana karena akan kembali ke kamar nya.
Sedangkan Zia dia ingin sekali menyusul nya karena sudah berkata seperti itu bahkan bukan itu saja dia menatap Zia dengan tatapan tajam tadi.
"Gus aku ijin ke kamar mandi" ucap Zia.
"Ya jangan lama lama" ucap Fauzi.
Zia pergi dari sana karena akan menyusul Luthfi yang sekarang sudah keluar.
"Tunggu" sahut Zia.
Luthfi melihat pada Zia.
"Apa" tanya Luthfi.
"Berani nya kau menatap ku tajam saat tadi di Madrasah" ucap Zia.
__ADS_1
"Lalu" tanya Luthfi.
"Kau sudah salah jika melakukan itu pada ku" ucap Zia.
Namun Luthfi tak meladeni Zia dia lebih memilih pergi dari sana meninggal kan Zia yang masih berdiri mematung di tempatnya.
"Aku cuman mau bilang kau salah paham padaku" ucap Zia.
Langkah Luthfi terhenti.
"Salah paham bagai mana" tanya Luthfi.
"Ya aku hanya mau mengambil sorban, ya aku tau itu tugas mu sebagai penjaga keamanan tapi aku hanya mau mengambil sorban, itu sangat berharga buat aku" ucap Zia.
"Jangan ulangi lagi" ucap Luthfi.
"Ya" ucap Zia.
Zia kembali ke Madrasah karena akan mengikuti pelajaran yang di gurui oleh Fauzi.
Zia langsung duduk kembali di tempat nya tadi.
"Apa itu istidraj" tanya Fauzi.
"Istidraj menurut Hasbi ash-Shiddieqy, istidraj adalah pemanjaan agar terjerumus kepada kehinaan, Sama halnya dengan penjelasan Quraish Shihab, bahwa istidraj adalah memindahkan dari satu tahap ke tahap berikutnya, hingga mencapai puncak dengan jatuhnya siksa.
Istidraj bisa terjadi dalam bentuk limpahan nikmat yang diduga kebaikan, atau merasa terhindar dari hukuman.
Padahal, ini merupakan pancingan untuk melakukan pelanggaran yang lebih besar, sehingga sanksi yang diterima juga lebih besar. Allah SWT membiarkan dan tidak disegerakan azabnya. Apa pun menurut Al-Thabari, istidraj adalah tipuan halus kepada orang yang diberi tenggang waktu.
Kemudian Wahbah al-Zuhaili menjelaskan istidraj adalah penahapan, artinya membawa turun seseorang dari satu tingkat ke tingkat selanjutnya, karena ingin menjerumuskannya.
Ada di Al Qur'an surat Al_An'am ayat 44 di jelas kan yang Artinya:
"Maka tatkala mereka melupakan peringatan yang telah diberikan kepada mereka, Kami pun membukakan semua pintu-pintu kesenangan untuk mereka.
Sehingga apabila mereka bergembira dengan apa yang telah diberikan kepada mereka, Kami siksa mereka dengan sekonyong-konyong, maka ketika itu mereka terdiam berputus asa," (QS Al-An'am: 44).
hakikat istidraj adalah sebuah siksaan, bukan sebuah nikmat meskipun dalam penerimaannya berupa nikmat,
Contoh nya: jika kamu membuka Aurat mu Alloh SWT angkat derajat mu ibarat begini ada dua wanita yang pakai kerudung tapi yang tak pakai kerudung ini misalnya cantik karena terlihat sangat jelas aurat nya, maka Alloh angkat derajat wanita itu hingga banyak yang suka padanya.
Contoh kedua: kamu tak sholat tapi Alloh memberi mu kesehatan bahkan Alloh memberi mu kebebasan hidup di dunia.
Contoh ketiga: kamu melakukan Zi na tapi Alloh memberi mu kebahagiaan, bahkan Alloh memberi kan mu rezeki lebih.
Maka dari itu istidraj bisa di katakan juga dengan kenikmatan yang berujung penyiksaan.
Paham?" Tanya Fauzi menjelaskan semuanya secara panjang dan lebar.
"Paham Gus" ucap para santri serempak.
"Apa" tanya Fauzi.
"Paham tidak" tanya Fauzi.
"Paham" serempak.
"Baik lah bubar kembali ke kamar Masing masing ada waktu satu jam untuk istirahat" ucap Fauzi.
"Assalamualaikum" ucap Fauzi.
"Waalaikum salam" ucap para santri serempak.
Semua santri bubar ke kamar nya masing masing karena akan istirahat.
"Kak mau gak jajan" tanya Rena.
"Jajan Ayo" ucap Zia.
Mereka ke warung yang dekat dengan pesantren.
"Kalian tau dulu aku gak pernah jajan di warung begini aku selalu jajan di kantin" ucap Zia.
"Ya karena kan di sini gak ada kantin" ucap Rena.
"Ya aku juga di kota jarang jajan ke warung" ucap Ainun.
"Ya karena kan di sana banyak mini market ya jadi lebih memilih ke mini market" ucap Zia.
"Tapi mini market harga nya ada yang mahal tak seperti di warung" ucap Ainun
"Wajar saja bukan hanya beda dua sampai tiga ribu" ucap Zia.
"Ya" ucap Ainun.
"Kak ada apa tadi nyamperin Gus Luthfi" tanya Rena.
