Aziya Untuk Ustadz

Aziya Untuk Ustadz
bab 164


__ADS_3

Zia menatap pada Rena yang terkejut begitu.


"Kak yang benar saja kalian sudah seperti Adam dan Hawa bahkan kalian juga sudah seperti Sayidina Ali bin Abi Tholib dan Fatimah Az-Zahra tapi kenapa mau cerai" tanya Rena.


"Ning aku rasa aku tak pantas dengan Gus Adam biarlah dia bersama dengan Ustadzah Aulia" ucap Zia.


"Kak astagfirullah Gus Adam itu mau kamu mau kak Zia masa sama orang lain" ucap Rena.


"Aku akan pikir kan lagi" ucap Zia.


"Terserah lah" ucap Rena.


Hingga mereka berbincang bincang sangat banyak akhir nya Rena akan pulang juga apa lagi hari juga sudah mulai petang.


Rena langsung menuju ke arah pesantren dan untung nya para santri sedang berada di mesjid.


Rena langsung menuju ke arah rumah umi karena tak mau para santri melihat nya.


Di sana ada Adam yang tengah melamun, Adam seperti tak bisa hidup tanpa Zia bahkan dia sekarang hanya melamun saja.


Rena heran Gus Adam melamun sangat dalam hingga suara telpon saja tak membuat nya tersadar.


"Gus" sahut Rena dengan nada keras hingga membuat Adam terkejut.


"Apa" tanya Adam.


"Ponsel mu berdering sejak tadi" ucap Rena.


"Oh" ucap Adam yang langsung melihat siapa yang menelepon nya.


Adam tak mau menyia nyiakan kesempatan untuk bertanya tentang Zia pada Rena.


"Ning bagai mana kondisi Zia" tanya Adam.


"Alhamdulillah baik" ucap Rena.


"Apa dia memakan makanan dari ku" tanya Adam.


"Ya dia memakan nya sampai habis" ucap Rena.


"Lalu uang nafkah aku" tanya Adam.


"Ya dia menerima nya" ucap Rena.


"Lalu" tanya Adam.


"Kak Zia sudah mengurus perceraian kalian" ucap Rena sambil mengambil handuk untuk dia mandi.


Degg


Bagai di sambar petir Adam merasa sangat sakit hati dia tak mampu mendengar hal itu.


"Apa katanya" tanya Adam.


"Aku tanya kak kenapa harus cerai padahal Kalian sudah seperti Adam dan Hawa tapi kak Zia bilang kalau dia tak pantas untuk mu kata kak Zia kau lebih pantas dengan Ustadzah Aulia" ucap Rena.


"Apa itu yang Zia katakan" tanya Adam yang di balas anggukan kepala oleh Rena.


"Gus itu telpon angkat berisik tau gak" ucap Rena.


"Ya" ucap Adam.


📞📞


"Apa" tanya Adam terkejut saat mendengar kalau Ilham bilang mereka harus berangkat kuliah tiga hari lagi.

__ADS_1


"Tapi aku gak mungkin, rumah tangga aku sedang gak baik baik saja" ucap Adam.


"Tapi Gus mau kapan lagi, hanya ini kesempatan untuk kita kau tau harga tiket tiga hari lagi itu cukup murah, dan Kita bisa ke sana lebih awal" ucap Ilham.


"Baik lah aku akan bicara kan dulu pada Zia" ucap Adam.


"Ya aku juga terpaksa Gus tadinya aku belum bisa meninggalkan istri ku tapi mau bagai mana lagi" ucap Ilham.


"Baik lah" ucap Adam.


📞📞


Adam menghela nafas nya.


"Ning bisa pinjam ponsel mu" tanya Adam.


"Buat apa" tanya Rena.


"Nelpon Zia aku di blokir" ucap Adam.


Rena meminjam kan ponsel barunya pada Adam, baru saja Rena dapat ponsel dari mamahnya di kota.


"Aku akan telpon Zia" ucap Adam.


Saat Adam menelpon tak ada respon dari Zia, Adam merasa cukup kecewa karena Zia sudah mengurus surat perceraian nya padahal tak ada niat Adam untuk mengakhiri hubungan ini.


"Zia aku sangat tak bisa jauh darimu" gumam Adam.


Malam hari nya Adam masih berada di mesjid berdoa dan meminta agar Zia kembali.


