Aziya Untuk Ustadz

Aziya Untuk Ustadz
bab 45


__ADS_3

Rayhan masuk kedalam rumahnya, saat itu Rayhan melihat ada Raya dan Zia yang sedang duduk di ruang tengah.


"Pak Ray" sahut Raya yang pertama melihat kedatangan Rayhan.


"Kak" ucap Zia yang langsung berlari memeluk kakaknya.


"Kak bagai mana dengan mamah dan papah" tanya Zia.


"Maaf aku tak menemukannya" ucap Rayhan.


"Hah lalu bagai mana kondisi papah dan mamah sekarang" tanya Zia semakin cemas dan panik.


"Aku tak tau" ucap Rayhan.


Zia langsung duduk di sofa ruang tengah itu, dia tak bisa ber fikir jernih sekarang apa lagi orang tuanya sedang dalam bahaya.


Lalu datang lah Julia temannya Raya dan satu lagi seorang laki laki yang Zia tau dia adalah anak buah Rayhan.


Sedangkan di rumah saat ini Raya, Julia, dan Zia sudah berada di kamar Raya, mereka bertiga hanya cemas saja bahkan Julia yang baru mendengar ceritanya dari Raya juga langsung merasa panik.


"Kak kita tidur di ruang tamu saja" ucap Zia.


"Baiklah" ucap Raya.


Mereka bertiga membawa bantal dan selimut ke bawah, sedangkan di sana ada Rega yang sekarang sudah tidur di atas sofa.


"Dimana kita akan tidur" tanya Julia.


"Kita akan pakai kasur tipis saja, gak apa kan" tanya Raya.


"Tak masalah" ucap Zia.


Mereka tidur di ruang tamu tak lupa Raya menghidupkan obat nyamuk karena sudah pasti banyak nyamuk.


Drtt


Ponsel Zia bergetar tanda ada pesan yang masuk, Zia membukanya.


{Malam} pesan dari Adam.


"Dasar Ustadz bucin" gumam Zia sambil tersenyum tipis.


{Siang} balas Zia.


{Aku kira malam} pesan Adam.


{Ada apa} tanya Zia.


{Hanya ingin menanyakan apa bu Nita dan pak Topan sudah ketemu, tadi setelah Sholat isya kami semua men doa kan Mereka semoga saja Alloh mengabulkannya dengan cepat} pesan Adam.


{Amin} pesan Zia.


{Aku akan tidur, jujur saja Zia aku sangat kesepian tanpa mu} pesan dari Adam.


{Aku tau karena aku lucu kan} pesan Zia.


{Terlalu percaya diri} balas Adam.


{Aku akan tidur, selamat tidur Zia} pesan Adam lagi.


Zia mematikan ponselnya dan segera tidur bahkan Julia dengan Raya pun sudah tidur lebih dahulu.


Sedangkan di pesantren Adam tengah menatap ponselnya,


"Kenapa Zia tak membalas lagi" gumam Adam.


Adam sekarang sedang berada di kamarnya dia merebahkan tubuhnya di atas ranjang tempat tidur yang hanya muat untuk satu orang.


Adam menatap pada langit langit kamarnya entah kenapa dia merasa sangat rindu pada Zia, Adam belum sadar kalau sebenarnya dia sudah jatuh hati pada Zia.


Sedangkan di kediaman Rayhan, Zia sekarang sedang tidur tapi hatinya merasa gelisah entah kenapa dia merasa tak tenang.


Zia kembali melihat ponselnya dan ternyata waktu sudah malam, Zia menatap pada jam dinding dan benar saja sudah pukul 12 malam.


Zia hendak melaksanakan Sholat tahadzud tetapi ada sesuatu yang membuat Zia heran.


"Gus Adam masih online" gumam Zia.


{P} pesan Zia.


Drtt drtt


Adam menghubungi Zia, seketika Zia heran kenapa Adam malam malan bangun.


📞📞


..."Ya" tanya Zia....


..."Masih bangun" tanya Adam....


..."Ya mau Sholat tahajzud" ucap Zia....


..."Oh baiklah" ucap Adam....


..."Kalau kamu gus, kenapa masih bangun" tanya Zia....


..."Sama mau tahadzud juga" ucap Adam....


