
Malam hari nya Zia tengah tertidur namun dia bermimpi Sangat buruk sekali hingga dia terbangun di tengah malam.
Zia melihat jam di dinding yang sekarang menunjukkan pukul setengah satu malam.
"Apa Umi sudah bangun" gumam Zia bertanya tanya.
Adam yang merasakan ada pergerakan dari Zia pun langsung terbangun.
"Ada apa" tanya Adam.
"Aku terbangun karena mimpi" ucap Zia.
"Makan nya kalau tidur itu berdoa dulu" ucap Adam.
"Udah berdoa" ucap Zia.
"Jam berapa sekarang" tanya Adam.
"Setengah satu" ucap Zia.
"Kita sholat tahajud yu" ucap Adam.
"Baik lah ayo" ucap Zia.
Mereka langsung bangun dari tidur dan berjalan ke kamar mandi karena akan mengambil wudhu.
Adam mengambil wudhu terlebih dahulu sedang kan Zia akan menyusul nanti.
Saat akan mengambil Wudhu Zia mengambil dahulu air satu gelas dan meminum nya.
Tiba tiba saja perut Zia mual, dia sangat ingin sekali muntah.
Ohekk
Zia memuntahkan kembali air yang dia minum tadi.
"Kau kenapa" tanya Adam.
"Tiba tiba saja aku mual" ucap Zia.
"Mual kenapa" tanya Adam.
"Entah" ucap Zia.
"Kita periksa ya" ucap Adam.
"Gak usah aku baik baik saja" ucap Zia.
"Baik baik saja bagaimana bahkan kau baru saja muntah" ucap Adam.
"Gus sudah jangan berlebihan begitu" ucap Zia.
"Tapi Zia jangan buat aku merasa bersalah" ucap Adam.
"Sudah Gus aku tak apa" ucap Zia mencium bibir Adam.
"Arggh Zia aku baru saja Wudhu" ucap Adam.
"Wudhu lagi saja air masih banyak" ucap Zia.
"Zia" ucap Adam mencubit pipi Zia lalu kemudian masuk lagi ke ****** karena akan wudhu lagi.
Mereka berdua langsung melaksanakan Sholat Tahajud setelah itu mereka melaksanakan sholat taubat.
Zia merebahkan tubuh nya di kasur sambil mengutak atik ponsel nya.
Adam tadarus Melanjutkan surat yang semalam terpotong karena Adam keburu mengantuk.
Suara lantunan ayat suci Al Quran dari mulut Adam sangat membuat Zia terpana, suara khas dengan panjang pendek yang tepat membuat Adam sangat sempurna.
Zia menatap lekat suaminya itu, Zia sangat bersyukur menjadi istri Adam padahal banyak sekali wanita alim di luaran sana yang bisa Adam jadi kan istri.
"Gus kalau aku punya anak aku mau yang sama seperti dirimu" ucap Zia.
Adam hanya tersenyum sambil melanjutkan membaca Alquran nya.
Zia hendak menutup mata nya namun dengan cepat Adam membangun kan Zia.
"Jangan tidur Zia kau akan kesiangan" ucap Adam.
"Hanya lima menit" ucap Zia.
"Jangan walau pun lima menit Zia karena kalau subuh tidur lagi maka akan rawan kesiangan" ucap Adam.
"Ya sudah ya" ucap Zia yang langsung bangun.
Adam membuka baju yang dia gunakan karena akan menggantikan nya dengan kaos polos.
Bahkan Adam juga mengganti sarung nya karena akan memakai sarung yang biasa dia pakai untuk sehari hari.
Zia tersenyum tipis.
Dia langsung mendekat pada Adam, Zia menggigit punggung Adam yang polos tanpa pakaian.
"Zia sakit" ucap Adam.
"Gus hanya itu" ucap Zia.
"Tuh kan merah" ucap Adam melihat punggung nya yang Zia gigit.
"Hanya sedikit" ucap Zia.
Adam membalas gigitan Zia, hingga Zia menjerit jerit karena takut pada Adam.
