
Sedangkan sekarang Zia dan Adam tengah melihat pasangan itu bicara namun mereka tak bisa mendengar kan karena jauh.
"Apa yang mereka bicarakan" tanya Adam.
"Yang tak kita bicara kan" ucap Zia.
"Aku tau" ucap Adam.
"Mereka sangat romantis" ucap Zia.
"Aku tak akan membiarkan ini terjadi lagi" ucap Adam.
"Terserah" ucap Zia.
"Jangan beri tau Abah masalah ini" ucap Adam.
"Siap bos" ucap Zia.
Satu hari berlalu dengan cepat akhirnya Rena bisa ikhlas juga menerima kenyataan pahit itu.
Apa lagi dengan kasih sayang Abah dan Umi selama ini membuat Rena merasa paling beruntung karena banyak orang yang sayang padanya.
Sekarang sudah hari ke 10 puasa, rencana nya Abah akan melaksanakan ulangan Diniyah untuk para santri kelas 3 SMP dan kelas 3 SMA.
Seharusnya Abah menawarkan dari kemarin kemarin tetapi Abah baru mendapatkan kabar tadi pagi dari lembaga pendidikan.
"Assalamualaikum" ucap Abah.
"Waalaikum salam" serempak para santri.
"Rencana nya Abah akan melaksanakan ulangan Diniyah untuk kelas 3 SMP dan kelas 3 SMA Senin besok ya" ucap Abah.
"Abah kenapa mendadak" tanya para santri.
"Hah ya Abah baru dapat kabar tadi pagi, untuk penempatan nya kelas 3 SMP akan Abah tempat kan di ruang makan santri putra dan kelas 3 SMA di ruang makan santri putri, yang lain nya tetap belajar ya, karena sekarang hari Minggu jadi kalian bisa belajar dari sekarang ya" ucap Abah.
"Baik Abah" ucap para santri serempak.
"Ingat ucapan Abah ini ya, kalian sebentar lagi akan berpisah, jangan pernah lupa kan Sholat dan tolong amal kan pelajaran yang sudah pesantren ini berikan pada kalian, dan ingat juga bagikan pada orang lain ilmu itu supaya orang yang tak tau menjadi tau" ucap Abah.
"Baik Abah" serempak.
"Ingat jangan sombong saat menyampaikan karena kita gak tau orang lain ilmu nya setinggi kita atau justru sedikit dari kita, Abah hanya titip itu saja ya, jangan sampai kalian menjadi manusia yang tak berguna, jadi lah orang yang berguna yang bermanfaat, karena kalau kalian hanya asal hidup saja, hewan di hutan juga hidup, kalau kalian hanya sebatas kerja saja kerbau di sawah juga kerja, ingat ya ingat jaga Sholat, kita sudah di akhir jaman umur kita gak akan lama lagi jadi Abah harap kalian akan paham pada ucapan Abah ini" ucap Abah.
"Paham Abah" serempak.
"Baik lah kalian boleh bebas sekarang, tapi ingat belajar" ucap Abah.
"Baik Abah" serempak.
Saat ini Zia tengah mencuci pakaian nya di kamar mandi, namun sejak tadi Perut Zia terasa mual.
Adam memberikan beberapa baju nya untuk Zia cuci karena Zia yang maksa jadi Adam membiarkan Zia mencuci pakaian.
Ohekk.... Oheekk
"Zia kamu kenapa" tanya Adam saat melihat Zia seperti ingin muntah.
"Aku merasa mual Gus" ucap Zia.
"Mual" tanya Adam yang di balas anggukkan kepala oleh Zia.
"Keluar lah jangan di lanjutkan lagi mungkin kamu masuk angin" ucap Adam.
"Tapi ini bagaimana banyak sekali" ucap Zia pada cucian yang menumpuk itu.
"Biarkan saja biar aku yang kerja kan" ucap Adam.
Adam menuntun Zia masuk ke dalam kamar.
"Ada yang sakit" tanya Adam.
"Perut aku sakit" ucap Zia.
"Perut" tanya Adam yang langsung mengelus perut Zia dengan lembut.