..."Oh ya bisa samaan ya" ucap Zia....


..."Ya" ucap Adam....


..."Yasudah aku ke kamar mandi" ucap Zia....


..."Ya"....


..."Assalamualaikum" ucap Zia....


..."Waalaikum salam" ucap Adam....


📞📞


"Ada apa Gus Adam menghubungi aku terus, apa dia salah makan atau dia sempatkan untuk menghibur aku saja" gumam Zia sambil berjalan ke kamar mandi.


Zia melaksanakan Sholat tahadzud dengan sangat khusyuk bahkan Zia ber doa untuk keselamatan orang tuanya.


Setelah selesai Zia melihat ponselnya dan ada panggilan tak terjawab banyak sekali dari Adam.


"Ada apa Adam menghubungi aku" gumam Zia.


📞📞


..."Ya" tanya Zia....


..."Belum tidur" tanya Adam....


..."Belum" ucap Zia....


..."Baiklah" ucap Adam....


..."Lalu" tanya Zia....


..."Selamat malam" ucap Adam....


..."Malam" ucap Zia....

__ADS_1


..."Nona anda di dalam" tanya Rega yang saat itu mencari Zia....


..."Ya" ucap Zia....


..."Saya kira anda kemana, saya takut anda pergi nona" ucap Rega....


...Suara Rega terdengar ke telpon....


...Adam mengerutkan keningnya....


..."Zia kau tinggal sama laki laki" tanya Adam....


..."Ya dia anak buah kakak" ucap Zia....


..."Satu rumah berdua" tanya Adam....


..."Ya, tapi tidak berdua ada kak Raya dan temannya juga" ucap Zia....


..."Oh Syukurlah" ucap Adam....


..."Baiklah Gus aku harus tidur kau tidur ya, selamat malam" ucap Zia manis....


..."Ya" ucap Adam sambil tersenyum....


...^^^📞📞^^^...


Zia kembali tidur namun saat Zia turun dari lantai dua ke bawah ada suara keributan di luar.


"Apa itu" tanya Zia mentap pada Rega yang sekarang sedang duduk di Sofa.


Rega menggeleng dan mencoba melihat dari arah jendela, ternyata ada perkelahian di luar sana karena Rega amnesia jadi dia tak bisa membedakan mana teman mana lawan.


"Non gawat, para musuh kak Rayhan sedang bertengkar" ucap Rega.


"Kenapa bisa" tanya Zia.


"Mungkin mereka berebut untuk membawa Nona dan kak Raya" ucap Rega.


Dorr


Suara tembakan terdengar jelas di setiap telinga bahkan Raya dan Julia yang masih tidur pun langsung bangun karena mendengar hal itu.


"Ada apa" tanya Raya.


"Mereka berkelahi di luar" ucap Rega.


"Apa" tanya Raya terkejut.


Saat ini ada seseorang yang mencoba mendobrak pintu rumah Rayhan,


"Ray bagaimana ini" tanya Julia.


"Kalian tenang" ucap Raya.


"Kak kita ke ruang bawah tanah saja" ucap Zia.


"Ruang bawah tanah" gumam Raya.


"Memang ada" tanya Raya lagi.


"Ada kak aku lama tinggal di rumah ini jadi aku tau" ucap Zia.


"Ayo Ray kita ikut saja" ucap Julia.


"Ayo" ucap Raya.


Mereka ber empat berjalan menuju pintu ruang bawah tanah karena mereka akan sembunyi dari ancaman musuh itu.


Jalan menuju ruang bawah tanah itu sangat lah sempit bahkan mereka berdesak desakan untuk masuk apa lagi jalan nya licin.


"Rega panggilkan Bi Ratna dia masih di kamarnya" ucap Raya.


"Tapi kak aku takut" ucap Rega.


"Ck ya ampun Rega ayo lah panggil Bi Ratna kamu laki laki" ucap Julia.


"Tapi aku takut" ucap Rega yang terkesan sangat penakut dan laki laki pa yah.


"Lalu sekarang bagai mana" tanya Zia.


"Tak apa lah aku saja yang panggilkan" ucap Raya.


"Tapi kakak ipar aku tak bisa bayangkan kalau mereka menemukan tempat persembunyian kita" ucap Zia.


