Aziya Untuk Ustadz

Aziya Untuk Ustadz
bab 170


__ADS_3

Adam dengan terburu buru langsung menuju ke klinik yang sudah Abah kirimkan lokasinya.


Senyum nya tak bisa berhenti dari bibir nya itu.


"Aku harap aku jadi yang pertama mengadzan kan nya" gumam Adam.


Adam turun dari ojeg dan langsung menatap pada klinik kecil yang banyak orang orang di sana.


Adam langsung menuju ke arah ruangan persalinan Zia.


"Zia" ucap Adam.


"Gus" ucap Zia yang langsung tersenyum bahagia saat melihat pujaan hati nya.


Namun Zia juga tak bisa menahan rasa sakit nya itu.


"Awws" ringis Zia.


Adam langsung mendekat dan memeluk Zia dengan sangat erat.


Adam mengecup kening Zia dengan penuh kasih sayang.


Namun respon Zia malah sebaliknya dia mendorong Adam untuk menjauh darinya.


"Kau punya kumis Gus jorok sekali kau bahkan kau tak pernah mencukur kumis mu itu" ucap Zia seperti marah.


Adam melongo melihat Zia yang memarahi nya itu.


"Apa salah nya kau tau kan kalau aku di sana belajar aku tak memperdulikan penampilan Zia" ucap Adam.


Nita mendekat pada menantu nya itu.


"Nak Adam sabar saja ya, Zia selama ini gak pernah marah marah mungkin ini pelampiasan dari rasa sakit nya, mohon di maklumi ya" ucap Nita.


"Oh ya tak apa mah" ucap Adam.


Bidan datang ke sana dan langsung mengecek lagi pembukaan Zia.


"Kita siapkan persalinan nya pembukaan nya sudah bertambah sekarang jadi 9" ucap bidan.


"Aku gak mau aku mau Gus Adam yang membantu aku melahirkan" ucap Zia.


"Zia ayo lah jangan begini aku gak bisa" ucap Adam.


"Jangan mendekat selagi kau tak mencukur kumis mu aku gak mau bersama dengan mu" ucap Zia.


Adam tak marah dia hanya tersenyum pada sikap Zia, bisa bisa nya Zia memikirkan kumis Adam dari pada bayi dan rasa sakit nya itu.


"Zia dengar kan aku" ucap Adam sambil memegang bahu Zia.


"Aku sudah datang jauh untuk menemani mu bersalin sekarang fokus lah pada bayi kita oke jangan Perduli kan apa pun selain bayi kita" ucap Adam.


"Baik lah" ucap Zia.


Umi dan Nita di suruh keluar oleh bidan di sana, di ruangan itu hanya tinggal Zia dan dia bidan saja.


Setengah jam berlalu..


Oekk


Oekk


Ruangan itu di penuhi suara tangis bayi yang baru saja keluar dari rahim ibunya menuju ke alam fana, yaitu alam dunia.


Akhirnya lahirlah seorang bayi perempuan yang sangat cantik dari rahim Zia, Adam sampai menangis terharu melihat perjuangan Zia.


Sebelum mengadzani putri nya, Adam mendaratkan kecupan di kening Zia.


"Terima kasih sudah melahirkan bayi untuk ku" ucap Adam.


Adam langsung mengadzani bayi nya itu.


Semua orang yang ada di luar sampai mengucap syukur karena ini adalah cucu pertama bagi keluarga Adam dan cucu kedua dari keluarga Zia.

__ADS_1


"Alhamdulillah" ucap nya serempak.


Adam menatap bayi itu, dia sangat cantik dan pipinya sangat gemoy.


"Sabhira ShalihatunNissa" ucap Adam.


Sabhira artinya penyabar


ShalihatunNissa artinya wanita shalihah.


Sore hari nya mereka pulang ke rumah, mereka pulang ke rumah Umi karena itu permintaan dari Adam juga.


Keluarga Zia hanya menurut saja apa lagi sudah beberapa hari ini juga Nita sekeluarga menginap di pesantren karena Zia mau di temani di sana.


"Dam bantu Zia mandi" ucap Umi pada Adam yang sekarang tengah mengasuh bayi nya itu.


"Baik umi" ucap Adam.


Saat ini Zia tengah nifas tetapi Zia juga tak bisa berjalan dengan benar karena masih sakit.


Adam langsung masuk ke dalam kamar mandi.


"Aku bantu" ucap Adam.


"Perlahan ini sakit" ucap Zia.