"Diam Zia nanti Umi dan Abah dengar" ucap Adam.
"Kau yang mulai" ucap Zia.
"Sudah ayo lakukan" ucap Adam.
"Ya ayo" ucap Zia.
Skipp
Paginya para santri langsung makan karena akan sahur, terlihat kalau sekarang gerimis bahkan cuaca sangat mendung.
"Zia kemarin aku lihat seorang laki laki dia kesini dia tanya kamu" ucap Ainun.
"Siapa" tanya Zia.
"Entah aku gak tau tapi kayanya dari kota karena penampilan nya juga cukup keren" ucap Ainun.
"Siapa ya" tanya Zia.
"Kata santri yang kemarin berbincang dengan nya, katanya laki laki itu akan datang lagi" ucap Ainun.
"Oh baik lah" ucap Zia.
Mereka selesai makan hingga Adzan subuh pun berkumandang di mesjid.
"Kak apa Umi ada di rumah" tanya Rena.
"Ada" ucap Zia.
"Aku mau pinjam mukenah, semalam mukena aku jatuh ke tanah jadi kotor" ucap Rena.
"Baik lah ayo kita pulang" ucap Zia.
Rena dan Zia pulang ke rumah, mereka duduk di kursi sambil menunggu Umi keluar dari ******.
__ADS_1
Adam dan Luthfi datang ke sana karena akan mengantarkan makanan sisa untuk umi simpan karena kalau di simpan di ruang makan terus takut nya para santri ada yang makan.
"Assalamualaikum" ucap Adam dan Luthfi.
"Waalaikum salam" ucap Zia dan Rena.
"Gus simpan saja di dalam" ucap Adam.
"Ya aku akan simpan" ucap Luthfi.
"Kau duduk lah dulu aku akan ambil kan bukunya" ucap Adam.
Luthfi duduk di kursi bersama dengan Zia dan Rena, sedang kan Adam masuk ke dalam kamar.
"Aku akan ke kamar" ucap Zia.
"Kak" ucap Rena memanggil Zia untuk tak masuk tapi terlambat karena Zia sudah masuk ke dalam kamar.
Luthfi menatap pada Rena sekilas.
"Kamu kenapa" tanya Rena.
"Gak ada" ucap Luthfi.
"Wajah kamu pucat" ucap Rena.
"Kepala ku rasanya terasa pusing padahal aku sudah makan obat" ucap Luthfi.
"Jangan puasa saja" ucap Rena.
"Gak aku kuat" ucap Luthfi.
"Ya deh terserah" ucap Rena.
Umi datang ke sana, seperti nya Umi baru selesai wudhu.
"Umi aku pinjam mukena umi" ucap Rena.
"Mukena buat apa" tanya Umi.
"Buat sholat Umi, mukena aku kotor" ucap Rena.
"Baik lah ayo masuk ke kamar kamu pilih saja sendiri" ucap Umi.
"Umi aku sudah taruh makanan di meja makan" ucap Luthfi.
"Ya Gus terima kasih" ucap Umi.
Adam keluar dari kamar nya sambil mengambil buku yang akan Luthfi pinjam.
"Gus ini aku hanya punya buku ini saja, kalau mau yang ke dua nya pinjam saja pada Gus Fauzi" ucap Adam.
"Ya Gus terima kasih" ucap Luthfi yang langsung pergi dari sana.
Siang hari nya sekarang seharusnya para santri pulang karena tak ada pelajaran tapi karena di luar hujan dan otomatis para santri menunggu di Madrasah karena tak mau sampai baju mereka kebasahan.
"Kita lakukan tanya jawab sebelum pulang, itung itung sambil menunggu hujan reda" ucap Fauzi.
"Ya baik lah ayo" ucap Adam.
"Harap diam, kita akan adakan permainan tanya jawab sambil menunggu hujan reda" ucap Fauzi.
Para santri diam dan duduk dengan rapih di tempatnya masing masing.