"Sayang anak ku tersayang jangan banyak gerak ya mamah kamu kesakitan" ucap Adam pada perut Zia.
Zia tersenyum.
"Belum Gus masih proses" ucap Zia.
"Lalu katanya sakit perut" tanya Adam.
"Aku lapar" ucap Zia.
"Tuh kan mamah kamu mah gitu" ucap Adam pada perut Zia lagi.
"Sudah lah aku mau tidur saja Gus aku merasa pusing" ucap Zia.
"Ya baik lah aku akan selesai kan cucian yang belum selesai" ucap Adam.
"Maaf ya karena aku kau jadi harus mencuci" ucap Zia.
"Ini tugas laki laki Zia" ucap Adam.
"Sudah lah" ucap Zia.
Hari Minggu ini para santri hanya rebahan saja di kamar, namun tidak bagi Rosa yang sekarang tengah mundur mandir di kamarnya.
Dia tengah merencanakan sesuatu untuk menyingkirkan Zia.
__ADS_1
"Awas saja kau Zia, aku tak akan mengampuni mu aku akan pasti kan kalau rencana sekarang akan berhasil dengan mulus" gumam Rosa.
Rosa menatap pantulan dirinya di cermin,
"Hanya karena kau Zia, aku tak bisa masuk universitas itu hanya karena kau sangat berkuasa kau merendahkan orang lain, ingat ucapan ku ini kalau aku tak bisa menyingkirkan mu maka akan aku pasti kan hidup mu akan menderita" gumam Rosa lagi.
Siang hari nya para santri melaksanakan Sholat Dzuhur berjamaah.
Namun Adam melaksanakan sholat Dzuhur di kamar karena bersama dengan Zia dan Adam lah yang menjadi imam.
Setelah selesai rakaat ke empat, merela langsung berdoa bermunajat pada Alloh SWT,
"Aminn" ucap Zia yang selalu mengamini doa suami nya itu.
Zia mengalami tangan Adam dengan takzim, Zia membuka mukena nya sehingga membuat rambut Zia terlihat terurai.
Adam menatap istrinya itu.
"Baik lah bidadari surga ku mau kemana kau sudah membuka mukena mu" tanya Adam.
"Aku mau bantu Umi" ucap Zia.
"Ya baik lah" ucap Adam.
"Tunggu apa mual mu sudah sembuh" tanya Adam.
"Alhamdulillah" ucap Zia.
"Alhamdulillah, oh ya aku sekarang akan ceramah di kampung sebelah dengan Gus Fauzi boleh kan" tanya Adam.
"Ya hati hati di jalan" ucap Zia.
"Tolong siap kan pakaian ku" ucap Adam.
Zia mengambil baju Koko hitam dan sarung hitam serta sorban Hitam, Zia berpikir kalau setelah itu sangat cocok untuk Adam apa lagi kulit Adam yang putih pasti akan terlihat sangat berseri.
"Warna hitam" tanya Adam.
"Kau akan tampan dengan pakaian hitam" ucap Zia.
"Baik lah" ucap Adam patuh padahal Adam suka nya kalau hitam di padu dengan warna yang lain.
Adam memakai pakaian serba hitam itu di hadapan Zia, Zia menutup matanya karena malu melihat Adam yang berganti pakaian.
"Kenapa harus tutup mata" tanya Adam.
"Aku malu" ucap Zia.
"Malu? Zia aku bahkan tau setiap lekuk tubuh mu dan kau juga tau kan setiap lekuk tubuh ku" ucap Adam.
"Tetap saja Gus aku malu" ucap Zia.
"Ya silahkan" ucap Zia.
"Kau gak akan memberikan aku penyemangat" tanya Adam.
"Penyemangat apa" tanya Zia.
Adam mendekat pada Zia dan langsung menyodorkan pipi nya pada Zia.
Zia paham dia pun langsung mengecup pipi Adam.
"Ingat mata nya jangan na kal" ucap Zia.
"Ya sayang" ucap Adam.
Adam berangkat dan sekarang Zia mulai membantu Umi menyiapkan makanan untuk para santri berbuka puasa.
Zia mulai mengupas sayuran dan Umi sekarang sedang mencuci beras.