"Kasian sekali istri ku ini, makasih sayang kau sudah melahirkan putri yang cantik untuk ku" ucap Adam.


"Nanti bicara nya ayo bantu aku dulu" ucap Zia.


Adam membantu Zia mandi, hingga selesai Adam membantu Zia berganti pakaian di kamarnya.


Sedangkan bayinya sekarang ada di luar bersama dengan nenek dan kakek nya.


Setelah selesai Adam membantu menyisir kan rambut Zia.


Adam memeluk Zia dengan sangat erat.


"Begini kan rapih kamu jorok sih gak jaga penampilan" ucap Zia.


"Ayang aku ini gak memperdulikan penampilan yang penting aku belajar dan aku lulus itu pun sudah senang sekali" ucap Adam.


"Tetap saja" ucap Zia.


"Kau Mandang fisik sekarang, benar kata dokter itu" ucap Adam.


"Dokter itu" ucap Zia kesal.


Percakapan dengan dokter..


"Saya baru melihat seorang istri yang tak mau dekat dengan suami nya hanya karena kumis" ucap dokter.


"Wajar saja dok selama hamil dia percaya pada ucapan orang tua dulu yang kalau bicara yang bukan bukan bisa kena anaknya" ucap Adam.


"Ya makan nya pas mau melahirkan dia mengeluarkan unek-unek nya" ucap Dokter itu.


"Ya" ucap Adam.


"Ini akan menjadi kasus pertama kali nya dalam hidup saya menjadi seorang dokter" ucap dokter.


"Maaf kan istri saya" ucap Adam tersenyum melihat Zia yang kesal.


Zia memutar bola matanya malas.


"Kalian itu sama saja" ucap Zia.


"Maafkan aku" ucap Adam.


Adam langsung memeluk Zia lagi.


"Kau tau rasanya lama tak menyentuh mu" tanya Adam.


"Apa" tanya Zia.

__ADS_1


"Rasanya itu hampa sekali" ucap Adam.


"Lalu" tanya Zia.


"Lakukan sekarang" ucap Adam.


"Gak mau" ucap Zia.


"Dosa loh nolak suami" ucap Adam.


"Aku nifas" ucap Zia.


"Oh ya" tanya Adam.


"Ya" ucap Zia.


"Oh aku pikir kamu gak nifas" ucap Adam.


"Kau jangan berbohong bahkan kau juga tau kan kalau dosa seorang suami jika menyentuh istri nya dalam keadaan haid atau nifas" ucap Zia.


"Sampai kapan aku harus menunggu" tanya Adam.


"40 hari sampai selesai nifas" ucap Zia.


"Hah" tanya Adam terkejut.


"40 hari sampai selesai nifas, apa aku akan kuat" ucap Adam.


"Kuatkan saja" ucap Zia yang langsung keluar dari kamar nya.


Zia merebahkan tubuh nya di kasur sebelah Bayinya itu.


"Shabi" ucap Zia mencium pipi nya itu.


Adam keluar dan menggendong bayi nya itu.


"Jangan dibawa" ucap Zia.


"Aku mau lihat" ucap Adam.


"Dam malam ini kita mondok di kamar santri saja" ucap Farid yang ada di sana.


"Kenapa" tanya Adam.


"Ya gak papa" ucap Farid yang sejak tadi ada di sana untuk melihat bayinya Adam.


"Aku mau menemani Zia tidur" ucap Adam.


"Dam kamu laki laki sebaiknya jauhi Neng Zia saat ini" ucap Umi.


"Kenapa umi" tanya Zia yang langsung keberatan mendengar nya.


"Wanita yang baru melahirkan itu masih sangat subur sekali jadi takutnya terjadi hal yang tidak tidak" ucap Umi.


"Ya Zia kaya papah kamu" ucap Nita.


"Sudah lah jangan di bahas lagi pula Zia juga sudah besar" ucap Topan.


"Kalian bicara apa" tanya Zia.


"Gak ada" ucap Nita.


"Pokoknya aku tak mau tidur di luar aku mau bersama dengan Zia, ayo lah ijinkan aku bersama nya aku rindu padanya" ucap Adam.


"Ya tapi jaga diri ya" ucap Umi.


"Kalian ini kenapa, bahkan kalau Zia hamil lagi pun ada bapaknya" ucap Adam.


"Bukan begitu Nak Adam tapi itu tak baik buat Zia" ucap Nita.


"Ya baik lah" ucap Adam.


bersambung

__ADS_1


__ADS_2