
Zia ada di kamar nya dia saat ini tengah menangis karena handuk kesayangan nya terbakar.
Zia mengusap air mata nya.
"Aku ini kenapa sih kenapa harus nangis cengeng sekali aku, padahal cuman handuk doang, tapi aku beli ini langsung dari penjahit nya" Zia menangis lagi.
Adam masuk ke dalam kamarnya karena akan melihat istrinya, terlihat kalau Zia menangis namun saat Adam datang Zia langsung menghapus air mata nya.
"Zia maafkan aku" ucap Adam.
"Ya" ucap Zia.
Adam menghapus air mata Zia yang masih tersisa di wajah nya, namun mata Zia menatap pada tangan Adam yang merah seperti terbakar.
"Gus ini kenapa" tanya Zia melihat dengan teliti tangan Adam.
"Tak ada" ucap Adam.
"Jujur pada ku ini kenapa" tanya Zia.
"Tadi aku kesetrum, lalu alat yang aku bongkar langsung nyala" ucap Adam.
"Ini pasti tegangan nya tinggi sampai merah begini" ucap Zia.
"Aku tak apa" ucap Adam.
"Apa mungkin tangan mu kebakar ya" tanya Zia.
"Gak papa" ucap Adam.
"Ini gak bisa di biarkan, aku akan obati kamu sampai kamu sembuh" ucap Zia.
"Aku gak apa" ucap Adam.
"Gak apa bagai mana itu merah loh pasti sakit" ucap Zia.
"Sakit sih" gumam Adam.
Zia mengobati luka Adam, Adam hanya tersenyum Zia ceria kalau siang hari tapi malam hari Zia tiba tiba berubah menjadi ketakutan.
"Ya Alloh ada apa dengan Zia" batin Adam.
Bahkan Adam sudah mau menyewa psikiater untuk mengobati trauma Zia itu tapi kalau Adam melihat Zia ceria di siang hari rasanya tak tega menyewa psikiater untuk Zia takutnya akan menyinggung perasaan Zia.
Seorang wanita dengan cadar yang menutupi wajahnya datang ke pesantren dia ke sana hanya akan melihat kondisi Zia dia berpikir kalau sekarang Zia sudah depresi karena dia juga tau trauma yang Zia alami.
"Aku harap dia mati, dan Gus Adam akan menjadi milik ku" gumam nya.
Dia berjalan ke arah Abah.
"Assalamualaikum" ucap nya mantap pada Abah.
"Waalaikum salam siapa ya" tanya Abah.
"Saya Sofiya dari kota, saya mau tanya Ustadz" ucap wanita itu dengan memakai nama samaran.
"Oh silahkan masuk" ucap Abah.
Mereka masuk ke dalam rumah, terlihat kalau wanita itu terus saja menatap pada kamar Adam.
"Nona Sofiya ada apa" tanya Abah.
"Begini pak Ustadz saya kan dari kota saya hanya mau tanya kalau misalkan saya berdonasi ke sini apa tak apa apa" tanya nya.
"Oh Alhamdulillah dengan senang hati kami menerima nya" ucap Abah.
"Ini" ucapnya sambil menyodorkan sebuah amplop coklat.
"Terima kasih" ucap Abah.
__ADS_1
"Ya sama sama" ucapnya.
Namun mata Sofiya selalu saja menatap pada kamar Adam, dia seolah tengah memperhatikannya sesuatu.
"Nona Sofiya datang sendiri" tanya Abah.
"Ya" ucapnya namun dengan mata yang masih menatap pada kamar Adam.
"Mohon maaf karena tak bisa menyuguhi makanan karena kak lagi puasa" ucap Abah.
"Tak masalah Ustadz" ucapnya.
"Di mana menantu Ustadz" tanya nya menatap pada Abah.
"Oh Zia ada di kamar nya dia sedang istirahat akhir akhir ini dia sering merasa lelah" ucap Abah.
"Oh" ucapnya.
Dia tersenyum jah at, dia merasa kalau Zia memang sudah depresi lalu akan mati, namun pikiran nya sungguh salah dia tak tau saja kalau yang tengah di hadapinya itu bukan lah orang sembarangan.
"Baik lah saya permisi" ucapnya.
"Ya nona Sofiya terima kasih" ucap Abah.
Wanita itu langsung pergi dari sana meninggal kan kediaman Abah namun tiba tiba saja ponsel nya nergetar.
📞📞
"Ya ada apa" tanya wanita itu.
"Rosa kamu pulang lah bapak kamu sakit" ucap seseorang di sebrang sana.
"Bawel sih" ucap Rosa.
"Kamu akan pulang nak" tanya ibunya Rosa.
"Ya ya aku pulang ibu ini ganggu saja" ucap Rosa kesal namun dia juga harus pulang karena ulah dia bapak nya sakit.
📞📞
(Jelas ya yang punya masalah sama Zia itu tak lain adalah Rosa namun sekarang dengan penampilan Rosa yang berbeda, kita bongkar masalah yang pernah Zia buat pada Rosa dahulu)
Flash back masa lalu Zia dan Rosa.
Di universitas Indonesia yang sangat besar dan tentunya paling bagus, hanya orang orang yang terpandang saja yang sekolah di sana.
Seperti pada dasarnya di setiap kampus pasti ada ketua geng yang paling hits di kampus itu.