"Neng, Adam sudah berangkat" tanya Umi.
"Ya Umi baru saja" ucap Zia.
"Tadinya Bu Iit mengajak Umi datang cuman umi tak mau datang" ucap Umi.
"Kenapa" tanya Zia.
"Puasa begini kalau pengajian, siapa yang akan masak Neng" ucap Umi.
"Oh ya Umi kenapa ibu ibu yang suka bantu masak Sekarang gak ada" tanya Zia.
"Oh dia pindah Neng, katanya mau tinggal bersama anak nya di kota" ucap Umi.
"Oh pantas aku gak pernah lihat" ucap Zia.
"Tapi Umi sudah minta tolong pada Bu Yanti untuk membantu Umi memasak kata dia, kalau bulan puasa begini dia tak mau masak tapi dia sanggup untuk membuat kue" ucap Umi.
"Umi berapa banyak uang yang harus umi keluarkan" tanya Zia.
"Lumayan lah, apa lagi bulan puasa begini para santri ngandelin makanan dari pesantren" ucap Umi.
"Dari mana Umi dapat uang sebanyak ini" tanya Zia.
"Yang jelas uang dua ratus ribu dari para santri gak akan cukup untuk memenuhi kebutuhan para santri, mungkin hanya cukup untuk makan dan Alhamdulillah nya ada yang bersedia membayar uang listrik bulanan, kalau gak ada mungkin setiap malam akan padam" ucap Umi.
"Kenapa begitu" tanya Zia.
"Dulu pernah Umi dan Abah pasang listrik semua Umi yang tanggung, satu bulan kita bayar hampir dua juta itu pun waktu itu hanya beberapa ruangan saja sekarang Tambah mungkin akan tambah lagi biaya" ucap Umi.
"Orang itu sangat baik" ucap Zia.
__ADS_1
"Ya" ucap Umi.
Adam saat ini tengah berada di mesjid kampung sebelah mereka ke sana naik motor karena jarak nya yang cukup jauh jadi mereka memakai motor.
Harusnya Fauzi yang ceramah namun entah kenapa Fauzi sakit tenggorokan jadi Adam yang ganti kan.
Seperti biasa acara itu akan di mulai dengan pembacaan ayat suci Al Quran.
"Assalamualaikum wr wb" ucap Adam memulai.
"Waalaikum salam wr wb" serempak ibu ibu menjawab salam Adam.
"Bismillah. Walhamdulillah. Assholaatu wassalaamu ‘ala rasuulillah. Wa’ala alihi washahbihi wamawwaalah, Alhamdulillah saya masih di kasih kesempatan untuk datang ke mari, bagai mana Bu sehat" tanya Adam.
"Alhamdulillah" serempak.
"Alhamdulillah, walau pun sedang puasa tapi masih semangat ya, baiklah saya akan membahas masalah puasa dan apa saja yang boleh dan tak boleh di lakukan saat puasa" ucap Adam.
Hingga satu setengah jam Adam berceramah di sana, para ibu ibu ada yang mendengar kan ada yang mengantuk dan ada juga yang mengobrol, namun Adam tak berhak untuk marah apa lagi ibu ibu emang begitu.
"Alhamdulillah hanya itu saja yang bisa saya sampaikan kurang lebih nya saya mohon maaf, Wabilahi Taufik wal Hidayah Assalamualaikum wr wb" ucap Adam.
"Waalaikum salam wr wb" ucap serempak.
Para ibu ibu ada yang langsung bubar namun bapak DKM mendekat pada Adam.
"Ustadz Adam mau tanya" ucap pak DKM.
"Ya ada apa" tanya Adam.
"Begini saya kan mau menikah kan putri saya, rencana nya syawal apa kira kira Gus Adam tau tanggal baik nya tanggal berapa" tanya pak DKM.
"Hah pak kebetulan saya gak bisa menentukan tanggal Bagus, karena kan ada yang percaya dan ada yang tak percaya juga, seperti contoh nya aku dan Gus Fauzi dia tak percaya pada tanggal dan kebetulan saya percaya dengan tanggal baik dan tanggal kurang baik untuk menikah, cuman saya gak bisa menduga duga di mana tanggal baik nya" ucap Adam.