"Ini Ning aku kan tadi meresa kesal saja karena dia menatap aku sangat tajam" ucap Zia.
"Waw Gus Lutfhi menatap mu, padahal yang aku tau dia itu sangat dingin pada santri putri apa jangan jangan dia suka pada Kak Zia" tanya Gita.
"Ahh mana mungkin" ucap Zia.
"Kan kak Zia sudah punya Gus Adam" ucap Rena.
"Kalian ini" ucap Zia.
Zia kembali ke kamarnya karena entah kenapa rasa nya Zia sangat senang kalau nama Adam di satu kan dengan nama nya tapi Zia cukup sadar diri jika untuk memiliki Adam.
"Aku hanya minta satu hal ya Allah kalau memang Gus Adam bukan jodoh ku biarkan aku saja yang menjadi jodoh nya" batin Zia.
__ADS_1
Sambil berdoa Zia tak henti hentinya tersenyum karena entah kenapa Zia rasa nya sangat rindu pada Adam.
Sedangkan sekarang di luar negri kira kira pukul 10 pagi Adam, Ilham, dan Yasya sudah bersiap akan pergi ke kampus hanya untuk melihat lihat karena esok mereka akan mulai belajar di sana.
"Gus kau mau ikut" tanya Ilham pada Adam.
Sejak tadi Adam hanya menatap saja pada kerudung Zia
"Sudah jangan di tatap terus nanti juga ketemu" ucap Ilham.
"Ya" ucap Adam.
Adam melipat kerudung Zia dan memasukan nya ke dalam tas nya karena tak mau sampai kerudung Zia terjamah oleh kedua teman nya itu.
(Se agresif itu Gus Adam).
"Ayo" ucap Yasya.
"Apa kita tak akan lama" tanya Adam.
"Hanya melihat lihat saja" ucap Ilham.
"Ya Gus kita tanya pada Dosen nya apa kita bisa Sekolah Daring" ucap Yasya.
"Oh baik lah" ucap Adam.
Mereka pergi ke luar, karena mereka dari kampung dan lama tinggal di pesantren keluar dengan memakai sarung dan kaos polos membuat mereka terlihat sangat cocok dan ganteng.
Semua mata menatap pada mereka bahkan orang orang mungkin merasa asing pada ketiga nya.
"Semua menatap kita" ucap Adam.
"Ya karena kita tampan" ucap Ilham.
"Masa sih" tanya Adam.
"Mungkin mereka asing melihat kita apa lagi kan kita dari jauh" ucap Yasya.
"Ya mungkin saja" ucap Adam.
Mereka melihat lihat universitas yang besar itu, bahkan Adam dan kedua teman nya itu sudah melihat ruangan mereka untuk belajar selama satu bulan ini.
"are you new students" (apa kalian mahasiswa baru) tanya seseorang yang ada di sana.
"Yes" ucap Adam.
"Oh welcome" ucap nya.
"I have to go there is class now" (maaf aku harus pergi ada kelas sekarang) ucapnya.
"Yes thank you" ucap Adam.
Setelah selesai mereka pun pulang lagi karena akan istirahat untuk besok sekolah di sekolah asing dan bahasa asing.
malam harinya sangat terasa sunyi di sana apa lagi malam ini sangat lah dingin membuat semua orang tak akan tahan jika lama lama di luar.
Adam membuka kitab yang selalu dia bawa dia akan menghafal kan kitab itu karena di dalam kitab itu semua isinya hampir benar.
bahkan menurut Abah tak ada lagi kitab itu sekarang bahkan di pasaran pun tak akan di temukan.
saking benar nya kitab itu pun pernah akan di bakar oleh sahabat nabi pada jaman dulu.
Adam membaca nya Lembar demi lembar dia baca namun bukan hanya membaca tapi Adam pun mengharti kan nya supaya bisa dia simpan di ingatan nya.
"Gus sedang apa" tanya Yasya menatap pada Adam yang sekarang hanya diam dan membaca saja.
"aku sedang membaca" ucap Adam.
"oh" ucap Yasya.
"Gus aku suka dengan kota ini tapi sayang pakaian sebagian wanita nya kurang bahan" ucap Yasya lagi.
"ya karena kan beda budaya dan beda Adat" ucap Adam.
"di mana gus Ilham" tanya Yasya.
"kurang tau mungkin dia sedang jalan jalan karena kan dia sangat suka jalan jalan" ucap Adam.
"ya mungkin" ucap Yasya.
Ilham datang ke sana dia melihat Adam yang sedang membaca.
"kau sudah pintar kenapa masih baca buku Gus" ucap Ilham.
"tetap saja kita harus terus belajar supaya kita tak lupa pembahasan yang pernah kita baca sebelum nya" ucap Adam.
"ya aku tau kau sangat pandai" ucap Ilham.
"dari mana" tanya Yasya.
"aku baru saja cuci mata lumayan kan" ucap Ilham.
"jangan begitu Gus" ucap Yasya.
"memang nya ke Napa" tanya Ilham.
"aku gak minta mereka yang memperlihatkan dengan sendirinya" ucap Ilham.
"sudah lah jangan di bahas lagi" ucap Adam.
"jika kita melihat dengan sengaja maka kita akan berdosa kalau kita tak sengaja melihat ya anggap saja rezeki dari Allah" ucap Ilham.
__ADS_1
"ya terserah" ucap Yasya.
bersambung