Aziya Untuk Ustadz

Aziya Untuk Ustadz
bab 117


__ADS_3

Pagi harinya..


"astagfirullah" teriak Abah dari dalam kamar seperti terkejut.


Adam dan Luthfi langsung bangun dari tidur nya mereka, mereka terkejut karena takut nya Abah sudah tau.


Abah keluar dari kamarnya bersama dengan Umi, sedang kan Zia keluar juga dari kamarnya karena mendengar teriakan Abah.


"Ada apa" tanya Adam.


Namun Abah heran karena melihat ada Luthfi yang ada di sana.


"Gus Luthfi ada di sini" tanya Abah.


"Ya Abah" ucap Luthfi.


"Abah ada apa teriak Begitu" tanya Umi.


"Tak ada hanya saja Abah lupa kalau sekarang akan datang barang buat membangun kembali kelas" ucap Abah.


"Huhh syukur lah" ucap Adam dan Luthfi yang merasa lega.


"Ada apa Gus kenapa Gus Lutfhi ada di sini" tanya Zia.


"Semalam kami sedang berbincang namun ketiduran" ucap Adam.


"Oh" ucap Zia.


"Umi masak lah yang banyak, karena pasti sekarang akan ada tukang yang akan datang ke sana untuk mengatur ulang pesantren" ucap Abah.


"Kenapa mengatur ulang pesantren Abah kalau yang di bangun hanya kelas saja" ucap Adam.


"Abah ingin membuat tembok besar untuk memisahkan santri putra dan santri putri" ucap Abah.


"Maksud Abah apa" tanya Adam.


"Abah akan membuat tembok besar yang akan membentang di tengah tengah pesantren ini, Abah akan membuat privasi di antara santri putra dan santri putra, mereka hanya akan bertemu saat Sholat saja di mesjid, namun rencana nya Abah akan membuat dua belas kelas namun dengan ukuran yang kecil tentu nya, Abah juga akan menembok Madrasah menjadi dua, jadi para santri tak akan belajar bersama lagi" ucap Abah.


"Ya ide bagus Abah" ucap Luthfi.


"Tapi Abah mana mungkin kita akan banyak keluar modal nantinya" ucap Adam.


"Untuk apa" tanya Abah.


"Kelas Abah, tadi Abah bilang kalau Abah akan membuat 12 kelas kalau membuat 12 nanti kita akan butuh biaya untuk membeli tanah lagi karena tanah di sini gak akan cukup Abah" ucap Adam.


"Tak akan Abah buat nya 6 kelas cuman di bagi dua, paham gak" tanya Abah yang di balas gelengan kepala oleh Adam dan yang lain.


"Jadi begini Abah tetap buat 6 kelas cuman di tengah tengah nya Abah akan kasih penghalang, lalu Abah akan buat lagi pintu ke arah samping nantinya jadi santri putra nanti keluar lewat jalan samping, sedang kan santri putri Abah akan buat dia tetap berada di pesantren jadi mereka hanya boleh keluar saat mereka akan jajan saja" ucap Abah.


"Apa tak terlalu ketat Abah kalau begitu" tanya Adam.


"Abah ingin memperketat keamanan saja, ini juga Demi Ning Rena, Abah tak mau sampai kejadian kemarin terjadi lagi, bukan hanya Ning Rena tapi semua santri putri di sini supaya tak terjadi hal yang tak kita ingin kan" ucap Abah.


Adam dan Luthfi saling memandang.

__ADS_1


Mereka takut kalau sampai Abah tau rekaman cctv itu.


"Ya Abah, Umi dukung" ucap Umi.


"Ide Abah bagus juga" ucap Zia yang langsung di tatap tajam oleh Adam karena takut nya Zia akan membocorkan rahasia kemarin.


"Abah hari ini bisa saya ijin" tanya Luthfi.


"Mau ke mana" tanya Abah.


"Ya Abah dengan aku juga" ucap Adam.


"Kami mau ke pernikahan Gus Ilham, Abah membantu sehari saja" ucap Luthfi.


"Oh baik lah, apa sekarang nikah nya" tanya Abah.


"Ya Abah" ucap Adam.


"Ya kalau begitu Abah titip hadiah untuk Ilham maaf Abah gak bisa datang" ucap Abah.