"Kau tenang saja" ucap Raya yang langsung keluar dari sana.


Raya langsung keluar dari ruang bawah tanah itu, Raya mencoba mencari Bi Ratna yang sekarang berada di kamarnya.


Namun ada seorang laki laki anak buah Dion memegang pundak Raya, replek saja Raya menatap ke arah belakang.


"Akhirnya kau ketemu juga" ucapnya.


Raya mendorong orang itu, saat Raya hendak lari dia langsung menghadang Raya.


Sedangkan di ruang bawah tanah Zia merasa sangat cemas pada kakak iparnya itu.


"Aku akan menemui kakak, kalian tunggu lah di sini" ucap Zia.


"Tapi kak Zia" ucap Julia.


"Ya Nona jangan" ucap Rega.


"Tapi aku takut kakak kenapa kenapa" ucap Zia yang langsung keluar dari ruangan bawah tanah.


"Ini gara gara kau, kenapa kau tak mau keluar lihat jadi Raya dan kak Zia keluar" gerutu Julia pada Rega.


"Ya maaf" ucap Rega.


Zia keluar dia melihat seorang laki laki yang mencoba membawa Raya, Zia mencari sesuatu untuk memukulnya, Zia melihat sebuah tongkat kasti yang berada tak jauh dari sana.


Zia mengambilnya dengan perlahan, dan mendekat pada Laki laki yang sedang berusaha membawa Raya itu.


Dengan perlahan lahan Zia memu kul orang itu dengan tongkat kasti itu.


Bughh


Seketika orang itu terjatuh ke lantai dan pingsan, Zia membawa Raya.


"Kau tak apa apa kak" tanya Zia.


"Zia orang itu" tanya Raya.


"Jangan cemas dia hanya pingsan saja" ucap Zia menatap pada laki laki yang sudah terkapar itu.


"Ayo kita bawa Bi Ratna" ucap Zia.


Mereka berdua menuju kamar Bi Ratna dan benar saja Bi Ratna ada disana, dan sedang bersembunyi mungkin ketakutan mendengar suara tembakan.


"Bi ayo" ucap Raya.


Bi Ratna ikut menuju ruang bawah tanah, saat itu musuh sudah masuk ke dalam kediaman Rayhan dan untungnya mereka sudah menutup kembali pintu rahasianya.


Dorr


Bugh

__ADS_1


Suara pukulan dan tembakan terdengar sampai ke ruang bawah tanah.


"Kakak ipar coba hubungi kak Rayhan" bisik Zia.


"Ya Raya" bisik Julia.


Berdesak desakan di tempat sempit membuat mereka ber lima merasa pengap dan bahkan kehabisan udara.


📞📞


"Pak Ray dimana" tanya Raya ber bisik pada Rayhan.


"Raya ada apa" tanya Rayhan.


"Pak Ray ada orang yang menyerang rumah kita" ucap Raya.


"Oh ya, aku akan kesana" ucap Rayhan.


📞📞


"Bagai mana kak" tanya Zia.


"Sudah" ucap Raya.


"Ya baiklah semoga saja kak Rayhan segera datang" ucap Zia.


Sedangkan di pesantren Adam benar benar merasa bimbang bahkan setelah melakukan Sholat Tahajud pun Adam tak bisa tidur lagi sampai sekarang.


"Zia" gumam Adam.


Adam iseng menghubungi Zia, tetapi Zia menjawab panggilan Adam.


📞📞


..."Ada apa" tanya Zia sambil berbisik....


..."Kamu kenapa Zia" tanya Adam....


..."Gus rumah ku sedang di serang oleh orang asing, aku lagi sembunyi, Doa kan aku supaya aku bisa selamat" ucap Zia....


..."Ya aku Doa kan" ucap Adam....


...Tuttt tutt...


📞📞


"Zia... Zia ... Hallo" ucap Adam tapi sambungan telponnya tersambung.


"Ya alloh Zia kenapa" gumam Adam yang sekarang semakin gelisah.


Saat Adam hendak mencoba menghubungi lagi Zia, sekarang ponsel Zia tak aktif dan itu sangat membuat Adam gelisah dan cemas karena takut terjadi sesuatu pada Zia.