"Aku akan tanya, kalau di makan halal tapi haram kalau di perjual beli kan" tanya Fauzi.
Senyap tak ada yang jawab bahkan para santri juga seolah sedang berpikir.
"Kalian gak tau" tanya Fauzi.
"Aku tau" ucap Farid yang langsung mengacung kan tangan nya.
"Daging qurban karena kalau kita konsumsi kita boleh memakan nya tapi kalau di perjual beli kan jadi haram" ucap Farid.
"Benar" ucap Fauzi.
"Oh daging Quban" ucap para santri.
"Begini ya imam Syafi'i pernah berkata 'setiap aku mendapat kan ilmu baru semakin aku tau kebo dohan ku' dan itu yang kita alami" ucap Fauzi.
"Baik lah giliran aku yang tanya" ucap Adam.
"Jangan yang susah Gus" ucap para santri.
"Siapa nama lengkap nya nabi Muhammad" tanya Adam.
Para santri mengacung kan tangan nya.
Adam menunjuk salah satu santri untuk menjawab.
"Abdul Qosim Muhammad bin Abdullah Al Hasymy Al Quraisy Saw" ucap santri itu.
"Alhamdulillah" ucap Adam.
"Biar aku yang kasih pertanyaan" ucap Farid.
"Ya silahkan" ucap Adam.
"Sebutkan satu hadits tentang menjaga lisan, ini pernah Abah katakan kemarin" ucap Farid.
Rena mengacung kan tangan nya.
"(Hadist riwayat at thirmidzi Nomor 2002, hadist ini dari Hasan shahih, lafadz ini milik at thirmidzi lihat saja silsilatul ahadits ash shahihah no 876).
'sesungguhnya tidak ada sesuatu apa pun yang paling berat di pertimbangkan kebaikan seorang mukmin pada hari kiamat seperti akhlaq yang mulia dan sungguh sungguh (benar benar) Alloh benci dengan orang yang lisan nya kotor dan kasar," ucap Rena.
"Kau pandai sekali Ning, beruntung yang akan menjadi suami mu nanti" ucap Farid.
Semua santri langsung bersorak menjodohkan Rena dan Farid.
"Kalian cocok" ucap santri.
"Kalian ini bisa saja" ucap Farid.
Rena hanya diam saja dia menatap pada Luthfi yang hanya menampakkan wajah datar dan dingin.
"Semoga kau tak cemburu" gumam Rena.
Adam menatap pada wajah Luthfi yang biasa saja namun terlihat sedikit garang.
Sore hari nya para santri langsung istirahat karena sebenar lagi akan melaksanakan sholat Ashar.
Adam mengangkat jemuran yang belum kering karena hujan, tapi jika berlama lama di jemur pun buat apa karena gak akan kering malah akan semakin basah.
"Assalamualaikum" ucap Aulia yang baru saja datang ke sana.
"Waalaikum salam" ucap Adam.
"Kenapa kamu yang angkat jemuran kenapa tidak Zia" tanya Aulia.
"Zia lagi bantu Umi" ucap Adam.
"Oh ya aku buat kue banyak tolong kasih ini pada Umi ya" ucap Aulia.
"Oh Terima kasih" ucap Adam.
"Semalam kau datang ke acara bukber" tanya Aulia.
"Ya aku datang" ucap Adam.
__ADS_1
"Aku gak bisa hadir karena ada kendala" ucap Aulia.
"Padahal seru loh" ucap Adam.
"Ya sih tadinya mau tapi kan aku seorang yang sendirian aku malu kalau harus datang" ucap Aulia.
"Padahal banyak yang seperti dirimu" ucap Adam.
"Benar kah" tanya Aulia.
"Benar" ucap Adam.
"Oh baik lah aku akan pulang jangan lupa di makan ya" ucap Aulia.
"Ya terima kasih" ucap Adam.
Zia menatap mereka dari ambang pintu rumah Abah, Zia tersenyum tipis karena melihat mereka yang akrab itu.
"Selalu saja" gumam Zia.
Adam mengambil jemuran dan kue itu.