Di sana juga ada Luthfi yang seperti nya tengah berdoa dengan khusyuk.


Adam melihat sekilas namun Adam tak berani untuk bertanya karena takut nya menganggu konsentrasi Luthfi.


Hingga datang lah Aulia ke sana karena ingin meminta maaf pada Adam.


Adam langsung bangkit dari duduknya dan menatap pada Aulia.


"Mau apa, pergi" ucap Adam tak suka.


"Gus aku mau minta maaf" ucap Aulia.


"Sudah pergilah" ucap Adam.


Luthfi mendengar hal itu dia langsung mendekat pada Adam yang bicara pada Aulia.


"Ada apa Gus" tanya Luthfi.


"Gak ada" ucap Adam.


"Gus tolong maafkan aku" ucap Aulia.


"Pergi lah Zia marah pada ku, dia minta bercerai" ucap Adam.


"Tapi Gus sungguh aku tak salah" ucap Aulia.


"Aku harap kau menjauh dari ku" ucap Adam yang langsung pergi dari sana meninggal kan Aulia dan Luthfi di sana.


Aulia merasa sangat bersalah pada ucapan Adam itu,


"Aku akan bukti kan pada Zia kalau aku tak salah" teriak Aulia.


"Jangan berteriak Ustadzah Aulia" ucap Luthfi ketus dan datar.


"Gus Luthfi aku gak salah kau percaya kan" ucap Aulia yang langsung mendekat pada Luthfi dan langsung memegang tangan Luthfi.

__ADS_1


Dengan cepat Luthfi menepis nya.


"Jangan memegang tangan ku" geram Luthfi.


Tanpa di sangka Rena datang ke sana karena akan mematikan mikrophone yang masih menyala.


Rena sempat melihat hal itu namun dia tak mengindahkan nya, dia hanya berjalan ke arah mimbar dan mematikan mikrophone dan langsung pergi dari sana.


Luthfi merasa kalau Rena sudah tak perduli lagi padanya.


"Ning" ucap Luthfi yang berhasil menghentikan langkah Rena namun tak lama karena Rena sudah berjalan lagi.


Sedangkan Adam mencoba lagi menghubungi Zia menggunakan ponsel Rena.


Hingga ke sekian kalinya panggilan Adam di angkat oleh Zia.


📞📞


"Zia" ucap Adam.


"Jangan ganggu aku" ucap Zia yang langsung mematikan sambungan telepon nya.


Tuttt


📞📞


"Arrgh Zia" Adam marah karena panggilan telepon nya di matikan secara sepihak saat Adam mencoba lagi ponsel Zia tak aktif.


"Zia kamu kemana" gumam Adam.


Keesokan harinya Adam langsung pergi ke rumah Zia tak perduli kalau hari masih sangat pagi sekali.


Abah dan Umi yang melihat nya pun langsung paham kalau Adam menyusul istri nya.


Adam berjalan dengan tergesa gesa karena dia mau kalau saat dia datang Zia masih tertidur.


Karena kalau Zia sudah bangun maka akan susah untuk Adam menjelaskan semua nya bahkan untuk masuk ke rumah pun Adam akan sangat susah.


"Semoga yang sekarang Berhasil" gumam Adam.


Sesampainya di sana tak ada siapa siapa di dalam rumah hal itu membuat Adam kecewa, tapi dia tak putus asa dia langsung mengetuk kembali pintu itu.


"Assalamualaikum" ucap Adam.


Adam hanya menatap pada pintu itu, namun knop pintu seperti hendak di buka dari dalam.


Adam terkejut ternyata Zia yang membuka pintu nya.


"Zia" ucap Adam.


Namun belum juga bertemu Zia langsung menutup pintu rumah nya dan tak mau bertemu dengan Adam.


"Zia plis aku mau bicara" ucap Adam.


"Pergilah" ucap Zia.


"Zia aku akan ke London lagi dua hari lagi" ucap Adam.


"Pergilah aku gak perduli" ucap Zia.


Adam tak menyerah begitu saja dia langsung mencoba membuka pintu nya.


"Zia maafkan aku" ucap Adam.


"Aku sudah mengajukan perceraian kita mungkin undangan nya akan datang sekarang, kalau kau tak mau datang tak masalah" ucap Zia yang langsung pergi dari sana.

__ADS_1


"Zia" ucap Adam.


bersambung


__ADS_2