Sedangkan di ruang bawah tanah, Zia menatap ponselnya yang sekarang mati.


"Aku lupa menchanger nya" gumam Zia.


Sampai lama sekali mereka berada di sana, sampai tak ada lagi suara tembakan dan pukulan.


"Apa sudah aman" tanya Raya.


"Rega coba kau lihat" ucap julia.


"Jangan aku" ucap Rega.


"Lalu siapa lagi" tanya Julia.


"Biar aku saja lagi pula aku yang dekat dengan pintu kan" ucap Zia.


"Baiklah hati hati" ucap Raya.


"Hati hati Non" ucap Bi Ratna.


"Ya" ucap Zia.


Zia naik ke atas tangga, di pintu ada lubang yang sangat kecil Zia menempelkan matanya kesana tak ada siapa pun yang Zia lihat selain seseorang yang terkapar di lantai.


"Siapa itu" tanya Zia dengan bergumam.


Terlihat jelas oleh Zia kalau ada seseorang yang menarik orang yang pingsan itu, Zia tak tau mereka akan di bawa kemana bahkan Zia pun tak tau yang menang dan yang kalah siapa.


Karena yang Zia takutkan sekarang adalah takutnya anak buah Rayhan akan kalah dan musuh menang lalu mereka menemukan tempat persembunyian Zia dan yang lain.


"Ya alloh mamah dan papah belum ketemu jangan sampai biarkan orang orang itu membawa kami" batin Zia.


Zia masih berada di sana hingga menunggu tak ada orang lagi yang datang kesana.


Namun betapa terkejutnya Zia saat pintu itu di buka dari luar.


Zia sangat takut kalau orang itu adalah musuh, mata Zia terpejam Zia pasrah saja karena mau melawan pun Zia tak bisa.


"Zia" panggil Rayhan yang baru saja membuka pintu rahasia menuju ruang bawah tanah.


Mata Zia ter buka dan langsung melihat kakaknya yang sekarang sudah berada di hadapannya.


"Kak syukurlah kau datang, kau tau kak aku sangat takut" ucap Zia.


"Dimana yang lain" tanya Rayhan.


"Kakak ipar ada di dalam" ucap Zia.


"Kak ada kak Rayhan keluarlah" teriak Zia.


Mereka semua keluar dari ruang bawah tanah dan benar saja ada Rayhan disana, Raya langsung memeluk suaminya itu karena akhirnya Raya bisa bernafas bebas.


"Kau datang pak Ray" tanya Raya.


"Ya aku datang" ucap Rayhan.


"Baiklah Bibi akan buatkan teh hangat" ucap Bi Ratna.


"Kami tunggu di ruang tamu Bi" ucap Rayhan.


Semuanya kumpul di ruang tamu, jujur saja sebenarnya Rayhan tak ingin melakukan ini apa lagi menikmati segelas teh sedangkan orang tuanya sedang di tawan.


"Bagai mana selanjutnya tuan" tanya Lukas.


"Aku belum punya rencana" ucap Rayhan.


"Kita akan tunggu sampai besok" ucap Lukas.


"Ya itu ide baik" ucap Rayhan.


"Panggilkan anak buah yang lain kita istirahat saja sekarang" ucap Rayhan.


"Baik tuan" ucap Lukas yang langsung menghubungi anak buah Rayhan untuk istirahat dulu saja karena pencarian akan di lanjutkan besok.


semua orang yang berada di sana menikmati teh hangat walau pun pikiran dan kesedihan mereka sangat terlihat tetapi mereka mencoba menutupinya, apa lagi Zia saat ini dia ingin sekali menjerik karena Zia menyesali kenapa orang tuanya di culik.


Tetapi demi kedamaian rumah Zia menyembunyikan air matanya itu, karena Zia tak mau Rayhan sampai ke pikiran apa lagi saat ini Rayhan lah yang sangat kacau dalam hal penampilan.


Semua orang tidur di ruang tamu walau pun tadi sempat berantakan karena di geledak oleh musuh tapi mereka membereskan dulu tempat tidur mereka karena akan di pakai untuk tidur.


Untuk kekacauan yang lain mereka akan membereskannya besok.


Bersambung...

__ADS_1


__ADS_2