Adam tau kalau Zia pasti cemburu bahkan sekarang Zia sudah berdiri di ambang pintu.
"Dari Aulia buat umi" ucap Adam.
"Gak nanya" ucap Zia ketus.
Adam langsung masuk ke dalam karena ingin menaruh cucian yang berat.
Zia duduk di kursi menunggu Adam kembali dari dapur.
"Umi ini dari Aulia" ucap Adam.
"Wah terima kasih, mana Aulia nya" ucap Umi.
"Udah pulang umi" ucap Adam.
"Oh baik lah" ucap Umi.
Zia masuk ke dalam kamar nya saat melihat Adam datang.
Zia menutup pintu nya dengan cukup keras.
"Astaghfirullah Zia" gumam Adam.
Adam masuk ke dalam kamarnya.
"Jangan marah bukan salah aku" ucap Adam.
"Terus saja bela diri" ucap Zia.
"Sudah lah maafkan aku" ucap Adam.
"Maaf maaf" ucap Zia.
"Mau gak setelah Sholat Ashar kita jajan" ucap Adam.
"Gak mau ujan" ucap Zia singkat.
"Lalu" tanya Adam.
"Perhatikan sekali ya teman kamu itu" ucap Zia.
"Aku tau kamu cemburu" ucap Adam.
"Gak" ucap Zia.
Tokk
Tokk
"Zia ada yang mau bertemu dengan mu" ucap Umi dari luar kamar Adam.
"Siapa" tanya Adam.
Namun Zia tak menjawab dia hanya pergi dari sana meninggal kan Adam sendirian.
"Siapa" tanya Zia.
"Di gerbang kak" ucap santri.
"Baik lah terima kasih" ucap Zia yang langsung masuk lagi mengambil payung.
Zia berjalan ke arah gerbang namun tak ada orang di sana selain Luthfi yang menjaga gerbang.
"Katanya ada yang mau ketemu" tanya Zia pada Luthfi.
"Dia ada di luar" ucap Luthfi.
"Baik lah aku akan keluar" ucap Zia.
Luthfi tak terlalu memikirkan hal itu Luthfi pikir itu hanyalah keluarga nya Zia.
Luthfi pergi dari sana karena hujan juga semakin besar.
Zia mencari cari orang yang mau bertemu dengan nya.
"Siapa" tanya Zia pada laki laki yang memakai jas namun dia memunggungi Zia.
Laki laki itu melihat pada Zia, begitu terkejut nya Zia saat melihat laki laki itu.
"Lama tak berjumpa" ucapnya tersenyum sampai menampakkan deretan gigi putih nya.
Dia melangkah mendekat pada Zia, namun dengan cepat Zia langsung melangkah mundur guna tak terlalu dekat dengan laki laki itu.
"Mau apa kau datang" tanya Zia.
"Aku ingin bertemu dengan mu" ucapnya.
"Jangan berani mendekat kalau tidak aku akan teriak" ucap Zia mengancam.
Sedangkan Adam saat ini tengah mencari Zia namun dia tak menemukan Zia.
"Kemana Zia" gumam Adam.
Adam mencari cari ke mana tadi Zia pergi, sosok tamu yang ingin bertemu dengan Zia membuat Adam cukup penasaran karena kalau keluarga Zia pasti akan langsung masuk ke dalam.
"Di mana Zia" gumam Adam.
Adam bertemu dengan Luthfi yang tengah berteduh.
"Gus kau lihat Zia" tanya Adam.
"Keluar tadi ada tamu laki laki yang ingin bertemu dengan Zia, aku suruh masuk dia gak mau" ucap Luthfi.
"Baik lah aku akan lihat" ucap Adam.
Adam berjalan ke arah gerbang pesantren itu.
*siapa tamu yang datang?
yu lihat jawabannya di bab selanjutnya!!
jangan lupa dukungan nya ya..
terima kasih yang sudah mampir..
semoga amal ibadah kita di balas oleh Alloh SWT.. amin*...
__ADS_1
bersambung