"Bulan Syawal itu bulan baik pak bahkan Baginda Rasulullah Saw juga menikah dengan tiga wanita di bulan Syawal, contoh nya dengan Sayyidah Aisyah, Sayyidah Saudah, dan Ummu Salamah" ucap Fauzi.
"Ya Ustadz saya akan bicara kan dengan keluarga saya nanti" ucap nya.
"Ya itu lebih baik, saya yakin tanggal berapa pun akan baik" ucap Adam.
"Ya Ustadz terima kasih" ucapnya.
"sama sama pak" ucap Adam dan Fauzi.
Seorang ibu datang ke hadapan Adam dan Fauzi.
"Ustadz bisa saya bertanya" tanya Ibu itu.
"Ya ibu ada apa" tanya Fauzi.
"Suami saya memalak saya, apa kita resmi berpisah padahal saat tengah mengandung" tanya nya.
"Astaghfirullah tega sekali suami ibu" ucap Adam.
"Ya begitulah" ucapnya.
"Kalau menurut Islam talak saat hamil itu boleh dan sah Bu, Nabi Muhammad SAW pernah berpesan kepada Abdullah bin Umar saat dia menceraikan istrinya ketika haid:
“Rujuklah kepada istrimu yang sudah kamu cerai itu. Tetaplah bersamanya sampai dia suci dari haid, lalu haid kembali kemudian suci lagi.
Setelah itu silakan kalau kamu mau mencerainya: bisa saat istri suci sebelum kamu gauli atau saat dia hamil,” (Hadist Riwayat Muslim).
Allah berfirman dalam Qur'an surat at-talaq ayat 1
Yang artinya "Wahai Nabi! Apabila kamu menceraikan istri-istrimu maka hendaklah kamu ceraikan mereka pada waktu mereka dapat (menghadapi) idahnya,”
Dan hamil itu adalah salah satu waktu idah untuk perempuan yang dicerai, dan berakhir saat perempuan tersebut melahirkan, ada empat keadaan talak yang di sebut talak Bid'i atau talak yang tak sesuai dengan prosedur syariat yaitu.
- saat perempuan sedang haid
- saat nifas
- saat suci tapi setelah di setu buhi
- talak tiga sekaligus dengan sekali ucapan.
Itu menurut Islam saya gak tau kalau menurut hukum" ucap Adam.
"Ya Ustadz saya jadi bingung" ucap ibu itu.
"Sebenarnya Bu kalau ibu cerai saat hamil ibu akan merasa di rugikan karena begini Bu, seorang suami kalau sudah lajang dia bebas ngapain saja melakukan apa saja, tapi ibu yang akan rugi, ibu akan membesar kan anak Sendirian ibu juga yang akan mencari biaya untuk membesar kan anak sendirian, karena begini Bu laki laki itu suka sering lupa menafkahi anak nya setelah cerai, maka dari itu seorang wanita lah yang akan merasa di rugi kan" ucap Fauzi.
"Kalau bisa Bu, bicarakan dulu masalah nya apa karena jaman sekarang cerai itu gak gampang jadi saya saran kan bicarakan dulu dengan suami ibu, siapa tau Alloh kasih jalan buat ibu untuk mempertahankan rumah tangga ibu ini" ucap Adam.
"Ya Ustadz terima kasih" ucap ibu itu.
"Ya ibu sama sama" ucap Adam.
setelah selesai Adam dan Fauzi langsung pulang karena hari juga sudah sore dan akhirnya saat mereka sampai Adzan berkumandang.
dengan cepat Adam langsung berbuka puasa di rumah, tak lupa Adam membeli kan sesuatu untuk Zia.
padahal Fauzi lah yang punya ide membeli makanan untuk buka.
tapi mengingat Zia juga suka makanan Adam juga membeli nya biar sekalian juga.
**bersambung
mohon maaf jika ada kesalahan dalam** penulisan atau dalam hadits **ini kesalahan mak othor..
apa lah daya mak othor juga manusia punya salah dan punya dosa**.
__ADS_1