"Ya Abah" ucap Luthfi dan Adam.


"Oh ya Abah apa bisa aku pinjam ponsel Abah aku mau meminta nomor Ustadz Hasan" ucap Adam.


"Mau apa pada Ustadz Hasan" tanya Abah.


Adam menelan Saliva nya, karena takut kalau Abah tau Adam berbohong.


"Ah Abah buat di simpan saja siapa tau kan penting" ucap Adam.


"Jangan lama lama sebentar lagi Adzan Subuh ayo bersiap lah" ucap Abah.


"Siap Abah" ucap Luthfi yang langsung pergi dari sana karena dia percaya kalau soal menghapus Adam juga bisa.


"Gus saya permisi nanti saya ke sini lagi" ucap Luthfi.


"Ya Gus" ucap Adam.


"Tunggu, Gus Fauzi Gus Farid mereka juga kan teman nya Gus Ilham kenapa mereka tak ikut" tanya Abah yang membuat langkah kaki Luthfi berhenti.


"Abah mereka akan ke sana nanti siang" ucap Luthfi.


"Ya Abah kami datang ke sana sekarang karena mau membantu ya siapa tau saja ada apa yang harus kami bantu, lagi pula kan nikah nya dekat mungkin hanya beberapa langkah saja" ucap Adam.


"Ya, baik lah cepat lah bersiap" ucap Abah.


Adam langsung mengutak atik ponsel Abah yang sangat jarang Abah sentuh, Adam menghapus Adegan yang Riki dan Maya itu lakukan.


"Selesai" gumam Adam.


Adam melihat kembali rekaman itu sudah terhapus cuman waktu nya saja yang terasa aneh karena terlewat Beberapa menit karena Adam hapus.


Di sana menunjukkan pukul 23:06 namun setelah itu waktu nya langsung berubah 23:53, karena Adam menghapus semuanya dari mulai laki laki itu masuk sampai pergi.


"Tak apa lah semoga saja Abah tak terlalu melihat kapan waktu nya, kalau sampai melihat bisa gawat aku" batin Adam.

__ADS_1


Adam langsung bersiap karena akan ke mesjid untuk Sholat Subuh padahal saat ini masih ada waktu beberapa menit lagi menuju Adzan.


Adam masuk ke dalam kamarnya.


"Zia" ucap Adam yang melihat kalau Zia berbaring di kasur.


"Zia jangan tidur lagi nanti kesiangan" ucap Adam.


"Gak tidur Gus aku hanya kedinginan saja" ucap Zia.


"Ayo cepat bangun" ucap Adam.


"Nanti Sampai tunggu Adzan" ucap Zia.


"Baik lah terserah" ucap Adam.


"Gus apa kita jadi ke pernikahan Gus Ilham" tanya Zia.


"Jadi" ucap Adam.


"Kapan, kalau kau mau ke sana pagi" tanya Zia.


"Ya nanti sore bareng dengan Gus Fauzi, Gus Farid dan yang lain" ucap Adam.


"Ya deh" ucap Zia.


adzan subuh pun berkumandang membuat Adam langsung berjalan ke arah kamar mandi sedangkan Abah dan Umi sudah siap di ruang tamu.


"mana Neng Zia" tanya Umi.


"ah Zia ketiduran" ucap Adam yang baru sadar kalau istri nya ketiduran.


Adam berjalan masuk lagi ke dalam kamarnya, dia mendekat pada Zia.


"Zia bangun sayang ayo kita Sholat" ucap Adam.


"ya Gus lima menit lagi" ucap Zia.


"ayo sudah adzan" ucap Adam.


"kau duluan ke kamar mandi aku nyusul nanti" ucap Zia.


"baik lah tapi awas kalau bohong, cepat lah bangun aku akan ke kamar mandi sekarang setelah aku keluar kau harus sudah ada di hadapan ku" ucap Adam.


"ya Gus Adam bawel" ucap Zia sambil mata nya masih terpejam.


bersambung


maaf ya mak othor up nya kemalaman


akhir akhir ini mak othor sibuk dengan dunia nyata jadi gak konsen buat nulis..


terima kasih karena sudah mau menunggu..


semoga amalan baik kalian di balas oleh Alloh SWT.. amin...

__ADS_1


__ADS_2