Aziya Yunita Wijaya, dia terkenal dengan julukan di paling modis kalau ke kampus, dia selalu memakai barang branded dan tentunya dari hasil jeri payah kakaknya.
Zia sangat sombong saat itu bahkan dia merasa kalau dirinya paling nomor satu di kampus.
Namun ada orang yang sangat Zia senang untuk dia buli.
Rosalina Fadilah, Zia sering sekali membuly dia bahkan tak tanggung tanggung Zia juga sampai mempermalukan Rosalina di hadapan orang orang.
Seorang gadis cupu dengan kacamata dan rambut yang selalu di ikat membuat Zia semakin senang mengerjainya.
Hingga suatu ketika.
Anak itu datang ke kampus dan Zia dengan sengaja menubruk nya sampai dia terjatuh.
"Hey Rosalina apa kau tak punya mata, kalau jalan itu pake mata bukan pake kaca mata" ucap Zia yang langsung di iringi tawa mahasiswa dan mahasiswi di kampus itu.
"Zia percuma kau begitu padanya dia itu takut pada mu" ucap teman Zia.
"Oh ya ampun aku tak akan menggigit mu bo doh" ucap Zia menoyor kening Rosa.
"Sudah lah Zia kasihan dia" ucap teman Zia.
__ADS_1
"Baik lah tinggal kan Dia, lagi pula kita gak terlalu butuh dia" ucap Zia.
Zia pergi dari sana meninggal kan Rosalina yang tengah mengusap air mata nya.
Seorang anak dari kampung datang ke Kota untuk kuliah, padahal di kampus sana hanya menerima orang orang kaya saja, bahkan yang punya beasiswa pun hanya orang terpilih dan orang pintar saja.
Sedangkan Rosalina hanya lah mahasiswi biasa tanpa beasiswa, dia mengandalkan keuangan keluarga nya untuk sekolah di sana.
Hingga berkali kali Rosalina di buly orang lain, bahkan mahasiswa pun seolah menganggap jijik Rosalina, mereka mengungkit ungkit dari mana Rosalina datang.
Bahkan banyak sekali orang yang sengaja menyuruh nyuruh Rosalina padahal bisa mereka lakukan sendiri, termasuk Zia juga begitu.
Namun saat akan semester pertama Rosalina tak bisa membayar uang untuk ujian jadi dengan terpaksa dia harus keluar dari kampus itu.
Zia menemui Rosalina yang sekarang akan pergi.
"Makan nya kalau kurang biaya jangan berani masuk ke sini karena di sini itu hanya untuk orang kaya kecuali kalau kau mau jalur beasiswa" ucap Zia tertawa mentertawakan Rosalina.
Rosalina hanya diam saja dia tak menjawab.
"Apa kau mau marah hah, kau mau marah" tanya Zia dengan menjentikkan jarinya di depan wajah Rosalina.
"Turun kan tatapan mata mu" ucap Zia.
"Kau sudah keterlaluan Zia" ucap Rosalina.
Dengan cepat Rosalina mendorong Zia sampai Zia terdorong ke belakang.
"Hey kau berani sekali mendorong aku" geram Zia.
Plakk
Zia langsung menampar Rosalina dengan sangat keras, bahkan semua orang yang melihat pun banyak yang meringis merasakan sakit yang Rosalina rasakan.
"Berani sekali kau menyentuh ku" ucap Zia.
"Lalu kau apa? Kau sangat berani menampar aku dasar kau Zia, kau lemah Zia kau hanya bertumpu pada harta kakak mu itu, bahkan kalau orang tua mu tau kau seperti ini aku yakin dia akan merasa malu kalau punya anak seperti mu, hahaha dasar orang kaya tapi otaknya bo doh" ucap Rosalina.
"Nilai ujian ku masih 90 ke atas berani sekali kau menyebut aku bo doh" ucap Zia semakin geram.
"Kau bilang apa tadi kau bilang aku bertumpu pada harta Kakak ku, hahah setidaknya aku punya kakak yang kaya" ucap Zia.
"Sebelum menghina pandai lah mengaca" ucap Rosa.
"Berani sekali kau" geram Zia mendorong Rosalina sampai terduduk di lantai.
Zia menarik baju Roslina.
"Kau salah lawan kalau Harus berurusan dengan ku" ucap Zia.
"Akan aku pasti kan kalau aku akan membalas semua perbuatan mu" ucap Rosalina.
"Aku tunggu, lagi pula apa yang akan kau lakukan" ucap Zia.
"Kau terlalu sombong Zia" ucap Rosa.
"Rosalina jaga bicara mu kau belum tau aku siapa" ucap Zia.
"Aku tau kau hanya lah orang bo doh yang tak bisa melakukan apa apa tanpa harta kakak mu" ucap Rosa.
"Beraninya kau" ucap Zia menarik rambut Rosalina sampai Rosa meringis kesakitan.
"Akan aku pasti kan kau tak akan masuk universitas mana pun termasuk universitas ini" ucap Zia yang langsung melepaskan jambakan rambut nya.
Zia langsung pergi dari sana dan menghubungi kakak nya untuk menolak Rosalina masuk kampus mana saja.
"Aku pasti kan rasa sakit ini akan menghantui mu nanti nya Zia" geram Rosa.
Flash back off..
__ADS_1
bersambung